Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Gizi Seimbang Menggunakan Media Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja di SMPN 18 Banda Aceh Nadhila, Yumni; Erwandi, Erwandi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 15 No. 1 (2022): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v15i1.438

Abstract

Permasalahan gizi banyak dijumpai pada usia remaja, diantaranya gizi lebih, obesitas, gizi kurang, anemia, pola makan yang salah dan sebagainya. Masalah gizi yang muncul pada masa remaja disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak baik yakni ketidakseimbangan antar konsumsi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Berdasarkan data riset kesehatan dasar menyatakan hasil yang diperoleh adalah status gizi buruk yang terdeteksi pada remaja dikota Banda Aceh cukup kecil, yaitu 0,33%, gizi kurang sebesar 3,48% dan gizi baik 65,17%. Kasus kegemukan dan obesitas ditemukan masing-masing sebesar 15,42% dan 15,59%.Media Booklet merupakan salah satu bentuk inovasi media pembelajaran dalam bentuk media cetak. Media ini memuat materi pelajaran dalam bentuk fisik yang unik menarik. Untuk mengetahui bagaimana penyuluhan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang gizi seimbang di SMP N 18 Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experiment dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelas VII dan VIII di SMP N 18 Banda Aceh, yang berjumlah 42 siswa siswi. Pengambilan sampel ini menggunakan rumus.Adanya pengaruh pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan menggunakan media Booklet tentang gizi seimbang di SMP N 18 Banda Aceh
Relationship Between Dental Caries and Nutritional Status Among Kindergarten Children at Darul Imarah, Aceh Besar Regency Mardiah, Ainun; Erwandi, Erwandi; Rahayu, Eka Sri; Reca, Reca; Nuraskin, Cut Aja
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 3 № 03 (2025): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v3i03.1913

Abstract

Dental caries is one of the most common oral health problems among preschool children, often causing pain, difficulty in chewing, and reduced food intake, which in turn may affect their nutritional status. This study aimed to determine the relationship between dental caries and nutritional status among children at Darul Imarah Kindergarten, Aceh Besar District. An analytical study with a cross-sectional design was conducted, involving 35 children aged 4–5 years selected using purposive sampling. Nutritional status was assessed through weight and height measurements using the Dietducate application, while dental caries was evaluated using the def-t index. Data analysis was performed using the Chi-Square test with SPSS software. The study was conducted between April and November 2025, including several stages such as obtaining research permits, preparing informed consent, measuring children’s weight and height, calculating body mass index, and assessing dental caries using the def-t index. The results showed a significant relationship between dental caries and nutritional status (p = 0.003; p < 0.05). In conclusion, dental caries is significantly associated with children’s nutritional status. Therefore, parents are encouraged to pay greater attention to their children’s oral health by ensuring regular dental check-ups and promoting the habit of brushing teeth twice daily.
PK Bapas dalam Penyelesaian Anak yang Berkonflik dengan Hukum Sesuai Amanat UU SPPA Erwandi, Erwandi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas PK Bapas dalam penyelesaian anak yang berkonflik dengan hukum sesuai amanat UU SPPA. Kenyataan bahwa ada beberapa data yang menunjukan keterlibatan anak-anak yang dalam tindak pidana kriminal. Tindak pidana ada dimasyarakat telah memaksa diri anak ‘berkomplik dengan Hukum”, Pk Bapas menyelesaikan persoalan anak yang berkomflik dengan hukum dapat dilakukan dengan upaya damai di luar pengadilan dengan musyawarah mencari kesepakatan dengan prinsif kebersamaan dan keterbukaan. Penyelesaian cara ini jauh lebih menguntungkan bagi perkembangan anak baik secara fisik maupun secara psikologis jika dibandingan dengan pemidanaan. Penegak hukum secara formal hendaknya sejauh mungkin dihindari terhadap anak yang melakukan tindak kriminal selama tidak ada jaminan kemaslahatan bagi anak.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Pendampingan Anak (Pelaku) Tindak Pidana Pencurian pada Sidang Pengadilan Erwandi, Erwandi
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran pembimbing kemasyarakatan dalam pendampingan anak (pelaku) tindak pidana pencurian pada sidang pengadilan. Penanganan Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum tidak dapat disamakan seperti terhadap orang dewasa. Balai Pemasyarakatan (BAPAS), melalui peran Pendamping Kemasyarakatan, berperan penting dalam proses pendampingan anak dalam sidang pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada tulisan ini akan dipaparkan pelaksanaan peran dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam Pendampingan Anak Tindak Pidana Pencurian Pada Sidang Pengadilan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Garut . Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif guna mencermati perilaku, tindakan, lingkungan sosial serta aspek lainnya yang terkait dengan pelaksanaan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) pada tahap sidang pengadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan (PK) berperan sangat penting dalam tugasnya mendampingi anak pada sidang pengadilan. Tetapi, eksistensinya di mata masyarakat belum dikenal dengan baik. Namun Pembimbing Kemasyarakatan dapat menjalankan fungsi sebagai Aparat Penegak Hukum yang menangani Anak sesuai perundangan-undangan.