Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SOSIOLOGI SASTRANOVEL BEAT OF THE SECOND CHANCE KARYA ZACHIRA INDAH DAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Elysa Dwi Nuari; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.387 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi; dan (3) pembelajaran novel Beat of the Second Chance karya Zachira Indah.Sumber data penelitian ini adalah teks novel Beat of the Second Chance karya Zachira Indah. Objek penelitian yang menjadi sasaran dalam sebuah penelitian yaitu aspek-aspek sosiologi. Penelitian ini difokuskan pada unsur intrinsik dan aspek-aspek sosiologi, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Instrumen yang digunakan peneliti sebagai unsur pertama dibantu dengan alat tulis kertas pencatat data. Menganalisis data penulis menggunakan teknik content analysis (analisis isi) dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian terbukti bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Beat of the Second Chance karya Zachira Indah meliputi tema, yang terbagi menjadi dua macam meliputi tema mayor dan tema minor; tokoh dan penokohan, yaitu Nessa dan Galang tokoh utama dan beberapa tokoh lainnya yang mendukung cerita; latar meliputi latar tempat, waktu, dan suasana; alur maju; sudut pandang orang ketiga serba tahu; dan amanat yaitu kekayaan bukanlah jaminan kebahagiaan; (2) aspek sosiologi sastra dalam novel Beat of the Second Chance karya Zachira Indah meliputi (a) aspek kekerabatan yakni kekerabatan orang tua dan anak; (b) aspek cinta kasih yakni cinta kasih orang tua, cinta kasih sesama teman, dan cinta kasih lawan jenis; (c) aspek moral yakni pertengkaran antara ibu dan anak; (d)aspek perekonomian yakni Nessa anak orang kaya dan Galang kurang mampu; dan (e) aspek pendidikan yakni Nessa seorang dokter; (3) pembelajaran Novel Beat of the Second Chance karya Zachira Indah di SMA dilaksanakan dengan menggunakan metode Quantum Learning dengan langkah TANDUR.   Kata kunci: aspek sosiologi, unsur intrinsik, novel Beat of the Second Chance
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL CINTA TAK BERSYARAT KARYA YETTI A.KA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE KUANTUM DI SMA Dewi Retnosari; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.972 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsurintrinsik, (2) aspek sosiologi sastra, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Cinta Tak Bersyarat Karya Yetti A.KA dengan metode kuantum di SMA. Objek penelitian ini adalah aspek-aspek sosiologi sastra. Penelitian ini difokuskan pada unsur intrinsik dan aspek-aspek sosiologi sastra dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai instrument utama dibantu dengan alat tulis kartu pencatat data. Teknik analisis data digunakan teknik content analysis (analisis isi) dan teknik penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) unsur intrinsik dalam novel Cinta Tak Bersyarat Karya Yetti A.KA yang meliputi: (a) tema mayor seorang gadis tanpa kasih sayang yang cukup dalam hidupnya, tema minor: masalah kasih sayang, dan masalah cinta yang tidak terbalas, (b) tokoh utama Krisan, dan tokoh tambahan Ibu, Ibu Tanti, Mawar, Melati, Tante Offy, Obin, Om Windo, Floires, dan Anyelir, (c) alur: campuran, (d) latar terbagi menjadi tiga yaitu (1) Latar waktu: pagi hari, siang hari, malam hari ,bulan februari, hari minggu, dan hari senin (2) Latar tempat: kampong nelayan, halaman rumah, depan pintu, kebun bunga, bawah pohon akasia, kota laut, bawah pohon mahoni, dapur, sofa, kamar, benteng Marlborough, kamar mandi, kedai kopi, meja makan, dan gedung pameran, (3) Latar situasi: kecemasan, kesedihan, dan haru (e) sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan (f) amanat dapat yang dapat diambil salah satunya yaitu jalani hidup dengan kesabaran, karena cinta akan selalu tumbuh bagi yang memercayainya; (2) aspek-aspek sosiologi yang terdapat pada novel Cinta Tak Bersyarat Karya Yetti A.KA digolongkan menjadi empat, yaitu (a) kekerabatan, yakni kekerabatan orang tua dan anak,kekerabatan dengan sahabat, kekerabatan Krisan dengan Flo,(b) cinta kasih, yakni cinta kasih orang tua, cinta kasih kepada guru, dan cinta kasih lawan jenis, (c) moral, yakni kepergian Melati dengan laki-laki, (d) pendidikan yakni Krisan mengajar di sebuah sekolah, dan  (3) rencana pelaksanaan pembelajaran Novel Cinta Tak Bersyarat Karya Yetti A.KA dengan metode kuantum di SMA dilaksanakan dengan menggunakan metode Quantum Learning dengan langkah TANDUR, Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan.   Kata kunci:aspek sosiologi sastra, novel, rencanapelaksanaanpembelajaran
