Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Dinamis

PEMBUATAN DAN ANALISA SIFAT MEKANIK KOMPOSIT DENGAN PENGUAT ABU ( FLY ASH ) CANGKANG SAWIT UNTUK BAHAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR Berto P. Simanjorang; Syahrul Abda; Ikhwansyah Isranuri; Bustami Syam; M. Sabri
DINAMIS Vol. 5 No. 1 (2017): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.735 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v5i1.7041

Abstract

Kampas rem sepeda motor merupakan salah satu elemen yang penting pada sepeda motor, dimana kampas rem ini sangat mempengaruhi sistem pengereman pada sepeda motor. Bahan komposit menjadi bahan alternatif dari limbah sawit yaitu abu cangkang sawit (fly ash). Pembuatan komposit bahan kampas rem ini dengan menggunakan metoda hand lay out yang terdiri dari abu cangkang sawit sebagai penguat (filler), di campur dengan resin BQTN-157 berfungsi sebagai matriks dan juga katalis Methyl Ethyl Ketone Peroksida berfungsi mempercepat proses pengerasan. Metode eksperimen di lakukan dengan pengujian mekanik yaitu, uji kekerasan, kelenturan dan keausan. Hasil uji kekerasan spesimen D1-4 komposisi 40% resin, 60% fly ash memiliki tingkat kekerasan yang tertinggi dengan nilai 138 HV. Hasil uji lentur spesimen C1-3 dengan komposisi 50% resin, 50% fly ash tegangan yang terbaik yaitu 65,37 N/mm2. Laju keausan terbaik spesimen D1-4, yaitu 0,89x10-5 gram/mm.detik, dengan komposisi 40% resin, 60% fly ash. Kesimpulan nya hasil pengujian kekerasan dengan laju keausan sepadan, dimana spesimen yang paling keras, laju keausannya paling rendah.
SIMULASI UJI FATIK PADA MATERIAL PADUAN ALUMINIUM DAN MAGNESIUM DENGAN VARIASI PEMBEBANAN Apriyan A. Saputra; Ikhwansyah Isranuri; Bustami Syam; Marragi M.; M. Sabri
DINAMIS Vol. 5 No. 3 (2017): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.495 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v5i3.7068

Abstract

Objek pengujian adalah paduan aluminium dan magnesium. Variasi persentase bahan adalah 96% aluminium dan 4% magnesium. Untuk mengetahui galat atau error perbandingan hasil uji sebenarnya dengan hasil uji simulasi. Pada proses simulasi pengujian fatik, dilakukan 3 variasi berat beban uji. Pada berat 11,94 kg menghasilkan tegangan 59,70 MPa, Pada berat 7,62 menghasilkan tegangan 53,74 MPa, Pada berat 5,97 menghasilkan tegangan 45,52 MPa. Dilakukan juga simulasi uji fatik dengan menggunakan program ansys 14.5 dan di ketahui : Pada beban 117,13 N didapatkan umur kelelahan minimum 47120 cycles, faktor keamanan 1,2949 cycles, tegangan alternating stress maksimum 8,945 MPa, Pada beban 74,7522 N didapatkan umur kelelahan minimum 82565 cycles, faktor keamanan 1,7128 cycles, tegangan alternating stress maksimum 2,074 MPa, Pada beban 58,5657 N didapatkan umur kelelahan minimum 135515 cycles, faktor keamanan 2,1106 cycles, tegangan alternating stress maksimum 0,00114 MPa.
PERILAKU MEKANIS DAN ANALISA TITIK BERAT STRUKTUR BADAN PESAWAT TANPA AWAK YANG DIBUAT DARI PADUAN ALUMINIUM-MAGNESIUM (96%-4%) Muhammad I. Tawakal; Ikhwansyah Isranuri; M. Sabri; Bustami Syam; Syahrul Abda; Marragi M.; Tugiman
DINAMIS Vol. 4 No. 3 (2016): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.907 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v4i3.7096

