Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGGUNAAN PUPUK CAIR ORGANIK DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Alium ascalonicum) Var. Sanren F1 Tharmizi Hakim; Ruth Riah Ate Tarigan; Sulardi Sulardi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3416

Abstract

Shallots (Allium ascalonicum) Var. Sanren F1 is one of the vegetable commodities that has become a national flagship in addition to red chili and potatoes. Shallots are a strategic commodity because they are needed by most Indonesians in their daily lives. This research was carried out in Minta Kasih Village, salapian District, Langkat Regency, North Sumatra Province with an altitude of + 50 meters above sea level, with the aim of research to determine the effect of the use of organic liquid fertilizer in increasing the growth and production of shallots of the Sanren F1 variety. The study used a Non-Factor Group Randomized Design (RAK) consisting of 4 treatment levels (C0= 0 ml/liter water/m2, C1=225 ml/liter water/m2, C2=425 ml/liter water/m2, C3=625 ml/liter water/m2) with 3 repeats, so that there were 12 experimental units consisting of 8 sample plants, so that the total observation of the entire plant there were 96 experimental units with parameters consisting of plant height,  number of leaves, production of wet tubers, production of dry tubers, conversion of production per hectare. The role of organic liquid fertilizer has a very real effect on plant height, number of leaves, number of tubers, dry tubers production and conversion of production per hectare with the best treatment at C3. C3 treatment can be improved again in further research to obtain maximum growth and production in shallots. Key-words: Liquid Fertilizer, Shallot, Organic INTISARI Bawang merah (Allium ascalonicum) Var. sanren F1 merupakan salah satu komoditi sayuran yang menjadi unggulan nasional selain cabai merah dan kentang. Bawang  merah merupakan komoditas strategis karena dibutuhkan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Minta kasih Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat + 50 meter diatas permukaan laut, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair organik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas Sanren F1. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) Non Faktor terdiri dari 4 taraf perlakuan (C0= 0 ml/liter air/m2, C1=225 ml/liter air/m2, C2=425 ml/liter air/m2, C3=625 ml/liter air/m2) dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 satuan percobaan yang terdiri dari 8 tanaman sampel, sehingga total pengamatan keseluruhan tanaman ada 96 unit percobaan dengan parameter terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, produksi umbi kering, konversi produksi per hektar. Peranan pupuk cair organik berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, Jumlah Umbi, produksi umbi kering dan konversi produksi perhektar dengan perlakuan terbaik pada C3. Perlakuan C3 dapat ditingkatkan lagi pada penelitian lanjutan untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi maksimal pada bawang merah. Kata kunci : Pupuk Cair, Bawang Merah, Organik
MANAJEMEN TATA KELOLA PEKARANGAN RUMAH DI DESA MINTA KASIH Taufik, Ahmad; Tarigan, Ruth Riah Ate
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22117

Abstract

Manajemen sebagai seni mengandung makna estetika, keindahan, harmonisasi, dan membuat daya guna kepada penggunanya (user). Manajemen sebagai seni dapat kita maknai sebagai manajemen atas segala bentuk keindahan, utilitas atas objek tertentu. Rumah sebagai tempat membina keluarga kita, rumah kita tidak hanya sebatas keindahan, kemegahan semata, melainkan rumahpun dari sisi pekarangan harus dapat memberikan dampak kesejukan dan keasrian bagi pemilik maupun sekitarnya. Tujuan Pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi dan informasi tentang tata kelola pekarangan rumah di masyarakat Desa Minta Kasih yang mana masih sangat kurang untuk pemanfaatan lahan pekarangan dan khususnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman bawang merah. Metode pendekatan PKM ini menggunakan Participatory Action Research (PAR), dengan lokasi pengabdian dilaksanakan di Desa Minta Kasih.Hasil Pengabdian yang telah dilakukan bahwa masyarakat Desa Minta Kasih antusias dengan diadakan pengabdian ini. Pengetahuan dan informasi tentang Penanaman tanaman bawang merah ini yang dapat dimanfaatkan di lahan pekarangan rumah dapat menambah pendapatan keluarga dan nilai estetik dari rumah masyarakat. Dengan penataan yang baik di pekarangan rumah bisa menjadikan nilai tambah dari lingkungan tempat tinggal masyarakat Desa Minta Kasih.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS SAYURAN DAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) sembiring, petra pranata; Tarigan, Ruth Riah Ate; Mutia Z.N Amrul, Hanifah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i3.18074