NILAI MORAL DALAM NOVEL BAIT-BAIT MULTAZAM KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS XII SMA Fitria Farrohmah; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.485 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Bait-Bait Multazam (BBM) Karya Abidah El Khalieqy, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan model discovery learning sastra dalam novel BBM di kelas XII SMA. Sumber data diperoleh dari novel BBM. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel BBM. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel BBM terdiri atas (a) tema: perjalanan dan usaha Henry mempelajari Islam sebagai pedoman hidupnya yang baru; (b) tokoh dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama: Hilya berwatak setia kawan dan rasa ingin tahu yang tinggi, tokoh tambahan: Henry, Nina, Ibu Henry, tante Henry, Martha, Edward, Jonathan, Bang Muhsin, Yusuf Buluthu; (c) alur campuran; (d) latar terdiri atas latar tempat: Arab Saudi, Kedai Albaik, pinggiran toko, masjid, Tanah Haram, sekretariat haji, Mall Sarep Sittin, hotel, lobi, Toko Baba Hamed, tepian laut merah, latar waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, setelah satu jam, beberapa menit kemudian, beberapa saat kemudian, pagi setengah siang, dan dua puluh delapan tahun silam, sedangkan latar sosial: adat pernikahan masyarakat Batak, adat Batak Kristiani, dan hukum bagi kaum perempuan di Saudi; (e) sudut pandang persona ketiga “Aku” serbatahu; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: beribadah, berdoa, muallaf, dan mengaji; (b) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: percaya diri, sabar, tekun, dan kesepian; (c) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: peduli, tolong menolong, memuji, kasih sayang; (d) hubungan manusia dengan alam sekitar: memuji keindahan panorama semesta dan buatan manusia; dan (3) Rencana pelaksanaa pembelajaran novel dengan materi nilai moral pada novel BBM di Kelas XII SMA  berfokus pada aspek membaca. Pembelajaran sastra novel C2K dilaksanakan satu minggu ada dua kali pertemuan dengan sekali pertemuan waktunya dua jam (2 x 45 menit) sesuai dengan silabus. Model  pembelajaran adalah discovery learning berbasis saintifik yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas. Kata kunci: nilai moral, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL RAHASIA BATIK BERDARAH KARYA LEIKHA HA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY DI KELAS XII SMA Asri Tobibah; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.382 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi sastra dan  (3)  rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Rahasia Batik Berdarah karya Leikha HA, objek penelitian menggunakan aspek sosiologi sastra dengan fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Instrumen penelitian adalah dengan bantuan kartu pencatat data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan penulis  untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa  (1) unsur intrinsik novel terdiri dari: (a) tema mayor: peristiwa pembunuhan sadis, dan tema minor: masalah pekerjaan, pembunuhan, percintaan, ilmu hitam, kecemburuan; (b) tokoh utama: tokoh protagonis adalah Fiska, seorang jurnalis berwatak cerdas dan pemberani. Tokoh antagonis adalah Bu Henidar mempunyai watak tega dan kejam, sedangkan tokoh tambahannya adalah: Pak Edi, Wid, Trinita Anggraini, Suwiryo Notoharjo/ Pak Wiryo, Pak Joko, Wagimin/ Diki, Bu Prapti, Rizal, Hendro, Rudi, Tomo, Mbak Surti; (c) alur