Abstract

Inovasi teknologi yang didapat adalah sebuah pesawat tanpa awak dengan material ringan, material yang dipilih adalah Aluminium (Al). Aluminium yang dipadukan dengan magnesium (Mg), memiliki karekteristik meredam getaran yang baik, ketahanan korosi yang baik, dan massa jenis yang ringan. Berdasarkan Review dari riset sebelumnya diperoleh data sebagai berikut; Impak ; 0,084 ????/????????2 , ???????????????????????? ; 7,05 Nm, Modulus elastisitas ; 197,9 MPa (Ifantri, 2011) perbandingan Al-Mg yang ideal untuk digunakan sebagai material badan pesawat tanpa awak adalah 96%-4%. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)Mengetahui tahapan proses pengecoran Al-Mg (96%-4%) (2)Melakukan pengujian uji tarik (tensile strength) untuk mendapatkan nilai modulus elastisitas dari paduan Aluminium-Magnesium (3)Mengetahui mikrostruktur dari paduan Aluminium-Magnesium (4)Menentukan titik berat pada badan pesawat tanpa awak menggunakan Software SolidWorks 2013. Desain pesawat tanpa awak yang akan dibuat akan memperbaharui desain sebelumnya, konsentrasi terletak pada pembuatan fuselage menentukan center of gravity. Pengujian dilakukan dengan membuat 6 spesimen untuk dua pengujian. Pengujian kekuatan tarik dilakukan dengan menggunakan Servopulse tensile tester dan untuk foto mikro menggunakan Reflected Metallurgical Microscope. Dari analisa data, maka diperoleh hasil pengujian tarik; ԑ????????????????−???????????????? : 3,383 %, ????????????????????−???????????????? : 43712 MPa. Hasil mikrostruktur memperlihatkan tingkat porositas yang rendah dengan 200x pembesaran.
SIMULASI PEMBEBANAN IMPAK PADA HELMET SEPEDA MATERIAL KOMPOSIT BUSA POLIMER DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Pradipta S. S.; Bustami Syam; M. Sabri; Tugiman; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda; Mahadi
DINAMIS Vol. 4 No. 3 (2016): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.17 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v4i3.7098

