Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Mozaik Humaniora

Arsitektur Rumah Tradisional Suku Kajang di Provinsi Sulawesi Selatan Erni Erawati Lewa
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 1 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.426 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i1.9887

Abstract

Suku Bugis-Makassar menganggap rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal untuk melakukan aktivitas. Dalam pandangan kosmologis masyarakat Bugis-Makassar, rumah adalah mikrokosmos dan merupakan replika makrokosmos, yang terdiri atas tiga tingkatan, yakni dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Berdasarkan status sosialnya, rumah masyarakat Bugis-Makassar dibedakan atas Saoraja (Bugis)/Ballak Lompoa (Makassar) yang diartikan sebagai istana, dan Bola (Bugis)/Ballak (Makassar) yang diartikan sebagai rumah bagi masyarakat biasa. Dari segi makna, rumah merupakan lambang keberhasilan seseorang, dan identitas lapisan sosial yang diwujudkan dalam bentuk fisik dan gaya serta hiasan beraneka ragam, rumah juga dianggap sebagai simbol dari nilai budaya masyarakat. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga mempunyai fungsi sosial, ekonomi, religi dan lain sebagainya. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode induktif, dan pengolahan data secara kualitatif. Metode induktif berusaha untuk melihat gejala-gejala khusus yang terdapat pada arsitektur rumah tradisional Kajang untuk menarik simpulan secara umum. Pengolahan data kualitatif dilakukan berdasarkan kualitas dari data yang ditemukan di setiap rumah. Arsitektur dan orientasi rumah tradisional Kajang secara keseluruhan memiliki bentuk dan orientasi yang sama, baik dari segi bahan, ukuran, denah ruangan, bentuk rumah dan fungsi ruangannya, sehingga tidak tampak tanda-tanda pelapisan sosial.