Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pembelajaran Tematik Berbasis Permainan Tradisional Aceh Untuk Menanamkan Karater Siswa Di Sekolah Dasar Ronald Fransyaigu; Bunga Mulyahati
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran tematik menjadi sangat penting ketika kita berbicara tentang kurikulum yang berlaku sekarang, dimana muatan pembelajaran tematik menjadi hal yang wajib dilaksanakan di semua jenjang pendidikan di sekolah dasar. Nilai-nilai budi pekerti dan moral peserta didik yang ditanamankan dalam pembelajaran tematik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi. Tujuan artikel ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang teori pendidikan karakter yang terkandung dalam permainan tradisional Aceh dalm pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Data-data yang dikaji dalam artikel ini merupakan konseptual berdasarkan penelusuran pustaka yang telah dilakukan. Hasil yang ingin dicapai berlandaskan pada gagasan pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal berpijak pada keyakinan bahwa setiap strategi dan teknik tertentu dikembangkan untuk menjalankan kehidupan sesuai konteksnya. Provinsi Aceh memiliki permainan tradisional yang kaya nilai, dapat menstimulasi tumbuh kembang anak, sebagai sarana edukasi anak dan menanamkan karakter.
PENGUASAAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Ronald Fransyaigu; Bunga Mulyahati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 2, No 1 (2018): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.228 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v2i1.16482

Abstract

Pendekatan saintifik/ilmiah merupakan proses pembelajaran yang menggunakan proses berpikir ilmiah. Pendekatan ilmiah dapat dijadikan sebagai jembatan untuk perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik. Para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan peserta didik lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong peserta didik untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan secara lebih jelas  dan mengetahui secara lebih mendalam mengenai  profil kemampuan guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik, sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan pembinaan guru sekolah dasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran.Penelitian ini menggunakan metode survey untuk mendapatkan data dari Sekolah Dasar se-Kota Langsa yang alamiah (bukan buatan) tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan pengumpulan data dengan cara mengedarkan kuesioner dan wawancara terstruktur. Penerapan metode statistik untuk mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data serta tenik menganalisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif dengan tidak bermaksud membuat generalisasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di dua SD ini sudah menunjukkan pemahaman yang baik tentang pendekatan saintifik. Pada proses pembelajaran langkah mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, sampai mengkomunikasikan sudah muncul dalam proses pembelajaran meskipun tidak secara berurutan.
DEVELOPMENT OF GARDEN LAND AS AN EFFORT FOR CULTIVATION OF FRUIT PLANTS IN POTS FOR PKK CADRES Rita Syntia; Ary Kiswanto Kenedi; Asnawi; Bunga Mulyahati
Global Science Society Vol 4 No 1 (2022): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v4i1.4688

Abstract

This PKM is motivated by the inadequate empowerment of PKK cadres in Aceh Tamiang Regency in utilizing the coral environment in their respective villages and the lack of maximum knowledge of cadres in cultivating potential plants through the tabulakar and tabulampot systems. The purpose of this PKM is to train PKK cadres in Aceh Tamiang Regency to maximize the potential of the yard in rural areas by using the tabulampot system so as to increase community welfare with a creative economic system. The method of implementing this PKM activity is to use the method of applying science and technology which is carried out with a system of training and mentoring for tabulampot activities. The results of PKM that have been achieved are increasing the knowledge and skills of PKK cadres in Aceh Tamiang Regency in cultivating potential plants through the system and tabulampot.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR “E-KOMIK” DI SEKOLAH DASAR Asnawi Asnawi; Bunga Mulyahati; Ronald Fransyaigu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12255

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan wawasan serta meningkatkan profesionalisme guru di Kota Langsa dalam membuat bahan ajar yang menarik dan interaktif bagi siswa, terutama dalam membuat komik digital. Secara umum, kesulitan yang dialami oleh para guru dalam membuat komik digital adalah bagaimana membuat desain komiks ecara mudah dan menarik. Pada saartini di Kota Langsa guru-guru pada umumnya kesulitan menerapkan pendekatan, strategi, teknik, dan model pembelajaran serta mengembangkan media pembelajaran dan bahan ajar, khususnya dalam materi pendidikan politik. Kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar/dikte masih sangat rendah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Pertama, guru tidak memahami cara membuat dan mengembangkan bahan ajar. Kedua, masih kurangnya pelatihan pembuatan/pengembangan bahan ajar/dikte oleh instansi terkait. Ketiga, manfaat menjadi penulis tidak diketahui sebagai profesi alternatif selain sebagai tenaga pengajar oleh guru. Solusi masalah mitra antara lain a) Membuat pelatihan bagi guru SD untuk melakukan pengembangan bahan ajar berbasis digital dengan membuat E-Comics untuk siswa SD. b) Memberikan pendampingan kepada guru SD untuk melakukan pengembangan bahan ajar berbasis digital dengan membuat E-Comics untuk siswa SD. c) Pembuatan e-comic dalam mengoptimalkan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar.
GERAKAN BENGKEL LITERASI MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-POPUP BAGI GURU SEKOLAH DASAR Ronald Fransyaigu; Bunga Mulyahati; Asnawi Asnawi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12256

