Andi Susilawaty
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Lingkungan Fisik dengan Keberadaan Jentik Aedes sp. di Kelurahan Balleanging Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep Andi Miftahul Jannah; Andi Susilawaty; Muhammad Fais Satrianegara; Muh. Saleh
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 2 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.408 KB)

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Haemoragic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit DBD banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, merupakan penyakit berbasis lingkungan yang menjadi salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik yaitu suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya dengan keberadaan jentik Aedes sp. di wilayah Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan variabel suhu udara (p value 0,901) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp. sedangkan variabel kelembapan udara (p value 0,001) dan intensitas cahaya (p value 0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pihak puskesmas serta pemerintah setempat agar secara berkala memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya mengendalikan perkembangbiakan jentik nyamuk di setiap rumah, yaitu dengan mengadakan kegiatan pemeriksaan jentik. Disarankan pula kepada masyarakat agar secara rutin menjaga kondisi lingkungan rumah, dalam hal ini membuat ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara baik sehingga tidak menjadi tempat potensial perkembangbiakan nyamuk, demi mencegah penularan DBD.
Aedes Sp. Larvae Density Related to DHF Incidence in Tamalate District of Makassar City Nurrahmi Paizah; Andi Susilawaty; Surahmawati Surahmawati; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 3 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.193 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is transmitted by the Aedes sp. In 2019 there were 138,127 cases with 919 deaths. One of the factors that influence the increase or decrease in the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the population of Aedes aegypti mosquito larvae. The purpose of this study was to measure the density of Aedes sp. related to the incidence of DHF in Tamalate District, Makassar City. This research is a descriptive type of research, with a visual survey method. The research sample is the number of cases in 2017 which is as many as 20 samples with the inclusion criteria of mosquito flight distance to meet the number of 100 samples. The results of the study of 100 houses inspected in Tamalate District there were 28 houses that were positive for larvae, thus obtaining a House Index (HI) value of 28%, and included in the medium density category, from 524 containers inspected in Tamalate District there were 44 positive containers. larvae were found, thus obtaining a Container Index (CI) value of 8.3%, included in the medium density category, there were 44 positive larval container containers from 100 houses inspected in Tamalate District, thus obtaining a Breteau Index (BI) value of 44% and included in the category medium density level, for the Density Figure category the House Index (HI) value of 28 so that the results of Density Figure (DF) 4 are included in the Density Figure (DF) category of medium density, the result of Container Index (CI) 8.3 so that the results of Density Figure ( DF) 3 is included in the Density Figure (DF) category of medium density, and the results of the Breteau Index (BI) 44 so that m get the results Density Figure (DF) 5 is included in the Density Figure (DF) category of medium density. Researchers suggest to the public to carry out PSN activities continuously with the 3M Plus method.
Personal Hygiene Traders in the Central Market during the 2021 Covid-19 Pandemic Hajrah Abdullah; Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 3 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.462 KB)

Abstract

Personal hygiene is very important for traders to pay attention to in order to minimize contact and the possibility of transmission of the Covid-19 virus. This study aims to determine the personal hygiene of traders during the COVID-19 pandemic in 2021. The type of research used is a quantitative research with a descriptive approach. The population in this study were all traders in the Bulukumba Central Market with a total sample of 88 traders. The sampling technique used is random sampling technique. The results of this study indicate that the knowledge of traders about personal hygiene during the Covid-19 pandemic is in the good category, namely 97.7%, the attitude of all traders in the good category is 100%, the actions of traders in the good category are 85.2%. The results of this study also show that personal hygienewith good category as many as 52 respondents (59.1%).  It is expected that traders will still have to comply with every government regulation in preventing Covid-19 by using masks, keeping a distance or social/physical distancing, applying cough etiquette, always washing hands using soap and running water, diligently cleaning or spraying disinfectants on frequently touched objects. , consuming nutritious food, and also the importance of accessing reliable sources of information about personal hygiene during the Covid-19 pandemic that is good and correct.
Penilaian Risiko Sanitasi Lingkungan di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu; Syahrul Basri; Ultry Maisari; Munawir Amansyah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.213 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6872

Abstract

Penilaian risiko sanitasi lingkungan atau yang juga dikenal dengan Environmental Health Risk Assessment (EHRA) adalah studi untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku-perilaku yang berisiko pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran analisis risiko sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik. Responden dalam penelitian ini sebanyak 65 ruman yang diambil dengan simple random sampling. Data diolah dengan menggunakan SPSS 17.0 dan disajikan dalam bentuk tabel sederhana atau tabel frekuensi untuk analisis univariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahaya-bahaya sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo meliputi bahaya terkait kepemilikan tempat sampah (58,5%) dan air limbah domestik (37,4%). Adapun beberapa perilaku tidak sehat yang memberikan peluang keterpaparan bahaya, yaitu perilaku tidak Cuci Tangan Pakai Sabun (47,7%), Buang Air Besar Sembarangan (29,2%), tidak memilah sampah (83,1%), serta perilaku tidak melakukan penanganan sampah (84,6%).  Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat risiko sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo menunjukkan bahwa RW 1 berada pada kategori Risiko sangat tinggi dengan nilai indeks risiko 191, RW 2 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko 124, RW 3 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko125 dan untuk RW 4 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko 135. Beberapa faktor yang menjadi penyebab risiko sangat tinggi di RW 1 adalah penduduk yang menyimpang dari perilaku hidup sehat, tingkat pendidikan, kurangnya kepemilikan tempat sampah, kepemilikan SPAL dan kepemilikan jamban, serta tingginya tingkat kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan. Dalam hal ini, diperlukan risk communication agar masyarakat mengetahui dan memahami besaran risiko sanitasi lingkungan tempat tinggalnya, sehingga ada upaya pencegahan dalam bentuk peningkatan cakupan rumah tangga dan individu berperilaku bersih dan sehat