Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Atribut Produk Celana Denim Bobbiesjeans.Co Berdasarkan Preferensi Konsumen Alan ramadhan; Yati Rohayati; Wawan Tripiawan
At-Tadbir : jurnal ilmiah manajemen Vol 6, No 1 (2022): At-Tadbir: jurnal ilmiah manajemen
Publisher : Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1952.06 KB) | DOI: 10.31602/atd.v6i1.5108

Abstract

Bobbiesjeans.co is an SME in Bandung that is engaged in fashion and has been established since 2017. The main product sold by Bobbiesjeans.co is denim pants, this is supported by the percentage of sales of around 74% compared to other products. The number of competitors who have more variations makes Bobbiesjeans.co denim pants products also experience ups and downs. Therefore, there is a need for innovation in Bobbiesjeans.co demin pants. The purpose of this study is to design the product attributes of Bobbiesjeans.co denim pants based on consumer preferences using the conjoint analysis method, product attributes for denim pants include model, material, color, leg opening width. Based on the results of the research that has been done, light blue can be added to the color. For the material, it is necessary to add a variety of poly denim (12 oz). Furthermore, for the waistline it is also necessary to add variations of low rise (below the waist) and mid rise (waist). Next to the model, it is necessary to add variations to the boot-cut model. And for arcuate it is also necessary to add variations of arcuate stitching.
Perancangan Atribut Kebutuhan Program Tell to Tell Radio K-Lite Menggunakan Integrasi Service Quality dan Model Kano Zerlin Anggreni Kembaren; Yati Rohayati; Ima Normalia Kusmayanti
YUME : Journal of Management Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v5i3.2549

Abstract

AbstrakRadio K-Lite adalah radio swasta di wilayah Bandung yang menyiarkan program request lagu bernama Tell to Tell. Sumber utama pendapatan radio berasal dari pengiklan, namun sejak tahun 2018 hingga 2020 pendapatan terus mengalami penurunan dan tidak pernah mencapai target. Hal tersebut disebabkan oleh menurunnya ketertarikan pengiklan dalam memasang iklan pada radio. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan program sehingga program Tell to Tell dapat memberi kontribusi signifikan pada pendapatan radio. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi atribut kebutuhan program untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Untuk mendapatkan atribut kebutuhan sesuai dengan preferensi pendengar, maka dilakukan in-depth interview kepada tujuh pendengar program Tell to Tell dengan rentang usia 25-55 tahun. VOC tersebut menghasil tiga belas atribut kebutuhan yang dikelompokkan ke dalam empat dimensi, yaitu kualitas konten, keunikan, kualitas informasi, dan kompetensi penyiar. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner kepada 110 responden. Pengolahan data menggunakan integrasi service quality dan Model Kano menghasilkan delapan true customer needs (TCN) yang perlu diprioritaskan dan ditingkatkan dalam melakukan perbaikan program. TCN yang dihasilkan adalah permintaan lagu terpenuhi, memutarkan lagu populer, penyusunan lagu berdasarkan dinamika lagu, terdapat segmen menghibur, wawasan seputar lagu, terdapat informasi bermanfaat, berita up-to-date, dan penyiar membangkitkan suasana. Kata Kunci: Service Quality, Model Kano, Radio, Atribut Kebutuhan, True Customer Needs AbstractRadio K-Lite is a private radio station in the Bandung area that broadcasts a song request program called Tell to Tell. The main source of radio revenue comes from advertisers, but from 2018 to 2020 revenue continues to decline and never reaches the target. This is due to the declining interest of advertisers in placing advertisements on radio. Based on these problems, it is necessary to improve the Tell to Tell program to make a significant contribution to radio revenue. The purpose of this research is to identify the program attribute needs for further improvement. To obtain the attributes of needs according to listener preferences, in-depth interviews were conducted with seven listeners of the Tell to Tell program with an age range of 25-55 years. The VOC resulted in thirteen attributes of needs that were owned into four dimensions, namely content quality, uniqueness, information quality, and broadcaster competence. Furthermore, questionnaires were distributed to 110 respondents. Data processing using integration service quality and Kano Model resulted in eight true customer needs (TCN) that need to be prioritized and improved in making program improvements. The resulting TCN is a request for declared songs, playing popular songs, composing songs based on the dynamics of the song, there are entertaining segments, insight into songs, there is useful information, the latest news, and the announcer stirs up the atmosphere. Keywords: Service Quality, Kano Model, Radio, Need Attributes, True Customer Needs
