Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Keanekaragaman dan Kelimpahan Predator pada Taman Maccini Sombala Makassar dan Ekosistem Persawahan Kiru-Kiru Kabupaten Barru N Noerfitryani; Irma Hakim; Andi Rahayu Anwar; S Syamsia; M. Yahya
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i3.846

Abstract

The existence of predatory insects is essential to know because they have contributed significantly to an ecosystem. This study aimed to determine the abundance and diversity of predators in Maccini Sombala Park, Makassar, and the paddy field in Kiru-Kiru Sub-District, Barru Regency, South Sulawesi. The selection of the two locations was carried out based on the ecosystem conditions in each place, Maccini Sombala Park is a city park in which there are various types of plants that are habitat for insects including predatory insects, as well as in the paddy field ecosystem in Kiru-Kiru Sub-District, based on the results of the observation in the field, in that ecosystem there were symptoms of pest attack such as stem borers and several other types of insects including insects predator on rice plant. This study was conducted by direct observations of purposive sampling and insects sampling using sweep net traps. The highest relative abundance value of natural enemies was found in the family Araneidae 37% in Maccini Sombala Park, and the lowest relative abundance of the family Coccinellidae was 2.3%. The highest relative abundance value of natural enemies in the paddy field of Kiru-Kiru Sub-District was found in the family Coccinellidae 54.3%, and the lowest relative abundance of the family Formicidae was 2.5%. The diversity index values of predators in both places as moderate diversity category, and the evenness index values of the two ecosystems showed that high evenness.
Pemasaran online dan Pendaftaran Merek pada KTH Mega Buana 3 Desa Lipukasi Kabupaten Barru Asri Yanti Syarif; Andi Rahayu Anwar; Husnah Latifah; Burhanuddin Burhanuddin; Ratnawati Tahir; Syamsia Syamsia
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v5i2.1050

Abstract

Pemasaran online merupakan sarana yang mempertemukan produsen dan konsumen secara online dengan penawaran produk yang telah menggunakan nama atau merk sebagai atribut pemasaran. Pemasaran online menggunakan aplikasi yang dapat digunakan dengan membuat website, dengan adanya website petani dapat mempromosikan jenis produk, harga, dan no kontak yang dapat dihubungi, serta sistem pembayaran dan sistem pengiriman barang dari petani selaku produsen ke konsumen atau dapat menggunakan flatform: Instagram, WhatsApp, facebook untuk memudahkan memasarkan dengan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan pemasaran tradisional yang hanya melibatkan pasar tradisional atau pedagang pengumpul. Petani pada umumnya telah menggunakan alat berupa smartphone, yang menjadi kendala petani belum memahami penggunaan media sosial dan platform untuk pemasaran online. Oleh karena itu, penyuluhan pemasaran online dan penggunaan merek merupakan hal yang fundamental dilakukan untuk merubah mindset mereka menjadi petani modern melalui KTH Mega Buana 3 di Desa Lipukasi Kabupaten Barru. Hasil pengabdian memberikan informasi bahwa pemasaran online dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan penjualan. Dengan adanya merek terhadap produk yang mereka pasarkan nantinya memberikan perlindungan hukum dan produk mudah dikenal di pasaran secara global serta menjadi produk pertanian yang berbeda dengan produk dari kelompok tani yang lain.
Faktor Pendorong Petani Beralih Usahatani Kakao menjadi Usahatani Jagung di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng Rusli Rusli; Khaeriyah Darwis; Andi Rahayu Anwar
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 2 No. 01 (2022): VOLUME 2, NOMOR 01, JUNI 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.828 KB) | DOI: 10.47030/tadj.v2i01.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong petani beralih usahatani kakao menjadi usahatani jagung. Informan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah petani Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng melakukan alih fungsi lahan  usahatani kakao menjadi usahatani jagung. Dalam penelitian ini penentuan informan dilakukan dengan Teknik purposive sampling  dimana memilih 15 orang petani yang dilakukan secara sengaja berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan di tetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Adapun kriteria dan informan yang di tunjuk atau dipilih dalam penelitian ini adalah informan yang melakukan alih fungsi lahan usahatani kakao menjadi usahatani jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan usahatani kakao menjadi usahatani jagung di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng yaitu faktor ekonomi dan faktor sosial yang di dalamnya terdiri dari beberapa faktor yaitu faktor produksi, faktor harga, faktor hama dan penyakit, faktor infrastruktur, budaya dan kebutuhan sekunder.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Predator pada Taman Maccini Sombala Makassar dan Ekosistem Persawahan Kiru-Kiru Kabupaten Barru N Noerfitryani; Irma Hakim; Andi Rahayu Anwar; S Syamsia; M. Yahya
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i3.846

