Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN IDENTITAS DIRI REMAJA PUTRI SMK AL MANAAR MUHAMMADIYAH PEMALANG ita nur itsna; Yessy Pramita Widodo; Rahmasari Rahmasari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.303

Abstract

Adolescence is the most unique period, a period that can be said to be the most critical period in development at the next stage of life. In adolescence, the formation of self-identity is very important because adolescents have a unique way of dealing with life. Providing social support during adolescence is very much needed, especially for adolescents who are in the search for self-identity. Providing social support can be provided by people closest to the youth environment. The environment plays a big role in shaping adolescent behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between peer social support and self-identity of young women at SMK Al Manaar Muhammadiyah Pemalang. This study uses the correlation method with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 30 with a total sampling technique. Respondents are XI grade students of SMK Al Manaar Muhammadiyah Pemalang. The results showed that there was a significant relationship between peer social support and self-identity of young women with a p value of 0.001 (<0.05). Teens are expected to provide support to each other both in terms of emotional, material, appreciation, and other support to improve self-identity.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS ORANGTUA DENGAN MEKANISME KOPING PADA ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK TUNA GRAHITA USIA 7-18 TAHUN DI SLB N SLAWI Firman Hidayat; Yessy Pramita Widodo; Gilang Apria Aji
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.306

Abstract

Pendahuluan: Orangtua yang seharusnya menjadi pihak utama yang mendukung anak tunagrahita untuk hidup dan berkembang sesuai haknya, justru seringkali orang tua menganggap kelahiran menimbulkan problem yang cukup berat dengan menunjukan sikap tidak menerima yang merupakan salah satu tanda shock dan memiliki ketidakpercayaan akan kenyataan memiliki anak tunagrahita. Kondisi ini dapat menimbulkan stress pada orangtua. meningkatnya Stres orangtua dapat berpengaruh pada makenisme koping dalam mengasuh anak. Mekanisme koping merupakan upaya yang dilakukan untuk mengadaptasi stressor, dalam pelaksanaaannya dapat dilakukan secara konstruktif maupun desdruktif. Tujuan Penelitian: Mengidntifikasi hubungan tingkat stres orangtua dengan mekanisme koping orangtua memiliki anak tunagrahita. Metode: Rancangan Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel mengunakan total sampling dengan jumlah 60 responden dan dilakukan analisa data dengan menggunakan uji uji chi square. Hasil: Terdapat hubungan tingkat stress orang tua dengan mekanisme koping pada orang tua yang memiliki anak tuna grahita usia 7-18 tahun di SLB N Slawi dengan p Value 0,000 Kesimpulan: Ada hubungan tingkat stress orang tua dengan mekanisme koping orang tua yang memiliki anak tunagrahita 7-18 tahun di SLB N Slawi, orang tua disarankan menggunakan mekanisme yang adaptif dalam menyelesaikan masalah dengan melibatkan proses kognitif, efektif dan psikomotor seperti bicara dengan orang lain untuk mencari jalan keluar suatu masalah, membuat berbagai tindakan dalam menangani situasi dan belajar dari pengalaman masa lalu sehingga orangtua dapat mengontrol stres yang terjadi pada dirinya.
PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI EDUKASI CUCI TANGAN DENGAN SEBELAS LANGKAH DI SD NEGERI SLAWI KULON 05 Arif Rakhman; Khodijah Khodijah; Wisnu Widyantoro; Yessy Pramita Widodo
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i1.385

Abstract

ABSTRAK Pencegahan resiko terjadinya Covid-19 pada anak dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pencegahan penularan Covid-19. Edukasi pada anak dapat diberikan di lingkungan sekolah maupun di rumah, yaitu melalui pendampingan secara langsung tentang cuci tangan dengan sebelas langkah yang benar. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu kemampuan anak sekolah dasar (SD) dalam melaksanakan cuci tangan sebelas langkah. Edukasi dilaksanakan kepada anak dan pada prosesnya anak menanyakan tentang cara mencuci tangan sebelas langkah yang benar. Materi edukasi disampaikan melaului dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi, kemudian dilanjutkan dengan praktik mencuci tangan. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan anak yang antusias dalam melaksanakan cuci tangan sebelas langkah dan juga meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak serta merubah perilaku anak sekolah dasar (SD) dalam mencegah penularan Covid-19.
PELATIHAN PENANGANAN SUMBATAN JALAN NAPAS PADA ANAK BAGI IBU PKK DESA RANCAWIRU KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL Deni Irawan; Ikawati Setyaningrum; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.441