Design of Service Quality Improvement in Nujek Application Using Quality Function Deployment (QFD) Method Deyana Prastika Putri; Yati Rohayati; Agus Achmad Suhendra
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v4i3.2511

Abstract

Abstrak Nusantara Ojek adalah salah satu perusahaan penyedia layanan Ojek online di Indonesia. Berdasarkan data yang didapatkan dari Statista (2019) menunjukkan bahwa pendapatan transportasi online mengalami pertumbuhan dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan transportasi online rata-rata sebesar 15,76% pada 2019-2023, namun data yang didapatkan dari Nusantara Ojek menunjukkan adanya penurunan pengguna layanan transportasi online Nusantara Ojek yang signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelemahan yang dimiliki oleh layanan transportasi online Nusantara Ojek sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) hingga iterasi dua. Pada Quality Function Deployment iterasi pertama (House of Quality) bertujuan untuk menerjemahkan kebutuhan pengguna layanan transportasi online Nusantara Ojek ke dalam karakteristik teknis dengan mempertimbangkan kapabilitas perusahaan. Selanjutnya pada iterasi kedua (Part Deployment) bertujuan untuk menentukan Critical Part yang diprioritaskan. Rancangan perbaikan terhadap kualitas layanan transportasi online Nusantara Ojek didasarkan pada penggalian Voice of Customer, dan pada QFD iterasi pertama didapatkan output berupa 13 karakteristik teknis yang digunakan pada pengembangan dan penentuan konsep. Pada tahap akhir terdapat 8 rekomendasi perbaikan yaitu terkait peningkatan persentase load capacity server, jenis maps, tahapan registrasi user, frekuensi upload iklan, konten iklan yang disediakan, fitur yang disediakan di dalam aplikasi, jenis media penyampaian keluhan dan jenis pembayaran digital yang disediakan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi online Nujek. Kata Kunci: Nujek, Quality Function Deployment, Voice of Customer, Part Deployment, Critical Part.
Perancangan Program Komunikasi Pemasaran Abon Ayam Asep Pos Usaha Kecil Menengah Rizky Jaya Abadi Pangalengan Dengan Menggunakan Metode Benchmarking Mohamad Bangun; Yati Rohayati; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Kecil Menengah Rizky Jaya Abadi merupakan UKM yang memproduksi produk Abon Ayam dengan merk Asep Pos. UKM ini didirikan oleh ibu Tika pada tahun 2011. Saat ini lokasi penjualan produk Abon Ayam Asep Pos hanya terjual didaerah Pangalengan. Lokasi penjualan tersebut diantarannya yaitu warung, sekolah Madrasah Tsanawiyah 1, rumah makan Asti, rumah makan Citire dan rumah makan Panjang Sari. Produk Abon Ayam Asep Pos pernah mengikuti pameran selama satu kali yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di tahun 2014. Selain itu, komunikasi pemasaran hanya dilakukan melalui keluarga, teman kantor, saudara dan tetangga terdekat dari rumah produksi UKM Rizky Jaya Abadi. Pada penelitian ini menggunakan metode benchmarking untuk membandingkan kinerja aspek pasar dan kinerja program komunikasi pemasaran yang dijalankan antara produk Abon Ayam Asep Pos dan produk benchmark partner atau produk yang sejenis yang memiliki keungulan dalam sisi kinerja aspek pasar dan program komunikasi pemasaran yang telah dijalankan. Selain itu, setelah ditentukan produk benchmark partner dilakukan identifikasi mengenai program komunikasi yang dilakukan, ditentukan indikator sebagai parameter dalam pengukuran praktek yang telah dilakukan, identifikasi gap untuk menemukan perbedaan, dan menentukan target perbaikan untuk program komunikasi pemasaran yang baru bagi produk Abon Ayam Asep Pos. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan metode benchmarking sebagai acuan dalam merancang program komunikasi pemasaran yang baru untuk UKM Rizky Jaya Abadi pada produk Abon Ayam Asep Pos. Rancangan program komunikasi pemasaran tersebut berdasarkan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh UKM Rizky Jaya Abadi. Rancangan program komunikasi yang dapat diterapkan yaitu perbaikan area pemasaran, saluran distribusi produk melalui reseller, perbaikan kemasan produk, penggunaan media sosial fanpage facebook, promosi produk melalui program acara arisan. Kata Kunci : UKM Rizky Jaya Abadi, komunikasi pemasaran, benchmarking, benchmark partner, gap, reseller, Fanpage Facebook.