maju; (d) latar tempat: Stasiun Tugu Yogyakarta, toko Batik Roro Jongggrang, kamar Fiska, latar waktu: pagi, siang, sore, malam, latar suasana: menakutkan, menegangkan, panik; (e) sudut pandang:orang ketiga serba tahu; (f) amanat: agar tidak iri hati, dengki, harus menerima dengan sabar ketika ada masalah, tidak bersekutu dengan dukun dan tidak bermain dengan ilmu hitam; (2) aspek sosiologi sastra novel Rahasia Batik Berdarah mencakup lima aspek yaitu: (a) cinta kasih: Ibu Prapti terhadap Nita, cinta Diki terhadap Nita, cinta Bu Henidar terhadap Pak Wiryo; (b) kekerabatan: antara Trinita Anggraini dan Ibu Prapti, antara Pak Wiryo dan Bu Henidar, Fiska dengan Wid; (c) ekonomi mencakup: Bu Prapti (miskin), Pak Wiryo (kaya), Diki (miskin); (d) moralitas: Bu Henidar memiliki moral kejam, Pak Joko mempunyai moral kejam, Pak Wiryo moral yang baik, ia mempunyai sifat baik terhadap semua orang, Rizal moral tidak baik, ia mempunyai sifat yang kejam; (e) politik mencakup: Bu Henidar menghubungi Pak Joko dan menyuruhnya membunuh Nita karena adanya motif cemburu, SN mengaku kepada polisi sebagai pembunuh karena SN melindungi pelaku utama; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Two Stay Two Stray yaitu dengan cara siswa bertamu ke kelompok lain dan saling bertukar ide. Kata kunci: aspek sosiologi sastra, novel, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS NILAI RELIGIUS NOVEL BAIT-BAIT MULTAZAM KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Eka Fatmawati; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.803 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik berupa tema dan fakta cerita, (2) nilai religius novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy di kelas XII SMA. Sumber data penelitian: novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy. Objek penelitian: nilai religius novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy. Fokus penelitian: unsur intrinsik tema dan fakta cerita, dan nilai religius. Teknik pengumpulan data: teknik pustaka. Instrumen penelitian: kartu nota pencatat data. Teknik analisis data: teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisismenggunakan metode informal.Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang berupa tema dan fakta ceritanovel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy meliputi: (a) tema, yakni tema mayor dan tema minor. Tema mayor: perjalanan menemukan Islam sebagai jalan hidup. Tema minor: mencari tahu misteri kehidupan seorang mualaf, kematian, kehilangan kasih sayang dan perhatian, kegelisahan tentang keyakinan beragama, mimpi aneh, dan keputusan untuk menganut agama Islam, (b) tokoh, meliputi tokoh utama: Hilya, dan tokoh tambahan: Henry, teman Hilya (Nina, Nita, Alien, Lina), Ibu Henry, Martha, Edward, Jonathan, Bang Muhsin, Bang Iqbal, Pak Agam, Haji Rambe, Ibu Rosna, dan Yusuf Bulutlu, (c) latar, meliputi latar tempat: Arab Saudi, Kedai Albaik, pinggiran pertokoan, Masjid, Tanah Haram, Sekretariat Mall di Sareq Sittin, hotel, lobi, Toko Baba Hamed, tepian laut merah, apotek, gereja, rumah, Masjid Baiturahim, seberang jalan, rumah dokter, Kedai Bang Muhsin, Ma’had Abu Ubaidah, bandara Suriah, kantin, terminal penerbangan domestik, Masjid Nabawi, latar waktu: malam hari, pagi hari, siang hari, sore hari, setelah satu jam, beberapa menit kemudian, beberapa saat kemudian, pagi setengah siang, dua puluh delapan tahun silam, dan latar sosial-budaya: adat pernikahan masyarakat Batak, adat Batak kristiani, hukum keselamatan bagi perempuan di Saudi, (d) alur: alur campuran; (2) nilai religius novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy digolongkan menjadi tiga, yakni akidah, akhlak, syariat.; (3) Rencana pembelajaran novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy di kelas XII SMA dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divions).Langkah-langkah pembelajaran: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru melakukan presentasi, pembagian kelompok, siswa melakukan kegiatan belajar secara kelompok, kuis (evaluasi), penghargaan prestasi kelompok.
