Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA TOKOH UTAMA NOVEL GELISAH CAMAR TERBANG KARYA GOL A GONG DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Indah Pertiwi; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.268 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) unsur intrinsik novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong, (2) psikologi kepribadian tokoh utama novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, baca, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan content analysis (analisis isi). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong; (2) psikologi kepribadian novel ini yaitu konflik batin yang dialami tokoh utama ketika bekerja menjadi seorang TKI, dari teori Sigmund Freud yang membahas id,ego, dan superego tokoh utama lebih menonjol pada superego, yaitu ketika tokoh utama membutuhkan biaya untuk kelangsungan hidupnya, ego memilih untuk bekerja dan hasilnya superego yang baik atau positif; dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel ini dengan menggunakan metode Two-Stay Two-Stray. Langkah-langkah dalam metode ini yaitu, guru membagi kelompok kemudian menjelaskan materi dan siswa diminta untuk mencari unsur intrinsik dan psikologi tokoh dalam novel, selanjutnya dua siswa dalam kelompok pergi ke kelompok lain untuk meminta informasi, dan dua siswa lain tinggal dalam kelompok untuk memberi informasi kepada kelompok lain. Terakhir setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasilnya.   Kata kunci: unsur intrinsik, psikologi sastra, novel gelisah camar terbang.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI DENGAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS XI SMK PURNAMA 2 GOMBONG TAHUN AJARAN 2016/2017 Intofiyah Intofiyah; Sukirno Sukirno; Khabib Sholeh
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.403 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsi: (1) penerapan pembelajaran menulis narasi dengan media gambar berseri pada siswa kelas XI B SMK Purnama 2 Gombong, (2) pengaruh pembelajaran menulis narasi dengan media  gambar berseri pada siswa kelas XI B SMK Purnama 2 Gombong, dan   (3) peningkatan keterampilan menulis  narasi dengan media gambar berseri dalam aspek isi artikel, organisasi artikel, bahasa artikel, dan mekanik tulisan pada siswa kelas XI SMK Purnama 2 Gombong tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis narasi. Dalam teknik analisis data, penulis menggunakan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Teknik penyajian hasil data yang digunakan adalah  analisis  informal. Berdasarkan  hasil analisis data,  dihasilkan   bahwa:  (1) Penerapan  pembelajaran  menulis  narasi dengan media gambar berseri, siswa;  (a)  mengamati gambar berseri yang telah dibagikan; (b) menuliskan pokok-pokok yang penting dalam gambar berseri menjadi narasi yang singkat, jelas dan padat. (c) menulis narasi sesuai dengan media gambar berseri (d) mempresentasi hasil pengamatan gambar berseri (2) Pengaruh media gambar berseri terhadap sikap dan motivasi siswa memberikan pengaruh positif. Terbukti dari presentase  pembelajaran  dan  pada prasiklus (73,33%), pada siklus I (86,67%) dan siklus II (96,67%). (3) Peningkatan keterampilan menulis narasi dengan media gambar berseri terlihat dari meningkatnya jumlah nilai rerata kelas. Pada pra siklus rata-rata kelas ialah sebesar 65,61,  siklus I sebesar 76,30,   siklus II sebesar  79,76.   Kata Kunci: menulis narasi, media gambar berseri.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL DALAM SUJUD, DIA MENYENTUHKU KARYA FAHRI F. FATHONI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE TANDUR DI KELAS XI SMA Leni Nurmaningtias; Sukirno Sukirno; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.846 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) nilai pendidikan karakter; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Dalam Sujud, Dia Menyentuhku karya Fahri F. Fathoni dengan metode tandur di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Dalam Sujud, Dia Menyentuhku karya Fahri F. Fathoni. Objek penelitiannya yakni nilai pendidikan karakter dengan fokus penelitian pada unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu pecatat data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel, yaitu (a) tema: perjuangan menjalani liku-liku kehidupan; (b) tokoh utama: Layla Qonita (jujur, peduli, dan tulus) dan tokoh tambahan: Musthofa (bertanggungjawab, ikhlas, dan selalu bersyukur); Niza (setia kawan dan pantang menyerah); Bu Fatimah (baik hati dan penyayang); Pak Timo dan Bu Farah (pembohong); Paman Handri (kejam dan perlakuannya