Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Rancangan Sistem Informasi Pencatatan dan Pendataan Kesehatan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Putu Dian Karmana; Martya Rahmaniati Makful; Artha Prabawa
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v6i1.4664

Abstract

Busyness and high workload as well as low awareness in productive age are factors that cause workers or employees to often neglect their health. Rapid changes in healthcare systems around the world are made possible by advances in information. The purpose of this study is to build an information system for recording and recording the health of ASN and non-ASN employees within the regional government of the province of Bali. The benefit of this research is the formation of a system design as a basis for making information applications regarding health recording/data collection for ASN and non-ASN employees within the Bali provincial government. The Health recording/data collection information system can later be used as an application that can be used by the Bali Provincial Health Office to monitor employee health status and can indirectly be used as a motivator for employees to be able to carry out routine health checks as an effort to prevent and early detect a disease so that can improve the health status of ASN and non-ASN employees within the Bali provincial government.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI KIT SANITARIAN PUSKESMAS Maulida, Dwita; Prabawa, Artha
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i2.236

Abstract

Environmental health inspection is part of the environmental health services carried out by the Public Health Center. Environmental health inspections are carried out by observing environmental media using the health center's sanitarian kit to measure the quality of water, air and food. The District/City Health Office is expected to assist the Public Health Center in providing a sanitarian kit as a tool to support environmental health inspections. The Public Health Center that already have a sanitarian kit, need to carry out item management which includes monitoring and evaluating the use of the equipment. Based on this, the design of a monitoring and evaluation information system for the health center sanitarian kit using the Systems Development Life Cycle (SDLC) method with a prototype approach was created. System design stages start from planning, analysis, to design. The end result of this information system is to obtain information related to the utilization of the kit, the condition of the equipment, the obstacles encountered, to the maintenance of the equipment (calibration, availability of reagents and spare parts) which can then be utilized by the District/City Health Office and the Ministry of Health.
RANCANG BANGUN APLIKASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI KLINIK MEDIKA LESTARI JAKARTA PUSAT Kusuma, Dodi Angga; Siregar, Kemal Nazaruddin; Prabawa, Artha; Yuniar, Popy; Diana; Yuliana, Enny
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i3.400