Abstract

Bengkel literasi merupakan strategi pengembangan keterampilan literasi yang menekankan pengoptimalan keterampilan literasi yang telah dimiliki siswa. Bengkel literasi dibangun atas dua aktivitas utama yakni membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa baik tulis maupun lisan bertujuan agar siswa dapat berkomunikasi secara efektif, mengekspresikan diri dengan cara yang dapat dipahami oleh orang lain. Menurut hasil dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan kepada guru- guru dan pihak terkait di SD kota Langsa, anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar di Kota Langsa menunjukkan angka literasi yang sangat rendah. Keadaan tersebut disinyalir diakibatkan oleh kondisi sekolah dan sarana prasarana yang ada di sekolah tersebut tidak mendukung budaya literasi. Salah satunya adalah terbatasnya media pembelajaran yang menarik untuk mendukung program literasi berjalan sebagaimana mestinya. Solusi yang direncanakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1) Membuat pelatihan kepada guru SD untuk melaksanakan startegi bengkel literasi bagi siswa SD. 2) Memberikan pelatihan kepada guru SD untuk melaksanakan pengembangan media pembelajaran E- Pop Up bagi siswa SD. 3) Membuat E- Pop Up dalam mengoptimalkan literasi baca tulis anak. Media Pembelajaran yang dimaksud berupa Pop Up Book untuk guru SD. Hasil kegiatan ini adalah sebagian besar guru belum pernah mendapatkan pelatihan media pembelajaran Pop Up Book. Para guru memberikan respon yang positif terhadap kegiatan yang dilakukan. Kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran berupa E-PopUp meningkat. Dengan adanya pop up book guru dapat memberikan konsep real berupa gambar 3D kepada siswa di tingkat dasar. Selain itu, literasi dasar terutama pada keterampilan membaca siswa SD juga meningkat.
Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Lokal Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dini Ramadhani; Rapita Aprilia; Dini Fitria; Bunga Mulyahati; Inge Ayudia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10125

Abstract

Kurikulum merdeka menjadi jawaban dari tantangan pendidikan karakter saat ini dengan melalui Profil Pelajar Pancasila. Implementasi Kurikulum Merdeka, masih banyak ditemukan tantangan dan kendala di lapangan.  Sebagaimana yang ditemukan di SD Negeri Sungai Pauh Kota Langsa, masih banyaknya guru-guru belum mampu mengembangkan modul ajar yang diperolehnya dari Platform Merdeka Mengajar. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan masih banyak guru yang belum mampu mengakses PMM. Setelah ditelaah, modul ajar yang digunakan guru sama sekali tidak relevan dengan karakteristik daerah satuan pendidikan atau sekolah yang berada di daerah pesisir. Padahal di sana memiliki potensi sumber daya alam keanekaragaman hayati yang berpotensi strategis untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran berbasis project bagi peserta didik dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter pada penguatan profil pelajar Pancasila. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal sebagai penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah pesisir Kota Langsa. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus-September, dengan peserta sebanyak 22 orang guru di SD Negeri Sungai Pauh Kota Langsa. Metode pelatihan adalah dengan pemberian bimbingan teknologi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah para guru telah mampu menggunakan Platform Merdeka belajar, memiliki wawasan tentang keanekaragaman hayati lokal, dan mampu menghasilkan modul ajar berbasis keanekaragaman hayati pesisir Kota Langsa. Simpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kegiatan penguatan profil pelajar Pancasila.The independent curriculum answers the current challenges of character education through the Pancasila Student Profile. Implementation of the Independent Curriculum, there are still many challenges and obstacles in the field. As was found at Sungai Pauh Public Elementary School, Langsa City, many teachers still have not been able to develop the teaching modules they obtained from the Merdeka Mengajar Platform. Even more worrying is that many teachers still cannot access PMM. After reviewing it, I found that teachers' teaching modules are completely irrelevant to the regional characteristics of educational units or schools located in coastal areas. There is the potential for biodiversity natural resources to be utilized as a project-based learning resource for students in internalizing character values to strengthen the Pancasila student profile. This service activity aims to increase teachers' abilities to utilize local biodiversity to strengthen the profile of Pancasila students in coastal schools in Langsa City. The activity was carried out in August-September, with 22 teachers participating at Sungai Pauh Public Elementary School, Langsa City. The training method is by providing technology guidance, training, and mentoring. The results of this service activity are that the teachers can use the Merdeka Belajara Platform, gain insight into local biodiversity, and produce teaching modules based on coastal biodiversity in Langsa City. This activity implies that teachers have the knowledge and skills to develop activities to strengthen the profile of Pancasila students from both intracurricular and co-curricular activities. This activity concludes that there is an increase in knowledge and skills in developing activities to strengthen the profile of Pancasila students.
"Crochet Plastic": Inovasi dalam Mengurangi Limbah Plastik Rumah Tangga Melalui Pemberdayaan Kelompok PKK Ary Kiswanto Kenedi; Juliati Juliati; Zukya Rona Islami; Bunga Mulyahati; Inge Ayudia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10121

