Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Pengelolaan Sampah Terhadap Penurunan Volume Sampah di Lingkungan Balleanging Kabupaten Bulukumba Syarfaini Syarfaini; Munawir Amansyah; Khairunnisa Khairunnisa
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 1 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.264 KB)

Abstract

Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia. Perilaku dan kebiasaan masyarakat atau individu untuk mengelola sampah belum mengarah kepada perilaku yang positif seperti membuang sampah pada tempatnya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengelolaan sampah terhadap penurunan volume sampah di Lingkungan Balleanging Kabupaten Bulukumba. Metode: kuantitatif, desain: Quasi-Eksperiment (eksperimen semu). Sampel sebanyak 30 responden, metode penarikan sampel: teknik purposive sampling. Hasil: Tingkat pemilahan dan pewadahan sampah responden sebelum pelatihan dalam kategori kurang dan setelah pelatihan dalam kategori baik. Rata-rata volume sampah rumah tangga setelah pelatihan lebih kecil dari rata-rata volume sampah sebelum pelatihan. Pemberian pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga berpengaruh terhadap penurunan volume sampah di Lingkungan Balleanging Kabupaten Bulukumba dengan nilai p=0,000. Diharapkan agar pemerintah setempat menyediakan kontainer sampah dan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi maupun pelatihan pengelolaan sampah serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengelolaan sampah agar masyarakat dapat lebih meningkatkan partisipasinya dalam mengelola sampah. Kata Kunci : Pelatihan, Pengelolaan Sampah, Volume Sampah, Pemilahan, Pewadahan
Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Insektisida Hayati Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Muhammad Saleh; Andi Susilawaty; Syarfaini Syarfaini; Musdalifah Musdalifah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 1 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.234 KB)

Abstract

Insektisida hayati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan terbukti berpotensi untuk mengendalikan vektor, baik untuk pemberantasan larva maupun nyamuk dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai insektisida hayati terhadap nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui estimasi nilai Lethal Concentration (LC50) dari ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah nyamuk betina Aedes aegypti umur 2-5 hari sebanyak 300 ekor yang dibagi ke dalam empat barrel uji yang masing-masing berisi 25 ekor nyamuk dengan perlakuan (0%, 15%, 30% dan 60%) serta ulangan sebanyak 3 kali dengan waktu pajanan selama 20 menit. Perhitungan total kematian nyamuk dilakukan pada jam ke-24 setelah perlakuan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa persentase rata-rata kematian nyamuk  pada konsentrasi 15% yaitu sebesar 25%, konsentrasi 30% yaitu sebesar 45%, dan konsentrasi 60% yaitu sebesar 62%. Hasil uji anova diperoleh bahwa p-value = 0,004 (p = <0,05) sehingga dapat dinyatakan ada perbedaan yang signifikan pada jumlah nyamuk yang mati antar kelompok konsentrasi yang dibandingkan. Dan hasil uji probit diperoleh bahwa estimasi nilai Lethal Concentration (LC50) pada ektrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yaitu pada konsentrasi 40,087%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) efektif sebagai insektisida hayati terhadap nyamuk Aedes aegypti. Diharapkan pada penelitian selanjutnya untuk menemukan formulasi insektisida dari ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang lebih aplikatif sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis di masyarakat. Kata Kunci : Kulit Buah Jeruk Nipis, Insektisida Hayati, Nyamuk Aedes aegypti
Gambaran Konsentrasi Karbon Monoksida Dalam Darah (COHb) pada Mekanik General Repair Servis dan Suku Cadang Dealer Otomotif Makassar Syamsuryana Basri; Fatmawaty Mallapiang; Irviani Anwar Ibrahim; Syarfaini Syarfaini; Hasbi Ibrahim; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.735 KB)