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (RME) in all health service facilities is a digital transformation target in Indonesia. Clinics are health service facilities as the spearhead of primary level health services. However, there are still many clinics whose operations are still paper-based. The purpose of this study is to design an RME Clinical information system that produces precise and accurate data and information and uses RME variable guidelines and metadata to be ready to be integrated into the SATUSEHAT platform. The research design used in this research is qualitative. The system development method uses the System Development Life Cycle (SDLC) with the prototype method. The results of data collection found several problems in the implementation of medical records including paper-based, not standardized and structured diagnoses, medical record card storage was not efficient, report preparation was less effective. Based on this, a web-based clinical RME prototype was built. The resulting prototype makes clinical administration more efficient without a lot of paper/cards, standardized diagnostics, structured and safer data storage, and more effective report preparation because it is done through the system. Reports generated by the prototype can be used as a basis for clinical policies such as providing drug stock based on patient disease reports, as well as routine reports that are reported to the Puskesmas. This Clinical RME prototype can also be the forerunner of a clinical information system that wants to integrate RME with the SATUSEHAT platform.
Analisis Manajemen Pengelolaan Data Sistem Informasi Puskesmas di Tingkat Dinas Kesehatan di Kabupaten Bondowoso Usada, Nanthyan Khampa; Prabawa, Artha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan proses pengelolaan data Sistem Informasi Puskesmas di tingkat Dinas Kesehatan sangat menentukan dalam menghasilkan informasi berkualitas yang digunakan untuk pengambilan keputusan di pusat atau jenjang yang lebih tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran manajemen pengelolaan data Sistem Informasi Puskesmas di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Merupakan penelitian kualitatif dengan metode case study. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam yang berpedoman pada system approach. Subyek penelitian adalah kepala Subbagian PIEP, petugas pengelola program dan laporan serta petugas pengelola sistem informasi. Penelitian menunjukkan manajemen pengelolaan data sudah baik meski belum optimal, ditemukan kendala diantaranya adalah keterlambatan, inkonsistensi data, alur pelaporan yang terfragmentasi, dan kebutuhan penambahan SDM. Penyusunan standar tata kelola tentang Sistem Informasi dapat menjadi rekomendasi aplikatif bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso.
Kinerja Pelaksana Manajemen Informasi Kesehatan di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Usada, Nanthyan Khampa; Prabawa, Artha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen dan informasi kesehatan merupakan komponen yang berfokus pada terwujudnya sistem kesehatan yang berdaya guna dan berhasil guna secara efektif dan efisien. Pentingnya tujuan tersebut menjadi dasar aturan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban dalam menyelenggarakan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) demi membantu tercapainya sasaran pembangunan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kinerja pelaksana manajemen sistem informasi kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem menggunakan metode cross sectional. Kuesioner online dengan google form disebarkan melalui whatsapp group terhadap sampel penelitian yaitu seluruh (111 responden) pelaksana manajemen sistem informasi kesehatan di 25 puskesmas. Hasil menunjukkan responden berkinerja baik 55,0%. Menggunakan uji Chi-Square faktor input yang berpengaruh signifikan (poutput berupa kinerja adalah usia, pendidikan terakhir, keterampilan, pengetahuan, dan sarana prasarana.
Identifikasi Atribut dengan Principal Component Analysis dan K-Means Clustering Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Promosi KB Pria di Indonesia Yulianti, Titis Risti; Siregar, Kemal N; Prabawa, Artha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi pria sangat rendah dibandingkan wanita di Indonesia, serta terdapat gap cukup jauh antara penggunaan kontrasepsi pria di Indonesia dengan beberapa negara di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi promosi KB pria di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dan k-means clustering menggunakan 4.453 responden SDKI 2017 mengenai penggunaan KB pria dengan 14 atribut. Hasil penelitian berdasarkan PCA didapatkan 5 principal component, kemudian hasil k-means clustering didapatkan 2 cluster meliputi cluster 1 dan cluster 2. Cluster 1 meliputi 411 pria kawin dengan penggunaan KB pria yang baik dan menduduki sebagian kecil provinsi di Indonesia dan cluster 2 meliputi 4.042 pria kawin dengan penggunaan KB pria kurang baik dan menduduki sebagian besar provinsi di Indonesia. Strategi promosi KB pria pada cluster 1 dilakukan peningkatan sosialisasi, pelayanan KB pria, dan akses media massa, sedangkan cluster 2 dilakukan sosialisasi, pelayanan KB pria, dan akses media massa dengan adanya inovasi. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat untuk meningkatan sosialisasi, pelayanan KB pria (termasuk konseling), dan akses terhadap media massa kepada pria kawin menyesuaikan karakteristik wilayahnya.
Pengklasteran Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Wanita Usia Subur Menggunakan Metode Principal Component Analysis dan K-Means Jondu, Hasnia; Siregar, Kemal N; Prabawa, Artha; Fadhilah, Nurul
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi di mana kadar Hb < 11 gr/dL. Prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 44%. Target penurunan anemia dapat dicapai melalui program suplementasi zat besi dan asam folat (program IFAS). Indonesia telah sejak 1975 merekomendasikan ibu hamil minum satu tablet IFA selama kehamilan minimal 90 hari hingga 42 hari pasca melahirkan. Hasil Riskesdas 2018, Ibu hamil yang mengonsumsi TTD ≥90 butir adalah sebesar 38,1%, sedangkan data mining.Penelitian ini memadukan metode PCA dan K-Means. Peneliti menggunakan data SDKI Wanita Usia Subur 2017. Data terdiri dari 8 atribut dan 12262 record. Hasil penelitian ini yaitu hasil final cluster metode PCA menghasilkan faktor 1 (Pendidikan, Status Ekonomi, dan Tempat Tinggal), faktor 2 (Konsumsi TTD dan Kunjungan ANC), faktor 3 (Pemeriksa Hamil: Non-Nakes). Hasil metode K-Means terbentuk dua klaster dan ketiga atribut baru terdapat signifikansi.
Hubungan Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Teknologi dengan Penerapan Aplikasi Digital health di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2023 Apriliantika, Wayan Wahyu; Prabawa, Artha; Kurniawan, Rico; Fitriyani, Lia
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesiapan sumber daya terkait sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur teknologi (IT) terhadap penerapan digital health dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan kesiapan sumber daya dengan penerapan digital health di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2023. Desain studi yang digunakan cross-sectional dengan analisis korelasi dan regresi linier sederhana menggunakan data survei Tim HIRC FKM UI 2023. Sampel penelitian ini sebanyak 36 responden dari 9 puskesmas yang dipilih secara purposive sampling dengan responden yang terlibat adalah kepala puskesmas, staf administrasi, dokter/bidan/perawat, dan staf IT. Hasil yang didapatkan berupa SDM di Puskesmas Kota Semarang cukup baik dan IT sudah sangat baik. Digital health di Puskesmas Kota Semarang sudah sangat siap diterapkan. Sebanyak 7 dari 9 Puskesmas masuk dalam kategori sangat siap untuk penerapan digital health. Hasil bivariat menunjukkan bahwa SDM dengan penerapan digital health memiliki hubungan sangat kuat (r=0,964) dan berpola positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,930. Infrastruktur teknologi dengan penerapan digital health juga memiliki hubungan sangat kuat (r=0,899) dan berpola positif dengan nilai koefisien determinan 0,808. Disimpulkan bahwa SDM dan IT memiliki hubungan sangat kuat dan berpola positif terhadap penerapan digital health, sehingga Puskesmas Kota Semarang sudah sangat siap menerapkan digital health.
Analysis of Diarrhea-Prone Area Mapping in West Java Province in 2023 Prabawa, Artha; Wahyudi, Tri
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 19 No. 2 (2025): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v19i2.13964

