Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Performansi Pengaruh Splitter Pada Sistem Ng-pon2 Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu teknologi yang berkembang saat ini adalah NG-PON2. NG-PON2 diharapkan mampu menyalurkan data transmisi dengan lebih efisien dan handal. NG-PON2 merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T. NG-PON2 diharapkan mampu menyediakan layanan broadband yang semakin berkembang di masa depan untuk melayani kebutuhan pelanggan yang meningkat baik di layanan data, voice, dan video. Dalam penelitian ini penulis ingin mengembangkan penelitian dengan cara menganalisa performansi pengaruh splitter pada sistem NG-PON2 dengan menggunakan jarak 60 km. Dari hasil simulasi, dilakukan analisis sistem dengan parameter pengukuran link power budget, Q factor, dan BER serta mengacu pada standar ITU-T. Penelitian ini akan menggunakan software simulasi optik untuk mempermudah dalam proses analisa data. Berdasarkan hasil simulasi, 2 ONU, 4 ONU, 8 ONU, dan 16 ONU memiliki kelayakan karena telah memenuhi standar kelayakan operasi namun untuk 16 ONU memiliki kelayakan terbaik dengan Q-Factor = 7,4844 dan Power Received = -28,190 dBm serta BER = 𝟑, 𝟒𝟏𝟑𝟏𝒙𝟏𝟎−𝟏𝟒 disisi downstream dan Q-Factor = 6,4450 dan Power Received = -28,342 dBm serta BER = 𝟓, 𝟑𝟏𝟔𝟏𝒙𝟏𝟎−𝟏𝟏 disisi upstream. Kata kunci: NG-PON2, splitter, Link Power Budget, BER, Q-factor. ABSTRACT One of the technologies that is currently developing is NG-PON2. NG-PON2 is expected to be able to channel data transmission more efficiently and reliably. NG-PON2 is one of the technologies developed by ITU-T. In this study different from previous researchers who discussed the power consumption of splitters for next generation optical networks. In this study the author wants to develop research by analyzing the performance of the effect of splitters on NG-PON2 systems using a distance of 60 km. From the simulation results, a system analysis is carried out with measurement parameters of link power budget, Q factor, and BER and refers to the ITU-T standard. Based on the simulation, 2 ONU, 4 ONU, 8 ONU, dan 16 ONU have eligibility because they have met the operational feasibility standard but for 16 ONU has the best feasibility with Q-Factor = 7,4844 and Power Received = -28,190 dBm and BER = 𝟑, 𝟒𝟏𝟑𝟏𝐱𝟏𝟎−𝟏𝟒 on the downstream side and Q-Factor = 6,4450 and Power Received = -28,342 dBm and BER = 𝟓, 𝟑𝟏𝟔𝟏𝐱𝟏𝟎−𝟏𝟏 on the upstream side. Keywords: NG-PON2, splitter, Link Power Budget, BER, Q-factor.
Perancangan Jaringan Last Mile Berbasis Gpon Di Kecamatan Ciwidey Jawa Barat Kindi Alfitrandy; Akhmad Hambali; Muhammad Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sistem komunikasi jarak jauh merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan layanan internet yang penting bagi umat manusia di zaman ini. Layanan video dan data dengan bandwidth yang tinggi sangat dibutuhkan seperti teknologi Long Term Evolution. Wilayah Ciwidey merupakan salah satu pusat wisata di jawa barat namun jaringan 4G LTE masih tidak baik di wilayah tersebut sehingga dibutuhkan pemerataan jaringan 4G/LTE. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dengan penentuan wilayah untuk perancangan jaringan last mile berdasarkan letak geografis untuk dilakukan perhitungan user trafik. Dengan menggunakan ONU pada eNodeB dan ONT pada sekolah dan tempat wisata. Perancangan ini menggunakan teknologi GPON sesuai dengan standar ITU-T G.984 dimana 2,488 Gbps untuk downstream dan 1,244 Gbps untuk upstream. Hasil perhitungan perancangan untuk layanan komunikasi data di Kecamatan Ciwidey, Jawa Barat. Rancangan ini terpenuhi dengan parameter terendah BER untuk link eNodeB pada sisi downstream bernilai 1,90 x 10-10 dan upstream 1,95 x 10-13 . Sedangkan untuk link ONT pada sekolah nilai parameter BER terendah pada link akses downstream bernilai 9,81 x 10-9 dan upstream bernilai 1,08 x 10-9 . Kata kunci— LTE, GPON, bit error rate
