Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Construction of Experiential in the News Text of the Inauguration of Members of the MPR/DPR/DPD RI 2024-2029 Astri, Nanda Dwi; Mulyadi, Mulyadi
Randwick International of Education and Linguistics Science Journal Vol. 5 No. 4 (2024): RIELS Journal, December
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rielsj.v5i4.1083

Abstract

This study examines the construction of experiential in the news text of the inauguration of members of the MPR/DPR/DPD RI for the period 2024-2029. The construction of experiential is a morphosyntactic construction where the subject experience something, feels a sensation, and experiences mental actions by the stimulus of the sentence object. The steps in this research method are carried out with the aim of finding structured, concrete answers through language phenomena that can be studied. Data collection was conducted using the observation method and note-taking technique. Data analysis was conducted using the distribution method and basic techniques for direct elements and advanced techniques of reading, marking, expanding, and changing forms. The results of this study show that the construction of experiential can be analyzed in the verbs of affection and verbs of cognition. The agent occupies the position of the subject mapped as the experiential or the object mapped as the stimulus or both can correspond in the sentence. The verbs of affection can involve or describe someone's feelings. In addition, the addition of two verb arguments can change the semantic role in the example of the verb "feel". The dative element found in the object of experiential in the verb to be and juxtaposed with adjectives describes quality. The purpose of the construction of experiential is to find a strong meaning in the relationship of subject - object or object - subject in the sentence and the semantic role bound in it. Therefore, it can be concluded that the semantic role and morphology is closely related to the syntactic structure in a sentence.
Pendampingan Guru SMA Al-Hidayah dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Canva Annisa, Annisa; Lubis, Ramadhan Saleh; Astri, Nanda Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i2.928

Abstract

Teachers at Al-Hidayah High School have great potential in using technology in everyday life, for example using social media. However, you cannot fully use learning media creation applications such as the Canva application. This is because the quality of teachers in using digital-based learning media is still low. Furthermore, training on creating digital-based learning media has never been held. This activity is to improve the skills of teachers at Al-Hidayah High School to create learning media based on the Canva application. This activity is carried out using methods, namely (1) pre-preparation (2) implementation, (3) Mentoring, and (4) Evaluation. The results of service activities show an increase in the knowledge and skills of Al-Hidayah High School teachers in creating learning media using the Canva application. The training participants showed high enthusiasm and were able to apply the material they learned in the practice of creating learning media using the Canva application. Furthermore, this training activity can have a positive impact on teachers' knowledge and skills in creating accounts, activating Canva application accounts, creating learning media using the Canva application that uses learning accounts and those that do not use learning accounts, and applying them in learning activities.ABSTRAKGuru di SMA Al-Hidayah memiliki potensi besar dalam menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bermedia sosial. Namun, belum sepenuhnya dapat menggunakan aplikasi pembuatan media pembelajaran seperti aplikasi canva. Hal tersebut dikarenakan kualitas guru dalam penggunaan media pembelajaran berbasis digital masih rendah. Selanjutnya, belum pernah diadakan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan guru di SMA Al-Hidayah dapat membuat media pembelajaran berbasis aplikasi Canva. Kegiatan ini dilakukan dengan metode, yaitu (1) pra persiapan (2) pelaksanaan, (3) Pendampingan, dan (4) Evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru SMA Al-Hidayah dalam pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi canva. Peserta pelatihan, menunjukan semangat yang tinggi dan mampu mengaplikasikan materi yang didapat dalam praktek pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi canva. Selanjutnya dari kegiatan pelatihan ini dapat memberikan dampak yang positif akan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat akun, mengaktifkan akun aplikasi canva, pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi canva yang memakai akun belajar dan yang tidak menggunakan akun belajar, serta mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran.
ANALISIS KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL SISWA DALAM MENANGGAPI HOAKS ISU SOSIAL POLITIK DI MEDIA SOSIAL Nanda Dwi Astri
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v4i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan literasi digital siswa dalam menanggapi hoaks yang berkaitan dengan isu sosial politik di media sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya penyebaran berita palsu (hoaks) di berbagai platform digital yang sering kali menimbulkan disinformasi dan konflik sosial. Siswa sebagai generasi digital (digital natives) memiliki akses luas terhadap berbagai sumber informasi, tetapi belum semuanya memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memverifikasi kebenaran suatu informasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan literasi digital siswa dalam menghadapi hoaks sosial politik serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa sekolah menengah atas di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi digital siswa berada pada tingkat sedang. Siswa umumnya telah memiliki kesadaran untuk tidak langsung mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya, namun kemampuan mereka dalam mengevaluasi kredibilitas sumber dan memahami konteks sosial politik masih terbatas. Faktor-faktor seperti bimbingan guru, lingkungan keluarga, dan kebiasaan diskusi terbukti memengaruhi kemampuan literasi digital siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menggunakan media digital, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, sosial, dan etika dalam menilai serta merespons informasi.
ANALISIS NILAI MORAL DAN NILAI SOSIAL DALAM WEB SERIES “DUNIA DALAM KITA” Salawazo, Heti Sri Nurhayati; Br.Tumangger, Pristiwati; Nanda Dwi Astri
ELT (English Language Teaching Prima Journal) Vol. 4 No. 1 (2022): English Languange Teaching Prima (ELT)
Publisher : English Language Teaching Prima Journal (ELT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/elt.v%vi%i.2771

