Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Jamur Tiram di Kabupaten Probolinggo Novita Lidyana
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 7 No 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.915 KB)

Abstract

ABSTRAK Pertanian merupakan sektor penting bagi perekonomian di Indonesia. Jamur tiram merupakan salah satu tanaman yang menjadi komoditas bernilai tinggi. Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah penghasil jamur tiram. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik petani jamur tiram, tingkat pendapatan petani jamur, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jamur di Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Probolinggo secara purposive. Di Kabupaten Probolinggo, terdapat 60 KK yang membudidayakan jamur timur yang tersebar di beberapa kecamatan. Karakteristik pembudidaya jamur. Jenis kelamin responden adalah 92% laki-laki. Dan sisanya 8% adalah perempuan. Umur petani jamur banyak tersebar pada kelompok umur 35 - 44 tahun atau kelompok umur sedang. Dapat disimpulkan bahwa usia tersebut merupakan usia produktif yang memungkinkan seseorang bekerja semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Jika dilihat dari pendidikan formalnya, pendidikan petani jamur tiram adalah lulusan SMA. Namun, masih ada beberapa petani yang masih berstatus pelajar terbaik. Artinya pendidikan bisa meningkat. Mengingat tingkat pendidikan yang "sedang" memungkinkan petani untuk terus berinovasi dalam membudidayakan jamur tiram. Responden petani jamur tiram memproduksi rata-rata 3.253 kg dengan jumlah batang kayu yang dimiliki sebanyak 8.133 batang kayu. Jamur tiram dijual dengan harga rata-rata Rp 13.000 per kg, sehingga pendapatan rata-rata Rp 42.293.333 dalam sekali proses produksi (tiga bulan). Pendapatan dari total biaya dengan menggunakan rata-rata log adalah 8.133 dengan produksi rata-rata 3.523 kg Rp. 42.293.333. Untuk pendapatan biaya tunai sebesar Rp. 21.619.945 dari Rp. 25.095.216 seluruh biaya yang digunakan dalam usahatani jamur tiram di Kabupaten Probolinggo. Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,91. Artinya pendapatan usahatani jamur tiram (Y) dipengaruhi oleh variabel harga benih (X1), harga serbuk gergaji (X2), harga dedak (X3), harga hasil (X4), produksi (X5), sebesar 91% dan sisanya 9%. adalah faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan jamur yang tidak termasuk dalam persamaan. Kata kunci: karakteristik petani jamur tiram, pendapatan
Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Menumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kalangan HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo Yayuk Indah Wahyuning Tyas; Agung Yatiningrum; Novita Lidyana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i3.843

Abstract

Pengembangan nilai tambah suatu barang melalui kreativitas dan inovasi untuk menggerakkan ekonomi melalui penerapan ekonomi kreatif. Pemanfaatan sampah yang merupakan barang yang semula tidak memiliki manfaat, akan bernilai jika digunakan kembali dalam bentuk daur ulang yang memiliki nilai guna serta bermanfaat secara ekonomi. HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, merupakan sararan kegiatan penyuluhan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Pada kegiatan pengmas yang dilajukan oleh dosen Universitas Panca Marga probolinggo kepada kelompok HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, diikuti 15 orang peserta. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta kreatifitas dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan anggota HIMPAUDI  melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang disertai dengan sosialisasi, demonstrasi dan praktek langsung pembuatan kerajinan. Hasil dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan bekal kepada anggota HIMPAUDI untuk mampu memiliki keterampilan mengelola barang bekas menjadi barang bernilai ekonomi serta menumbuhkan ekonomi kreatif sehingga membantu mengurangi adanya sampah serta meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga Training on The Use of Used Goods to Grow Creative Economy Among "HIMPAUDI" Kanigaran District Probolinggo City Development of added value of an item through creativity and innovation to drive the economy through the application of the creative economy. The use of waste, which is an item that originally had no benefits, will be valuable if reused in the form of recycling which has use value and is economically beneficial. HIMPAUDI, Kanigaran District, Probolinggo City, is a series of extension activities to grow the creative economy. In the community service activity carried out by lecturers of Panca Marga University in Probolinggo to the HIMPAUDI group, Kanigaran District, Probolinggo City, 15 participants were attended. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills as well as creativity in fostering the entrepreneurial spirit of HIMPAUDI members through training on the use of used goods to grow the creative economy. The method used is training accompanied by socialization, demonstration and direct practice of craft making. The result of this training is to provide provisions for HIMPAUDI members to be able to have the skills to manage used goods into goods of economic value and grow the creative economy so as to help reduce waste and increase family economic income
Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Full Costing Pada Usaha Tani Jamur Tiram Arka di Kabupaten Probolinggo Novita Lidyana; Dyah Ayu Perwitasari; Novi Itsna Hidayati
AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi Vol 14 No 2 (2022): Akuntabilitas: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/akuntabilitas.v14i2.2372