Analisis Kebutuhan Produk Sambal Stroberi Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Di Usaha Kecil Dan Menengah (ukm) Shagy Lestari Susi Anantami S; Yati Rohayati; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Shagy Lestari adalah salah satu UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang berada di kabupaten Bandung yang memproduksi olahan dari stroberi. Produk yang diproduksi UKM Shagy Lestari adalah dodol stroberi, selai stroberi dan sambal stroberi. Sambal stroberi merupakan salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Bandung dengan tingkat penjualan cukup tinggi. Sambal stroberi Shagy Lestari dalam tingkat penjualannya, tidak mendapatkan nomor penjualan besar di Kabupaten Bandung. Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas produk sambal stroberi untuk meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan menggunakan integrasi dimensi kualitas produk dan model kano. Keuntungan menggunakan integrasi dimensi kualitas produk dan model kano dalam melakukan pengembangan produk telah terbukti dalam beberapa penelitian sebelumnya untuk meningkatkan kinerja produk. Penelitian ini menggunakan 3 dimensi kualitas produk yang disesuaikan dengan produk sambal stroberi dan 18 variabel kualitas produk yang berasal dari Voice of Customer dan terintegrasi dengan model kano. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan variable mana yang perlu dipertahankan, ditingkatkan atau dihilangkan dari produk sambal stroberi dari Shagy Lestari. Kata kunci – kano, kualitas produk, sambal, stroberi, sambal stroberi
Analisis Kebutuhan Produk Dodol Guavagua Menggunakan Integrasi Model Kano Dan Product Quality Di Ukm Barokah Alam Ciwidey Esti Dwirini; Yati Rohayati; Aulia Fashanah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Meningkatnya persaingan pasar, tidak cukup bagi organisasi hanya dengan mengandalkan perbaikan terus-menerus dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan keunggulan kompetitif. Perlu dilakukan rencana strategis terhadap inovasi suatu produk. Jurnal ini mengusulkan sebuah pendekatan yang menggunakan product quality dan Model Kano. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu organisasi untuk mengevaluasi kepuasan pelanggan, untuk perbaikan dalam memperbaiki atribut lemah, dan untuk identifikasi atribut attractive dan atribut yang termasuk kedalam true customer needs. Studi kasus yang akan digunakan adalah evaluasi kualitas dodol jambu biji GuavaGua pada UKM Barokah Alam. Terdapat beberapa keluhan pelanggan terhadap produk dodol jambu biji GuavaGua. Keluhan ini menunjukkan ketidakpuasan pelanggan terhadap produk ini. Beberapa atribut yang kuat dan lemah dari dodol GuavaGua diidentifikasi dan dianalisa lebih lanjut. Berdasarkan hasil pengolahan data pada kuesioner product quality diperoleh bahwa 23 atribut kebutuhan merupakan atribut lemah dimana performansi atribut tersebut masih di bawah harapan pelanggan. Setelah itu berdasarkan kuesioner Model Kano, diperoleh 12 atribut kebutuhan merupakan atribut yang perlu ditingkatkan atau dilakukan perbaikan dan 11 atribut yang perlu dipertahankan performansinya. Sedangkan berdasarkan hasil integrasi product quality dan Model Kano diperoleh 12 atribut yang termasuk kedalam true customer needs. Rekomendasi diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data serta analisis yang melibatkan data pelanggan dan data UKM. Rekomendasi berisi atribut kebutuhan dodol jambu biji GuavaGua yang diprioritaskan untuk ditingkatkan sebagai true customer needs. Kata Kunci: Atribut Kebutuhan, Integrasi Product Quality dan Model Kano, True Customer Needs
Perbaikan Proses Bisnis Pada Usaha Kecil Menengah Nutrity Menggunakan Metode Business Process Improvement Muhammad Reza; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - UKM Nutrity merupakan usaha yang telah berdiri sejak tahun 2009 dan memproduksi Serbuk Kedelai. UKM Nutrity belum memiliki proses bisnis yang jelas, sehingga dibutuhkan perancangan proses bisnis untuk nantinya mampu bersaing. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk memperbaiki proses bisnis proses produksi serbuk kedelai. Dalam upaya memperbaiki proses bisnis tersebut, UKM harus menerapkan kriteria Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT )untuk mendapatkan SPP-IRT. Tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu pengidentifikasian gap antara kondisi eksisting dengan kriteria CPPB-IRT, yang menghasilkan suatu proses bisnis rancangan. Proses bisnis tersebut akan dilakukan perbaikan dengan metode Business Process Improvement (BPI). Metode BPI mencakup analisis aktivitas yang dilanjutkan dengan penyederhanaan menggunakan 13 tools streamlining. Hasil analisis aktivitas yang dilakukan menunjukkan terdapat 10 aktivitas RVA, 42 aktivitas BVA, dan 0 aktivitas NVA. Selanjutnya, dilakukan streamlining terhadap aktivitas BVA dan RVA menggunakan Standardization, Beraucracy Elimination, Automation, Upgrading serta Supplier Partnership. Dari hasil penyederhanaan tersebut, akan dirancang Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan UKM Nutrity agar lebih mudah dipahami pemilik dan pegawai UKM. Penelitian ini menghasilkan dua rancangan SOP yang dapat diimplementasikan untuk kegiatan pembelian atau pengadaan bahan baku, serta proses produksi. Kata kunci: Business Process Improvement, CPPB-IRT, Standard Operating Procedure
Perumusan Rancangan Program Komunikasi Pemasaran Pada Produk Serbuk Kedelai Usaha Kecil Menengah Nutrity Menggunakan Pendekatan Benchmarking Mentari Hardyaningrum; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha Kecil Menengah (UKM) Nutrity merupakan sebuah usaha yang memproduksi hasil olahan kacang kedelai menjadi minuman serbuk kedelai. UKM Nutrity memiliki target untuk meningkatkan penjualan dan melakukan ekspansi pasar, salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu merancang program komunikasi pemasaran. Adapun komunikasi pemasaran eksisting yang dilakukan ialah Facebook, mengikuti pameran serta memanfaatkan word of mouth dalam memasarkan produk. Dalam upaya merancang program komunikasi pemasaran digunakan metode benchmarking dengan tahapan Identifikasi subyek benchmark, Identifikasi obyek benchmark, Mengumpulkan Data, Menentukan gap dan Mengambil tindakan. Selain tahap tersebut digunakan tools benchmarking yaitu performance indicator yang digunakan untuk mengetahui kinerja eksisting UKM Nutrity, sehingga dapat diketahui proses mana yang perlu ditingkatkan sebagai acuan bagi rekomendasi program komunikasi yang diberikan. Berdasarkan hasil benchmarking program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan oleh UKM Nutrity ialah internet marketing dengan menggunakan media sosial Facebook, promosi penjualan dengan memberikan sample produk pada saat pameran, program reseller untuk memperluas area pemasaran serta memasang iklan di koran. Kata Kunci: UKM, program komunikasi pemasaran, benchmarking, gap
Perancangan Perbaikan Kualitas Pelayanan Brolabs Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Miftah Dwi Rachma; Yati Rohayati; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Brolabs merupakan usaha yang bergerak dibidang repair sepatu. Kehadiran Brolabs sudah cukup membentu masyarakat. Namun, setelah kurang lebih satu tahun berdiri, Brolabs belum mengalami kenaikan dari segi pendapatan yang cukup pesat. Didukung dengan keluhan dari beberapa pelanggan tentang pelayanan yang diberikan, maka Brolabs akan melakukan perbaikan pelayanan demi tercapainya target yang sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi perbaikan layanan berdasarkan sepuluh true customer needs. Penelitian ini menggunakan metode Quality Funtion Deployment (QFD). Metode QFD merupakan salah satu teknik untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik produk atau layanan dengan mempertimbangkan kemampaun Brolabs. Pada tahap pertama metode QFD terdapat House of Quality untuk menentukan prioritas karakteristik teknis. Tahap selanjutnya adalah pengembangan konsep. Pada tahap pengembangan konsep dilakukan pembuatan konsep alternnatif yang akan dipilih oleh Brolabs untuk dikembangkan. Tahap terakhir pada penelitian ini