Abstract

Perkembangan serial web atau yang biasa dikenal web series mulai berkembang pada tahun 2012 yang dipopulerkan oleh aktor dan sutradara Dennis Adhiswara. Jurnal ini menganalisa sebuah web series berjudul Dunia Dalam Kita yang diproduksi oleh brand olahraga luar ruangan EIGER. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai moral dan nilai sosial yang terdapat dalam web series Dunia Dalam Kita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif analisis isi. Tahap-tahap yang dilaksanakan adalah menyaksikan web series Dunia Dalam Kita, mengelompokan, mengidentifikasi, menggambarkan dan menginterpretasikan data, menganalisis serta menyimpulkan hasil analisis nilai moral dan sosial pada web series Dunia Dalam Kita. Dari penelitian ini, peneliti mendapatkan hasil bahwa nilai-nilai moral yang terkandung dalam web series ini adalah nilai moral tanggung jawab, moral bersahabat, moral kerja keras, dan moral hati nurani.Semantara nilai-nilai sosial yang terkandung adalah nilai sosial pengabdian, kepedulian dan kasih sayang. Kata Kunci: web series, analisis, nilai moral, nilai sosial.
BENTUK REDUPLIKASI BAHASA INDONESIA PADA ANAK PENDERITA AUTISTIK DI YAYASAN HIJJAH RACHMAH NASUTION Astri, Nanda Dwi
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 1 No. 2 (2019): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v1i2.594

Abstract

Perkembangan bahasa pada anak bergantung pada maturasi otak, lingkungan, perkembangan motorik dan kognitif, integritas struktural, dan fungsional dari organism (Sidiarto, 1991:134). Apabila terdapat gangguan pada proses perkembangan anak, maka akan berimplikasi pula terhadap pembelajaran bahasa pada anak. Autism juga merupakan gangguan perkembangan organik yang mempengaruhi kemampuan anak-anak dalam berinteraksi dan menjalani kehidupannya (hanafi dalam hadis, 2006:2002). Gangguan perkembangan ini sangat kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas imajinasi anak, serta emosional anak. Teknik catat digunakan untuk mencatat kata-kata yang telah diucapkan oleh para informan mengenai data-data yang berkaitan dengan judul penelitian. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Hijjah Rachmah Nasution, Perguruan Al-Azhar, yang bertempat di Jln. Pintu Air IV No.214 Medan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 November sampai dengan tanggal 2 Desember 2011. Jumlah anak autistik yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yaitu: (1) Muhammad Hisbullah Lubis, berusia 7 tahun; (2) Dimas Ramadhana, berusia 8 tahun; (3) Muhammad Adil Ramadhan, berusia 7 tahun; dan (4) Farel Fadillah, berusia 12 tahun. Data dari hasil penelitian digunakan dalam bentuk persentase, maka akan di peroleh, bahwa (1) Muhammad Hisbullah menggunakan reduplikasi/pengulangan dalam tuturannya sebesar 33,33%; (2) Dimas Ramadhana menggunakan reduplikasi/pengulangan dalam tuturannya sebesar 22,22%; (3) Farel Fadillah menggunakan reduplikasi/pengulangan dalam tuturannya sebesar 33,33%; dan (4) M.Adil Ramadhan menggunakan reduplikasi dalam tuturannya sebesar 11,11%.
The Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students: Peranan Ki Hajar Dewantara Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Pada Siswa Br Barus, Depitaria; Ningsih, Wahyu; Astri, Nanda Dwi; Nasution, Izmawal Pebriani
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 4 No. 2 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jbip.v4i2.2935