kasar);  Mbok Ijah (peduli); Pak Kiai Sutomo (peduli dan tamak); Bu Nyai Fadilah (penyayang dan egois); Syaiful (tegar dan peduli); dan Azizah (tegar dan solidaritas tinggi); (c) alur berdasarkan urutan waktunya: maju (Progresif); berdasarkan jenisnya: maju; berdasarkan cara mengakhiri cerita: alur tertutup; berdasarkan kualitasnya: alur longgar; dan berdasarkan kuantitasnya: alur tunggal; (d) unsur latar: (1) latar tempat di gubuk, kamar, desa Nagasari dan Sekarsuli, Masjid Al-Fath, dan rumah Layla; (2) latar waktu malam hari, siang hari, pagi hari, dan sore hari; (3) latar sosial: mengajar mengaji dan kegiatan desa Nagasari dan Sekarsuli; (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (f) gaya bahasa yang pengarang gunakan, yakni personifikasi dan metafora; dan (g) amanat: janganlah memperalat anak sebagai alat pemuas kekuasaan, serta hiduplah dengan rasa syukur, ikhlas, dan sabar meskipun kehidupan kita penuh dengan cobaan; (2) nilai pendidikan karakter yang terdapat pada novel Dalam Sujud, Dia Menyentuhku, yaitu (a) religius; (b) jujur; (c) disiplin; (d) kerja keras; (e) mandiri; (f) demokratis; (g) rasa ingin tahu; (h) komunikatif; (i) cinta damai; (j) gemar membaca; (k) peduli sosial; dan (l) tanggung jawab; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran: (a) menyampaikan KD, indikator, materi, tujuan, dan langkah pembelajaran; (b) melaksanakan pembelajaran menggunakan metode tandur yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan; (c) merefleksi kembali hasil pembelajaran dengan tanya jawab dan menutup pembelajaran; (d) penilaian hasil pembelajaran: tes tulis (uraian) dan tes praktik-proyek. Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.
NILAI RELIGIUS NOVEL KANVAS KARYA BINTANG PURWANDA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Murtanita Wiji Prasetyani; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.099 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur dan kaidah teks novel Kanvas karya Bintang Purwanda; (2) unsur intrinsik  novel Kanvas karya Bintang Purwanda; (3) nilai religius novel Kanvas karya Bintang Purwanda; dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Kanvas karya Bintang Purwanda di kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah kartu pencatat data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur dan kaidah teks novel Kanvas karya Bintang Purwanda meliputi (a) abstrak: Qayyima bukan dari keluarga mapan finansial (b) orientasi: menceritakan watak tokoh Qayyima yang tunduk dengan syariat Allah (c) komplikasi: cobaan hidup (d) evaluasi: Qayyima berhasil menyelamatkan ayahnya (d) resolusi: Qayyima tidak lagi sendu dan jauh lebih tangguh (f) koda: hidup harus dijalani dengan kerja keras, doa, tawakal dan ikhlas; (2) unsur intrinsik novel Kanvas Karya Bintang Purwanda  meliputi (a) tema mayor: perjuangan hidup sedangkan tema minor: musibah, ekonomi, persahabatan, dan perubahan; (b)Tokoh utama: Qayyima Salimah, tokoh tambahan: Regina, Paman Akmal, Encik Ling, Pak Tedjo, Bang Wahid, Bu Ratna, Bu Lisa, Mpok Dijah, dan Pak RT; (c) alur yang digunakan adalah alur campuran, (d) latar tempat: depan kelas, sekolah, kolong  flyover Ciputat, kamar Regina, Rumah Qayyima. Latar waktu: pagi hari, sore hari, malam hari. Latar sosial: menengah bawah dan menengah atas; (e)  sudut pandang yang digunakan adalah persona ketiga mahatahu; (3) nilai religius sastra novel Kanvas Karya  Bintang Purwanda meliputi (a) nilai akidah:  iman kepada Allah, iman kepada kitab Allah, dan iman kepada takdir. (b) nilai akhlak: sabar, syukur, tolong-menolong, dan berbakti kepada orang tua. (c) nilai syariah: salat, wudu, menutup aurat, menuntut ilmu,doa, zikir, dan sedekah; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel di kelas XII SMA menggunakan model pembelajaran discovery learning.  Siswa melakukan kegiatan sebagai berikut; kegiatan pendahuluan; kegiatan inti yang meliputi mengamati, menanya, mengeksplorasi/ mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, mengomunikasikan; penutup.   