Abstract

This research is a type of quantitative research conducted on the "Arka" oyster mushroom farming business in Probolinggo district, East Java. Sources of data used are simple financial records of farm owners as secondary data sources and interviews with informants conducted to owners of "arka" oyster mushroom farms. Because it still uses estimated figures in its determination. So that this can lead to less accurate results of the total production costs incurred so that it has an impact on the profits or profits generated. Researchers found that within 3 months of harvesting, the cost of production was determined at Rp. 7,0671.33/kg with harvested production of Rp. 3,523 kg.
Peningkatan Jiwa Entrepreneur Melalui Pelatihan Pemanfaatan POC (Pupuk Organik Cair) Air Cucian Beras Novita Lidyana; Ida Sugeng Suyani; Tedy Herlambang; Moch Suud; Mimik Umi Zuhroh; Dewi Anggun Oktaviani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.986

Abstract

Limbah air cucian beras yang dihasilkan sebuah keluarga dapat menghasilkan setidaknya 1 liter setiap harinya. Limbah air cucian air beras tersebut jika difermentasi, limbah tersebut memiliki kandungan bakteri serta unsur hara N, P, K serta Mg yang bermanfaat bagi tanaman. Ibu-ibu PKK Desa Bulang Kecamatan Gending merupakan ibu-ibu yang memang menyukai tanaman serta menaman tanaman di sekitar halaman rumah. Pengetahuan dan pemanfaatan penggunaan limbah cucian beras sangat minim. Untuk itu pada kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku air cucian beras. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh ibu-ibu PKK desa bulang Kecamatan Gending sejumlah 20 peserta. Pada pelaksanaanya dilakukan tiga sesi meliputi sesi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Pengabdian memberikan dampak adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK sebesar 70% dan keahlian juga meningkat sebesar 30 %. Increasing Entrepreneurial Spirit Through Training On The Use of Rice Washing Water POC  Waste rice washing water produced by a family can produce at least 1 liter every day. The waste water washing rice water if fermented, the waste contains bacteria and nutrients N, P, K and Mg which are beneficial to plants. PKK mothers in Bulang Village, Gending District, are mothers who really like plants and plant plants around the yard. Knowledge and utilization of the use of rice laundry waste is minimal. For this reason, in community service activities, socialization and training on making liquid organic fertilizer made from rice washing water are carried out. This community service activity was attended by PKK mothers in Bulang Village, Gending District, a total of 20 participants. In its implementation, three sessions were carried out including socialization sessions, training and mentoring. Service has an impact on increasing the knowledge of PKK mothers by 70% and expertise also increased by 30%.
Respon Jarak Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kale Nero Lacinato di Dataran Rendah Moch Su’ud Su’ud; Mimik Umi Zuhro; Novita Lidyana
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 1 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.905 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i1.1974

Abstract

This study aims to determine the response of plant spacing and concentration of liquid organic fertilizer on the growth and production of kale nero larinato (Brassica oleracea var. palmifolia) in the lowlands. This study used a split plot design consisting of two factors, namely: spacing with 3 levels and concentration of liquid organic fertilizer with 4 levels, and 3 replications. Parameters observed were plant height, number of leaves, root length, wet weight, and dry weight. The results showed that there was no significant effect on the two treatments of spacing and concentration of liquid organic fertilizer. The interaction of plant spacing treatment at a level of 20 x 25 cm and a concentration of liquid organic fertilizer at a level of 20 ml/l gave a significantly different effect on plant height at 48 DAP.
Pengaruh Quick Ratio, Net Profit Margin, dan Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Sektor Perdagangan Besar Mutimmah Rustianawati; Dyah Ayu Perwitasari; Novita Lidyana; Trivosa Aprilia Novadiani Haidiputri
PAKETHEMAT Vol 1 No 3 (2023): JUMAD: June 2023
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/jumad.v1i3.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Quick Ratio, Net Profit Margin, dan Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Perdagangan Besar di BEI. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan variabel bebas Quick Ratio, Net Profit Margin, dan Total Asset Turnover. Sedangkan variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pertumbuhan Laba. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor Perdagangan Jasa dan Investasi khususnya sektor Perdagangan Besar Barang Produksi. Pemilihan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel yang terpilih sebanyak 14 perusahaan. Metode analisis dalam penelitian ini terdiri dari, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, uji R2, uji t, dan uji dominan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial, Quick Ratio, dan Net Profit Margin berpengaruh positif signifikan terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Sektor Perdagangan Besar. Hasil R2 (koefisien determinasi) menunjukkan bahwa variabel Quick Ratio, Net Profit Margin, dan Total Asset Turnover mampu menjelaskan sebesar terhadap variabel Pertumbuhan laba, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Consumer Behavior on Purchasing of Fresh Oyster Mushrooms in Kraksaan Probolinggo Novita Lidyana; Dyah Ayu Perwitasari
KUNKUN: Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Medikun Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify characteristics and consumer behavior related to fresh oyster mushrooms at Semampir Market, Kabupaten Probolinggo. Conducted from June to August 2021, the study employs the Fishbein Analysis Model to analyze consumer attitudes based on beliefs about fresh oyster mushrooms. Semampir Market was chosen due to its status as a prominent hub for fresh oyster mushroom sales, attracting consumers in Kabupaten Probolinggo. Findings reveal that 92% of consumers are female, with the majority falling within the 35-44 age range. Educationally, most consumers have completed high school, though some are still students, indicating potential for educational enhancement. Consumer income analysis indicates that 50% fall within the 1.5 million – 3 million range, and 22% earn between 3 million – 5 million. Despite diverse income levels, consumers exhibit positive attitudes toward purchasing fresh oyster mushrooms at Semampir Market, with an overall score of 4.104, indicating a "good scale" perception. Furthermore, consumer behavior in buying fresh oyster mushrooms at Semampir Market is positive, scoring 279.06, demonstrating good consumer buying behavior. In summary, this research sheds light on the characteristics and positive consumer attitudes and behaviors towards fresh oyster mushrooms in Semampir Market, Kabupaten Probolinggo
Pemberdayaan Ibu-ibu PKK melalui Pelatihan Pembuatan Buket Snack sebagai Alternatif Peluang Usaha Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Novita Lidyana; Dewi Anggun Oktaviani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.834

