Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Students' Critical Thinking Ability in Solving the Application of the Derivative of Algebraic Function Problems Marzuki Marzuki; Saiman Saiman; Wahyudin Wahyudin
Didaktik Matematika Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v9i1.25220

Abstract

Critical thinking (CT) is convergent thinking that can be explored when students learn mathematics. Yet, CT based on the level of mathematical ability has not been widely explored. The participants involved 30 Year 11 students in Bandung, Indonesia. The research instruments were a written CT ability test and a semi-structured interview guide. Interviews were conducted in-depth to capture very high mathematical abilities until saturated data were obtained. Data saturation occurred during the interview with the 10th participant, where new categories and sub-categories were no longer found. Data was analyzed following an intrinsic case study design based on the post-positivist paradigm through NVivo 12 plus. This study found that students' CT ability level was very high, their thinking abilities varied, and they able to provide solutions to anyone in solving similar problems. This finding will have implications for the variety of students' critical thinking patterns in learning mathematics on the application of the derivatives of algebraic function in high school.
Miskonsepsi Konsep Prasyarat Aljabar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Nurlita Nurlita; Cut Morina Zubainur; Anizar Ahmad; Saiman Saiman
Didaktik Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of algebra prerequisites that must be understood by primary school teachers (SD) including: (1) concept of numbers and numerical operations, (2) the ratio/proportion, and (3) the order of operations. The third prerequisite concept also needs to be understood as a candidate in primary students in elementary uru. Lack of understanding of the concept of preconditions can lead to misconceptions in students. The researchers aim to analyze the misconceptions of what happens to students in primary prerequisite to the concept of algebra. The study involved five students in primary UIN Ar-Raniry. Data obtained through diagnostic tests and interviews so analyzed descriptively qualitative. The results showed that students in primary experiencing misconceptions on the concept of algebra prerequisites are: the concept of fractions, prime numbers, integers, mixed operations, and operations on fractions. The implication of the study is the need for efforts to improve understanding of student teachers, especially students in primary through appropriate measures.
WORKSHOP VIRTUAL MANIPULATIVE BERBASIS GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI GURU MTs/SMP ACEH TIMUR Saiman Saiman; Muhammad Zaki; Iden Rainal Ihsan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.709-716

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) “Workshop Virtual Manipulative Berbasis Geogebra” bertujuan untuk membekali guru MTs/SMP Aceh Timur untuk meningkatkan kemampuan menggunakan Alat Peraga Maya dalam pembelajaran Matematika. Workshop ini dilaksanakan di Laboratorium Multimedia Sekolah mitra, MTsN 9 Aceh Timur. TIM PKM ini melibatkan tiga Dosen dan tiga mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNSAM. Peserta adalah 15 Guru mata pelajaran Matematika. PKM ini  telah berlangsung dengan maksimal. Tim PKM dan Peserta telah mengikuti semua tahapan PKM ini mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi PKM. Peserta sangat antusias dan telah  mampu mendesaian dan menggunakan virtual manipulative berbasis geogebra dalam pembelajaran matematika, sehingga  telah menghasilkan produk Virtual Manipulative terintegrasi dengan aktivitas siswa. Peserta mengharapkan kegiatan workshop virtual manipulative berbasis geogebra ini terus berlanjut lagi. Ini adalah indikator berhasil dan ketercapaian tujuan Kegiatan PKM ini. 
WORKSHOP MENDESAIN LEMBAR AKTIVITAS EKSPLORATIF BERBASIS VIRTUAL MANIPULATIVE UNTUK GURU MATEMATIKA MTsN SE ACEH TIMUR Muhammad Zaki; Anwar Anwar; Saiman Saiman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.242-248

Abstract

Mendesain pembelajaran matematika dengan melibatkan peserta  didik untuk mengeksplorasi konsep matematik adalah sangat penting. Hal ini menyebabkan Peserta didik berpotensi terlibat langsung untuk mengkonstruksi konsep matematika. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membekali guru matematika Madrasah MTsN Aceh Timur tentang cara mendesain lembar kerja eksploratif berbasis virtual manipulative dengan menggunakan Geogebra Clasroom. PkM ini dilaksanakan di Ruang Multimedia MTsN 2 Aceh Timur yang melibat 30 peserta dari asosiasi MGMP Matematika Madrasah MTsN Aceh Timur.  Metode PkM ini terdiri dari tahap Perencanaan, Pelaksanaan, dan Refleksi dan evaluasi. Kegiatan PkM ini telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disepakati oleh tim PkM dan Mitra MTsN Aceh Timur. PkM ini telah menghasilkan Out put, diantaranya peserta telah mendesain dan menghasilkan lembar kerja eksploratif karyanya sendiri. Rekomendasi kedepan kegiatan PkM ini adalah adanya tambahan waktu atau follow up untuk mendesain lembar kerja eksploratif pada materi lain.
Workshop Math Trails Project untuk Meningkatkan Ketrampilan Numerasi Guru Matematika MTsN se Aceh Timur: Workshop Math Trails Project untuk Meningkatkan Ketrampilan Numerasi Guru Matematika MTsN se Aceh Timur Saiman; Muhammad Zaki; Anwar; Riza Pahlevi; Safwandi
SEURAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): SEURAYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurnal seuraya.v3i1.12287

