Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analysis of Diarrhea-Prone Area Mapping in West Java Province in 2023 Prabawa, Artha; Wahyudi, Tri
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 19 No. 2 (2025): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v19i2.13964

Abstract

Background: West Java is one of the provinces with the highest prevalence of diarrhea. In 2023, the province reported 1,346,230 diarrhea cases of all age groups. Mapping high-risk areas for diarrhea will help in decision-making for the implementation of prevention and control efforts. Methods: This is a descriptive study using secondary data from Open Data Jabar 2023. The analysis was conducted to produce maps showing the distribution of dependent and independent variables, as well as the level of diarrhea risk in each district/city through scoring of all independent variables. Results: Out of 27 districts/cities, 6 were categorized as very high-risk and 3 as high-risk, with the highest scored variables were drinking water facilities, access to proper sanitation and stopping open defecation. However, when the risk levels were compared with the number of diarrhea cases, some districts/cities with low risk reported high and very high numbers of diarrhea cases, while some with very high risk had relatively low case numbers. Conclusion: The analysis shows that in 2023, about one-third districts/cities in West Java fall into the at-risk category for diarrhea. Prevention efforts should be focused on districts/cities with high risk. Further studies are needed to understand the role of other risk factors, as there is an inconsistency between risk levels and reported cases in several districts/cities.
Model Sistem Pendataan Contact Tracing COVID-19 Berbasis Mobile dan Web Gatenia, Shabrina; Prabawa, Artha
Preventia: The Indonesian Journal of Public Health Vol. 6, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan Virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi, artinya COVID-19 telah menyebar luas di dunia. Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Untuk menekan jumlah penularan COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan mulai dari PSBB, Social Distancing hingga New Normal yang dilengkapi dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Namun tetap saja belum cukup, untuk menekan angka penularan, setiap daerah harus memiliki sistem pengawasan yang berkualitas didukung dengan pendataan yang baik. Salah satu indikator pelacakan kontak surveilans kesehatan masyarakat adalah, data harus memiliki lebih dari 80 persen kasus baru di mana kontak dekat dapat diidentifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem yang dapat mengumpulkan data secara terintegrasi mengenai pelacakan kontak COVID-19. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan melakukan prototyping yang meliputi 1) analisis kebutuhan sistem dan 2) perancangan sistem. Analisis kebutuhan sistem terdiri dari 1) masukan, 2) proses dan 3) analisis keluaran dilakukan dengan tinjauan pustaka dari berbagai sumber. Perancangan sistem terdiri dari rancangan logika yang meliputi 1) diagram alir, 2) diagram konteks, 3) diagram relasional entitas, dan 4) diagram relasional tabel; dan desain antarmuka untuk web dan aplikasi seluler. Setelah dilakukan analisis, sistem contact tracing saat ini mengalami banyak kendala, dan akan terbantu jika sistem tersebut diupdate menggunakan media selain kertas. Kesimpulannya, perancangan sistem ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mengembangkan sistem revolusi pelacakan kontak dari sistem manual menjadi berbasis web dan aplikasi berbasis seluler.