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu komponen pencemar udara yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor yang berdampak menurunkan kualitas dan kenyamanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsentrasi karbon monoksida dalam darah mekanik general repair service dan suku cadang di PT. Hadji Kalla menurut umur, masa kerja, lama kerja, dan kebiasaan merokok. Jenis penelitian ini adalah field research kuantitatif dengan analisa laboratorium dalam darah Mekanik General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar dan menjadikan semua populasi sebagai sampel dengan jumlah populasi 23 orang. Responden dalam penelitian ini adalah mekanik bagian General Repair Service & Suku Cadang PT. Hadji Kalla Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanik yang memiliki konsentrasi Karbon Monoksida tidak memenuhi syarat yaitu pada umur 23-26 yaitu 4.21% sampai 8.97%. Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat, lama kerja mekanik yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat yaitu 8 jam kerja dibandingkan dengan bekerja selama 7 jam per hari dan kebiasaan merokok juga memdukung tingginya kadar CO dalam darah. Kesimpulan dari penelitian ini dari aspek kelompok umur tertinggi yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah tidak memenuhi syarat adalah kelompok umur 23- 26 tahun, Mekanik yang memiliki masa kerja baru lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan masa kerja yang lama, mekanik yang perokok lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan dengan yang bukan perokok sedangkan Mekanik yang bekerja 8 jam per hari lebih banyak yang memiliki konsentrasi karbon monoksida dalam darah yang tidak memenuhi syarat dibandingkan yang bekerja 7 jam per hari.Kata Kunci : COHb, Karbon Monoksida, Pekerja
Studi Penilaian Risiko Keselamatan Kerja di Bagian Boiler PT Indonesia Power UPJP Bali Sub Unit PLTU Barru Nur Hasnah; Hasbi Ibrahim; Syarfaini Syarfaini
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.601 KB)

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia yang memanfaatkan energi panas dari uap (steam) untuk memutar sudu turbin sehingga dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik melalui generator. Salah satu bagian terpenting dari sistem pembangkit listrik tenaga uap di Barru dan memiliki risiko tinggi mengalami ledakan dan kebakaran adalah boiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penilaian risiko keselamatan kerja yang ada di PT Indonesia Power UPJP Bali Sub Unit PLTU Barru khususnya di bagian boiler. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif observasional, dimana proses identifikasi risiko bahaya menggunakan worksheet HAZOPS untuk mengidentifikasi bahaya pada mesin di boiler dan JSA untuk mengidentifikasi tahapan pekerjaan di boiler. Proses analisis risiko menggunakan metode semi kuantitatif berdasarkan AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menunjukkan nilai risiko keselamatan kerja pada mesin di boiler yang didapat dari worksheet HAZOPS tertinggi dengan risk rating yaitu very high adalah pertama risiko temperatur lebih pada kompenen cyclone, kedua risiko temperatur lebih pada kompenen superheater. Nilai risiko keselamatan kerja pada tahapan pekerjaan pemeliharaan di boiler yang didapat dari worksheet JSA tertinggi dengan risk rating adalah kebocoran pada safety valve pada aktifitas pengetesan safety valve. Saran pada penelitian ini adalah mengkomunikasikan kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi PLTU terkait kebijakan K3, menerapkan secara menyeluruh tentang Standart operational procedure atau SOP Keselamatan kerja, menerapkan secara menyeluruh tentang cara mengidentfikasi bahaya di tempat kerja dengan menggunakan JSA, pengawasan lebih terhadap peralatan atau mesin yang sering mengalami kerusakan/penyimpangan dan pengawasan lebih terhadap sistem pengaman pada boiler, dengan mengawasi jadwal pemeliharaannya agar sistem pengaman boiler bekerja secara baik sesuai dengan fungsinya. Kata Kunci : Boiler, JSA,HAZOP, Penilaian risiko, AS/NZS 4360:2004
The Effect Of Concentration Of Liquid Acid Solution And Length Of Damaging On The Lowering Of Leading Metals (Pb) In Meat Shells ( Anadara granosa) In The Coastal Area Of Makassar City Alim Syam; Andi Susilawaty; Syarfaini Syarfaini; Munawir Amansyah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.349 KB)