Kata kunci: nilai religius, struktur dan kaidah teks novel, unsur intrinsik, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS NILAI RELIGIUS PADA NOVEL PESANTREN IMPIAN KARYA ASMA NADIA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS XI SMA Zaimatul Khasanah; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.861 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian; (2) nilai religius novel Pesantren Impian; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA dengan metode inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatis. Fokus penelitian ini ini adalah nilai religius dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia dan rencana pelaksanaan pembelajaran-nya di kelas XI SMA dengan metode inkuiri. Sumber data penelitian ini novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan  bahwa (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian, yaitu (a) tema minor: masalah cinta kasih, teka-teki, kematian. Tema mayor sebuah perjalanan hidup Gadis untuk menemukan titik balik dan bertaubat. (b) Tokoh utama Gadis, tokoh tambahan yaitu: Umar, Rini, Teuku Hasan, Butet,  Eni, Bagus, Kusno, Anton, Sinta, dan Santi, (c) alur campuran; (d) latar tempat: Tiara Hotel, Pulau Lhok Jeumpa di, Pesantren Impian, Pantai, Perkebunan karet, dan RS. Darmo, latar waktu: dini hari, pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari, latar  sosial: pandangan hidup Teungku Hasan dan kebiasaaan hidup perempuan Aceh untuk berkerudung, (e) sudut pandang orang ketiga ia, dan (f) amanatnya adalah bertaubatlah, jangan mengulangi lagi kesalahan-kesalahan masa lalu. Tidak ada kata telat, Allah selalu menerima taubat semua makhluknya jika benar-benar bertaubat. (2) Terdapat empat aspek nilai religius yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: salat fardu, salat jamaah, membaca Al quran, mengaji/menuntut ilmu, menutup aurat, bersyukur, jujur, berdoa, dan bertaubat, (b) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi pantang menyerahdan mengingatkan diri sendirinya, (c) hubungan manusia dengan manusia yaitu: saling menghormati, tolong menolong, silaturrahim, peduli sesama, menikah dan musyawarah, dan (d) hubungan manusia dengan lingkungan yakni memanfaatkan dan membangun fasilitas umum. (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel Pesantren Impian di kelas XI SMA diterapkan pada KD 3.11. Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dengan  metode inkuiri.   Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, dan rpp.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS HASIL WAWANCARA DENGAN METODE 5W+1H PADA SISWA KELAS VII MTs MA’ARIF NU 1 KROYA TAHUN AJARAN 2016/2017 Nita Ma’rifah; Sukirno Sukirno; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.116 KB)

Abstract

“Peningkatan Keterampilan Menulis Hasil Wawancara dengan Metode 5W+1H pada Siswa Kelas VII MTs Ma’arif NU Kroya Tahun Ajaran 2016/2017”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2017. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan metode 5W+1H dalam pembelajaran menulis hasil wawancara pada kelas VII di MTs Ma’arif NU 1 Kroya Tahun Ajaran 2016/2017; (2) mengetahui seberapa besar peningkatan keterampilan menulis hasil wawancara  yang diajarkan dengan metode 5W+1H pada siswa kelas VII di MTs Ma’arif NU 1 Kroya Tahun Ajaran 2016/2017; (3) mengetahui perubahan minat pada siswa kelas VII MTs Ma’arif NU 1 Kroya setelah mengikuti pembelajaran dengan metode 5W+1H. Jenis Penelitian Tidakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelasVII A MTs Ma’arif NU 1 Kroya. Objek penelitian ini kemampuan menulis wawancara dengan metode 5W+1H. Tempat penelitian di MTs Ma’arif NU 1 Kroya di kelas VII A. Waktu penelitian Maret-September 2016. Prosedur penelitian terdiri dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes dan nontes. Instrumen penelitian ini adalah tes dan nontes. Analisis data dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis disajikan dengan metode informal. Dari hasil penelitian didapatkan (1) Pembelajaran menulis wawancara dengan metode 5W+1H pada siswa kelas VII MTs Ma’arif  NU 1 Kroya dengan enam tahap yaitu (a) peneliti memberikan gambaran metode 5W+1H, (b) peneliti memberikan contoh menulis wawancara dengan metode 5W+1H, (c) siswa ditugasi menulis wawancara dengan teman atau kakak kelas di lingkungan sekolah, (d) peneliti mengawasi dan memotivasi siswa saat proses pembelajaran, (e) siswa mempresentasikan hasil menulis wawancara di kelas, (f) peneliti menilai hasil wawancara siswa;(2) Peningkatan keterampilan menulis wawancara dengan metode 5W+1H yaitu nilai rata-rata siswa dari prasiklus ke siklus I sebesar 11,74 poin. Siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 81,53 atau mengalami peningkatan sebesar 6,03 poin; (3) Perubahan minat siswa kelas VII MTs Ma’arif NU 1 Kroya setelah mengikuti pembelajaran dengan metode 5W+1H yaitu pada hasil observasi prasiklus perilaku siswa dalam hal keaktifan masih kurang terdapat 5 siswa atau 19,23%, pada siklus I sebesar 12 siswa atau 46,15%, dan pada siklus II sebesar 18 siswa atau 69,23%. Dari hasil observasi prasiklus sampai siklus II mengalami perubahan kearah positif atau lebih baik. Kata Kunci: menulis, wawancara, 5W+1H.