Penggunaan media pembelajaran interaktif salah satunya GeoGebra, dapat membantu peserta didik memahami permasalahan secara lebih konkret melalui visualisasi, eksplorasi, dan interaksi langsung. Namun, kurangnya penggunaan media pelajaran interaktif ini mengakibatkan rendahnya kemampuan siswa menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan GeoGebra pada siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Langsa. Metode pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Langsa berjumlah 124 siswa. Peneliti mengambil sampel kelas dengan acak yaitu kelas VIII-1 sebanyak 32 siswa (kelas eksperimen) dan kelas VIII-2 sebanyak 32 siswa (kelas kontrol). Pada penelitian ini dilakukan pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol dan diberikan pembelajaran menggunakan GeoGebra di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol serta dilakukan posttest di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Metode pengumpulan data melalui tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan N-Gain nilai kemampuan pemecahan masalah siswa, uji normalitas, homogenitas dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil independent samples t-test , diperoleh nilai t(62) = 5,622, p < 0,001 dengan demikian diterima dan ditolak maka disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa Menggunakan GeoGebra pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Langsa. Penggunaan media pembelajaran interaktif salah satunya GeoGebra, dapat membantu peserta didik memahami permasalahan secara lebih konkret melalui visualisasi, eksplorasi, dan interaksi langsung. Namun, kurangnya penggunaan media pelajaran interaktif ini mengakibatkan rendahnya kemampuan siswa menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan GeoGebra pada siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Langsa. Metode pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Langsa berjumlah 124 siswa. Peneliti mengambil sampel kelas dengan acak yaitu kelas VIII-1 sebanyak 32 siswa (kelas eksperimen) dan kelas VIII-2 sebanyak 32 siswa (kelas kontrol). Pada penelitian ini dilakukan pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol dan diberikan pembelajaran menggunakan GeoGebra di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol serta dilakukan posttest di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Metode pengumpulan data melalui tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan N-Gain nilai kemampuan pemecahan masalah siswa, uji normalitas, homogenitas dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil independent samples t-test , diperoleh nilai t(62) = 5,622, p < 0,001 dengan demikian diterima dan ditolak maka disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mendapatkan pembelajaran menggunakan GeoGebra lebih baik dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah mendapatkan pembelajaran tanpa Menggunakan GeoGebra pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Langsa.