Abstract

Shellfish is one of the marine biota that is often consumed by humans. The content of lead heavy metals in Anadara granosa shellfish found in the coastal area of Makassar city is already above the threshold value. Consuming seafood such as shellfish containing heavy metals has a negative effect on humans. One effort that can be done to minimize the content of heavy metals in the body of the shell is by soaking in a solution of lime asama ( Citrus autrantifolia ). Lime acid solution is used because it contains organic compounds that have the ability as chelators (metal binders). The purpose of this study was to see the effect of lime acid solution and soaking time on the reduction of lead levels in the meat of the shellfish. This study uses a Quasi Laboratory Experimental method with a Pre and Post Test with Control Group Design research design . In this study variations in the concentration of lime acid solution used were 50%, 75%, 100% concentration, and 0% concentration as a control. While the variation of soaking time used is 15 minutes, 30 minutes and 60 minutes. The results showed that the treatment dose of 0% of lime acid solution showed a decrease in the levels of lead (Pb) the lowest, namely at the time of treatment for soaking for 60 minutes as much as 0.0467 mg / kg . Whereas the treatment dose of 100 % and soaking time for 60 minutes showed the most effective treatment in reducing lead levels in shellfish meat, which was 1,1600 mg / kg. Keywords: Anadara granosa , Pb  , Citrus autrantifolia 
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR KOLESTROL PADA APARATUR SIPIL NEGARA Syarfaini Syarfaini; Irviani Anwar Ibrahim; Yuliana Yunliana
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v13i1.14156

Abstract

High level of cholesterol in blood circulation has become a serious problem because it can cause various health problems including non-communicable diseases such as heart diseases, stroke, and mellitus. This research investigates the correlation between the eating patterns and physical activity with their cholesterol level of the civil servants at Local Education Authority of Makassar. It uses quantitative method, cross sectional study research approach, and analytical survey as the research design to examine the issue. The samples consist of 36 civil servants who are selected using purposive sampling technique from a population of 103 civil servants of the Local Education Authority of Makassar. The research data consist of primary and secondary sources. The data about samples’ cholesterol status are obtained through cholesterol level test by utilising Easy Touch and FFQ forms as well as physical activity Recall. Drawing on the results of cross tabulation analysis of chi square test, this research concludes that there is a significant correlation between the eating patterns and the cholesterol level of the civil servants of the Local Education Authority of Makassar (p =0.030). However, the results of analysis show no significant correlation between the physical activity and the cholesterol level of the civil servants of the Local Education Authority of Makassar (p =0.830). This, this research recommends that the civil servants with high cholesterol level to do treatments for reducing their cholesterol level.
Identifikasi Kandungan Zat Gizi Pada Jus Tempe dan Modifikasinya Sebagai Alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pada Balita Fadillah Fadillah; Syarfaini Syarfaini; Muhammad Rusmin
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 6, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.171 KB) | DOI: 10.24252/as.v6i2.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi pada jus tempe dan modifikasinya sebagai alternatif PMT pada balita. Jenis penelitian ini adalah Pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yaitu one-shot case study design. Lokasi penelitian ini di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dan Universitas Negeri Makassar. Objek dalam penelitian ini yaitu tempe, pisang dan pepaya yang kemudian dijadikan jus dengan formula, jus tempe yaitu tempe 50 gr, gula 5 gr, dan air 90 ml. Formula pada jus tempe pisang yaitu tempe 30 gr, pisang 15 gr, gula 5 gr, dan air 90 ml. Sedangkan formula pada jus tempe pepaya yaitu tempe 30 gr, pepaya 15 gr, gula 5 gr, dan air 90 ml. Alat yang digunakan dalam  membuat sampel yaitu blender, pisau, talenan, panci, saringan panci, sendok, dan piring. Adapun bahan yang digunakan yaitu masing-masing buah yang menjadi sampel (pepaya dan pisang), tempe, gula, dan air. Parameter pengamatan yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin C dan Fe, dan juga dilakukan uji organoleptik.Hasil penelitian menunjukkan kandungan gizi pada jus tempe sebesar: karbohidrat 8,9%, protein 8,8%, lemak 3,06 mg/gr, vitamin C 7,57 mg/gr dan Fe 1,52 mg/gr. Pada jus tempe pisang yaitu karbohidrat 9,9%, protein 4,7%, lemak 2,5%, vitamin C 9,4 mg/gr, dan Fe 0,83 mg/gr. Sedangkan pada jus tempe pepaya karbohidrat 6,7%, protein 4,4%, lemak 3,7%, vitamin C 9,6 mg/gr, dan Fe 1,6 mg/gr. Pada uji organoleptik jus tempe dan modifikasinya, jus dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada jus tempe pisang (76,25%), kemudian jus tempe pepaya (71,25%), dan jus tempe (68,75%).Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi terhadap balita, disarankan kepada orangtua agar memberikan makanan dengan nilai gizi yang tepat. Seperti pada jus tempe dan jus tempe pisang yang kaya akan zat gizi makro sebaiknya diberikan kepada balita yang mengalami gizi kurang dan KEP. Sedangkan pada jus tempe pepaya yang kaya akan zat gizi mikro seperti vitamin C dan Fe yang sangat baik untuk membantu absorbsi zat gizi makro dan baik untuk penderita Anemia Gizi Besi.
Analisis Kandungan Formalin Pada Tahu di Pasar Tradisional Kota Makassar Tahun 2014 Syarfaini Syarfaini; Muhammad Rusmin
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.15 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i1.1972