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS BERITA MENGGUNAKAN MEDIA TAJUK RENCANA PADA SISWA KELAS VIII SMP PGRI BAGELEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Endang Susilowati; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.06 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi (1) penerapan pembelajaran menulis berita menggunakan media tajuk rencana pada siswa kelas VIII SMP PGRI Bagelen tahun pelajaran 2015/2016; (2) pengaruh penggunaan media tajuk rencana terhadap minat dan aktivitas siswa dalam menulis berita pada siswa kelas VIII SMP PGRI Bagelen tahun pelajaran 2015/2016; (3) peningkatan keterampilan menulis berita menggunakan media tajuk renacana pada siswa kelas VIII SMP PGRI Bagelen tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI Bagelen tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 32 siswa. Pelaksanaan pembelajaran menulis berita terdiri dari tiga tahap yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untukmengetahui hasil menulis berita, sedangkan teknik nontes digunakan untuk observasi, angket, dan dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dan kualitatif.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran menulis berita dengan media tajuk rencana dilakukan mulai dari siklus I, dan siklus II. Langkah-langkahpenerapan media tajuk rencana dalam penulisan berita antara lain: (1) siswa membaca tajuk rencana yang telah disiapkan guru; (2) guru memandu siswa untuk menuliskan pokok-pokok penting yang terdapat dalam tajuk rencana, yakni 5W + 1H; (3) siswa mengembangkan pokok-pokok penting menjadi teks berita yang singkat, padat, dan jelas. Pengaruh penggunaan media tajuk rencana terhadap minat dan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis berita terdapat perubahan positif (senang, bersemangat) terhadap perilaku siswa  dalam menulis berita dari siklus I dan siklus II. Skor rata-rata prasiklus sebelum dari tindakan adalah 61,86  mengalami peningkatan menjadi 71,09.pada siklus I, sedangkan siklus II memperoleh skor rata-rata 80,01.   Kata Kunci: keterampilan menulis, berita, dan media tajuk rencana.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK TERATAI (TERTUN, AMATI, RANGKAI) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 WATUMALANG KABUPATEN WONOSOBO Purwanti Purwanti; Sukirno Sukirno; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.56 KB)

Abstract

  Abstrak : 2017. “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik Teratai (terjun, amati, ramgkai) pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Watumalang Kabupaten Wonosobo”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menulis puisi dengan Teknik Teratai pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang, (2) peningkatan prestasi siswa dalam keterampilan menulis puisi dengan Teknik Teratai pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang, (3) perubahan perilaku siswa terhadap penerapan Teknik Teratai dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA N 1 Watumalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Shoimin dengan dua siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tes dan nontes. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data berupa soal tes, observasi, angket,  catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah teknik kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari data nontes. Teknik kuantitatif untuk mengumpulkan hasil tes menulis puisi yang dapat diambil secara deskriptif. Nilai rata-rata untuk penilaian menulis puisi yaitu 75. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini disimpulkan (1) Proses pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan Teknik Teratai untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa dilakukan dalam tiga siklus, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Langkah-langkah dalam pembelajaran menulis puisi dengan Teknik Teratai yaitu a. Guru mengajak siswa ke luar kelas untuk melihat langsung lingkungan sekolah, b. siswa mengamati lingkungan sekitar secara langsung, c. siswa merangkai kata-kata dengan pengalaman yang dilihat secara langsung, d. selanjutnya siswa menuangkan ide-idenya untuk ditulis menjadi puisi. Kemampuan menulis puisi dengan Teknik Teratai pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang Kabupaten Wonosobo Tahun Pelajaran 2016/2017 secara umum mengalami peningkatan. Pertama, rata-rata hasil tes kemampuan awal (prasiklus) hanya mencapai 65,09. Kedua, rata-rata hasil tes siklus I mencapai 71.76. Ketiga, rata-rata hasil tes siklus II mencapai 82,57. Perubahan perilaku siswa terhadap penerapan metode pembelajaran dengan Teknik Teratai dalam pembelajaran menulis puisi dapat diketahui dari hasil lembar kuesioner dan hasil observasi. Pada data lembar kuesioner dapat diketahui bahwa dari prasiklus, siklus I, siklus II mengalami peningkatan. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi meningkat prasiklus 10 siswa, siklus I 15 siswa dan siklus II 17 siswa.   Kata kunci: menulis, puisi, metode pembelajaran Teknik Teratai
