Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perancangan Dan Pemilihan Lokasi Iklanberbasis “facebook Ads” Untuk Dodol Rumput Lautukm Aulia Sari Dimas Kurniantoro Aji; Yati Rohayati; Aulia Fashanah Hadining
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan pengguna internet yang cepat serta jumlah pengguna social media facebook peringkat pertama dibandingkan dengan social media lain di Indonesia, membuka peluang besar bagi UKM Aulia Sari untuk menggunakannya sebagai media pemasaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini merancang iklan terbaik untuk memasarkan produk dodol rumput laut Aulia Sari menggunakan facebook advertising. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menguji 3 iklanfacebook yang posisikan berdasarkan lokasi penempatan iklan yaitu desktop, kolom kanan dan mobile. Hasil pengujian 3 iklan Aulia Sari melaluifacebook advertising manager akan diperoleh data hasil pengujian iklan yang diukur tingkat efektivitas dan efisiensi iklan berdasarkan metrik iklan reach, click, cost per click dan UCTR. Ketiga iklan facebook dilakukan uji perbandingan iklan kedalam setiap metrik pengukuran iklan. Hasil analisis diperoleh iklan paling efektif dan efisien adalah iklan dengan lokasi mobile. Diperolehjumlah klik iklan sebanyak 254 unique click, biaya iklan adalah Rp. 691,00 per klik iklan serta nilai UCTR adalah 14%. Hasil uji perbandingan iklan terdapat perbedaan signifikan untuk setiap metric kecuali iklan dekstop vs mobile pada metrik reach. diperoleh hasil terdapat perbedaan signifikan matrik hasil iklan facebook untuk nilai click dan cost per click antara iklan mobile (successful ads) dengan iklan desktop dan kolom kanan. Kata Kunci: Social media, Facebookadvertising, UKM Aulia Sari.
Perancangan Atribut Program Digital Marketing Pada Bro.do Dengan Integrated Marketing Communication (imc) Quality Dan Model Kano Citra Triana Budiastuti; Yati Rohayati; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Brodo Ganesha Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Bro.do Footwear, merupakan salah satu industri retail fashion pria yang berpusat di Kota Bandung yang memproduksi sepatu dan aksesoris dari bahan genuine leather (kulit asli). Bro.do telah berdiri sejak tahun 2010 dan masih bertahan hingga sekarang. Bro.do sendiri memiliki slogan yaitu “Gentlemen”, di mana Bro.do ini mempunyai pangsa pasar pria berumur 18 hingga 35 tahun dari kelompok sosial medium to high. Penjualan Bro.do sendiri terbagi menjadi dua, offline dan online. Tentunya apabila melakukan penjualan online perlu adanya media pemasaran online juga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang atribut kebutuhan program digital marketing Bro.do menggunakan intregrasi Integrated Marketing Communication (IMC) Quality dan Model Kano dengan mengidentifikasikan 17 atribut kebutuhan program digital marketing Bro.do khususnya pada Instagram ads. Penelitian dilakukan terhadap 184 responden, diantaranya terdapat responden yang pernah melihat Instagram ads Bro.do dan juga yang belum pernah melihat sama sekali. Terdapat 109 responden yang dapat dijadikan acuan pada pengolahan data di mana telah memenuhi seluruh karakteristik responden yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh delapan atribut yang menjadi true customer needs. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang melibatkan data perusahaan. Rekomendasi tersebut berisikan atribut kebutuhan program digital marketing Bro.do khususnya pada Instagram ads yang perlu dikembangkan dan diprioritaskan sebagai true customer needs. Kata Kunci: Perancangan Atribut, Digital Marketing, Instagram ads, IMC Quality, Model Kano Abstract PT. Brodo Ganesha Indonesia or better known as Bro.do Footwear, is one of the men's fashion retail industry based in Bandung which produces shoes and accessories from genuine leather material. Bro.do has been established since 2010 and is still growing until now. Bro.do itself has a slogan of "Gentlemen", where Bro.do has target market of men aged 18 to 35 years from the social group medium to high. Bro.do’s sales channel is divided into two, offline and online. Of course, if doing online sales need an online marketing. This study aims to design the attribute needs of Bro.do digital marketing program using Integrated Marketing Communication (IMC) Quality and Kano Model by identifying 17 attributes of Bro.do