Abstract

Formalin adalah bahan pengawet yang sangat berbahaya apabila ditambahkan dalam makanan, tertera jelas dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/MenKes/PER/X/1999. Salah satu makanan yang sering ditambahkan formalin adalah tahu karena daya simpannya yang relatif singkat. Dalam Islam dikenal dengan istilah makanan halalan thayyiban, sebagaimana dalam Q.S. Al Baqarah/2:168. Makanan halalan yaitu makanan yang tidak diharamkan dan tidak menyalahi hukum syari`at Islam. Makanan thayyiban yaitu dari sudut pemenuhan kebutuhan gizi, pengolahan makanan dan bahan campuran yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kandungan formalin pada tahu di pasar tradisional kota makassar tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Sampel penelitian ini adalah tahu. Lokasi pengambilan sampel yaitu di 8 pasar yang tersebar di beberapa kecamatan di kota Makassar. 8 pasar tersebut adalah pasar Baru di kecamatan Ujung Pandang, pasar Cidu di kecamatan Wajo, pasar Daya di kecamatan Biringkanaya, pasar Maricaya di kecamatan Makassar, pasar Pa’baeng-baeng di kecamatan Tamalate, pasar Pannampu di kecamatan Tallo, pasar Terong di kecamatan Bontoala, dan pasar Todoppuli (Panakkukang) di kecamatan Panakkukang. Pengujian kandungan formalin pada tahu dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Hasil penelitian kandungan formalin pada tahu di 8 pasar tradisional kota Makassar adalah dari 15 tahu (100%) ada 5 tahu dengan persentase sebesar 33.3% tidak aman dikonsumsi karena mengandung formalin yaitu di P.B1 (pasar Pa’baeng-baeng 1), P.P1 (pasar Pannampu 1), P.BR (pasar Baru), P.TD (pasar Todoppuli), P.C (pasar Cidu) dan ada 10 tahu dengan persentase sebesar 66.7% aman dikonsumsi karena tidak mengandung formalin yaitu di P.B2 (pasar Pa’baeng-baeng 2), P.B3 (pasar Pa’baeng-baeng 3), P.T1 (pasar Terong 1), P.T2 (pasar Terong 2), P.T3 (pasar Terong 3), P.D1 (pasar Daya 1), P.D2 (pasar Daya 2), P.P2 (pasar Pannampu 2), P.M1 (pasar Maricaya 1), dan P.M2 (pasar Maricaya 2). Implikasi penelitian ini adalah: Diharapkan dapat dijadikan bahan referensi oleh konsumen dalam memilih tahu yang yang dijual di pasar-pasar tradisional kota Makassar untuk dikonsumsi dan diperlukan penemuan bahan alami pengganti formalin yang murah, efektif, dan efisien.
Pengaruh Pemberian Otak-Otak Rumput Laut (Eucheuma Spinosum) Subtitusi Ikan Kembung Banyar Terhadap Status Gizi Pada Siswa Gizi Kurang Di MIS DDI Ainus Syamsi Kecamatan Mariso Kota Makassar 2015 Syarfaini Syarfaini; Nildawati Nildawati; Kasmiati Kasmiati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.694 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.1989