Abstract

Situasi kegawatdaruratan pada anak - anak yang sering terjadi berkaitan dengan tingginya aktifitas anak bermain. Kegawatdaruratan yang sering terjadi adalah aspirasi benda asing yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani. Upaya pertolongan terhadap situasi kegawatdaruratan pada anak harus dipandang sebagai satu system yang terpadu, mulai dari pre hospital stage, hospital stage dan rehabilitation stage. Orang tua harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan pertama pada anak yang mengalami sumbatan jalan nafas. Edukasi yang dapat dilaksanakan kepada orang tua adalah pelatihan penanganan aspirasi jalan napas pada anak dengan benar. Materi edukasi disampaikan melalui dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai penanganan aspirasi jalan napas. Dalam pelaksanaan edukasi ini menggunakan media manikin bayi yang digunakan untuk mempraktikan pertolongan pertama pada anak dengan sumbatan jalan nafas. Peserta edukasi yang terdiri dari ibu-ibu tampak sangat antusias mengikuti proses baik saat pelaksanaan ceramah maupun saat demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan ibu-ibu memiliki pengatahuan dan ketrampilan dalam pertolongan kegawatdaruratan sumbatan jalan napas antara lain mampu menilai kepatenan jalan nafas, mengetahui tanda-tanda sumbatan jalan napas, mampu melakukan penanganan sumbatan jalan napas.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DENGAN SUMBATAN JALAN NAFAS BAGI SISWA SMA NEGERI 1 PANGKAH KABUPATEN TEGAL Deni Irawan; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman; Ikawati Setyaningrum
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i1.494

Abstract

Penanganan kondisi kegawatdaruratan seperti korban kecelakaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas medis saja, namun juga tanggung jawab masyarakat. Sistem penanganan gawat darurat mengatur terkait dengan penanganan kegawatan di lingkup pra rumah sakit yang melibatkan berbagai unsur seperti tenaga kesehatan, pelayanan ambulans, system komunikasi dan masyarakat umum. Mengenalkan pertolongan pertama pada kecelakaan dilingkup pra rumah sakit atau di tempat kejadian melalui pelatihan merupakan tugas dan kewajiban bersama. Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan yang dapat diberikan meliputi penatalaksanaan sumbatan jalan nafas dan penanganan trauma (fraktur, dislokasi dan perdarahan). Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui berbagai metode antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab, demostrasi, dan praktik. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan masalah sumbatan jalan nafas, penanganan fraktur dan dislokasi serta penanganan perdarahan.
Pelatihan Preceptorship dan Mentorship bagi pembimbing klinik di rumah Sakit Ikawati Setyaningrum; Wisnu Widyantoro; Agus Budianto; Deni Irawan; Nurhakim Yudi Wibowo; Yessy Pramita Widodo
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i1.5719

Abstract

The nursing education process was implemented through clinical practice in hospitals. However, the heavy workload of nurses and clinical instructors often hindered the optimal provision of guidance to students. Therefore, efforts were necessary to enhance the competencies of nursing educators and clinical instructors. The development of these competencies required support from both formal and non-formal education. One form of non-formal education was the implementation of preceptorship and mentorship training programs. These programs were expected to strengthen the quality of student guidance in clinical settings. The methods employed included lectures, role-playing, and hands-on application in inpatient care units. The training outcomes indicated a significant improvement in the clinical instructors’ ability to effectively carry out preceptorship and mentorship roles.
Pelaku Dan Korban Bullying Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Kabupaten Tegal Susi Muryani; Nurhakim Yudhi Wibowo; Yessy Pramita Widodo; Ratna Widhiastuti
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/p4rfw119

Abstract

Introduction: Bullying is an action that can affect students during the learning process at school at various age levels. Bullying or bullying involves an imbalance of power between the perpetrator and the victim which is manifested by aggressive actions. Purpose: The aim of the research is to determine the role of the perpetrator or victim in bullying. Method: Descriptive analysis research design in the Tegal Regency area. The sample used was 97 students. The research tool for measuring bullying uses the peer relations questionnaire (PRQ). Result: The results of the research showed that the number of perpetrators was 67 students and the victims were 30 students. Between the perpetrator and the victim, most bullying roles are dominated by behavioral roles.