Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Review: Virgin Coconut Oil and The Pharmacology Effect Kamri, Andi Maulana
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16478

Abstract

Diproduksi dari tanaman Cocos nucifera, minyak kelapa murni merupakan produk yang banyak digunakan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan di Indonesia tempat tanaman ini tumbuh. Namun, hanya sedikit orang yang menyadari dampak kesehatan sistemik virgin coconut oil (VCO). Fokus tinjauan ini ditentukan untuk menjelaskan efek farmakologi dari VCO. Artikel yang di identifikasi menggunakan metode eksperimental serta mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi dalam pemilihannya dengan menggunakan kata kunci yang digunakan. Efek nefroprotektif VCO juga dianggap sebagai efek antioksidan karena peran VCO dalam mencegah berkembangnya stres oksidatif diduga dapat menurunkan kemungkinan peningkatan ureum dan kreatinin. VCO yang mengandung medium-chain fatty acids (MCFA) dan memiliki sifat antioksidan diduga mampu menurunkan glukosa darah dengan cara meningkatkan laju metabolisme sehingga glukosa darah dapat diubah menjadi energi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa VCO mempengaruhi metabolisme glukosa dan lipid pada penderita diabetes dengan menurunkan kadar glukosa darah. VCO memiliki Asam laurat dan free fatty acids yang berfungsi untuk mereduksi stres oksidatif. Kata Kunci: Minyak kelapa murni, Farmakologi, Imunologi, Metabolisme, Dampak Terapi Produced from the Cocos nucifera plant, pure coconut oil is a product that is widely used in Indonesia, especially in South Celebes, where this plant grows. However, few people are aware of the systemic health effects of virgin coconut oil. (VCO). The focus of this review is to explain the pharmacological effects of VCO, as there has been no previous special review. The identified articles use experimental methods and consider inclusion and exclusion criteria in their selection using the keywords used. The nephroprotective effects of VCOs are also considered to be antioxidant effects because the role of the VCO in preventing the development of oxidative stress is suspected to reduce the likelihood of increased urea and creatinine. VCOs that contain medium-chain fatty acids (MCFAs) and have antioxidant properties are thought to be able to lower blood glucose by increasing the rate of metabolism so that blood sugar can be converted into energy. The results showed that VCO affects glucose and lipid metabolism in diabetics by lowering blood glucose levels. VCO has lauric acid and free fatty acids that serve to reduce oxidative stress.
Comparative Effectiveness of Antihypertensive Drugs Herman, Hendra; Kamri, Andi Maulana; Dahlan, Andi Muhriani
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.17182

Abstract

Hipertensi sering menjadi penyakit pada orang tua dan kadang-kadang tidak mendapat perhatian karena tingkat pemahaman tentang penyakit dan pengobatan tidak tepat. Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pengobatan hipertensi pada pasien rawat inap dan rawat jalan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskripsi observasi dengan data retrospektif dengan pengambilan sampel yang berasal dari rekam medik dan resep pada periode Juni-Oktober 2022 yang diberikan untuk penderita hipertensi dengan melihat perbedaan efektivitas berdasarkan kontrol tekanan darah pasien. Populasi penelitian diambil di Pusat Kesehatan Matakali dengan 45 sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa paling banyak menggunakan obat hipertensi adalah wanita sebanyak 33 pasien (73,3%), usia 40-59 tahun sebanyak 27 orang (60,0%), dan kelompok obat yang paling banyak digunakan adalah CCB sebanyak 39 (86,7%) jenis obat paling umum adalah amlodipin. Sementara itu, dosis amlodipin yang paling banyak digunakan adalah 5 mg (46,7%) dan kaptopril 25 mg (11,1%). Faktor risiko untuk hipertensi pasien lebih rumit, tetapi beberapa pasien tidak tahu tentang terapi target dan obat yang tepat untuk mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan dalam efektivitas dalam menurunkan tekanan darah dari penggunaan amlodipin dan kaptopril. Kata Kunci: Tekanan darah, Efek obat, Hipertensi, Lansia, AmlodipinHypertension is often a disease in the elderly and is sometimes ignored due to a lack of understanding of the disease and inappropriate treatment. The aim of this study is to provide an overview of the treatment of hypertension in hospitalized and street nursing patients. The research method uses the observational description method with retrospective data and sampling from medical records and prescription from June to October 2022 given to hypertensive patients by looking at the difference in effectiveness based on the control of the patient's blood pressure. The research population was taken at the Matakali Health Center with 45 samples. The results showed that the most frequently used hypertensive drugs were women in 33 patients (73.3%), between the ages of 40-59 years as much as 27 patients (60.0%), and the most commonly used drug group was CCBs as much as 39 patients (86.7%). The most common drug type was amlodipine. The risk factors for hypertension patients are more complicated, but some patients do not know about target therapy and the right medication for them. There is no difference in effectiveness in lowering blood pressure between the use of amlodipine and captopril.
Co-Authors Ade Dede Adimi, Nurhikma Alifqah Meylia Alimuddin Aminah Aminah Andi Emelda Andi Hasriyana Andi Nadilla Arfah Andi, K. Petta Lolo, Arjuni Andini Zabrina Anil Aryandi Aslinda Septinia Asmaliani Ira Asmarani Pujawanti Asni Amin Asrul La Dongke As’ad, Nur Asyirah Avifa, Serly Awali, Muh. Noer Ayu Lestari Basri, Putri Septiani Batary Resky Bayu Putra Bayu Putra Bayu Putra Bayu Putra, Bayu Besse Ati Dahlan, Andi Muhriani Dewi Yuliana Dharmawat, Dewi Tri Dian Rahayu Dina Izza Eni, Nur Syahira Atika Filla Riski Filman Afrian Fitri Nur Awaliyah Fahmi Hamid Habbe Hasmi, Nur Hendra Herman Hendra Herman Hilman Erwin Idawati Idawati, Indira Istikamah Indra Indra Irma Rachma Hanifah Irmayani Irmayani Isma, Aidil Febryan Arya Isyanda, Kenanga Kamri, Andi Khaedhir Karisa, Astuti Khaerana Majid Kristina T. Kristina T. Lestari Novianti Mamat Pratama, Mamat Marwah Marwah MEDIATY Melly Amanda Mirawati Mirawati Muh. Reski Muhammad Ali Murniati Hasan Muzakkir Baits Nabila Said Nadiah Apriliani Nindy Precyllia Ningsih, Yuyun S Nur Azizah, Rizqi Nur Rahma Nuraenun Nuraenun Nurbaeti Asnawi Nurfadillah Nurfadillah Nurhudayah Nurhudayah Nurlina Nurlina Nurul Fadilla Octavia, Rizka Putra , Bayu Rachmat Kosman Rachmat Kosman Rachmat Kosman Rachmat Kosman Rachmat Kosman, Rachmat Rahma Khairiyani Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Ramli, Irawati Ratu Ananda Riskiyani Rukmana Risti Yuni Rizqi Nur Azizah Rizqi Nur Azizah Rosmayanti Rosmayanti Sadjidin, Sugiarto Safitri Ayu Safriani Rahman Shinta Ferawati Sitti Amirah Sitti Azahra Sri Wahyuni Sri Wahyuninsih Suci Pertiwi sukmawati Sukmawati Sukmawati Tadjuddin Naid Tri Kurniawati Waode Yumnal Utamil Yundari, Yundari Zainal Abidin Zakinah Aulia