Abstract

Pengabdian pada masyarakat dilakukan oleh dosen Universitas Panca Marga Probolinggo dan mahasiswa peserta KKN Desa Bulang yang dilaksanakan di Dusun Klompang Desa Bulang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang adalah ibu-ibu PKK. Kegiatan ini merupakan salah satu pelatihan kewirausahaan membuat buket snack sebagai salah satu alternative peluang usaha dimana nantinya dengan inovasi pembuatan buket snack ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat menggunakan Metode Penyuluhan dan Metode Pelatihan pada kegiatan awal dilakukan dengan metode penyuluhan dengan materi Kreativitas, Peluang Usaha, dan Cara Memulai Berwirausaha dan dilakunjutkan dengan pelatihan pembuatan buket snack. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan dalam hal ini adalah ibu-ibu PKK tentang cara membuat buket snack sebagai alternatif peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga Empowering PKK Mothers through Training on Making Snack Bouquets as An Alternative Business Opportunity to Increase Family Income Community service was carried out by lecturers of Panca Marga University of Probolinggo and students participating in the Bulang Village KKN which was held in Klompang Hamlet, Bulang Village, Gending District, Probolinggo Regency with a total of 10 participants being PKK mothers. This activity is one of the entrepreneurship trainings to make a bouquet of snacks as an alternative business opportunity where later with the innovation of making this snack bouquet can increase family income. The implementation method used in community service using the Counseling Method and Training Method in the initial activity was carried out by the counseling method with the material Creativity, Business Opportunities, and How to Start Entrepreneurship and was carried out with training on making snack bouquets. The results obtained from this community service activity, there was an increase in the knowledge of the trainees in this case pkk mothers about how to make a bouquet of snacks as an alternative business opportunity to increase family income  
PKM Pengembangan Ekosistem Petani Kopi melalui Kelompok Tani Desa Karangbayat dengan Penerapan Teknologi Mesin Electik Grinder Dyah Ayu Perwitasari; Novita Lidyana; Tri Prihatiningsih; Tedy Herlambang; Retno Sulistiyowati; Lukman Hakim; Novi Itsna Hidajati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1485

Abstract

Kegiatan PKM di Kelompok Tani Desa Karangbayat, Sumberbaru, Jember, menghadapi beberapa masalah. Pertama, kelompok tani hanya berperan sebagai kelas belajar, menyebabkan hambatan dalam aktivitas produksi. Kedua, petani kesulitan menjual hasil panen kopi dengan harga layak karena tergantung pada ijon/tengkulak. Ketiga, kurangnya variasi produk pertanian kopi karena mitra belum mampu mengembangkan olahan kopi berkualitas. Tujuan PKM: meningkatkan kelompok tani menjadi unit produksi, membeli hasil panen petani dengan harga pasar yang layak dan menghasilkan kopi berkualitas. Melalui penggunaan mesin Electric Grinder dan roaster, mitra berhasil mengembangkan kelompok tani dalam produksi serta memperoleh pengetahuan dalam pengolahan kopi. PKM Development of Coffee Farmer Ecosystem through Karangbayat Village Farmer Group with the Application of Electik Grinder Machine Technology PKM activities in the Karangbayat Village Farmers Group, Sumberbaru, Jember, are facing several problems. First, farmer groups only act as learning classes, causing obstacles in production activities. Second, farmers have difficulty selling their coffee harvest at a reasonable price because they depend on debt bondage/middlemen. Third, there is a lack of variety in coffee farming products because partners have not been able to develop quality coffee products. PKM's goal: to increase farmer groups into production units, buy farmers' harvests at fair market prices and produce quality coffee. Through the use of Electric Grinder and roaster machines, partners have succeeded in developing farmer groups in production and gaining knowledge in coffee processing