Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PRESS BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS ELEKTRO PNEUMATIK Muhammad Faisal; Hasbi Assiddiq S.; Mochamad Bastomi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 17 No 1 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas AKPRIND Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v17i1.4873

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan rancang bangun alat press briket arang tempurung kelapa menggunakan sistem pneumatik. Metode eksperimental digunakan dalam memperoleh hasil pengujian alat press briket dan diperoleh temperatur pembakaran hasil cetakan. Hasil penelitian didapatkan prinsip kerja alat press briket yaitu kontrol pengepressan menggunakan sistem pneumatik yang memanfaatkan udara bertekanan dalam melakukan pencetakan briket dengan jumlah sekali cetak 16 briket. Hasil pengujian pada tekanan pencetakan 80 psi diperoleh ukuran briket dengan tinggi 54,73 mm dan diameter 35,31 mm. Sedangkan pada tekanan 85 psi diperoleh ukuran rata-rata briket yaitu tinggi 53,59 mm dan diameter 35,37 mm dan pada tekanan 90 psi dihasilkan ukuran tinggi briket 52,66 mm dan diameter 35,37 mm, waktu press masing-masing 70 detik dengan jumlah 16 briket. Alat press briket arang tempurung kelapa menghasilkan 822 briket/jam. Hasil pengujian pembakaran pada briket yang telah dicetak didapatkan temperatur tertinggi pada waku pembakaran setelah mencapai 25 menit, briket dengan tekanan 80 psi diperoleh temperatur sebesar 578oC, pada briket dengan tekanan 85 psi diperoleh temperatur sebesar 630oC, dan briket dengan tekanan udara 90 psi diperoleh temperatur sebesar 852oC. Berdasarkan hasil pengujian semakin besar tekanan udara dalam pengepressan briket maka didapatkan temperatur maksimal pembakaran pada briket arang tempurung yaitu pada tekan udara 90 psi.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH RASIO LEBAR DAN TINGGI SUDU SAVONIUS TAMBAHAN PADA ROTOR TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL DARRIEUS TERHADAP KEMAMPUAN SELF STARTING DAN JUMLAH PUTARAN TURBIN Mochamad Bastomi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 2 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i2.1518

Abstract

Belum tersedianya jaringan listrik di daerah pedalaman membuka peluang pemanfaatan energi angin sebagai sumber pembangkit listrik. Turbin Angin Sumbu Vertikal (TASV) Darrieus memiliki efisiensi tinggi sebagai pembangkit listrik tetapi tidak mampu self starting pada kecepatan angin rendah. Penelitian ini membahas tentang pengaruh rasio lebar dan tinggi sudu Savonius tambahan pada rotor TASV Darrieus troposkein terhadap kemampuan self starting dan jumlah putaran turbin. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi desain sudu Savonius tambahan pada rasio lebar dan tinggi rotor 0.718, 0.738 dan 0.758, dan masing-masing memiliki luas penampang sapuan yang sama sebesar 0.04 m2 yang dipasang di bawah rotor TASV Darrieus simetrik troposkein yang memiliki luas penampang sapuan sebesar 0.04 m2 dan diuji pada kecepatan angin 2 m/s untuk memperoleh respon waktu self starting dan jumlah putaran turbin. Data pengujian dianalisa untuk diketahui pengaruh variasi rasio lebar dan tinggi rotor Savonius tambahan terhadap kemampuan self starting dan jumlah putaran turbin. Diperoleh hasil rasio antar lebar dan tinggi sudu rotor Savonius tambahan 0.738 mampu meningkatkan kemampuan self starting yang lebih baik dibanding 0.758 dan 0.718. Rasio antar lebar dan tinggi sudu rotor Savonius tambahan 0.758 mampu menghasilkan jumlah putaran turbin yang lebih baik dibanding 0.718 dan 0.738.
Rancang Bangun Burner Peleburan Logam Tipe Gun Berbahan Bakar Liquified Petrolium Gas (LPG) Mochamad Bastomi; Muhammad Faisal; Asrul
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5286

Abstract

Dalam perkembangan teknologi pengecoran logam, burner yang baik adalah burner yang menghasilkan panas optimal dalam membakar tungku peleburan logam sehingga dapat mempercepat leburnya logam. Burner sebagai alat yang dapat mengatur pembakaran melakukan pencampuran antara udara dan bahan bakar sehingga dihasilkan pembakaran yang baik dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Tujuan penelitian ini untuk merancang burner peleburan logam tipe gun berbahan bakar LPG yang mengarah pada produksi kalor yang dihasilkan pada saat pembakaran. Tahapan proses rancangan alat yaitu gambar desain alat, pemotongan bahan, dan perakitan alat hingga menjadi burner. Proses pengambilan data pada penelitian ini melakukan pengujian langsung pada burner sebagai data awal penelitian. Hasil penelitian bahwa alat pembakar tipe gun dirancang menghasilkan nilai kalor (q) sebesar 1311,35 kJ dengan rasio udara terhadap bahan bakar 1:10,17.
Rancang Bangun Alat Bantu Tekan Berbasis Hidrolik pada Proses Pengelasan Gesek Muhammad, Faisal; Bastomi, Mochamad; S, Hasbi Assiddiq
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.417

Abstract

Pengelasan gesek sangat baik dalam metode penyambungan khususnya pada logam poros. Namun pengelasan gesek ini masih jarang dikenal pada bengkel-bengkel pabrikasi. Bengkel pabrikasi tentunya memiliki mesin bubut yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengelasan gesek dengan mengaplikasikan alat bantu pada mesin bubut tersebut. Penelitian ini bertujuan melakukan rancang bangun alat bantu tekan berbasis hidrolik pada proses pengelasan gesek, sehingga didapatkan cara kerja dari alat dan hasil pengujian alat. Alat bantu tekan gesek berbasis hidrolik ini diaplikasikan pada mesin bubut dalam proses pengelasan gesek. Pengujian alat pada proses pengelasan gesek dilakukan pada material poros 1 inchi dengan kecepatan putar ditetapkan 1600 rpm dan memvariasikan tekanan gesek yaitu 5 kg/cm2, 10 kg/cm2, dan 15 kg/cm2. Berdasarkan hasil pengujian alat yang telah dirancang dalam proses pengelasan gesek pada material poros 1 inchi diperoleh tekanan gesek 5 kg/cm2 tersambung dengan waktu 317 detik, tekanan gesek 10 kg/cm2 tersambung dengan waktu 47 detik, dan tekanan gesek 15 kg/cm2 tersambung dengan waktu 39 detik. Besarnya tekanan gesek mempengaruhi kecepatan penyambungan material pada proses pengelasan gesek. Studi lebih lanjut tentang parameter-parameter yang optimal untuk melakukan pengujian mekanik dalam pengaplikasian alat bantu tekan berbasis hidrolik pada proses pengelasan gesek, seperti hasil rekomendasi dari variasi tekanan gesek dan waktu pengelasan gesek. Dengan adanya alat bantu tekan gesek berbasis hidrolik pada proses pengelasan gesek menjadi suatu alternatif di dunia usaha / dunia industri khususnya pada bengkel pabrikasi yang memiliki mesin bubut.