Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN IKAN GELODOK (MUDSKIPPER) DI HUTAN MANGROVE KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK Apria Ningsih; Hari Santoso
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.367-376

Abstract

Ikan glodok (mudskipper) merupakan ikan yang hidup di daerah intertidal. Ikan ini memliki karakteristik menyerupai amphibi, yang dapat berjalan diatas lumpur dan memanjat akar mangrove. Informasi mengenai ikan glodok di Indonesia masih relative sedikit. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keanekragaman ikan glodok (mudskipper) di hutan mangrove Kecamatan Ujung Pangka Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakuakan pada bulan Februari 2019 hingga Maret 2019. Metode pengambilan data dengan purposive sampling. Terdapat tiga titik pengambilan data yaitu pantai, hutan mangrove dan sungai. Identifikasi ikan glodok mengacu pada buku Saanin,H (1968). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 4 jenis ikan glodok yaitu Baleophtalamus boddarti, Baleophtalamus pectinirostris, Periphtalamus chyrospilos, Pherithalmodon schosseri. Rata-rata keanekaragaman ikan glodok pada kondisisi air laut surut adalah 1.4 ind/m2 di daerah pantai, 1.48 ind/m2 di daerah mangrove dan 1.58 ind/m2 didaerah sungai. Rata-rata keanekaragaman ikan glodok pada kondisi air laut pasang adalah 0.98 ind/m2 di daerah sungai. Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) Periphtalamus chyrospilos mendominasi di daerah pantai. Pherithalmodon schosseri mendominasi di daerah hutan mangrove. Baleophtalamus boddarti mendominasi di daerah sungai. Keanekaragaman ikan glodok di Kawasan hutan mangrove ujung pangka termauk katagori sedang. Diperlukan pelestarian hutan mangrove untuk menjaga keaneragaman satwa pada kawasan tersebut.Glodok fish (mudskipper) is a fish that lives in intertidal areas. This fish has characteristics like amphibians, which can walk on mud and climb mangrove roots. Information about glodok fish in Indonesia is still relatively little. The purpose of this study was to determine the diversity of glodok fish (mudskipper) in the mangrove forests of Ujung Pangka District, Gresik Regency. This research was conducted from February 2019 to March 2019. The data collection method was purposive sampling. There are three data collection points, namely beaches, mangrove forests and rivers. Glodok fish identification refers to the book Saanin, H (1968). Based on the research results obtained 4 types of glodok fish, namely Baleophtalamus boddarti, Baleophtalamus pectinirostris, Periphtalamus chyrospilos, Pherithalmodon schosseri. The average diversity of glodok fish in low tide conditions is 1.4 ind / m2 in coastal areas, 1.48 ind / m2 in mangrove areas and 1.58 ind / m2 in river areas. The average diversity of glodok fish in high tide conditions is 0.98 ind / m2 in the river area. Based on Importance Value Index (INP), the periphtalamus chyrospilos dominates in coastal areas. Pherithalmodon schosseri dominates in mangrove forest areas. Baleophtalamus boddarti dominates in river areas. Glodok fish diversity in the end of pangka mangrove forest is included in the medium category. The preservation of mangrove forests is needed to maintain the diversity of animals in the area.
PENGENALAN KONSERVASI SUMBERDAYA HAYATI IKAN BERBASIS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Husain Latuconsina; Hari Santoso; Saimul Laili
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya hayati ikan dari tahun ke tahun semakin meningkat dan tidak terkotrol diiringi penurunan mutu lingkungannya, telah mengancam keberadaan ikan di alam liar. Fenomenan ini diduga karena minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ikan dan aspek kehidupannya. Upaya konservasi sumberdaya hayati ikan perlu terus dilakukan, salah satunya  memperkaya pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat berbasis sekolah dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman untuk siswa sekolah terkait dengan sumberdaya hayati ikan dan konservasibya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2020 dengan mitra adalah siswa SMA Diponegoro Kabupaten Jembrana-Bali. Kegiatan dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pembelajaran dan tahap evaluasi. Tahapan pembelajaran berlangsung dengan baik dan lancar. Hasil evaluasi secara umum pengetahuan siswa masih minim tentang ikan dan upaya konservasi.  Direkomendasikan perlunya pembeajaran pengenalan sumerdaya hayati ikan dan konservasinya dalam kuirkulum sekolah, untuk mendukung kegiatan konservasi yang selama ini dijalankan di Indonesia.