adalah Part Deployment untuk menentukan prioritas critical part yang sudah teridentifikasi. Tahap ketiga akan menghasilkan prioritas critical part. Rekomendasi dari penelitian ini adalah mengadakan program peningkatan kemampuan, menetapkan standar peralatan yang digunakan, menetapkan kriteria pelayanan on-site, menyediakan monitoring control card, menetapkan sistem maintenance alat, menetapkan SDM untuk menangani customer service, menyediakan lebih banyak part pendukung, menambah media untuk memberikan informasi, dan menambah fasilitas ruang tunggu. Kata kunci : Quality Funtion Deployment, True Customer Needs, House of Quality, Part Deployment, Brolabs Abstract Brolabs is a business engaged in the repair of shoes. With the presence of Brolabs, it already helps people. However, at this time, after a little over a year of its existence, there is no significant increase in income. Supported by complaints from some customers about the services provided, Brolabs will make improvements to the service for the achievement of targets that have been determined. This study aims to provide recommendation of service improvement based on ten true customer needs. This research uses Quality Funtion Deployment (QFD) method. The QFD method is one technique to translate customer needs into product or service characteristics by considering the ability of Brolabs. In the first stage of the QFD method there is a House of Quality to determine the priority of technical characteristics. The next stage is the development of concepts. At the stage of development of the concept carried out the creation of alternatives that will be selected by Brolabs to be developed. The final step in this research is Part Deployment to determine the priority of critical part that has been identified. The third stage will generate the priority of the critical part. The recommendations of this research are to develop capability programs, set the standard of equipment used, define on-site service criteria, provide monitoring control card, define tool maintenance system, establish HR to handle customer service, provide more support, add media to provide information, and add to the lounge facilities. Key word : Quality Funtion Deployment, True Customer Needs, House of Quality, Part Deployment, Brolabs
Perancangan Komunikasi Pemasaran Pada Produk Selai Strawberry Ukm Shagy Lestari Menggunakan Metode Benchmarking Nata Satya Putri; Yati Rohayati; Aulia Fashanah Hadining
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM Shagy Lestari merupakan salah satu UKM yang berlokasi di desa Alamendah, kecamatan Ciwidey, kabupaten Bandung. UKM Shagy Lestari memproduksi hasil pertanian berupa produk olahan buah strawberry, dengan salah satu produk yang paling diminati yaitu selai strawberry. Produk olahan selai strawberry memiliki pasar yang potensial dibandingkan dengan produk lainnya seperti dodol strawberry dan sambal strawberry. Namun UKM Shagy Lestari memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan akan pemasaran pada produk yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk merumuskan rancangan komunikasi pemasaran yang baik yang nantinya dapat diimplementasikan oleh UKM Shagy Lestari agar dapat memperluas area pemasarannya untuk meningkatkan penjualan. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan pendekatan benchmarking terhadap UKM lainnya yang memiliki produk serupa dan telah sukses dipasaran. Metode benchmarking yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan informasi dari produk UKM lainnya melalui wawancara mendalam dan observasi serta data-data lainnya yang memiliki informasi terpercaya seperti buku dan literatur. Berdasarkan hasil benchmarking yang telah dilakukan UKM, UKM Shagy Lestari harus memperbaiki dan meningkatkan komunikasi pemasaran yang telah mereka miliki. Komunikasi pemasaran yang dapat digunakan yaitu dengan mengubah desain kemasan, pameran, serta memanfaatkan media sosial untuk perluasan jangkauan pemasaran. Kata Kunci : UKM Shagy Lestari, komunikasi Pemasaran, benchmarking, kemasan, media sosial, pameran.