Perencanaan Jaringan 4g Lte 700 Mhz dan 900 Mhz Menggunakan Microwave Backhaul Di Kecamatan Sumba Tengah Daerah 3t Avenuto Detantra; Uke Kurniawan Usman; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Badan Pusat Statistik Sumba Tengah merupakan daerah penduduk termiskin di Provinsi Nusa Tenggar Timur. Dikarenakann letak daerah yang berada jauh dari ibu kota provinsi menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat sehingga pembangunan infrastruktur yang belum merata. Sumba Tengah termasuk dalam daerah 3T, Daerah 3T merupakan daerah tingkat desa atau kelurahan terluar yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Pada perencanaan ini telah dilakukan perbandingan perancangan LTE frekuensi 700 MHz dan 900 MHz dengan menggunakan microwave link backhaul. Parameter yang akan dianalisis yaitu nilai RSRP, SINR, throughput disimulasikan menggunakan software Atoll. Selanjutnya dilakukan perencanaan microwave link backhaul dengan frekuensi kerja berdasarkan jarak link backhaul. Parameter pada perencanaan ini adalah availability dan level daya terima yang disimulasikan menggunakan software Pathloss 5.0. Berdasarkan hasil simulasi perencanaan LTE dengan frekuensi 700 MHz diperoleh hasil rata-rata untuk parameter RSRP sebesar -60,44 dBm, SINR sebesar 5,82 dB, dan throughput sebesar 13,38 Mbps. Sedangkan dengan frekuensi 900 MHz diperoleh hasil rata-rata untuk parameter RSRP sebesar -62,84 dBm, SINR sebesar 6,64 dB, dan throughput sebesar 15,48 Mbps. Berdasarkan simulasi microwave link backhaul terpenuhi pencapaian LoS dengan nilai rata-rata fade margin sebesar 41,87 dBm dan availability sebesar 100 %. Kata kunci: LTE, microwave backhaul, RSRP, SINR, throughput
Analisis Pengaruh Redaman Hujan Terhadap Performasi Sistem Komunikasi Optik Ruang Bebas Dengan Modulasi 16-PSK Ridwan Fauzi; Kris Sujatmoko; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi serat optik telah menjadi pilihan untuk kebutuhan komunikasi karena kualitasnya yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi. Sistem komunikasi Free Space Optics (FSO) merupakan sistem komunikasi optik yang memiliki kemampuan untuk memberikan data-rate yang tinggi dengan menggunakan ruang bebas sebagai media transmisinya. Kondisi cuaca seperti hujan, kabut dan salju menjadi tantangan utama sistem komunikasi ini. Pada jurnal ini diusulkan sistem komunikasi FSO dengan membandingkan modulasi 16 PSK dan QPSK sebagai pembandingnya, menggunakan jarak 3, 5 dan 10 km pada cuaca hujan dan menggunakan dua panjang gelombang yaitu 1310 nm dan 1550 nm dan menggunakan daya terima 1 watt, 10 watt dan 20 watt . Hasil dari analisis ini bertujuan untuk menganalisa kinerja sistem konumikasi FSO yang akan dikur dengan menggunakan nilai bit error rate (BER) pada setiap skenario. Hasilnya dari BER akan dibandingkan untuk mengetahui parameter yang cocok untuk sistem komunikasi ini. Kata Kunci: FSO, BER, redaman hujan
Pengaruh Sudut Orientasi Penerima Pada Kanal LOS Dan NLOS Terhadap Performansi Visible Light Communication Fairuzh Shalma Nabila; Nachwan Mufti Adriansyah; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication sebagai teknologi yang saat ini sedang dikembangkan memiliki banyak kelebihan yang diberikan, namun terdapat kekurangan pada pendistribusian cahaya atau daya yang diterima yang dapat dipengaruhi oleh kondisi ruangan dan sudut orientasi penerima. Dalam upaya mengetahui pengaruh yang dapat diperoleh dengan adanya suatu kondisi yang dapat mempengaruhi daya yang diterima, pada penelitian ini meneliti tentang pengaruh sudut orientasi penerima sebesar 0o ,15o dan 25o pada performansi pendistribusian cahaya sistem Visible Light Communication menggunakan modulasi On Off Keying Non Return to Zero (OOK-NRZ) dengan 2 skenario kondisi ruangan, Line Of Sight (LOS) dan Non-Line Of Sight (NLOS). Hasil pengujian didapatkan sudut orientasi penerima dapat mempengaruhi cakupan komunikasi menjadi lebih kecil namun dengan didapatkan daya terima terkecil yang lebih optimal yang dapat melakukan komunikasi cahaya tampak dengan kondisi ruang yang memiliki blockage atau kanal NLOS.Kata kunci: Visible Light Communication, Line of Sight, Non-Line of Sight, Receiver Angle Orientation, Bit Error Rate.