ANALISIS MAJAS NOVEL CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Dini Indriyani; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.807 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis majas yang terdapat dalam novel Cinta di dalam Gelas karya Andrea Hirata; (2) skenario pembelajaran majas novel Cinta di dalam Gelas dengan pembelajaran menulis di kelas X SMA. metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis konten. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) majas yang digunakan dalam novel Cinta di dalam Gelas, yaitu (a) majas perbandingan yang meliputi majas simile 11%, metafora 5,5% , personifikasi 11%, antonomasia 4,1%, metonomia 4,1%, hiperbola 9,7%, eufemisme 1,3%, eponim 4,1%, sinekdoke (pars pro toto) 7%, alegori 4,1%, simbolik 5,5%, depersonifikasi 1,3%, kiasmus 1,3%, (b) majas penegasan yang meliputi majas anadiplosis 1,3%, anafora 2,7%, aliterasi 1,3%, epizeukis 4,1%, simplok 1,3%, alonim 4,1%, mesodiplosis 4,1%, (c) majas sindiran yang meliputi majas sarkasme 4,1%, sinisme 2,7% , dan (d) majas pertentangan yang meliputi majas oksimoron 1,3%, antitesis 1,3%, hipalase 2,7%; (2) skenario pembelajaran majas novel Cinta di dalam Gelas dilakukan dengan mengombinasikan tiga metode pembelajaran, yaitu: metode ceramah, metode problem solving, dan penugasan.Kata Kunci: majas, novel Cinta di dalam Gelas, skenario pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MEDIA AUDIO VISUALPADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH KUTOWINAGUN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Dwi Findy Faisal; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.33 KB)

Abstract

ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan media audio visual pada siswa kelas XI TKR A SMK Muhammadiyah Kutowinangun; (2) pengaruh media audio visual terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis teks eksposisi dengan media audio visual pada siswa kelas XI TKR A SMK Muhammadiyah Kutowinangun; dan (3) peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi dengan media audio visual pada siswa kelas XI TKR A SMK Muhammadiyah Kutowinangun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) penerapan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan media audio visual meliputi: guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, guru menayangkan video, siswa mencatat poin-poin penting pada video, siswa membuat kerangka karangan berdasarkan video yang disimak, siswa mengembangkan kerangka karangan menjadi teks eksposisi, dan guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan; (2) pengaruh media audio visual terhadap minat siswa sangat baik dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Hal ini terbukti dari rata-rata persentase minat siswa yang diperoleh pada tahap prasiklus sebesar 37,19%. Setelah diterapakan media audio visual, minat siswa meningkat menjadi 60,52% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 86,25% pada siklus II; (3) peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata siswa mencapai KKM (75). Pada tahap prasiklus nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 66,3, pada siklus I meningkat menjadi 74,3 dan meningkat lagi menjadi 80,9 pada siklus II. Dengan demikian, media audio visual dapat meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks eksposisi.Jadi, kemampuan menulis teks eksposisi siswa dari prasiklus sampai akhir siklus II mengalami peningkatan sebesar 14,6.   Kata kunci: kemampuan menulis teks eksposisi, media audio visual  
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL SANDIWARA BUMI KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Catur Abi Nugroho; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.007 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Samdiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy(2) nilai moral novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sandiwara Bumi karya Taufiqurrahman al-Azizy di kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai moral sastra novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy, dengan fokus penelitian pada nilai moral sastra meliputi hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan rencana pembelajarannya di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik pustaka, dan teknik simak catat, analisis data dilakukan dengan teknik content analisys. Analisis data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy  tema, yang terbagi menjadi dua macam meliputi (a) tema mayor yaitu perjuangan seorang ayah; (b) tema minor yaitu masalah bencana, masalah percintaan, dan masalah persahabatan (c) tokoh dan penokohan, tokoh utama, yaitu Hastadi, Baihaqi, Badrun tokoh tambahan: Mbah karyo, Lukman, Tini, Romlah, dll yang dapat mendukung cerita; alur meliputi tahapan penyituasian, kemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks dan penyelesaian; latar yang meliputi latar tempat, waktu, dan suasana; (2) nilai moral sastra dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy meliputi (a) aspek hubungan manusia dengan Tuhan; (b) aspek hubungan manusia dengan manusia; (c) aspek hubungan manusia dengan alam sekitar; (d) aspek hubungan manusia dengan diri sendiri; (3) rencana pembelajaran nilai moral sastra dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy di kelas XII SMA terdiri dari menyampaikan materi tentang unsur intrinsik novel dan nilai moral yang terdapat dalam karya sastra; membaca novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy, mengidentifikasi dan menganalisis unsur intrinsik dan nilai moral sastra dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy secara berkelompok; membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hasil diskusi setiap kelompok dengan kelompok lain; memberikan kesempatan peserta didik untuk melaporkan hasil pekerjaan, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Kata kunci: moral sastra, novel, dan rencana pembelajaran.