PENDIDIKAN KARAKTER FILM RUDY HABIBIE SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Sukirno Sukirno; Ervi Nurhidayah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.051 KB) | DOI: 10.37729/btr.v5i9.5182

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur teks film Rudy Habibie; (2) nilai pendidikan karakter film Rudy Habibie; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa abstrak: perjuangan Rudy Habibie saat di Jerman untuk mengharumkan bangsa Indonesia; orientasi: tempat di Parepare, Gorontalo, Makassar, Bandung, dan Jerman, waktu saat pagi, siang, sore, dan malam, suasananya menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan; komplikasi: cerita dimulai dari Rudy kecil hingga Rudy bersekolah di Jerman; evaluasi: Rudy mendapat ancaman dari Panca; resolusi: masalah mulai reda ketika Rudy menelepon ibunya yang ada di Indonesia; koda: jadilah seperti mata air; (2) nilai pendidikan karakter dalam film Rudy Habibie terdiri dari (a) religius: taat beribadah; (b) jujur: mengatakan berdasarkan kenyataan; (c) toleransi: menghargai berbedaan agama, negara, pendapat; (d) disiplin: disiplin beribadah dan mengerjakan tugas; (e) kerja keras: kerja keras dalam belajar dan memajukan negara; (f) kreatif: berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan hal baru; (g) mandiri: menyelesaikan tugas secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain; (h) demokratis: bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain; (i) rasa ingin tahu: keingintahuan yang besar mengenai suatu hal yang belum dapat terpecahkan; (j) semangat kebangsaan: semangat untuk mengharumkan bangsanya; (k) cinta tanah air: rela meninggalkan kepentingan pribadi untuk negaranya; (l) menghargai prestasi: mengakui prestasi orang lain; (m) bersahabat/ komunikatif, meliputi: mudah bergaul; (n) cinta damai: tindakan yang menyebab­kan orang lain senang  dan aman atas kehadiran dirinya; (o) gemar membaca: kebiasaan membaca buku; (p) peduli lingkungan: tindakan yang menunjukkan peduli terhadap bangsa dan masyarakat; (q) peduli sosial: sikap peduli terhadap kondisi sekitar; (r) tanggung jawab: beribadah dengan tekun dan menyelesaikan tugas; (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya dilaksanakan di kelas XI SMA dengan materi nilai pendidikan film Rudy Habibie pada pembelajaran drama berdasarkan kurikulum 2013 dengan KD menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca adalah sebagai berikut: (a) kegiatan awal: guru mengucapkan salam, berdoa, memberi motivasi, dan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator; (b) kegiatan inti meliputi peserta didik menonton dan memahami film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan yang terkandung dalam film Rudy Habibie sutradara Hanung Bramantyo, kemudian mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Metode yang digunakan adalah diskusi, pemberian tugas, presentasi; (c) kegiatan akhir/penutup meliputi kegiatan refleksi dan pemberian tugas.
REKONSTRUKSI LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MEWUJUDKAN GURU PROFESIONAL*) Sukirno Sukirno
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.19 KB) | DOI: 10.37729/btr.v3i05.4728

Abstract

Abstrak: LPTK adalah perguruan tinggi yang diberi tugas oleh pemerintah un­tuk menye­leng­ga­ra­kan program pengadaan guru pada pendidikan anak usia dini jalur pen­di­dikan formal, pen­di­dikan dasar, dan pendidikan menengah, serta untuk menyelenggarakan dan mengem­bang­­­kan ilmu kependidikan dan nonkependidikan. Guru profesional menguasai empat kom­petensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompe­tensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kom­petensi profesional. Program LPTK bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar meng­u­­asai kompetensi dasar profesi guru, sehingga layak dan siap mengemban tugas sebagai guru yang profesional. LPTK berperan sebagai pencentak guru dan men­jadi institusi peningkatan kualitas guru profesional berdasarkan pemenuhan persyaratan yang terkait dengan peringkat akreditasi Badan Akredi­tasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). . Kata Kunci: lptk, guru profesional, peran lptk mewujudkan guru profesional