Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Umur dan Tingkat Pendidikan Terhadap Keluhan Kesehatan: Kebiasaan Merokok sebagai Variabel Moderating Ammar, Zul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur dan tingkat pendidikan terhadap keluhan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan kebiasaan merokok sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan berasal dari SUSENAS 2017 dengan sampel sebanyak 1.132.749 individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keluhan kesehatan, di mana semakin tua umur seseorang, semakin tinggi risiko keluhan kesehatannya. Sebaliknya, tingkat pendidikan memiliki pengaruh negatif dan signifikan, menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki keluhan kesehatan yang lebih rendah. Analisis moderasi menunjukkan bahwa kebiasaan merokok tidak mampu memoderasi pengaruh umur terhadap keluhan kesehatan, tetapi mampu memoderasi pengaruh tingkat pendidikan, di mana kebiasaan merokok meningkatkan risiko keluhan kesehatan meskipun tingkat pendidikan individu tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya kebijakan kesehatan yang mencakup peningkatan akses pendidikan, pengendalian kebiasaan merokok, dan layanan kesehatan berbasis usia.
Exploring the Relationship Between Education Levels and Non-Food Consumption in Indonesia Ammar, Zul
Journal of Economics, Management, Accounting and Computer Applications Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jemaca.v1i2.12

Abstract

This study examines the effect of education level on non-food consumption in Indonesia using quantitative analysis with secondary data from the March 2017 National Socioeconomic Survey (SUSENAS). The sample consists of 686,274 individuals aged 19 years and older, with variables including education level (independent variable) and non-food consumption expenditure (dependent variable). Simple linear regression analysis was employed, with data processed using STATA 17.  The results indicate that education level has a positive and significant effect on non-food consumption, as shown by the regression equation Y=322,493.7+800,907.8X+e. The regression coefficient of 800,907.8 implies that a one-level increase in education results in an 800,907.8-rupiah increase in non-food consumption. The p-value of <0.05 confirms the statistical significance of this relationship. However, the coefficient of determination (R²) of 0.0846 (8.46%) suggests that education explains only a small proportion of the variation in non-food consumption, with other factors, such as income, lifestyle, and demographics, likely playing a more dominant role. This study highlights the critical role of education in shaping consumption patterns and suggests policy implications, including improving access to quality education and addressing broader socioeconomic factors to enhance household welfare. Future research should incorporate additional variables and temporal dimensions to provide a more comprehensive understanding of the determinants of non-food consumption.
PELATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA PENGELOLAAN BUMDES DI DESA PULAU PADANG KECAMATAN SINGINGI KABUPATENKUANTAN SINGINGI M Irwan; Diskhamarzaweny Diskhamarzaweny; Zul Ammar; Dessy Kumala Dewi; Rina Andriani; Yul Emri Yulis; Yeni Sapridawati
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1935

Abstract

Minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terutama perangkat desa dan pengurus BUMDes tentang pengelolaan BUMDes yang efektif dan efisien, merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh banyak BUMDes di Kabupaten Kuantan Singingi, salah satunya adalah Desa Pulau Padang. Hal ini disebabkan karena kurang optimalnyasosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap masyarakat. Oleh sebab itu,kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema Pelatihan KeterampilanManajemen dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Pengelolaan BUMDes, dilaksanakan bukanhanya untuk memenuhi salah satu elemen Catur Dharma Perguruan Tinggi saja. Namun, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan mengingat tingginya permintaanmasyarakat terutama perangkat desa dan pengurus BUMDes untuk memberikan pelatihanguna meningkatkan keterampilan manajemen dalam pengelolaan BUMDes. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi Tim Pengabdian Program Studi Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial UNIKS untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Pulau Padang Kecamatan Singingi.Metode pelaksanaan Pengabdian yang dilakukan adalah dengan melakukan pra survey ke lokasi BUMDes untuk mengamati kendala dan hambatan Pengurus BUMDes dalam mengelola BUMDes. Metode berikutnya adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan secara langsung kepada masyarakat terkait keterampilan teknis dalam pengelolaan BUMDes.Hasil kegiatan ini antara lain :Peserta pengabdian diberikan penjelasan mengenai UU dan PeraturanPemerintah yang terbaru terkait desa dan BUMDes, serta perananBUMDes bagi kesejahteraan perekonomian mayarakat.Peserta pengabdian juga diberikan penjelasan dan pemahaman mengenaipemanfaatan dana desa dalam mendukung pengembangan usahaekonomi desa.Selanjutnya,Peserta pengabdian diberikan penjelasan dan pemahaman mengenaiketerampilan manajemen yang perlu dimiliki agar dapat melaksanakanpengelolaan BUMDes dengan efektif dan efisien.