Abstract

Helmet adalah alat yang digunakan sebagai pengaman bagian vital manusia yaitu kepala dari benturan yang berbahaya. Desain helmet sepeda berbeda dari helmet sepeda motor karena kecepatan sepeda hanya sekitar 15 km/jam. Pada umumnya beban impak yang dialami pada helmet sepeda terjadi pada sisi samping dan belakang. Untuk mengetahui distribusi tegangan dan regangan perlu dilakukan simulasi dan verifikasi simulasi pengujian impak jatuh bebas dilakukan dengan eksperimental uji impak jatuh bebas. Penelitian ini melakukan simulasi pembebanan impak pada helmet sepeda. Helmet dimodel dengan menggunakan Solidwork 2013 dan disimulasi menggunakan software ANSYS 14.0 Workbench yang berbasis Finite Element Method (FEM) untuk dibandingkan dengan helmet yang diuji secara eksperimental. Pada penelitian ini, berhasil ditemukan bahwa dari hasil simulasi uji impak jatuh bebas sisi samping helmet pada ketinggian 1 m dan kecepatan 4429 mm/s diperoleh tegangan maksimum 1,405 Mpa dan tegangan pada sisi samping adalah 0,938 MPa, untuk sisi belakang dengan tinggi dan waktu yang sama diperoleh tegangan maksimum 0,905 Mpa sementara tegangan pada sisi belakang helmet adalag 0,603 MPa. Regangan maksimum yang diperoleh pada simulasi uji impak jatuh bebas sisi samping helmet adalah 0,04, untuk sisi belakang helmet diperoleh regangan maksimum 0,043. Dari pengujian impak jatuh bebas diperoleh tegangan sisi samping 1,029 MPa, dan untuk sisi belakang diperoleh 0,683 MPa. Dengan membandingkan tegangan hasil simulasi dan hasil eksperimental uji impak jatuh bebas sisi samping selisih 0,091 MPa atau 9,73%, sedangkan untuk sisi belakang diperoleh selisih 0,08 MPa atau 13,26%.
STUDI EKSPERIMENTAL DAN ANALISA RESPON MEKANIK HELMET SEPEDA DARI BAHAN KOMPOSIT BUSA POLIMER DIPERKUAT SERAT TKKS AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS Sukardi; Bustami Syam; M. Sabri; Tugiman; Syahrul Abda; Farida Ariani; Alfian Hamsi
DINAMIS Vol. 4 No. 3 (2016): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.734 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v4i3.7101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan tegangan, regangan danenergi impak yang mampu diserap oleh helmet sepeda dari bahan polimerik foam busa komposit. Pengujian impak jatuh bebas dilakukan dengan menggunakan alat uji jatuh bebas multiguna. Helmet yang diuji diletakkan pada tes rig yang dapat diatur ketinggian jatuhnya. Perhitungan waktu impak, maka pada alat uji dilengkapi dengan 8 buah sensor proximity jenis induktif. Helmet akan jatuh dan menabrak dudukan alas uji yang disebut dengan anvil. Gaya yang dihasilkan akan diukur dengan menggunakan alat sensor pengukuran beban yang disebut dengan load cell yang diletakkan di bawah anvil. Data akan dipindahkan dari load cell ke suatu sistem data akusisi yang berfungsi untuk merubah sinyal analog ke bentuk sinyal digital.Data akan disimpan pada PC sebagai gaya (N) dan waktu (t).Hasil uji impak dengan cara eksperimental untuk helmet bahan polimerik foam busa komposit diperkuat serat TKKS, uji impak pada sisi samping dengan ketinggian impaktor 1 m diperoleh besar gaya rata-rata 275,33 N. Dan Sisi belakang 239,33 N. dan besar tegangan rata-rata yang terjadi pada sisi samping adalah 1,029Mpa. Pada sisi belakang adalah 0,684 Mpa. Tegangan yang terjadi ini menyebabkan helmet sepeda pecah yang berarti telah mencapai dan melewati titik break point.
SIMULASI TEGANGAN PROPELLER Al-Mg YANG DIRANCANG UNTUK PROPELLER RENDAH BISING Yogi Adiansyah; Ikhwansyah Isranuri; Alfian Hamsi; M. Sabri; Bustami Syam Syam
DINAMIS Vol. 6 No. 3 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.353 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i3.7159

Abstract

Salah satu bagian dari pesawat UAV adalah propeller, dimana fungsi propeller ini adalah sebagai gaya dorong (trush) bagi sebuah pesawat. namun dalam sebuah propeller terdapat gaya dorong yang menyebabkan terjadi beberapa macam tegangan yang terjadi propeller Untuk mempermudah mendapatkan tegangan, regangan dan deformasi yang terjadi pada bilah propeller maka dilakukan simulasi aliran maupun static structural yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Kegunaan dilakukannya simulasi ini adalah untuk mendapatkan nilai tegangan, regangan dan deformasi yang terjadi pada setiap elemen propeller. Dalam hal ini setiap bagian pada propeller akan mendapatkan tegangan yang berbeda pada setiap titik. Dalam melakukan simulasi pada propeller peneliti menggunakan software ansys 15.0 yaitu fluent dan static structural dengan variasi kecepatan fluida sebesar 10 – 50 m/s. Propeller dibagi dalam 198827 meshing yang dilakukan di fluent, setelah hasil aliran didapat maka hasil tersebut menjadi input di uji static structural. Dari hasil uji static structural deformasi, tegangan dan regangan yang didapat pada kecepatan 10 m/s sebesar 2.9742x10- 7m, 1.2676 x 10-6dan51.46 Pa. pada kecepatan 20 m/s sebesar 1.0941 x 10-6 m, 4.6729 x 10-6 dan 19134 Pa. pada kecepatan 30 m/s sebesar 2.1874 x 10-6 m, 9.3428x10-6 dan 38322 Pa. pada kecepatan 40 m/s sebesar 3.5028x10-6,3.5028x10-6 dan 1.4962x10-5.Pada kecepatan 50 m/s sebesar 5.0521 x 10-6 m, 2.1581 x 10-5dan 89077 Pa. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa deformasi yang paling besar terjadi pada bilah propeller terletak pada bagian terluar propeller sedangkan regangan dan tegangan yang terjadi pada bilah propeller terletak pada bagian hub propeller.
DESAIN BENTUK DAN ANALISIS STRUKTUR BATAKO BAHAN KOMPOSIT BUSA BETON (CONCRETE FOAM) TERHADAP BEBAN IMPAK JATUH BEBAS MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH 14.5 Eky A. Pinem; Bustami Syam; M. Sabri; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.067 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7162