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sayuran dan urine sapi pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum Frutescens L.) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperlukan 36 plot dalam penelitian. Faktor yang pertama diteliti adalah perlakuan kompos sayuran dengan simbol “K” terdiri dari K0= 0 g/polibag , K1 = 250 g/polibag, K2 = 500 g/polibag, K3 = 750 g/polibag. Faktor II perlakuan pemberian urine sapi dengam simbol U terdiri U0 = 0 ml/liter air/Plot, U1 = 20 ml/liter air/plot, U2 = 40 ml/liter air/plot. Adapun parameter yang diamatin adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah cabang, jumlah buah persampel, berat buah persampel (g), berat buah perplot (g) dab berat buah 100 buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos sayuran, urin sapid an interaksi keduanya memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yaitu tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah cabang, jumlah buah persampel, berat buah persampel (g), berat buah perplot (g) dab berat buah 100 buah.
Eco-enzim Berbahan Dasar Limbah Rumah Tangga Terhadap Aktivitas Fusarium oxysporum Lubis, Najla; Tarigan, Ruth Riah Ate; Tarigan, Rico Kris Hadinata; Afiq, Muhammad Ihlal; Miswanto, Miswanto
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.5097

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi efektivitas Eco-enzim (EE) yang terbuat dari limbah pertanian dalam menghambat aktivitas jamur patogen Fusarium oxysporum. Ekoenzim merupakan larutan fermentasi yang dihasilkan dari campuran limbah organik, gula, dan air. Dalam studi ini, berbagai jenis limbah pertanian seperti kulit buah, sisa sayuran, ataupun bagian tanaman lainnya yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Eco-enzim.Metode yang digunakan meliputi pembuatan EE dengan 2 jenis komposisi bahan baku, dan berbagai konsentrasi pengenceran eco-enzim yaitu 1 : 0; 1 : 10; 1:50: dan 1 : 100. Pengujian eco-enzim dilakukan secara in vitro terhadap pertumbuhan miselium F. oxysporum, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekoenzim dari campuran limbah kulit buah dan sisa sayuran memiliki daya hambat tertinggi terhadap F. oxysporum pada variasi pengenceran 1 : 100.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ekoenzim berbahan dasar limbah pertanian memiliki potensi sebagai agen pengendali hayati terhadap F. oxysporum. Pemanfaatan Ekoenzim dapat menjadi solusi ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit tanaman sekaligus mengurangi limbah pertanian dan mengatasi pencemaran lingkungan
PERANAN PUPUK ORGANIK DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Hakim, Tharmizi; Tarigan, Ruth Riah Ate; Sulardi; Irfan Abdullah
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 5 (2024): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu sayuran yang menjadi unggulan nasional selain cabai merah dan kentang. Bawang merah merupakan komoditas  yang  dibutuhkan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mempengaruhi pasar ekonomi dan tingkat permintaan yang tinggi. Bawang merah komoditas strategis di Indonesia, karena perubahan terhadap harga dari bawang merah dapat mempengaruhi inflasi. Penyebab inflasi yang tinggi dapat disebabkan         adanya kenaikan harga bawang merah. Selain itu, bawang merah juga merupakan salah satu  komoditas bernilai tinggi (high value comodity). Pupuk organik merupakan hasil limbah organik yang dikelola secara fermentasi sehingga menghasilkan unsur hara makro dan mikro yang baik untuk perkembangan tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk organik padat terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Pupuk organik yang dipakai dalam penelitian ini berbentuk padat dengan 4 taraf perlakuan dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) non faktor, yaitu : T0 = 0kg/plot, T1 = 2 kg/plot, T2 = 3 kg/plot, T3 = 4 kg/plot.  Parameter yang diamati yaitu : jumlah anakan, diameter umbi, berat umbi basah, berat umbi kering dan konversi produksi perhektar. Hasil penelitian menunjukkan berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan dan produksi bawang merah dengan perlakuan terbaik pada T3 = 4 kg/plot.
Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga dalam Produksi Eco-enzim di Desa Suka Mulia Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Lubis, Najla; Tarigan, Ruth Riah Ate; Ramadhan, Sufi Rafli; Miswanto, Miswanto
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16291

Abstract

Kulit buah atau sayur merupakan contoh sampah organik yang telah mengalami fermentasi untuk menghasilkan eco-enzim (EEn). Produk eco-enzim mudah digunakan, mudah dibuat, dan memiliki banyak kegunaan. Produk ini dapat digunakan untuk membersihkan lingkungan (sanitasi lingkungan), menyegarkan udara, membersihkan lantai, membantu tanaman menjadi lebih kaya nutrisi, membuat tanah lebih subur, dan membersihkan diri dengan mandi atau menggosok gigi, agen antibakteri, anti jamur, sebagai disnfekta alami, dan masih banyak lagi. Setiap hari, masyarakat dan kelompok penduduk di Desa Suka Mulia, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang cukup banyak di rumah mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan peningkatan kesadaran kelompok masyarakat tersebut tentang perlunya informasi dan keterampilan tambahan untuk mengelola sampah/limbah organik. Karena EEn merupakan produk multiguna yang dapat mengatasi masalah sampah atau limbah organik dalam jumlah besar, khususnya di rumah tangga, maka salah satu upaya pengelolaan sampah atau limbah organik tersebut memerlukan tambahan informasi dan pengetahuan berupa sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat. Tujuan dari upaya ini adalah untuk menanggulangi dan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, yang akan membantu mengurangi kesulitan yang terkait dengan pencemaran lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan melalui praktik langsung di samping melalui metode ceramah dan diskusi. Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari hasil pelatihan pembuatan EEn ini dengan cara menangani limbah organik, sampah rumah tangga, limbah ternak, dan limbah pertanian.
PERBANDINGAN MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN POC URIN SAPI DALAM PENINGKATAN KESUBURAN TANAH PADA GRAFTING TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) DI PRE NURSERY Amanda, Ricky Ryan; Tarigan, Ruth Riah Ate; Warsito, Kabul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4036

Abstract

The aim of this research is to determine the comparison of giving planting media and cow urine in increasing soil fertility in grafting grape plants (vitis vinifera) in the pre-nursery and their interactions. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors with 12 treatment combinations and 3 replications so that 36 plots were needed. Factor I studied consisted of R0 = 0 kg/plot, R1 = 1 top soil: 1 rice husk/plot, R2 = 2 top soil: 1 rice husk/plot, R3 = 1 top soil: 2 rice husks/plot. Factor II treatment of giving cow urine POC consisted of S0 = 0 mL/liter of water/plot, S1 = 10 mL/liter of water/plot, S2 = 15 mL/liter of water/plot. The parameters observed were plant height, shoot height, number of leaves, number of stem segments, stem diameter and number of tendrils. The results of the research showed that the provision of planting media had a real influence on the parameters of plant height, shoot height, number of leaves and number of stem segments, but the parameters of stem diameter and number of tendrils showed no real influence. Cow urine POC showed a real influence on the parameters of plant height, shoot height, number of leaves, and number of stem segments, but the parameters of stem diameter and number of tendrils showed no real influence.Key words: planting media, cow urine POC, grape plants INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian media tanam dan poc urine sapi dalam peningkatan kesuburan tanah pada grafting tanaman anggur (vitis vinifera) di pre nursery berserta  interaksinya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  Faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperlukan 36 plot. Faktor I yang diteliti terdiri R0= 0 kg/ plot, R1 = 1 top soil : 1 sekam padi/plot, R2 = 2 top soil : 1 sekam padi/plot, R3 = 1 top soil : 2 sekam padi/plot. Faktor II perlakuan pemberian POC urine sapi terdiri S0 = 0 mL/liter air/Plot, S1 = 10 mL/liter air/plot, S2 = 15 mL/liter air/plot. Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman, tinggi tunas, jumlah daun, jumlah ruas batang, diameter batang  dan jumlah sulur. Hasil penelitian menunjukan pemberian media tanam memberikan pengaruh nyata pada parameter Tinggi tanaman, tinggi tunas, jumlah daun, dan jumlah ruas batang,tetapi pada parameter diameter batang dan jumlah sulur menunjukan pengaruh yang tidak nyata. POC urine sapi menunjukan pengaruh nyata pada parameter Tinggi tanaman, tinggi tunas, jumlah daun, dan jumlah ruas batang,tetapi pada parameter diameter batang dan jumlah sulur menunjukan pengaruh yang tidak nyata. Kata kunci: media tanam, POC urine sapi, tanaman anggur
PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN POC NASI BASI DALAM PENINGKATAN KESUBURAN TANAH PADA GRAFTING TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) DI PRE NURSERY Saragih, Mhd Yazid Majdiy; Tarigan, Ruth Riah Ate; Ginting, Orleans
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3932