Abstract

Plastik merupakan sampah non organik yang memiliki banyak manfaat terutama dalam kehidupan sehari-hari, banyaknya plastik yang digunakan oleh masyarakat dan dibuang begitu saja setelah dipakai maka akan menyebabkan timbulnya sampah dan limbah plastik. Desa Batee Puteh merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Langsa Lama di Kota Langsa. Banyaknya jumlah penduduk mengakibatkan munculnya persoalan mengenai penanggulangan limbah plastic. Selama ini masyarakat menanggulangi limbah plastik tersebut dengan cara dibakar dan tidak sedikit pula yang membuangnya ke aliran sungai yang akan berdampak banjir. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah pengolahan limbah plastik menjadi barang yang berdaya guna serta mitra memiliki keterampilan merajut. Tim pengabdian kepada masyarakat menjadikan desa tersebut sebagai tempat untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi warga sekitar, khususnya ibu-ibu PKK Desa Bate Puteh. Kegiatan yang kami tawarkan kepada warga Desa Bate Puteh adalah membuat crochet Plastic. Waktu pelaksanaan pada tanggal 23 -24 Agustus 2023 dengan jumal peserta sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan dan pendamping kepada ibu-ibu PKK Desa Bate Puteh. Crochet adalah mengaitkan benang, tali, kawat, pita ataupun kain sehingga terbentuk model-model tertentu. Alat utama yang diperlukan adalah jarum pengait (hakpen). Hasil rajutan berupa tas dipadukan dengan aksesoris tambahan seperti kancing dan manik-manik. Membuat crochet plastic sangat cocok untuk diterapkan kepada ibu-ibu PKK, yang dapat dilakukan di waktu senggang sebagai pekerjaan paruh waktu dan mereka dapat mengembangkan keterampilan yang sangat berguna bagi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai.Plastic is a non-organic waste with many benefits, especially in everyday life; the amount of plastic used by the community and thrown away after use will cause plastic waste and waste. Bate Puteh Village is one of the villages in the Langsa Lama Sub-district in Langsa City. A large number of residents resulted in problems regarding the handling of plastic waste; so far, the community has handled the plastic waste by burning it, and not a few threw it into the river, which will impact flooding. The community service activity aims to process plastic waste into useful items, and partners have knitting skills. The community service team made the village a place to produce useful products for residents, especially the PKK women of Bate Puteh Village. The activity we offer to the residents of Bate Puteh Village is making plastic crochets. The implementation time was August 23-24, 2023, with 20 participants. The implementation method is to train and mentor PKK women in Bate Puteh Village. Crochet is hooking yarn, rope, wire, ribbon, or cloth to form certain models. The main tool needed is a hook needle (hakpen). Knitted results in a bag combined with additional accessories such as buttons and beads. Making crochet plastic is especially suitable for PKK mothers, which can be done in their spare time as a part-time job and where they can develop skills that are very useful for themselves and their loved ones. 
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Berorientasi STEM Pada Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Khairiza Sativa; Bunga Mulyahati; Muhammad Febri Rafli
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, validitas, praktikalitas, dan efektivitas keterampilan membaca pemahaman siswa. Adapun permasalahan yang didapati kurangnya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian dari penelitian pengembangan media pembelajaran komik digital adalah guru dan 21 siswa kelas IV SDN 13 Langsa, Ahli Materi, Ahli Bahasa, Ahli Media dan Ahli Soal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) Pengembangan media komik digital meliputi lima tahap yaitu tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. (2) Tingkat kevalidan media pembelajaran komik digital berorientasi STEM mendapatkan hasil 91,6%, dengan kategori “Sangat Valid” (3) Penilaian kepraktisan mendapatkan hasil persentase sebesar 94,48% dengan kategori skala “Sangat Praktis”. (4) Penilaian efektivitas dengan Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,68 termasuk dalam kategori sedang, dengan efektivitas sebesar 67,86% yang menunjukkan bahwa media tergolong cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Dari hasil yang didapati, media komik digital berorientasi STEM dinyatakan valid, layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan membaca pemahaman bagi siswa sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Pada Materi Dongeng Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar Maya Urva; Bunga Mulyahati; Ronald Fransyaigu
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2133

Abstract

This research examines the creation, validation, practicality, and effectiveness digital comic media designed to improve reading skills in second-grade students. Employing the ADDIE-based Research and Development (R&D) approach, the study involved one teacher, 23 students from SD Negeri Suka Jadi, and experts in materials, language, media, and assessment. Data were obtained through observations, interviews, questionnaires, and tests, and analyzed qualitatively. The development process involved five consecutive stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results demonstrate that. (1) validity achieved 90.18% (“very valid”), (2) practicality reached 85.33% (“very practical”), and (3) effectiveness testing showed a significant improvement (p < 0.05) Between the pretest and posttest, the average N-Gain was 0.5529 (moderate), indicating that the media is valid, practical, and moderately effective in improving reading proficiency.