Abstract

Otak-otak rumput laut (Eucheuma Spinosum) subtitusi ikan kembung banyar adalah perpaduan rumput laut (Eucheuma spinosum) dan ikan kembung banyar yang dibuat menjadi produk otak-otak yang diperuntukkan sebagai makanan tambahan untuk siswa gizi kurang. Status gizi merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian otak-otak rumput laut (Eucheuma Spinosum) subtitusi ikan kembung banyar terhadap status gizi pada siswa gizi kurang di MIS DDI Ainus Syamsi Kecamatan Mariso Kota Makassar 2015. Metode: jenis penelitian kuantitatif Lapangan, desain analitik melalui pendekatan eksperimen semu. Responden sebanyak 34 siswa gizi kurang dimana 17 orang sebagai kasus dan 17 orang sebagai kontrol, tekhnik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil : Ada pengaruh status gizi pada kelompok kasus sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,007). Tidak ada pengaruh status gizi pada kelompok kontrol sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,582). Ada perbedaan rata-rata asupan energi sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kelompok kasus p value=0,005) maupun pada kelompok kontrol (p value=0,017). Ada perbedaan rata-rata asupan protein sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kelompok kasus (p value=0,001) maupun pada kelompok kontrol (p value=0,012). Ada perbedaan rata-rata berat badan kelompok kasus sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,002), tidak ada perbedaan rata-rata berat badan kelompok kontrol sebelum dan setelah dilakukan intervensi (p value=0,422). 
Pengaruh Pemberian Otak-Otak Ikan Kembung Jantan (Rastrelliger kanagurta) Substitusi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Terhadap Ibu Hamil KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar Tahun 2015 Syarfaini Syarfaini; Sitti Raodhah; Sukarni Sukarni
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.188 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2016

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana seseorang menderita ketidak seimbangan asupan gizi yang berlangsung menahun. Seseorang dikatakan menderita risiko kurang energi kronik bilamana LILA (Lingkar Lengan Atas) < 23,5 cm (Muliawati, Siti, 2012). Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap LILA, perubahan asupan energi dan asupan protein, serta berat badan  pada ibu hamil kurang energi kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain non randomized pre- post control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Sampelnya adalah sebanyak 30 ibu hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum selama 30 hari meningkatkan  rata- rata lingkar lengan atas, berat badan, asupan energi dan asupan protein. Terdapat pengaruh pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum terhadap lingkar lengan atas ibu hamil KEK, yang di tandai dengan rata-rata lingkar lengan atas >23,5 cm. Diharapkan agar kegiatan pemberian otak-otak ikan kembung jantan substitusi rumput laut eucheuma spinosum tetap berjalan secara kontiyu meski penelitian selesai yang bisa dibuat sendiri ibu hamil.