Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Koko Nur Ramdan; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.751 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan informasi: (1) pengaruh metode pembelajaran kuantum terhadap motivasi belajar siswa kelas XI yang termasuk kelas eksperimen SMK Negeri 1 Gombong Tahun Pelajaran 2017/ 2018; (2) pengaruh metode pembelajaran kuantum terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong Tahun Pelajaran 2017/2018; (3) perbandingan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong Tahun Pelajaran 2017/2018 yang diajar dengan metode pembelajaran kuantum dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari 36 siswa kelas XI TPB (kelas eksperimen) dan 36 siswa kelas XI TPC (kelas kontrol) di SMK Negeri 1 Gombong. Pengumpulan data didapat dari tes (pretest dan posttest) dan nontes (angket). Kelas eksperimen mendapat perlakuan metode pembelajaran kuantum sebelum melakukan posttest. Koefisien reliabilitas instrumen adalah 0.906. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini disimpulkan (1) Terdapat pengaruh positif penggunaan metode pembelajaran kuantum terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong. Hal ini dibuktikan dengan enam indikator dalam motivasi belajar berubah yang sebelumnya rata-rata berada pada skala 3 (ragu-ragu) menjadi skala 4 (setuju); (2) Terdapat pengaruh positif setelah penggunaan metode pembelajaran kuantum terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong. Hal ini dibuktikan dengan nilai yang didapat dari pretest dan posttest kelas eksperimen Sig. 0.083 dan 0.103, sedangkan pretest dan posttest kelas kontrol Sig. 0.065 dan 0.71 terdistribusi normal (nilai Sig > 0.05). Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar (72.1) meningkat menjadi (80.5) pada nilai rata-rata posttest dan berdasarkan uji paired sample test diperoleh (thitung (-5.004) < -ttabel (-1.684); (3) Keterampilan menulis cerpen siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kuantum lebih baik daripada keterampilan menulis cerpen siswa yang diajar dengan metode konvensional. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode pembelajaran kuantum (80.5) lebih baik dibandingkan rata-rata nilai  kete-rampilan menulis cerpen yang diajar menggunakan metode konvensional (67.8) dan berdasarkan uji paired sample test diperoleh (thitung (-9.228) < -ttable (-1.684). Kata Kunci: metode pembelajaran kuantum, motivasi belajar siswa, menulis cerpen
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Arifka Rizki Amalia; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.499 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik pada novel Ayah; (2) kepribadian tokoh utama novel Ayah; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ayah pada siswa kelas XII SMA. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Ayah Karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi dan dibantu dengan teknik studi pustaka. Instrumen penelitian yang paling utama adalah penulis dan dibantu dengan nota pencatat, buku-buku teori sastra, dan buku psikologis sastra. Analisis data menggunakan metode analisi isi (Content analysis). Teknik penyajian data menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa  (1) unsur intrinsik novel Ayah Karya Andrea Hirata terdiri dari (a) tema mayor adalah kasih sayang seorang ayah kepada anaknya, tema minor dalam novel ini adalah cinta kasih seorang laki-laki kepada seorang perempuan, masalah mengikuti seleksi masuk SMA, dan persahabatan; (b) tokoh dan penokohan meliputi: tokoh utama, tokoh tambahan andalan dan tokoh tambahan bawahan; (c) alur yang digunakan adalah alur campuran; (d) latar tempat: (rumah Sabari, Markas Pertemuan Buruh (MPB), SMA, stasiun radio, pabrik batako, taman balai kota, pasar ikan, dan pelabuhan, latar waktu (pagi, siang, sore dan malam hari), latar sosial dalam novel ini yaitu kehidupan menengah ke bawah dan berjiwa sosial tinggi di Kampung Belantik; dan (e) amanat novel ini adalah selalu bertawakal kepada Tuhan, selalu berperasangka baik terhadap semua kedaan hidup yang telah digariskan Tuhan dan jangan mudah berputus asa serta harus selalu berusaha, (2) kepribadian tokoh utama novel Ayah Karya Andrea Hirata mencakup tiga aspek yaitu (a) Id yang mencakup tentang: Jatuh cinta, cinta kasih seorang ayah, keinginan untuk berpuisi, pandai, dan sabar; (b) Ego yang mencakup tentang: kesedihan, kegelisahan, sakit hati, marah, dan bahagia; (c) Superego yang mencakup tentang: menyesal, menentukan pilihan, tolong menolong, mempertimbangkan, dan lapang dada, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ayah karya Andrea Hirata menggunakan KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel, menggunakan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW).   Kata kunci: kepribadian tokoh utama, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran      