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru matematika MTs/ SMP yang ada di Aceh Timur terkait mendesain Math Trails Project untuk meningkatkan ketrampilan numerasi Guru Matematika. Penggunaan Math Trails Project dalam pembelajaran matematika memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi sendiri konsep atau objek matematika. PKM ini telah dilaksanakan di salah satu sekolah Mitra MGMP Matematika Aceh Timur, yaitu MTsN 8 Aceh Timur dengan Sasarannya guru MGMP matematika Se Aceh Timur sebanyak 30 peserta. Adapun tahapan pelaksanaan PKM ini adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kegiatan workshop ini telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disepakati oleh tim PkM dan Mitra MGMP Matematika Se-MTsN Aceh Timur. PkM ini telah menghasilkan Out put, diantaranya peserta telah mendesain dan menghasilkan Math Trails Project karyanya sendiri. Rekomendasi kedepan kegiatan PkM ini adalah adanya tambahan waktu atau follow up untuk mendesain lembar kerja eksploratif pada materi lain.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN PhET SIMULATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP Indah Maulida; Saiman; Nishbah Fadhelina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18544

Abstract

This research was motivated by the phenomenon of low mathematical concept mastery among junior high school students, particularly in statistics material. Conventional learning patterns, which tend to be monotonous and dominated by procedural formula delivery, result in students' difficulty in understanding the essence and interrelationships between concepts. This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach integrated with PhET Interactive Simulation media in improving students' mathematical concept understanding. Utilizing a quantitative approach with a quasi-experimental design (The Nonequivalent Pretest–Posttest Control Group Design), this study involved a sample of 64 eighth-grade students at SMP Negeri 2 Langsa, divided into an experimental class (n = 32) and a control class (n = 32). Data were collected using an essay test assessing concept understanding that met the criteria for validity, reliability (r = 0.806), discriminating power, and difficulty index. The analysis results revealed a significant increase in the experimental class, with an average posttest score of 75.75 and an N-Gain index of 0.66, whereas the control class achieved an average posttest score of 64.84 with an N-Gain index of 0.51. Hypothesis testing via Independent Sample t-Test yielded a significance value (2-tailed) of p = 0.000 < 0.05. These findings demonstrate that implementing the contextual approach assisted by PhET Simulation is significantly more effective in facilitating mathematical concept understanding compared to conventional learning.
Penggunaan Geogebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Langsa Ningsih silalahi; Saiman; Muhammad Zaki
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 3 (2026): Jurrnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i3.29404

Abstract

Penggunaan media pembelajaran interaktif salah satunya GeoGebra, dapat membantu peserta didik memahami permasalahan secara lebih konkret melalui visualisasi, eksplorasi, dan interaksi langsung. Namun, kurangnya penggunaan media pelajaran interaktif ini mengakibatkan rendahnya kemampuan siswa menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan GeoGebra pada siswa kelas  8  SMP Negeri 5 Langsa. Metode pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8  SMP Negeri 5 Langsa berjumlah 124 siswa. Peneliti mengambil sampel kelas dengan acak yaitu kelas VIII-1 sebanyak 32 siswa (kelas eksperimen) dan kelas  VIII-2 sebanyak 32 siswa (kelas kontrol). Pada penelitian ini dilakukan pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol dan diberikan pembelajaran menggunakan GeoGebra di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol serta dilakukan posttest di kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Metode pengumpulan data melalui tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan N-Gain nilai kemampuan pemecahan masalah siswa, uji normalitas, homogenitas dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil independent samples t-test , diperoleh nilai t(62) = 5,622, p < 0,001 dengan demikian   diterima dan ditolak maka disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa Menggunakan GeoGebra pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Langsa. Penggunaan media pembelajaran interaktif salah satunya GeoGebra, dapat membantu peserta didik memahami permasalahan secara lebih konkret melalui visualisasi, eksplorasi, dan interaksi langsung. Namun, kurangnya penggunaan media pelajaran interaktif ini mengakibatkan rendahnya kemampuan siswa menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan GeoGebra pada siswa kelas  8  SMP Negeri 5 Langsa. Metode pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8  SMP Negeri 5 Langsa berjumlah 124 siswa. Peneliti mengambil sampel kelas dengan acak yaitu kelas VIII-1 sebanyak 32 siswa (kelas eksperimen) dan kelas  VIII-2 sebanyak 32 siswa (kelas kontrol). Pada penelitian ini dilakukan pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol dan diberikan pembelajaran menggunakan GeoGebra di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol serta dilakukan posttest di kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Metode pengumpulan data melalui tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan N-Gain nilai kemampuan pemecahan masalah siswa, uji normalitas, homogenitas dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil independent samples t-test , diperoleh nilai t(62) = 5,622, p < 0,001 dengan demikian   diterima dan ditolak maka disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa Menggunakan GeoGebra pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Langsa.  
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Pada Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition Dan Pembelajaran Konvensional Fia Syalfianur; Saiman; Fitra Muliani
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 3 (2026): Jurrnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i3.29596

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang utama guna dimiliki oleh siswa dalam proses pembelajaran. Namun, siswa masih menghadapi kendala dalam mengaitkan konsep yang didalami dengan konsep terdahulu serta beragam kondisi pada kehidupan sehari-hari yang mereka temui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa antara pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dan pembelajaran secara konvensional pada siswa kelas VII SMP N 4 Langsa. Pendekatan yang digunakan dalam pnelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi exsperiment dan desain Pre-test Post-test Control Group. Populasi dalam penelitian memuat seluruh murid kelas VII SMP N 4 Langsa. Sementara, sampel terdiri atas 60 siswa yaitu 30 siswa pada kelompok AIR dan 30 siswa pada kelompok Konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian kemampuan koneksi matematis dan dianalisis menggunakan N-Gain serta independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata N- Gain kelompok AIR sebesar 0,5943, sedangkan rata-rata N-Gain kelompok konvensional sebesar 0,2787. Hasil Independent t-tes menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok dengan p-value< 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang memperoleh pembelajaran AIR memiliki peningkatan kemampuan koneksi matematis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional.