Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Rancangan Sistem Informasi Pencatatan dan Pendataan Kesehatan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Putu Dian Karmana; Martya Rahmaniati Makful; Artha Prabawa
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v6i1.4664

Abstract

Busyness and high workload as well as low awareness in productive age are factors that cause workers or employees to often neglect their health. Rapid changes in healthcare systems around the world are made possible by advances in information. The purpose of this study is to build an information system for recording and recording the health of ASN and non-ASN employees within the regional government of the province of Bali. The benefit of this research is the formation of a system design as a basis for making information applications regarding health recording/data collection for ASN and non-ASN employees within the Bali provincial government. The Health recording/data collection information system can later be used as an application that can be used by the Bali Provincial Health Office to monitor employee health status and can indirectly be used as a motivator for employees to be able to carry out routine health checks as an effort to prevent and early detect a disease so that can improve the health status of ASN and non-ASN employees within the Bali provincial government.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI KIT SANITARIAN PUSKESMAS Maulida, Dwita; Prabawa, Artha
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i2.236

Abstract

Environmental health inspection is part of the environmental health services carried out by the Public Health Center. Environmental health inspections are carried out by observing environmental media using the health center's sanitarian kit to measure the quality of water, air and food. The District/City Health Office is expected to assist the Public Health Center in providing a sanitarian kit as a tool to support environmental health inspections. The Public Health Center that already have a sanitarian kit, need to carry out item management which includes monitoring and evaluating the use of the equipment. Based on this, the design of a monitoring and evaluation information system for the health center sanitarian kit using the Systems Development Life Cycle (SDLC) method with a prototype approach was created. System design stages start from planning, analysis, to design. The end result of this information system is to obtain information related to the utilization of the kit, the condition of the equipment, the obstacles encountered, to the maintenance of the equipment (calibration, availability of reagents and spare parts) which can then be utilized by the District/City Health Office and the Ministry of Health.
RANCANG BANGUN APLIKASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI KLINIK MEDIKA LESTARI JAKARTA PUSAT Kusuma, Dodi Angga; Siregar, Kemal Nazaruddin; Prabawa, Artha; Yuniar, Popy; Diana; Yuliana, Enny
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i3.400