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIRKARYA KIRANA KEJORA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Laras Nilamsari; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.704 KB)

Abstract

ABSTRAK: penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan: (1) unsurintrinsik novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora; (2) aspek sosiologi novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora; dan (3) RencanaPelaksanaanPembelajarannya di kelas XII SMA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) unsur intrinsik novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora terdiri dari: (a) tema: cobaan hidup yang dialami seorang ayah. Tokoh utamanya Arjuna Dewangga; (b) alur: maju; (c) latar tempat: Solo, Jakarta, Yogyakarta, dan Jepang. Latar suasana: menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan. Latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam; (d) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) aspek sosiologi dalam novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora mencakup lima aspek yaitu: (a) pendidikan ; (b) cinta kasih; (c) moralitas; (d) religius; dan (e) kekerabatan. (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA dengan materi aspek sosiologi novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora pada pembelajaran sastra berdasarkan kurikulum 2013 dengan KD menganalisis isi dan kebahasaan novel adalah sebgai berikut: (a) kegiatan pendahuluan guru mengucapkan salam, berdoa, memberi motivasi, dan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator; (b) kegiatan inti meliputi guru menjelaskan tentang pembelajaran sastra khususnya novel, guru memberikan kesempatan kepada  peserta didik untuk membaca dan memahami isi novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi mengnasi isi novel, kemudian guru memberikan  tugas kepada peserta didik untuk menganalisis unsur intrinsik dan aspek sosiologi yang terkandung dalam novel. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pemberian tugas; (c) kegiatan akhir/ penutup meliputi kegiatan refleksi dan pemberian tugas.   Kata kunci : aspek sosiologi sastra, novel,danrencanapelaksanaanpembelajaran SMA.
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA DIALOG INTERAKTIF ACARA ROSI KOMPAS TV DAN RELEVANSINYA DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBICARA PADA SISWA KELAS XII SMA Nurul Hilal; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.527 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdeka-an, dan cinta yang disiarkan Kamis, 17 Agustus pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB; (2) relevansi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbi-cara dengan media dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdekaan, dan cinta pada siswa kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah tuturan pada pembicara dalam dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdekaan, dan cinta yang disiarkan Kamis, 17 Agustus pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB, dengan fokus penelitian tindak tutur ekspresif dalam dialog interaktif tersebut yang terdiri dari jenis tindak tutur ekspresif dan relevansinya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran berbicara pada siswa kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah metode padan. Teknik penyajian data yang digunakan adalah teknik anali-sis informal. Berdasarkan penelitian ditemukan (1) bentuk tindak tutur ekspresif dalam dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, ke-merdekaan, dan cinta yang disiarkan Kamis, 17 Agustus pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB terdiri dari: (a) mengkritik, (b) mengeluh, (c) menyalahkan, (d) me-muji, (e) mengucapkan terima kasih, (f) mengucapkan selamat, (g) menyanjung. (2) relevansi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara dengan media dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdekaan, dan cinta pada siswa kelas XII SMA menggunankan kom-petensi dasar 2.1 Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dan menggunakan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab.   Kata Kunci: tindak tutur ekspresif, dialog interaktif, rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL RASUK KARYA RISA SARASWATI DAN RENCANA PELAKASANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Nadya Nur Salim; Sukirno Sukirno
SURYA BAHTERA Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.472 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur intrinsik unsur-unsur intrinsik dalam novel Rasuk karya Risa Saraswati, (2) aspek-aspek sosiologi dalam novel Rasuk karya Risa Saraswati, (3) hubungan antaraspek sosial dalam novel Rasuk karya Risa Saraswati, (4) rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode analisis isi dan penyajian informal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) unsur-unsur intrinsikmeliputi: penokohan watak tokoh-tokoh dalam cerita dominan baik dan saling peduli. Latar tempat: di kamar, pegunungan di Jawa Tengah, sanggar tari, rumah Lintang Kasih, jalan Laras Pelog nomor 10, Karma Ranjani, villa Rosala, rumah Fransisca Inggrid, dan ruang ICU; latar waktu: siang hari, sore hari, pagi hari, dan malam hari; latar suasana: suasana sedih, suasana tegang, suasana cemas, dan suasana terharu. alur: alur campuran; sudut pandang: orang ketiga serba tahu “Dia-an”; tema dibagi atas tema mayor, yaitu: kesadaran dan penyesalan seorang anak atas rasa irinya, dan tema minor, yaitu: masalah cinta kasih, masalah kehidupan, masalah moral, dan masalah ekonomi. Amanat: rasa iri yang tertanam pada diri manusia hanya akan menimbulkan keburukan pada diri sendiri. (2) aspek sosial meliputi: aspek cinta kasih, aspek kekerabatan, aspek pendidikan, aspek moral, aspek ekonomi. (3) hubungan antaraspek meliputi: aspek pendidikan dengan aspek moral, aspek cinta kasih dengan aspek ekonomi, aspek moral dengan aspek kekerabatan, aspek kekerabatan dengan aspek cinta kasih, dan aspek pendidikan dengan aspek kekerabatan. (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Rasuk karya Risa Saraswati di SMA,  menggunakan model STAD (Student Team Achievement Division) dengan langkah-langkah: guru menerangkan materi tentang unsur intrinsik, aspek sosial novel, dan pembelajaran menggunakan model STAD (Student Team Achievement Division), guru membagi 4-5 siswa menjadi beberapa kelompok heterogen, guru memberikan kuis atau  tes untuk masing-masing siswa, guru memberikan penskoran dan memberikan penghargaan. Kata kunci: analisis sosiologi sastra, novel Rasuk karya Risa Saraswati, rpp
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA NOVEL KEMBARA KARYA PRADANA BOY ZTF DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Septiani Septiani; Sukirno Sukirno; Suci Rizqiana
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.628 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Kembara karya Pradana Boy ZTF, (2) aspek sosiologi sastra novel Kembara karya Pradana Boy ZTF, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya di Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Kembara karya Pradana Boy ZTF. Objek penelitian ini yaitu aspek sosiologi sastra novel Kembara karya Pradana Boy ZTF. Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Kembara karya Pradana Bot ZTF, aspek sosiologi sastra novel Kembara karya Pradana Boy ZTF dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam novel Kembara adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Kembara karya Pradana Boy ZTF, yaitu (a) tema digolongkan menjadi dua, yaitu tema mayor dan tema minor. Tema mayor novel Kembara yaitu keteguhan seorang pemuda dalam pencarian jati diri, perjuangan dalam kehidupan, dan perjalanan tentang cintanya. Tema minor antara lain: (masalah percintaan, masalah perjuangan, masalah pencarian jati diri, masalah kepercayaan. (b) tokoh utamanya adalah Fatih dan Amra.  Tokoh  tambahannya  adalah  Rama, Romy, Dita, Joko, Rahman, Avis, Bondan. Penggambaran tokoh dan penokohan secara analitik dan dramatik; (c) alur yang digunakan adalah alur maju, meliputi tahap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks dan penyelesaian, sedangkan kaidah pengembangan plot terdiri dari tegangan, daya duga bayang, dan kejutan; (d) latar tempat ada yang dihadirkan secara utuh dan tidak utuh. Latar waktu yang digunakan adalah pagi, siang, sore, malam dan hari; (e) sudut pandang novel ini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu (2) Sosiologi sastra novel ini meliputi (a) kekerabatan terdiri atas: keluarga dan sahabat, (b) ekonomi terdiri atas: kekayaan dan kesederhanaan hidup (c) cinta kasih terdiri atas: cinta terhadap keluarga, sahabat, dan lawan jenis terjalin dengan baik, (d) pendidikan: perjuangan Fatih dalam mencari ilmu (e) kepercayaan: keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (f) moral: tindakan baik buruknya yang bisa diterima oleh masyarakat (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel Kembara karya Pradana Boy ZTF menggunakan metode diskusi, penugasan dan tanya jawab. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Kembara secara tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci: unsur instrinsik, sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL HARI TAK SELAMANYA MALAM KARYA SURYAWAN W.P DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Bayu Aji Wibowo; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.632 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan peneitian ini, yaitu mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Hari Tak Selamanya Malam karya Suryawan W.P; (2) fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia pengarang novel Hari Tak Selamanya Malam karya Suryawan W.P; dan (3) rencana pembelajaran strukturalisme genetik novel Hari Tak Selamanya Malam karya Suryawan W.P di Kelas XII SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini, yakni novel Hari Tak Selamanya Malam karya Suryawan W.P. Objek penelitian ini, yakni strukturalisme genetik novel Hari Tak Selamanya Malam karya Suryawan W.P. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik wawancara. Instrument utama penelitian ini, yakni peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian data penelitian ini menggunakan teknik informal. Hasil peneitian ini adalah (1) unsur intrinsik, yakni tema: cinta kasih untuk ibu; alur: maju tokoh dan penokohan, yakni tokoh utama: Kalyana, tokoh tambahan: Radite, Bapak, ibu, Kartina, dr. Saka, Delano, Mbak Astrid, Mbok Sum, Ares Mulyana, dan Deliza; sudut pandang: orang ketiga serba tahu; pemajasan: perbandingan, perulangan, sindiran, pertentangan, dan penegasan; latar: tempat: kota Semarang, rumah, kota Magelang, kantor, rumah sakit jiwa Prof. dr. Soerojo, pantai Anyer, rumah Ares Mulyana, dan kota Yogyakarta, waktu: pagi, siang, sore, malam, situasi: takut, bahagia, sedih, kecewa, sepi. dan marah, sosial: kehidupan rumah sakit jiwa; amanat: bersyukur adalah kunci untuk bahagia. (2) fakta kemanusiaan penelitian ini membahas tentang aktivitas kultural pengarang dan aktivitas sosial rumah sakit jiwa Prof. Dr. Soerojo; subjek kolektif penelitian ini membahas tentang pertentangan antara keturunan normal dengan keturunan penyandang penyakit jiwa; pandangan dunia Suryawan W.P, yakni memanusiakan manusia. (3) rencana pembelajaran strukturalisme genetik novel Hari Tak Selamanya Malam karya Suryawan W.P di Kelas XII SMA dilakukan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adapun langkah-langkah pembelajarannya meliputi: peserta didik dikelompokan dengan anggota 4 sampai 6 orang; setiap peserta didik dalam tim diberi materi dan tugas berbeda; anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli); setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai; tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi; pembahasan; dan penutup.   Kata kunci:  strukturalisme genetik, novel, rencana pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL SEPENGGAL BULAN UNTUKMU KARYA ZHAENAL FANANI DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI SMA Verlinda K Kumalasari; Sukirno Sukirno; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.031 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi sastra; dan (3) rencana pembelajaran novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.Subjek penelitian ini yaitu novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani.Objek penelitian ini adalah analisis sosiologi sastra novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani.Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik, aspek-aspek sosiologi sastra novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani dan rencana pembelajaranya di SMA.Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, catat dan pustaka.Teknik yang digunakan untuk menganalisis adalah teknik analisis isi.Teknik yang digunakan dalam penyajian hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, dan amanat; (2) aspek-aspek sosiologi sastra ini meliputi: aspek kekerabatan (Tumirah dengan Salimah, Tumirah dengan Emak Imah, Tumirah dengan Pak Solikhan), aspek kepercayaan (berdoa, bersyukur), aspek pendidikan (pendidikan keagamaan, pendidikan sekolah yang menyenangkan), dan aspek ekonomi (ekonomi sederhana dan perjuangan ekonomi); dan (3) rencana pembelajaran novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani di SMA menggunakan metode metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan.   Kata kunci: unsur intrinsik, sosiologi sastra, dan novel Sepenggal Bulan Untukmu