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan Ki Hajar Dewantara dalam menanamkan pendidikan karakter siswa yang terdapat dalam puisi Teratai karya Sanusi Pane. Kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah hermeneutika pada sebuah puisi. Kajian ini digunakan karena kajian hermeneutika yang merupakan titik awal sebuah kajian sastra yang bersifat alternatif untuk memahami makna simbol-simbol dalam karya sastra. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan sumber data yang diolah merupakan hasil dari analisis dokumendan telaah pustaka. Kajian hermeneutika pada puisi “Teratai” karya Sanusi Pane ini mengacu pada perkembangan zaman dan kanonisasi sastra yang beraneka ragam. Seorang penyair atau penulis puisi pasti memiliki tujuan khusus dan persembahan dalam tulisan sastra, tidak terkecuali seorang Sanusi Pane yang membuat puisi “Teratai”. Sajak Sanusi Pane “Teratai” menyimbolkan Ki Hajar Dewantara yang menjaga bumi Indonesia dengan ajarannya yang bersifat edukatif dan menyentuh aspek kebangsaan dengan semangat keindonesiaan yang murni. Puisi ini berisi peranan dan sekaligus pujian terhadap Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh yang pantas untuk diteladani dalam hal pundidikan untuk kehidupan sepanjang hayat. Ia dibandingkan dengan bunga yang tidak menonjolkan diri namun namanya terkenal di seluruh penjuru dunia. Kata kunci: kajian, puisi, hermeneutika, pendidikan, karakter.
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 27 MEDAN Astri, Nanda Dwi; Nataline, Santa Putri; Pasaribu, Haldaria; Lubis, Bambang Nur Alamsyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25357

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 27 Medan, mendeskripsikan problematika guru dan peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 27 Medan, serta mendeskripsikan solusi yang dilakukan untuk mengatasi problematika implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 27 Medan. Metode deskriptif kualitatif digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam wawancara yang telah dilaksanakan oleh peneliti, terdapat problematika yang dialami oleh guru dan siswa yaitu terbatasnya pemahaman guru Bahasa Indonesia terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, kendala dalam membuat modul ajar atau perencanaan pembelajaran dan sarana prasarana kurang memadai yang mengakibatkan proses pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 27 Medan kurang maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 27 Medan sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sejak tahun 2021 sampai tahun 2024 sesuai keputusan dan pengesahan yang sudah disahkan oleh Pemerintah. Namun dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka masih terdapat beberapa problematik, pihak sekolah dan tenaga pendidik terutama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia berusaha agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka berlangsung sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi problematika implementasi Kurikulum Merdeka yaitu: menggunakan pendekatan diferensiasi, mengikuti pelatihan, sosialisasi, workshop, memahami pedoman yang jelas dalam pengembangan Kurikulum Merdeka, meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik dan mengoptimalkan sumber daya yang ada seperti melengkapi sarana dan prasarana.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NUR ADIA Astri, Nanda Dwi; Hutabalian, Lydia; Ningsih, Silvia Ayu; Daulay, Irma Khoirot
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25520

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Swasta Nur Adia dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara dengan kepala sekolah, bagian kurikulum, guru bahasa Indonesia, dan siswa digunakan sebagai metode penggumpulan data, teknik observasi dan dokumentasi juga digunakan untuk mengamati proses pembelajaran. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung terlaksananya Kurikulum Merdeka meliputi tenaga pendidik yang didukung sosialisasi Kurikulum Merdeka, sarana prasarana yang mendukung proses belajar peserta didik. Meskipun demikian terdapat kendala dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka di SMP Nur Adia, yaitu: 1). Kurangnya pengalaman dalam menerapkan kurikulum baru, 2). Peserta didik kurang tertarik pada kelas bahasa Indonesia karena dianggap kurang menarik, 3). Keterbatasan fasilitas, dan 4). Kurangnya kelas yang berfokus pada proyek. Meskipun guru sudah menerapkan diferensiasi pembelajaran berbasis proses, namun guru masih mengalami kesulitan dalam melaksanakannya. Jadi implementasi guru di SMP Nur Adia sudah terlaksana namun masih perlu penyempurnaan untuk mencapai Tingkat yang optimal.
Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Interaksi Pembeli dan Penjual Online Shop di Shopee Live Astri, Nanda Dwi; Panggabean, Kristina; Nasution, Arie Azhari
GERAM Vol. 12 No. 2 (2024): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2024.21253

Abstract

In the digital era, interaction in online buying and selling transactions is a key element in building effective communication between sellers and buyers. One form of communication that has a significant role in e-commerce is directive illocutionary speech acts, which are used to influence the actions of speech partners. However, studies on the usage pattern of this speech act in the context of live streaming are still limited. Therefore, this study aims to identify and analyze the types and functions of directive illocutionary speech acts that appear in the interaction between sellers and buyers on Shopee Live. Using a qualitative descriptive approach, this study collected data from observation and recording of conversations on Shopee Live sessions within a certain time span. The results showed that the five types of directive illocutionary speech acts found include ordering, commanding, requesting, recommending, and advising. Of the five types, the speech act of recommendation is most dominantly used, while the speech act of advising is least common. The findings indicate that in online buying and selling transactions, sellers tend to use recommendation strategies to attract buyers' attention and increase their interest in the product. This study contributes to the development of pragmatics studies in digital communication and can be used as a reference for e-commerce businesses in designing more effective communication strategies on live streaming platforms.