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (RME) in all health service facilities is a digital transformation target in Indonesia. Clinics are health service facilities as the spearhead of primary level health services. However, there are still many clinics whose operations are still paper-based. The purpose of this study is to design an RME Clinical information system that produces precise and accurate data and information and uses RME variable guidelines and metadata to be ready to be integrated into the SATUSEHAT platform. The research design used in this research is qualitative. The system development method uses the System Development Life Cycle (SDLC) with the prototype method. The results of data collection found several problems in the implementation of medical records including paper-based, not standardized and structured diagnoses, medical record card storage was not efficient, report preparation was less effective. Based on this, a web-based clinical RME prototype was built. The resulting prototype makes clinical administration more efficient without a lot of paper/cards, standardized diagnostics, structured and safer data storage, and more effective report preparation because it is done through the system. Reports generated by the prototype can be used as a basis for clinical policies such as providing drug stock based on patient disease reports, as well as routine reports that are reported to the Puskesmas. This Clinical RME prototype can also be the forerunner of a clinical information system that wants to integrate RME with the SATUSEHAT platform.
Analisis Manajemen Pengelolaan Data Sistem Informasi Puskesmas di Tingkat Dinas Kesehatan di Kabupaten Bondowoso Usada, Nanthyan Khampa; Prabawa, Artha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan proses pengelolaan data Sistem Informasi Puskesmas di tingkat Dinas Kesehatan sangat menentukan dalam menghasilkan informasi berkualitas yang digunakan untuk pengambilan keputusan di pusat atau jenjang yang lebih tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran manajemen pengelolaan data Sistem Informasi Puskesmas di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Merupakan penelitian kualitatif dengan metode case study. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam yang berpedoman pada system approach. Subyek penelitian adalah kepala Subbagian PIEP, petugas pengelola program dan laporan serta petugas pengelola sistem informasi. Penelitian menunjukkan manajemen pengelolaan data sudah baik meski belum optimal, ditemukan kendala diantaranya adalah keterlambatan, inkonsistensi data, alur pelaporan yang terfragmentasi, dan kebutuhan penambahan SDM. Penyusunan standar tata kelola tentang Sistem Informasi dapat menjadi rekomendasi aplikatif bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso.
Kinerja Pelaksana Manajemen Informasi Kesehatan di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Usada, Nanthyan Khampa; Prabawa, Artha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen dan informasi kesehatan merupakan komponen yang berfokus pada terwujudnya sistem kesehatan yang berdaya guna dan berhasil guna secara efektif dan efisien. Pentingnya tujuan tersebut menjadi dasar aturan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban dalam menyelenggarakan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) demi membantu tercapainya sasaran pembangunan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kinerja pelaksana manajemen sistem informasi kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem menggunakan metode cross sectional. Kuesioner online dengan google form disebarkan melalui whatsapp group terhadap sampel penelitian yaitu seluruh (111 responden) pelaksana manajemen sistem informasi kesehatan di 25 puskesmas. Hasil menunjukkan responden berkinerja baik 55,0%. Menggunakan uji Chi-Square faktor input yang berpengaruh signifikan (poutput berupa kinerja adalah usia, pendidikan terakhir, keterampilan, pengetahuan, dan sarana prasarana.
Identifikasi Atribut dengan Principal Component Analysis dan K-Means Clustering Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Promosi KB Pria di Indonesia Yulianti, Titis Risti; Siregar, Kemal N; Prabawa, Artha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi pria sangat rendah dibandingkan wanita di Indonesia, serta terdapat gap cukup jauh antara penggunaan kontrasepsi pria di Indonesia dengan beberapa negara di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi promosi KB pria di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dan k-means clustering menggunakan 4.453 responden SDKI 2017 mengenai penggunaan KB pria dengan 14 atribut. Hasil penelitian berdasarkan PCA didapatkan 5 principal component, kemudian hasil k-means clustering didapatkan 2 cluster meliputi cluster 1 dan cluster 2. Cluster 1 meliputi 411 pria kawin dengan penggunaan KB pria yang baik dan menduduki sebagian kecil provinsi di Indonesia dan cluster 2 meliputi 4.042 pria kawin dengan penggunaan KB pria kurang baik dan menduduki sebagian besar provinsi di Indonesia. Strategi promosi KB pria pada cluster 1 dilakukan peningkatan sosialisasi, pelayanan KB pria, dan akses media massa, sedangkan cluster 2 dilakukan sosialisasi, pelayanan KB pria, dan akses media massa dengan adanya inovasi. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat untuk meningkatan sosialisasi, pelayanan KB pria (termasuk konseling), dan akses terhadap media massa kepada pria kawin menyesuaikan karakteristik wilayahnya.
Pengklasteran Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Wanita Usia Subur Menggunakan Metode Principal Component Analysis dan K-Means Jondu, Hasnia; Siregar, Kemal N; Prabawa, Artha; Fadhilah, Nurul
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi di mana kadar Hb < 11 gr/dL. Prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 44%. Target penurunan anemia dapat dicapai melalui program suplementasi zat besi dan asam folat (program IFAS). Indonesia telah sejak 1975 merekomendasikan ibu hamil minum satu tablet IFA selama kehamilan minimal 90 hari hingga 42 hari pasca melahirkan. Hasil Riskesdas 2018, Ibu hamil yang mengonsumsi TTD ≥90 butir adalah sebesar 38,1%, sedangkan data mining.Penelitian ini memadukan metode PCA dan K-Means. Peneliti menggunakan data SDKI Wanita Usia Subur 2017. Data terdiri dari 8 atribut dan 12262 record. Hasil penelitian ini yaitu hasil final cluster metode PCA menghasilkan faktor 1 (Pendidikan, Status Ekonomi, dan Tempat Tinggal), faktor 2 (Konsumsi TTD dan Kunjungan ANC), faktor 3 (Pemeriksa Hamil: Non-Nakes). Hasil metode K-Means terbentuk dua klaster dan ketiga atribut baru terdapat signifikansi.
Hubungan Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Teknologi dengan Penerapan Aplikasi Digital health di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2023 Apriliantika, Wayan Wahyu; Prabawa, Artha; Kurniawan, Rico; Fitriyani, Lia
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesiapan sumber daya terkait sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur teknologi (IT) terhadap penerapan digital health dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan kesiapan sumber daya dengan penerapan digital health di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2023. Desain studi yang digunakan cross-sectional dengan analisis korelasi dan regresi linier sederhana menggunakan data survei Tim HIRC FKM UI 2023. Sampel penelitian ini sebanyak 36 responden dari 9 puskesmas yang dipilih secara purposive sampling dengan responden yang terlibat adalah kepala puskesmas, staf administrasi, dokter/bidan/perawat, dan staf IT. Hasil yang didapatkan berupa SDM di Puskesmas Kota Semarang cukup baik dan IT sudah sangat baik. Digital health di Puskesmas Kota Semarang sudah sangat siap diterapkan. Sebanyak 7 dari 9 Puskesmas masuk dalam kategori sangat siap untuk penerapan digital health. Hasil bivariat menunjukkan bahwa SDM dengan penerapan digital health memiliki hubungan sangat kuat (r=0,964) dan berpola positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,930. Infrastruktur teknologi dengan penerapan digital health juga memiliki hubungan sangat kuat (r=0,899) dan berpola positif dengan nilai koefisien determinan 0,808. Disimpulkan bahwa SDM dan IT memiliki hubungan sangat kuat dan berpola positif terhadap penerapan digital health, sehingga Puskesmas Kota Semarang sudah sangat siap menerapkan digital health.
Autokorelasi Spasial Unmet Need Keluarga Berencana di Pulau Sumatera Tahun 2022: Spatial Autocorrelation Unmet Need for Family Planning on Sumatra Island in 2022 Mukti, Dinar Andaru; Prabawa, Artha
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5: MAY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5060