Co-Authors Achmad Arief Tanjung Aditia Setia Wardhani Aditya Sulistiyo Suwarno Afina Hardyanti Afra Ghaida Hana Agung Purnama Putra Agus Achmad Suhendra Ainun Ulum Eristyanawati Aisya Kha’irunisa Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra Alan ramadhan Albi Dwi Rianto Alif Akbar Alya Hanif Istiqomah Ananda Kusumo Aji Andi Zehan Saskia Salsabila Andika Deanna Rahma Andini Selfiyana Annisa Falimantik Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida Ariendha Inggar Fitriara Arinda Layla Alfira Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia F Hadining Aulia Fashanah Aulia Fashanah Aulia Fashanah Hadining Aziz Pratama Thahir Aziz Pratama Thahir Billy Calvin Immanuel Bintang Andhika Budiman Boby Hera Sagita Citra Triana Budiastuti Devi Pratami Devia Resty Putri Deyana Prastika Putri Dian Ayu Septina Dimas Kurniantoro Aji Dimas Langga Triandaru Edwina Edwina Eldeska Fadhil Hamdi Elvin Supriyanto Esti Dwirini Eva Andiana Fanny Afriani Putri Farda Hasun Fariha Eridani Naufalina Faris Fathurahman Fathin Farcyana Safitri Firza Khalisha Rinjany Fitriana Rachmawati Fitriya Nur Azizah Fitriyatul Jannah Galang Aji Pangestu Ghanif Faoziansyah Ghina Rafidah Hafizh Muhammad Almaraghi Suharja Hafizhah Khaerani Hardiyanti Ilmi Aulia Hardiyanto Kusupriadi Hilman Abi Rafdi Iftitah Noor Pratomo Ika Arum Puspita Ikhan Nanda Ramadhan Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indah Kusuma M Noor Intan Permatasari Irham Fakhriy Juli Trisna Aisyah Sinaga Kandida Kenya Utami Lindsay Beanning Maria Dellarosawati Mayvita Putri Syamala Meldi Rendra Mentari Hardyaningrum Miftah Dwi Rachma Mochamad Rian Murtiadi Mohamad Bangun Mufti Zakiah Mulianti Muhammad Furqan Aferi Muhammad Iqbal Muhammad Naufal Sayidiman Muhammad Reza Muhammad Tezar Nata Satya Putri Nikmah Novitasari Noviana Noviana Nur Dining Pawesti Nurmaulida Anggi Wijayanti Prima Annisa Karunia Raden Farhan Ashadiar Raden Roro Asri Ismaya Putri Rahma Fauziyah Ridho Rahatesa Rino Andias Rio Aurachman Rizki Irwansyah Rizky Yuliantara MUSTOFA Romy Seftivani Anggita Putri Rr. Asri Ismaya Putri Sabrina Ayu Hermawati Salsabila Diarnie Larasati Salwa Nabila Izza Salsabila Sari Wulandari Sherli Sherli Silvi Rushanti Widodo Sindhani Rahmalia Sudono Sinta Aryani Siti Fatimah Zainatun Nisa Siva Aulia Sri Widaningrum Sri Yuni Oktarina Susi Anantami S Tania Alya Andrianingrum Tiara Verita Yastica Ully Yunita Nafizah Ulul Azmi Wanda Suci Utami Wawan Tripiawan Whidha Ayu Primastuti Widodo, Silvi Rushanti Yuki Putri Arifianti Yusuf Syarif Iqbal Zerlin Anggreni Kembaren