Abstract

The aim of this research is to determine the application of cow manure and stale rice POC in increasing soil fertility in grafting grape plants (vitis vinifera) in the pre-nursery. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors with 12 treatment combinations and 3 replications so that 36 plots were needed in the research. The first factor studied was the treatment of cow manure with the symbol "Y" consisting of Y0= 0 kg/plot, Y1 = 400 g/plot, Y2 = 800 g/plot, Y3 = 1200 g/plot. Factor II treatment of giving POC basih rice with symbol A consists of A0 = 0 mL/liter of water/plot, A1 = 5 mL/liter of water/plot, A2 = 10 mL/liter of water/plot. The parameters observed were plant height (cm), shoot height (cm), number of leaves (strands), number of stem segments, stem diameter (mm) and number of tendrils. The results of the research showed that the application of cow manure, POC of stale rice and the second interaction showed no significant influence on all observation parameters, namely plant height (cm), shoot height (cm), number of leaves (strands), number of stem segments, stem diameter ( mm) and number of tendrils.Key words: cow manure, POC basi rice, grape plants INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian pupuk kandang sapi dan POC nasi basi dalam peningkatan kesuburan tanah pada grafting tanaman anggur (vitis vinifera) di pre nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  Faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperlukan 36 plot dalam penelitian. Faktor yang pertama diteliti adalah perlakuan pupuk kandang sapi dengan simbol “Y” terdiri dari Y0= 0 kg/ plot, Y1= 400 g/plot, Y2 = 800 g/plot, Y3 = 1200 g/plot. Faktor II perlakuan pemberian POC nasi basih dengam simbol A terdiri A0 = 0 mL/liter air/Plot, A1 = 5 mL/liter air/plot, A2 = 10 mL/liter air/plot. Adapun parameter yang diamatin adalah Tinggi Tanaman (cm), tinggi tunas (cm), jumlah daun (helai), jumlah ruas batang, diameter batang (mm) dan jumlah sulur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang sapi, POC nasi basi dan interaksi kedua menunjukan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter pengamatan yaitu Tinggi Tanaman (cm), tinggi tunas (cm), jumlah daun (helai), jumlah ruas batang, diameter batang (mm) dan jumlah sulur. Kata kunci: pupuk kandang sapi, POC nasi basi, tanaman anggur
PENINGKATAN KESUBURAN TANAH DENGAN PEMBERIAN PUPUK KOTORAN BURUNG PUYUH DAN POC LIMBAH SAYURAN PADA STEK TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera) DI PRE NURSERY Dwifa, Nabilah; Tarigan, Ruth Riah Ate; Refnizuida, Refnizuida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3914