NILAI PENDIDIKAN AKIDAH TOKOH UTAMA NOVEL TAKBIR RINDU DI ISTANBUL KARYA PUJIA ACHMAD DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Anisa Mayasaroh; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.621 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai pendidikan akidah tokoh utama novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad; (2) hubungan antarunsur nilai pendidikan akidah tokoh utama novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad; dan (3) skenario pembelajaran unsur ekstrinsik yang difokuskan pada nilai pendidikan akidah yang terdapat pada novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad di kelas XII SMK. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) nilai pendidikan akidah tokoh utama yang terdapat pada novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad dikaitkan dengan rukun iman yang terdiri atas iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada qadha dan qadar serta rukun Islam yang terdiri atas syahadat, salat, zakat, puasa dan haji; (2) hubungan antarunsur nilai pendidikan akidah tokoh utama novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad terdiri atas hubungan iman kepada Allah dengan iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab dengan iman kepada Allah, iman kepada kitab-kitab dengan iman kepada hari kiamat, iman kepada Nabi dan Rasul dengan iman kepada Allah, serta iman kepada qadha dan qadar dengan iman kepada Allah; (3) skenario pembelajaran nilai pendidikan akidah tokoh utama pada novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad sesuai dengan kompetensi dasar 3.2 mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah/sastra sederhana. Model yang digunakan dalam pembelajaran sastra adalah model Problem Based Learning (PBL). Langkah-langkah pembelajaran terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi) dan penutup.Kata Kunci: nilai pendidikan akidah novel, skenario pembelajaran
PENDIDIKAN KARAKTER LIRIK LAGU METROPOLUTAN, OVER KONSUMSI, DAN ORANGUTAN KARYA NAVICULA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Evi Setianingsih; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.29 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik dan hermeunetik, (2) struktur batin, (3) pendidikan karakter, dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula di kelas X SMA. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula, fokus penelitiannya adalah pembacaan heuristik dan hermeunetik, struktur batin, pendidikan karakter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula di kelas X SMA, teknik pengumpulan datanya adalah teknik simak, pustaka, dan catat, menggunakan teknik analisis isi, dan teknik penyajian hasil analisis teknik informal. Dari analisis data disimpulkan bahwa (1) melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Metropolutan diperoleh makna persoalan lingkungan kota, melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Over Konsumsi diperoleh makna persoalan lingkungan global, melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Orangutan diperoleh makna persoalan eksploitasi orangutan, (2) struktur batin lirik lagu Metropolutan, yaitu tema permasalahan lingkungan, perasaan geram, marah dan resah, nada sinis, suasana penuh perenungan, serta amanat menjaga lingkungan, peduli sosial, dan tertib. Struktur batin lirik lagu Over Konsumsi, yaitu tema permasalahan lingkungan, perasaan sayang, nada memelas, suasana hati iba, amanat cinta tanah air, cinta lingkungan, bersahabat, dan mandiri. Struktur batin lirik lagu Orangutan, yaitu tema eksploitasi orangutan, perasaan terenyuh, nada sinis, suasana penuh perenungan, dan amanat peduli lingkungan dan tanggung jawab, (3) pendidikan karakter lirik lagu Metropolutan, yaitu peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, demokratis, tanggung jawab, dan cinta tanah air, pendidikan karakter lirik lagu Over Konsumsi, yaitu cinta tanah air, peduli sosial, tanggung jawab, bersahabat, semangat kebangsaan, peduli lingkungan, dan mandiri, pendidikan karakter lirik lagu Orangutan, yaitu peduli lingkungan dan tanggung jawab, (4) rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula meliputi identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, media belajar, dan penilaian.   Kata kunci: pendidikan karakter, lirik lagu, pembelajaran puisi di SMA