Analisis Kinerja Kanal Berkabut Pada Free Space Optics Fajria Nur Rahmawati; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi free space optics (FSO) atau yang biasa disebut dengan wireless optic, merupakan sistem komunikasi optik yang menggunakan atmosfer sebagai media propagasinya. Keunggulan sistem komunikasi FSO dengan sistem komunikasi nirkabel lainnya yaitu sistem komunikasi FSO mempunyai bandwidth yang lebih lebar, biaya instalasi murah, dan lebih mudah dan cepat dalam proses penyebaran. Problematika yang sering dihadapi dari sistem komunikasi FSO adalah adanya kendala cuaca, salah satunya saat terjadi hujan. Intensitas hujan yang tinggi di Indonesia membuat sistem komunikasi FSO mengalami bergagai kendala. Redaman hujan membuat sistem komunikasi FSO mengalami perubahan dari segi kinerjanya, untuk itu perlu dilakukan pengamatan bagaiman kinerja dari sistem komunikasi free space optics saat terjadi hujan, dengan menghitung Signal to Noise Rasio (SNR) dan Bit Error Rate (BER) dari simulasi. Hasil BER baik apabila hasilnya mendekati nilai ideal BER, nilai ideal BER transmisi optik adalah 10-9 . Banyak faktor yang mempengaruhi hasil nilai BER dan SNR, seperti nilai redaman, panjang link atau jarak, dan juga kondisi cuaca yang terjadi. Kata kunci: free space optics, wireless optics, BER, SNR. Abstract Free space optics communication system, or commonly referred to as optical wireless, is an optical communication system that uses the atmosphere as its propagation medium. The advantages of free space optics communication systems with other wireless communication systems namely free space optics communication systems have wider bandwidth, cheaper installation costs, and are easier and faster in the deployment process. Problems that are often faced from free space optics communication systems are the weather constraints, one of which is when there is rain. The high intensity of rain in Rasio makes the free space optics communication system experiencing various obstacles. Attenuation of rain makes the free space optics communication system change in terms of performance, therefore it is necessary to observe how the performance of the free space optics communication system when it rains, by calculating the Signal to Noise Rasio (SNR) and Bit Error Rate (BER) and) from the simulation. The results of BER are good if the result is close to the ideal value of BER, the ideal value of optical transmission BER is 10-9 . Many factors influence the results of the BER and SNR values, such as attenuation values, link length or distance, and also the weather conditions that occur. Key word: free space optics, wireless optics, BER, SNR.
Perancangan Jaringan Last-Mile ENodeB dan ODP Berbasis Fiber Optik Di Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat Fauzi Muhammad Iqbal; Akhmad Hambali; Muhammad Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Zaman sekarang masyarakat sangat bergantung pada internet sebagai salah satu sumber informasi dan komunikasi. Sudah seharusnya pembangunan layanan akses intenet di Indonesia dilakukan secara adil dan merata bagi seluruh masyarakan di berbagai pelosok negeri, khususnya lastmile network. Last-mile network merupakan istilah pada jaringan akses internet yang berada paling ujung dan paling dekat dengan pelanggan. Salah satu daerah yang belum merasakan manfaat akses internet last-mile secara optimal dan merata adalah Kecamatan Panjalu. Tujuan Penelitian ini adalah membuat rancangan jaringan last-mile dengan eNodeB dan ODP berbasis fiber optik yang menunjang layanan akses internet di Kecamatan Panjalu. Perancangan jaringan last-mile dilakukan berdasarkan capacity planning untuk mentadapkan jumlah eNodeB dan mentukan target user bangunan instansi atau rumah sebagai penentu jumlah ODP yang dibutuhkan. Selanjutnya membuat rancangan link akses dengan mementukan titik STO terdekat yang dihubungkan dengan OLT Kecamatan Panjalu menggunakan fiber optik STM-64. Kemudian OLT akan dihubungkan ke eNodeB dan ODP dengan fiber optik GPON. Hasil simulasi performansi perancangan last-mile network memenuhi semua parameter kelayakan performansi dan pada link akses terjauh yaitu lastmile ODP 17 downstream dengan jarak 9,24 Km memperoleh nilai power received sebesar -20,757 dBm, nilai Q-factor sebesar 7,2707 dan nilai BER sebesar 1, 786 × 10-13 . Kata kunci — eNodeB, GPON, Last-Mile