digital marketing program needs, especially on Instagram ads. The study was conducted on 184 respondents, including respondents who have seen Instagram ads Bro.do and also who have never seen at all. There are 109 respondents who can be used as data processing on research that has met all characteristics of respondents that have been predetermined. The results of data processing, obtained eight attributes that become true customer needs. Recommendations are formulated based on the results of data processing and analysis involving company data. The recommendation contains the attribute needs for Bro.do’s digital marketing program, especially on Instagram ads that need to be developed and prioritized as true customer needs. Keywords: Attribute Design, Digital Marketing, Instagram ads, IMC Quality, Kano Model
Analisis Kebutuhan Kemasan Produk Dodol Stroberi Ukm Shagy Lestari, Kab. Bandung Dengan Menggunakan Model Kano Dan Product Packaging Sabrina Ayu Hermawati; Yati Rohayati; Maria Dellarosawati
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Shagy Lestari adalah salah satu penghasil stroberi di daerah Rancabali, Jawa Barat. Bapak Soemantri dan Ibu Nunung adalah pemilik dan pendiri UKM Shagy Lestari. Memproduksi olahan stroberi merupakan salah satu cara yang ditempuh pemilik UKM, dikarenakan UKM Shagy Lestari memiliki lokasi pemasaran yang strategis, dikawasan wisata Kawah Putih. Dodol stroberi, sambal stroberi dan selai stroberi adalah produk yang dihasilkan UKM Shagy Lestari. Berdasarkan data penjualan, pihak UKM mengalami kerugian penurunan penjualan pada tahun 2013 dan 2014. Melihat adanya penurunan penjualan produk dodol stroberi, peneliti menjadikan produk UKM Shagy Lestari sebagai objek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 responden dengan menggunakan teknik sampling non-probability sampling yaitu purposive sampling. Terdapat dua jenis kuesioner pada penelitian ini, yaitu kuesioner product packaging dan model kano. Pada penelitian ini menggunakan metode Product Packaging dan model kano, yaitu objek dalam penelitian ini berupa packaging, dan peneliti akan menentukan kualitas dari sebuah packaging, untuk itu peneliti menggunakan metode product quality, sehingga didapatlah pengkombinasian terhadap metode penelitian dan objek penelitian yaitu product packaging. Hasil dari penyebaran 150 kuesioner didapatkan 100 kuesioner yang lulus screening dan menghasilkan 24 atribut kebutuhan product packaging dodol stroberi yang didapatkan dari hasil olahan kuesioner. Kedua hasil pengolahan data kemudian dilakukan pengintegrasian dan analisis data untuk mendapatkan True Customer Needs. Perumusan rekomendasi didapatkan dari hasil analisis prioritas rekomendasi yang dilakukan terhadap 8 atribut yang ditingkatkan. Kata kunci : UKM, Product Packaging, Kano, Desain kemasan
Perancangan Program Komunikasi Pemasaran Untuk Produk Dodol Rumput Laut Ukm Aulia Sari Dengan Menggunakan Pendekatan Benchmarking Billy Calvin Immanuel; Yati Rohayati; Aulia Fashanah Hadining
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM Aulia Sari merupakan UKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman yang memproduksi dodol. Data penjualan dodol di Jawa Barat cukup tinggi tetapi UKM Aulia Sari memiliki keterbatasan pengetahuan untuk melakukan komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan benchmarking terhadap UKM yang memiliki produk yang sama yang telah sukses dipasaran melalui komunikasi pemasaran. Berdasarkan hasil benchmarking yang dilakukan, UKM Aulia Sari perlu melakukan perbaikan dalam komunikasi pemasaran untuk memperluas area pemasaran dan memperkenalkan produknya. Komunikasi pemasaran yang dapat diimplementasikan oleh UKM Aulia Sari adalah iklan melalui kemasan yang telah didesain secara khusus dan pemasaran langsung melalui internet marketing dengan media sosial seperti facebook, instagram, twitter dan reseller. Hasil penelitian ini adalah UKM Aulia Sari dapat melakukan perbaikan komunikasi pemasaran yaitu iklan melalui kemasan untuk menarik menarik minat konsumen dan mempengaruhi keputusan pembelian serta pemasaran langsung menggunakan media sosial yaitu facebook, twitter, instagram, dan reseller untuk memperluas area pemasaran yang akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Kata Kunci: UKM Aulia Sari, Komunikasi Pemasaran, Benchmarking, Kemasan, Media Sosial, Reseller.