Abstract

Batako dikenal sebagai salah satu jenis produk yang sering digunakan dalam mendirikan sebuah bangunan yang terbuat dari campuran beberapa material. Jumlah material yang digunakan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari batako itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada simulasi bentuk profil batako dari material concrete foam yang diperkuat serat TKKS agar diperoleh bentuk yang sesuai dengan standart yang telah dipergunakan.Dari hasil simulasi didapat hasil tegangan maksimum secara berturut pada batako pejal dan batako berlubang adalah 0,14242 MPa dan 0,75011 MPa. Sehingga desain batako paling baik untuk material concrete foam yang diperkuat dengan serat tkks adalah batako pejal atau padat dengan tegangan maksimum sebesar 0,14242 MPa. Dengan membandingkan tegangan yang terjadi pada hasil simulasi dan hasil eksperimental uji impak jatuh bebas sisi bawah pada ketinggian 0,5 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,0035428 MPa dan hasil eksperimental 0,0036 MPa maka diperoleh selisih 0,000572 MPa atau berbeda 1,58%. Pada ketinggian 1 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,006684 dan hasil eksperimental 0,0058 MPa maka diperoleh selisih 0,0058 MPa atau berbeda 15,24%. Dan pada ketinggian 1,5 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,0084701 MPa dan hasil eksperimental 0,0076 MPa maka diperoleh selisih 0,0008701 MPa atau berbeda 11,44 %.
ANALISA RESPON MEKANIK GENTENG KOMPOSIT CONCRETE FOAM DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS Suwandy Winata; Bustami Syam; M. Sabri; Marragi M; Alfian Hamsi
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.999 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7181

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri kelapa sawit dewasa ini semakin pesat. Salah satu hasil industri kelapa sawit yang kerap menjadi limbah adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). TKKS ini dapat diolah menjadi serat yang akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai material engineering. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa mutu fisik dan respon mekanik yang diterima genteng komposit dan genteng komersil akibat beban impak jatuh bebas. Spesmen yang akan di uji berukuran 380 × 235 × 20 mm. kekuatan mekanik material diperoleh dengan cara melakukan pengujian yaitu menggunakan alat uji impak jatuh bebas. Dari hasil analisa mutu fisik, berat genteng dapat direduksi hingga 44,89% dan memiliki berat rata-rata 1,518 kg, rata-rata area porositas pada genteng komposit adalah 55,85%, dan hasil uji rembesan air tidak ditemukan adanya kerusakan struktur dan rembesan air, namun penyerapan air hingga 62%. Pada pengujian impak jatuh bebas diperoleh gaya impak yang diterima genteng komposit pada ketinggian 0,5 m dan 1 m adalah 106,0461 N dan 132,5331 N. Sedangkan pada genteng komersil dengan ketinggian yang sama diperoleh 150,2892 N dan 167,9472 N. Pola kerusakan yang terjadi pada genteng komposit adalah patah matriks namun belum mengalami kegagalan pada serat, sedangkan pada genteng komersil mengalami patah matriks dan terpisah menjadi beberapa bagian. Perbedaan pola kerusakan ini disebabkan karena genteng komposit memiliki struktur yang berbusa dan memiliki penguat serat yang meredam tegangan yang masuk pada specimen dan membuat sifat genteng menjadi kurang getas daripada genteng komersil.