ANALISIS GENDER TOKOH UTAMA PEREMPUAN NOVEL CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Heny Susanti; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.004 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) bentuk-bentuk ketidakadilan gender tokoh utama perempuan meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, beban kerja, (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran novel Cinta di Dalam Gelas Karya Andrea Hirata di Kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel CDG Karya Andrea Hirata. Dalam pengumpulan data digunakan teknik studi pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi dan dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel CDG karya Andrea Hirata terdiri dari: a) tema mayor dan tema minor; b) alur menurut urutan peristiwa: tahap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, penyelesaian; c) tokoh: tokoh utama: Maryamah dan Ikal, tokoh tambahan: Selamot, Ania, Detektif M. Nur, Matarom, Giok Nio, Sersan Kepala, Syalimah, Ibu, Syahrifudin (Chip), Grand Master Ninochka Stronovsky; d) latar tempat: Belitong, warung kopi, toko Tanjung Pandan, Finlandia, rumah Maryamah, Bitun, aula gedung, kios ayam Giok Nio, kantor detektif, latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam, latar suasana: gembira, sedih, tegang, kasih sayang, keributan; e) sudut pandang:  orang ketiga; (2) bentuk-bentuk ketidakadilan gender pada tokoh utama perempuan novel CDG karya Andrea Hirata meliputi: a) marginalisasi: perempuan yang bekerja sebagai pendulang timah, perempuan tidak pantas bermain catur, perempuan pendulang timah adalah perempuan bodoh, b) subordinasi: lelaki lebih berhak atas perempuan, perempuan bermain catur adalah tanda dunia akan kiamat, catur adalah permainan lelaki, tidak ada perempuan yang melawan laki-laki, c) stereotip: perempuan diharamkan bertanding catur dengan laki-laki, kampung Melayu adalah kampung lelaki, perempuan yang bermain catur akan merontokkan wibawa pertandingan catur, syariat islam menolak perempuan bertanding catur melawan laki-laki, d) kekerasan: fisik: Maryamah sering mendapat perlakuan kasar, Maryamah diburu sejumlah laki-laki untuk diperkosa, non fisik: Maryamah menghadapi banyak cobaan dalam hidupnya, Maryamah trauma dengan papan catur, e) beban kerja: Maryamah menjadi tulang punggung keluarga menggantikan almarhum ayahnya, Maryamah bekerja sebagai pendulang timah, Maryamah selalu mengerjakan semua pekerjaan rumah; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel CDG karya Andrea Hirata di kelas XII SMA terdiri dari: a) guru menyampaikan materi pembelajaran, b) guru meminta siswa membentuk kelompok, c) guru menyuruh siswa menganalisis unsur intrinsik novel, d) siswa mempresentasikan hasil belajarnya, d) guru memberi tugas untuk mencari bentuk-bentuk ketidakadilan gender tokoh utama perempuan novel CDG karya Andrea Hirata, e) guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, f) guru merefleksi hasil belajar siswa.   Kata kunci: analisis gender, intrinsik, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran  
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ALIF LAM MIM SUTRADARA ANGGY UMBARA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS XI SMA Hamid Pamungkas; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.277 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara, (2) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode inkuiri di kelas XI SMA. Sumber penelitian ini film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara, objek penelitian ini tindak tutur direktif dalam dialog film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, studi pustaka dan teknik catat. Analisis data menggunakan analisis padan. Penyajian hasil menggunakan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasannya, disimpulkan bahwa (1) bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara meliputi permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, dan nasihat. Selanjutnya, bentuk tindak tutur direktif pemberian izin tidak ditemukan dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode Inkuiri. Kompetensi Dasar 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton. Adapun langkah-langkah rencana pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran tersebut, antara lain: (1) pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran, (2) pendidik menyampaikan materi tindak tutur direktif, (3) peserta didik berkelompok, (4) peserta didik berdiskusi dan menganalisis mengenai tindak tutur direktif dalam film Alif Lam Mim, (5) peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok, peserta didik menanggapi, dan pendidik bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran. Kata kunci: tindak tutur direktif, film, RPP, dan metode inkuiri