Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SOSIALISASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA Yuhelna Yuhelna; Isnaini Isnaini; Livia Ersi; Refni Yulia; Yenita Yatim
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April-Juni 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i2.258

Abstract

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di 2014 menyebutkan, 22 persen pengguna narkoba di Indonesia merupakan pelajar dan mahasiswa. Sementara, jumlah penyalahgunaan narkotika pada anak yang mendapatkan layanan rehabilitasi pada 2015, tercatat anak usia di bawah 19 tahun berjumlah 348 orang dari total 5.127 orang yang direhabilitasi di tahun itu.
PELESTARIAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH LUBANG JEPANG DI KELURAHAN GUNUNG PANGILUN KOTA PADANG Meldawati Meldawati; Refni Yulia; Livia Ersi; Zulfa Zulfa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Maret 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i1.386

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memelihara kesadaran sejarah melalui pelestarian benda peninggalan sejarah. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang perlunya pelestarian bekas peninggalan sejarah, kemudian meningkatkan kesadaran sejarah terutama kepada generasi muda. Dari hasil wawancara yang kami lakukan setelah kegiatan ini berlangsung bahwa peserta kegiatan sangat anstusias, tercatat peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang mana 12 orang dari kalangan tua (tokoh masyarakat) dan selebihnya kaum muda. Kontribusi atas terlaksananya kegiatan ini bagi masyarakat, agar masyarakat menyadari bahwa walaupun lubang jepang merupakan peristiwa kelam dalam pembuatannya memaksa rakyat bahkan banyak rakyat Indonesia yang meninggal untuk mewujudkan keinginan Jepang tersebut. Namun bekas sejarah ini menjadi bukti ketertindasan rakayat ketika Indonesia di jajah oleh Jepang. Rakyat harus mengetahuai bahkan Generasi muda Rakyat harus tetap menjaga dan meletarikan peningglan Jepang ini.
Menumbuhkan Semangat Bela Negara Dan Cinta Tanah Air Melalui Pengabdian Masyarakat Pada Generasi Muda Refni Yulia; Yudi Subiantoro; Livia Ersi; Risa Junita Sari; M. Satria Nugraha; Tri Hadinata
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 : September (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service initiative was undertaken with the objective of cultivating a strong sense of national defense and patriotism among the younger generation. In the context of globalization, digitalization, and the pervasive influence of foreign cultures, young people are increasingly vulnerable to identity crises, diminished civic engagement, and limited participation in national life. To address these challenges, the program employed a qualitative approach, combining literature review with an analysis of community service as a form of social intervention. The findings indicate that strategies such as character education, active involvement in social activities, the integration of media and technology, and the internalization of Pancasila values and national history prove effective in fostering patriotic attitudes and enhancing youth participation in national defense. Moreover, the study underscores the importance of designing community service initiatives that are contextually relevant, participatory, and innovative. It further recommends that educational institutions, community organizations, and local governments align community service programs with civics education and digital platforms to strengthen civic consciousness and patriotism.
Penguatan Ketahanan Nasional Berbasis Bela negara dan Kearifan Lokal Terhadap Masyarakat Siswa SMA Negeri 1 Jonggol Kabupaten Bogor Muhamad Satria Nugraha; Risa Junita Sari; Refni Yulia; Livia Ersi; Kusuma Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1498

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda di Jonggol, Kabupaten Bogor, mengenai pentingnya ketahanan nasional berbasis bela negara dan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan globalisasi yang telah membawa perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Perubahan tersebut memberikan dampak positif maupun negatif yang dapat memengaruhi persatuan, keamanan, dan ketahanan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan ketahanan nasional melalui penanaman nilai-nilai bela negara dan pelestarian kearifan lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, Teknik kuantitatif dan direct service melalui interaksi langsung dengan peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jonggol dengan memberikan penyuluhan tentang nilai-nilai bela negara, pentingnya menjaga persatuan, serta pemanfaatan teknologi dan media sosial secara bijak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan pelajar memperoleh pemahaman pentingnya ketahanan nasional berbasis bela negara dan kearifan lokal dalam kasus pemanfaatan media online.
Historical Review of the Role of Saparua Chinese in the Spice Trade from the Colonial to the Reformation Risa Junita Sari; M. Satria Nugraha; Livia Ersi; Refni Yulia
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 6 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v6i2.1852

Abstract

This study analyzes the role of ethnic Chinese in the island of Saparua's spice trade. Spices are among the trade commodities with the highest prices. For decades, Chinese traders have been among the distributors of Asian spices to Europe. The progress of maritime routes also affected spice trade activities in the archipelago. In the 16th century, Europeans such as the Portuguese were directly involved in the trade in the Maluku, followed by a trade monopoly by Dutch companies. With the times, spices are no longer a priority in international trade. So, after independence, until the reform of spice prices, it experienced ups and downs. During the colonial government until the reform, Chinese traders played a vital role in the spice trade, especially on Saparua Island. It is necessary to analyze the role of ethnic Chinese in the island of Saparua's spice trade during the colonial and reform periods. Through a historical review using historical methods, from source collection to criticism, interpretation, and historiography, it was found that the role of Chinese traders in Saparua was as merchants as well as channels or distributors between local traders and buyers outside the island.
Pangkalan Laut Kuno sebagai Warisan Geopolitik: Perbandingan Parthia, Sriwijaya, dan Majapahit Yudi Subiantoro; Livia Ersi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3258

Abstract

Temuan arkeologi pangkalan angkatan laut era Kekaisaran Parthia di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, memberikan perspektif baru mengenai perkembangan strategi geopolitik maritim pada masa kuno. Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan dan perbedaan strategi maritim Parthia, Sriwijaya, dan Majapahit melalui pendekatan sejarah komparatif dalam konteks Jalur Sutra Maritim. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan memadukan pendekatan sejarah komparatif, geografi militer, dan analisis multidisipliner terhadap sumber arkeologis, epigrafis, tekstual, serta literatur sejarah maritim. Analisis difokuskan pada tiga variabel utama, yaitu penguasaan maritime chokepoint, fungsi pangkalan laut sebagai instrumen geopolitik, dan hubungan antara kekuatan ekonomi dengan perlindungan militer di laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga peradaban mengembangkan infrastruktur maritim di lokasi strategis untuk mengendalikan jalur perdagangan, memproyeksikan kekuatan militer, dan mendukung stabilitas ekonomi melalui pengawasan pelayaran serta fungsi fiskal. Meskipun memiliki model kekuasaan yang berbeda—Parthia berorientasi pada pertahanan pesisir, Sriwijaya menerapkan sistem thalassocracy, dan Majapahit mengintegrasikan kekuatan agraris dan maritim—ketiganya memperlihatkan pola geopolitik yang serupa dalam pemanfaatan pangkalan laut sebagai instrumen negara. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan pangkalan laut merupakan bagian dari tradisi geopolitik maritim yang telah berkembang sejak lebih dari dua milenium serta memberikan kerangka konseptual bagi pengembangan kajian arkeologi pertahanan maritim di Indonesia.