Abstract

Latar belakang: Salah satu permasalahan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia adalah tingginya angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need KB). Di Pulau Sumatera, terdapat disparitas angka unmet need KB antar wilayah, dimana sebagian provinsi memiliki angka unmet need KB tinggi dan sebagian lainnya rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan autokorelasi spasial berdasarkan angka unmet need KB dan menemukan wilayah hotspot unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kabupaten/kota, sedangkan ruang lingkup wilayah yang dianalisis meliputi kabupaten/kota yang berada di pulau induk Sumatera sebanyak 131 kabupaten/kota. Uji autokorelasi spasial dilakukan dengan menggunakan Indeks Moran dan Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA). Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 (p value=0,001, I=0,646, E(I)=-0,008). Artinya, persentase unmet need KB pada satu wilayah kabupaten/kota berkaitan dengan wilayah sekitarnya, dengan pola mengelompok (clustered). Wilayah yang menjadi hotspot unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 berdasarkan pola kluster yang terbentuk adalah sebanyak 27 kabupaten/kota. Kesimpulan: Kejadian unmet need KB di Pulau Sumatera tahun 2022 membentuk pola mengelompok berdasarkan wilayah kabupaten/kota yang berdekatan dan tidak terjadi secara acak. Wilayah hotspot dapat diusulkan sebagai prioritas dalam melakukan intervensi penurunan unmet need KB di Pulau Sumatera.
Model Spasial Faktor Risiko Tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021: Pemanfaatan Data Rutin untuk Pengambilan Keputusan Riznawati, Aldila; Eryando, Tris; Prabawa, Artha
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.640

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan data rutin di bidang kesehatan salah satunya untuk mengestimasi beban suatu penyakit termasuk determinannya. Tuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang menginfeksi 10,6 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2021, dimana Indonesia menjadi penyumbang beban kasus tertinggi kedua. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah temuan kasus TB terbanyak di Indonesia dalam 5 tahun terakhir Metode: Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat tahun 2022 dan Statistik Perumahan Provinsi Jawa Barat 2021. Analisis deskriptif, autokorelasi spasial, dan analisis Geographically Weighted Regression (GWR) dilakukan menggunakan perangkat lunak pengolahan data, GeoDa dan GWR4. Hasil disajikan dalam bentuk peta menggunakan aplikasi QGIS. Analisis spasial dilakukan untuk melihat persentase kasus TB dengan faktor-faktor risiko TB.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus TB di Provinsi Jawa Barat yang artinya sebaran kasus membentuk pola mengelompok. Adapun kabupaten/kota yang menjadi hotspot dan merupakan wilayah prioritas intervensi penanganan kasus TB di Provinsi Jawa Barat adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Depok. Model GWR menemukan faktor risiko yang memiliki pengaruh berbeda di tiap wilayah kabupaten/kota yaitu penduduk miskin, suhu dan ketinggian wilayah, sehingga bentuk intervensi kesehatan yang dilakukan juga berbeda. Kesimpulan: Pemanfaatan data rutin dengan pendekatan spasial ini diharapkan dapat menjadi pendukung pengambilan keputusan (decision making support) terkait program dan kebijakan intervensi kesehatan yang spesifik wilayah sehingga tepat sasaran dan mampu menurunkan jumlah kasus TB.Kata kunci: Analisis spasial, Faktor risiko, GWR, Pemanfaatan data rutin, Tuberkulosis Background: One of the uses of routine data in the health sector is to estimate the burden of a disease including its determinants. TB remains a global health problem that infected 10.6 million people worldwide in 2021, and Indonesia has the second highest TB caseload globally. West Java is the province with the highest number of TB case findings in Indonesia in the last five years. Method: Data sourced from 2022 West Java Province Central Statistics Agency and 2021 West Java Province Housing Statistics. Descriptive analysis, spatial autocorrelation, and GWR analysis were carried out using SPSS, GeoDa, and GWR4. Results were presented in map form using QGIS application. Spatial analysis was carried out to know the percentage of TB cases with TB risk factors.Result: The results of this study indicate a positive spatial autocorrelation that has a significant effect on the number of TB cases in West Java, which means that the distribution of cases forms a clustered pattern. The regencies/cities that have become hotspots and priority areas for intervention in handling TB cases in West Java were Bekasi Regency, Bogor Regency, Karawang Regency, Purwakarta Regency, Sukabumi Regency, Bekasi City, Bogor City and Depok City. The GWR model found risk factors that have different effects in each regency/city area, specifically the poor population, temperature, and altitude so the forms of health interventions carried out were also different.Conclusion: The utilization of routine data with a spatial approach is expected to be decision-making support related to region-specific health intervention programs and policies so that they are targeted and able to reduce the number of TB cases. Keywords: GWR, Risk factor, Routine data utilization, Spatial analysis, Tuberculosis