Abstract

Background: West Java is one of the provinces with the highest prevalence of diarrhea. In 2023, the province reported 1,346,230 diarrhea cases of all age groups. Mapping high-risk areas for diarrhea will help in decision-making for the implementation of prevention and control efforts. Methods: This is a descriptive study using secondary data from Open Data Jabar 2023. The analysis was conducted to produce maps showing the distribution of dependent and independent variables, as well as the level of diarrhea risk in each district/city through scoring of all independent variables. Results: Out of 27 districts/cities, 6 were categorized as very high-risk and 3 as high-risk, with the highest scored variables were drinking water facilities, access to proper sanitation and stopping open defecation. However, when the risk levels were compared with the number of diarrhea cases, some districts/cities with low risk reported high and very high numbers of diarrhea cases, while some with very high risk had relatively low case numbers. Conclusion: The analysis shows that in 2023, about one-third districts/cities in West Java fall into the at-risk category for diarrhea. Prevention efforts should be focused on districts/cities with high risk. Further studies are needed to understand the role of other risk factors, as there is an inconsistency between risk levels and reported cases in several districts/cities.
Model Sistem Pendataan Contact Tracing COVID-19 Berbasis Mobile dan Web Gatenia, Shabrina; Prabawa, Artha
Preventia: The Indonesian Journal of Public Health Vol. 6, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan Virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi, artinya COVID-19 telah menyebar luas di dunia. Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Untuk menekan jumlah penularan COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan mulai dari PSBB, Social Distancing hingga New Normal yang dilengkapi dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Namun tetap saja belum cukup, untuk menekan angka penularan, setiap daerah harus memiliki sistem pengawasan yang berkualitas didukung dengan pendataan yang baik. Salah satu indikator pelacakan kontak surveilans kesehatan masyarakat adalah, data harus memiliki lebih dari 80 persen kasus baru di mana kontak dekat dapat diidentifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem yang dapat mengumpulkan data secara terintegrasi mengenai pelacakan kontak COVID-19. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan melakukan prototyping yang meliputi 1) analisis kebutuhan sistem dan 2) perancangan sistem. Analisis kebutuhan sistem terdiri dari 1) masukan, 2) proses dan 3) analisis keluaran dilakukan dengan tinjauan pustaka dari berbagai sumber. Perancangan sistem terdiri dari rancangan logika yang meliputi 1) diagram alir, 2) diagram konteks, 3) diagram relasional entitas, dan 4) diagram relasional tabel; dan desain antarmuka untuk web dan aplikasi seluler. Setelah dilakukan analisis, sistem contact tracing saat ini mengalami banyak kendala, dan akan terbantu jika sistem tersebut diupdate menggunakan media selain kertas. Kesimpulannya, perancangan sistem ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mengembangkan sistem revolusi pelacakan kontak dari sistem manual menjadi berbasis web dan aplikasi berbasis seluler.