Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektifitas Acupressure terhadap Disminore Primer pada Remaja : Literature Review: Effectiveness of Acupressure on Primary Dismenorrhea in Adolescents : Literature Review Isna Hudaya; Emi Sutrisminah; Nuria citra maulidia
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3453

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO (2020) yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, Batasan usia remaja 10 sampai 19 tahun. Remaja adalah anak usia 10-24 tahun yang merupakan usia antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan sebagai titik awal proses reproduksi, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini (Romauli, 2009). Dismenore sering dialami remaja putri yang ditandai dengan nyeri kram (tegang) pada daerah perut bawah tetapi dapat menyebar ke bagian belakang. Akupresur merupakan terapi tusuk jari dengan memberikan penekanan dan pemijatan pada titik tertentu pada tubuh yang didasarkan pada prinsip ilmu akupresur (Fengge, 2012) Tujuan: untuk menelaah lebih dalam tentang efektivitas acupressure terhadap disminore primer pada remaja yang terdapat kesesuaian dengan penenlitian-penelitian sebelumnya dengan cara mereview beberapa penelitian. Metode: Tinjauan ini memakai beberapa sumber meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed dan Google Shcoolar) yang diambil dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2017-2021. Artikel yang diperoleh dalam melakukan pencarian yaitu jurnal, tetapi setelah dilakukan telaah artikel dan disesuaikan dengan jumlah judul jurnal dengan jurnal nasional dan internasional. Kriteria dalam menemukan kunci penelusuran literature review yaitu “akupresur”; intensitas nyeri, “dismenore”; “remaja putri”. Hasil: Dari hasil penelitian pada tabel 1 dalam penelitian ini terdapat pengaruh akupresur terhadap Dismenore pada remaja putri. Pada tabel 2 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa akupresur SP6 mengurangi dismenore terutama dengan peningkatan suhu di jalur CV2. Pada tabel 3 dalam penelitian ini kecemasan tersembunyi tidak menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Pada tabel 4 dalam penelitian ini akupresur auricular mengurangi nyeri dan tekanan menstruasi pada remaja sekolah menengah. Kesimpulan: Dari temuan review ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh akupresure terhadap Dismenore pada remaja putri.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Balita : Scoping Review: Factors That Affect The Development of Toddler : Scoping Review Fasaliva Avisha; Endang Susilowati; Isna Hudaya
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4111

Abstract

Latar Belakang: Pada regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) dilaporkan World Health Organization (WHO) tahun 2018 bahwa prevalensi tertinggi ketiga dengan gangguan perkembangan dan pertumbuhan sebesar 28,7% adalah Indonesia. Gangguan perkembangan merupakan masalah yang perlu diperhatikan bagi suatu negara, karena setiap anak berhak mencapai perkembangan yang optimal sebagai generasi penerus bangsa. Namun, faktor kejadian yang berpengaruh pada perkembangan belum secara pasti diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor tersebut berdasarkan hasil studi literatur sebelumnya. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan database seperti Google Scholar Sciencedirect dan Pubmed, pada publikasi 10 tahun terakhir yaitu tahun 2012-2022. Hasil: Didapatkan 11 artikel yang membahas tentang faktor yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan pada balita. Kesimpulan: Diperlukannya perhatian khusus bagi setiap keluarga yang mempunyai anak untuk mengontrol perkembangan supaya tidak terjadi keterlambatan. Adapun beberapa faktor pendukung keterlambatan diantaranya pemberian stimulasi, pengasuhan, sosial ekonomi keluarga, pendidikan ibu, penggunaan gadget, pemberian ASI Eksklusif, gangguan pendengaran dan lingkungan rumah