Abstract

The existence of predatory insects is essential to know because they have contributed significantly to an ecosystem. This study aimed to determine the abundance and diversity of predators in Maccini Sombala Park, Makassar, and the paddy field in Kiru-Kiru Sub-District, Barru Regency, South Sulawesi. The selection of the two locations was carried out based on the ecosystem conditions in each place, Maccini Sombala Park is a city park in which there are various types of plants that are habitat for insects including predatory insects, as well as in the paddy field ecosystem in Kiru-Kiru Sub-District, based on the results of the observation in the field, in that ecosystem there were symptoms of pest attack such as stem borers and several other types of insects including insects predator on rice plant. This study was conducted by direct observations of purposive sampling and insects sampling using sweep net traps. The highest relative abundance value of natural enemies was found in the family Araneidae 37% in Maccini Sombala Park, and the lowest relative abundance of the family Coccinellidae was 2.3%. The highest relative abundance value of natural enemies in the paddy field of Kiru-Kiru Sub-District was found in the family Coccinellidae 54.3%, and the lowest relative abundance of the family Formicidae was 2.5%. The diversity index values of predators in both places as moderate diversity category, and the evenness index values of the two ecosystems showed that high evenness.
KETAHANAN PANGAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI TUMPANG SARI KANGKUNG DAN KELOR DI KELURAHAN BONTORAMBA KECAMATAN SOMBAOPU KABUPATEN GOWA Muh. Ardiansyah; Abdul Halil; Asriyanti Syarif; Andi Rahayu Anwar
AgriMu Vol 3, No 1 (2023): AgriMu Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i1.9402

Abstract

AbstractThe water Spinach and morinaga intercropping system is an agricultural  product in the context of increasing farmer income and efforts to fulfill family food. The research was conducted in the Bontoramba sub-district, Sombaopu District, Gowa Regency by sampling in a saturated sample with a total of 36 farmers doing intercropping farming of moringa and kale. The sampled farmers were given questions using a questionnaire guide and conducted group discussion forums (FGD). Data were analyzed using income analysis, and farmers' perceptions of food security (income, available food sources, as well as the level of farmers' knowledge were analyzed in percentage form and strengthened by presentation in verbal form. Income from water spinach farming was Rp.1,896. 178.22/Ha in one growing season, while Moringa farming provides an income of IDR 669,954.91/Ha. Kale farming income is greater than Moringa because the amount of production is greater than Moringa.Meanwhile, farmers' perceptions of food security in terms of income with the system intercropping, they agree by 83.33% that income provides an alternative for farmers to fulfill food in order to support food security Farmers' perceptions of food security in terms of fulfilling food needs, they agree by 100% that intercropping can meet food needs (vegetables) for farmers and lutes price, and nutritional needs are met. Farmers' perceptions of food security in terms of knowledge agree by 77.78% that there are benefits from these two plants being intercropped as vegetables, although there is still a lack of knowledge about the other benefits of kale and moringa plants, as well as more detailed knowledge of the reasons for these two plants being intercroppedKeywords: food security, income, intercropping, kale, moringa
PERSEPSI PETANI TERHADAP VARIETAS UNGGUL KOMODITI JAGUNG MEREK BISI DI KELURAHAN BONTOKADATTO KECAMATAN POLONGBANGKENG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Rabbi Maulana; Zulkifli; Andi Rahayu Anwar
AgriDev Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Agridev.v1i2.4810.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi petani terhadap varietas unggul komoditi Jagung merek Bisi 18 di Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala liker. Jagung hibrida merek Bisi 18 yang ada di Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar sebanyak 100 orang petani,  pengambilan sampel 25 persen dari populasi sehingga peneliti mengambil 25 orang untuk dijadikan sampel. Persepsi petani dalam pengelolaan usahatani Jagung hibrida merek Bisi 18 di Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar terbilang baik, mulai dari terjangkaunya benih, pengelolaan usahatani dan pendapatan semua dalam kriteria tinggi, menunjukkan bahwa hadirnya Jagung merek Bisi 18 diterima oleh petani di lokasi penelitian. Saran yang diharapkan sepeti penyuluhan dengan melibatkan semua anggota kelompok tani untuk menambah wawasan berusahatani. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum rata-rata persepsi anggota kelompok tani dalam usahatani Jagung hibrida merek Bisi 18 di Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar dengan tersedianya benih Jagung hibrida merek Bisi 18 berada pada kriteria tinggi (2.42),  persepsi petani terhadap pengelolaan usaha tani berada pada kriteria tinggi (2.56), dan persepsi petani terhadap pendapatan berada pada kriteria tinggi (2.62).
INOVASI PRODUK LOKAL: MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU-IBU PKK DALAM MEMBUAT PRODUK ABON UDANG KASIA Sulfiana Sulfiana; Nur Abu; La Ibal; Andi Rahayu Anwar; Rahmi Rahmi; Siti Nur Kayatun; Murni Murni; Muhamad Saleh Rumwokas
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu-ibu PKK melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan udang Kasia menjadi produk abon. Program ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu penyuluhan yang memberikan pemahaman tentang pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengolah makanan, pelatihan tentang teknik penyimpanan bahan makanan yang aman dan higienis, serta pendampingan dalam memilih bahan baku berkualitas untuk menghasilkan produk yang aman dan lezat. Setelah penyuluhan, ibu-ibu PKK lebih memahami pentingnya penerapan SOP, seperti penggunaan celemek, masker, sarung tangan, dan penutup kepala, yang berfungsi menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Selain itu, mereka juga mempelajari cara penyimpanan bahan makanan yang benar untuk mencegah kontaminasi, dan pentingnya menjaga kualitas bahan baku udang rebon untuk memastikan keamanan dan kualitas abon yang dihasilkan. Dengan demikian, ibu-ibu PKK semakin percaya diri dalam memproduksi abon udang Kasia yang berkualitas dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka melalui usaha mandiri.