Abstract

The aim of this research is to determine the application of quail manure fertilizer and vegetable waste POC in increasing soil fertility on grape plant cuttings (vitis vinifera) in the pre-nursery and their interactions. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors with 12 treatment combinations and 3 replications so that 36 plots were needed in the study. The factor studied was the treatment of quail manure fertilizer which consisted of N0= 0 g/plot, N1 = 400 g/plot, N2 = 800 g/plot, N3 = 1200 g/plot. Factor II treatment of giving POC vegetable waste consists of A0 = 0 mL/liter of water/plot, A1 = 5 mL/liter of water/plot, A2 = 10 mL/liter of water/plot. The parameters observed are plant height, length of tendrils, number of leaves, number of stem segments, stem diameter and number of tendrils. The results of the research showed that the application of quail droppings showed no significant effect on the parameters namely plant height, vine length and stem diameter but had a significant effect on the treatment of the number of leaves, number of stem segments and number of vines. The provision of POC vegetable waste showed no significant effect on plant height, tendril length, number of stem segments, stem diameter and number of tendrils. But it has a real effect on the number of leaves. Key words: planting media, eggshell liquid organic fertilizer, grape plants INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian pupuk kotoran burung puyuh dan POC limbah Sayuran dalam peningkatan kesuburan tanah pada stek tanaman anggur (vitis vinifera) di pre nursery berserta  interaksinya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  Faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperlukan 36 plot dalam penelitian. Faktor yang diteliti adalah perlakuan pupuk kotoran burung puyuh yang terdiri dari N0= 0 g/ plot, N1 = 400 g /plot, N2 = 800 g/plot, N3 = 1200 g /plot. Faktor II perlakuan pemberian POC limbah sayuran terdiri dari A0 = 0 mL/liter air/Plot, A1 = 5 mL/liter air/plot, A2 = 10 mL/liter air/plot. Adapun parameter yang diamatin adalah Tinggi Tanaman, panjang sulur, jumlah daun, jumlah ruas batang, diameter batang dan jumlah sulur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kotoran burung puyuh menunjukan pengaruh yang tidak nyata pada parameter yaitu Tinggi Tanaman, panjang sulur, dan diameter batang tetapi berpengaruh nyata pada perlakuan jumlah daun, jumlah ruas batang, dan jumlah sulur. Pemberian POC limbah sayuran  menunjukan pengaruh yang tidak nyata pada Tinggi Tanaman, panjang sulur, jumlah ruas batang, diameter batang dan jumlah sulur. Tetapi berpengaruh nyata pada pelakuan jumlah daun. Kata kunci: media tanam, pupuk organik cair cangkang telur, tanaman anggur
Produksi Tanaman Selada (Lactuca Sativa) Dengan Variasi Pupuk Organik Cair Pada Sistem Hidroponik Mara Antero Siregar; Najla Lubis; Ruth Riah Ate Tarigan
Jurnal Nasional Teknologi Komputer Vol 5 No 2 (2025): April 2025
Publisher : CV. Hawari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jnastek.v5i2.178

Abstract

Lettuce (Lactuca sativa L.) is a horticultural crop with high nutritional content and economic value, offering good prospects for cultivation. It is a seasonal plant that is easy to grow on various types of land and has a broad market demand. This study aimed to determine the production response of lettuce to different types and concentrations of ecoenzyme-based liquid organic fertilizer (POC). The research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors and three replications. The first factor was the type of POC with five treatments: P0 = AB Mix (control), P1 = Pure Ecoenzyme (EE), P2 = EE + eggshell + pineapple, P3 = EE + moringa + insulin plant leaves, P4 = EE + guava + sweet potato + long bean leaves, and P5 = EE + water spinach + young corn. The second factor was the concentration of ecoenzyme (E0 = 0%, E1 = 25%, E2 = 50%). Observed parameters included plant height, number of leaves, fresh weight per plant, stem diameter, plant weight per plot, and root length. The results indicated that P5 (EE + water spinach + young corn) performed well and ranked second after the AB Mix across most parameters. This suggests that diverse organic ingredients in liquid fertilizers can support optimal lettuce growth, making them a promising alternative to chemical fertilizers.