Pengembangan Program Sertfikasi Web Development Professional (wdp) Di Telkom Professional Certification Center (tpcc) Menggunakan Metode Quality Function Deployment (qfd) Annisa Falimantik; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman di dunia ini sangat pesat, dengan didukungnya kemajuan teknologi, sehingga seluruh pertumbuhan industri di sektor manapun ikut berkembang. TPCC (Telkom Professional Certification Center) merupakan salah satu program pelatihan dan sertifikasi yang berdiri sebagai afiliasi dari Telkom Professional Development Center (TPDC) melalui Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang menyediakan CCDP (Certified Development and Professional Program) sebagai salah satu program yang dirancang bagi lulusan SMA/SMK/MA atau mahasiswa/alumni perguruan tinggi yang ingin memiliki keterampilan nyata sebagai solusi atas kesenjangan kompetensi tenaga kerja saat ini dan pada masa yang akan datang. Namun, CCDP saat ini mengalami permasalahan mengenai jumlah peserta yang tidak sesuai target, khususnya pada program sertifikasi Web Development Professional (WDP), karena kurang diminati oleh calon peserta. Oleh karena itu, CCDP akan melakukan pengembangan salah satu produk sertifikasinya yaitu, Web Development Professional untuk mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pengembangan produk berdasarkan 9 true customer needs. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD merupakan salah satu teknik yang dapat menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik produk dengan mempertimbangkan kemampuan CCDP untuk mewujudkannya. Metode QFD dilakukan dengan menggunakan dua tahap dan satu tahap lainnya yaitu, pengembangan konsep. Pada tahap pertama yaitu House of Quality untuk menentukan prioritas karakteristik teknis. Tahap selanjutnya adalah pengembangan konsep. Pada tahap ini, dibuat konsep-konsep alternatif baru yang nantinya akan dipilih oleh CCDP untuk dikembangkan. Tahap terakhir pada penelitian ini yaitu QFD iterasi dua yaitu, Part Deployment untuk menentukan prioritas critical part. Tahap ketiga ini akan menghasilkan prioritas critical part berdasarkan prioritas karakteristik teknis yang telah didapatkan pada QFD iterasi satu. Rekomendasi yang dibuat adalah penetapan jumlah konsep pembelajaran, jumlah prosedur pembelajaran, penempatan ruang pelatihan, penetapan kriteria tingkat pendidikan minimal untuk pendidik, jenis sertifikasi yang dimiliki pendidik, minimal pengalaman kerja pendidik, jenis kompetensi yang dimiliki pendidik, jenis program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kerja, program peningkatan mutu pendidik dengan badan penyelenggara lain untuk pendidik dan tenaga kerja, program kerja sama dengan perusahaan, penetapan rincian kurikulum dan penetapan jadwal penyusunan kurikulum. Kata Kunci: Quality Function Deployment, True customer needs, House of Quality, Part Deployment, WDP
Analisis Kebutuhan Layanan Pada Store Guteninc Menggunakan Integrasi Service Quality Dan Model Kano Hardiyanto Kusupriadi; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guteninc merupakan salah satu brand lokal di Indonesia yang bergerak di bidang fashion, khususnya pada produk sepatu berbahan dasar kulit untuk pria dan wanita. Setelah membuka store di Makassar pada tahun 2011, Guteninc memperluas wilayah penjualan dengan kembali membuka store di wilayah Bandung. Ketatnya persaingan membuat Guteninc perlu melakukan evaluasi terhadap pelayanan guna memaksimalkan kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi “True Customer Needs” dari layanan store yang berada di wilayah Bandung dengan menggunakan integrasi antara dimensi Servqual dan model Kano, sehingga dapat diketahui prioritas atribut kebutuhan layanan yang dapat memaksimalkan kepuasan pelanggan. Atribut kebutuhan didapatkan dari Voice of Customer yang merupakan hasil wawancara terhadap konsumen store Guteninc. Tingkat kepuasan pelanggan dan rekomendasi perbaikan layanan dapat diketahui dari hasil pengolahan data, dengan input yang didapat dari respons kuesioner hasil identifikasi atribut kebutuhan. Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh 20 atribut kebutuhan terhadap layanan store Guteninc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 atribut kebutuhan yang sudah memenuhi harapan konsumen dan 15 atribut kebutuhan yang masih belum memenuhi harapan. Setelah dilakukan pengintegrasian antara dimensi Servqual dan model Kano, ditunjukkan bahwa terdapat 8 atribut perlu diprioritaskan, 7 atribut perlu ditingkatkan, 4 atribut dipertahankan, dan 1 atribut diabaikan. Berdasarkan hasil pengintegrasian, didapatkan 15 atribut kebutuhan yang termasuk ke dalam True Customer Needs, yang diperoleh dari atribut kebutuhan yang perlu diprioritaskan dan ditingkatkan. Dengan hasil tersebut, diharapkan Guteninc dapat meningkatkan layanan store untuk memaksimalkan kepuasan konsumen. Kata kunci: Atribut Kebutuhan, Guteninc, Layanan Store, Model Kano, Servqual _____________________________________________________________________________________________ Abstract Guteninc is one of the so many brands in Indonesia which produced fashion product, especially in leather-based shoes for men and women. Guteninc was established since 2011 after they open a store in Makassar, and now they also have a store in Bandung that opened for expantion purposes. Strict competition makes Guteninc need to evaluate their services to maximize customer satisfaction. The purpose of this research is to identify the "True Customer Needs" from Guteninc’s store services in Bandung by using the integration between Servqual dimension and Kano model, so it can produces the priority ranking of service requirement attribute that hopefully can maximize customer satisfaction. The requirement attribute is obtained from the Voice of Customer which is the result of the interview with Guteninc’s store consumers. The level of customer satisfaction and the service improvement recommendations can be known from the data processing, with the questionnaire’s responses as the input. Based on the results of identification, there are 20 requirement attributes from the service of Guteninc’s store. The results show that there are 5 requirement attributes that have met the expectations of consumers and 15 requirement attributes that still have not met their expectations. After the integration between the Servqual dimension and Kano model, it is shown that 8 attributes need to be prioritized, 7 attributes need to be improved, 4 attributes retained, and 1 attribute to be ignored. Based on the results of the integration, there are 15 requirement attributes that are included in True Customer Needs, which is obtained from the requirement attributes that need to be prioritized and improved. With the results of this research, it is expected that Guteninc can improve their store services to maximize customer satisfaction. Keywords: Guteninc, Kano Model, Requirement Attribute, Servqual, Store Service
Perbaikan Proses Bisnis Ukm Kerupuk Kentang Ibu Risty Untuk Pemenuhan Kriteria Cppb-irt Dan Sertifikasi Halal Menggunakan Metode Bpi Dian Ayu Septina; Yati Rohayati; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Usaha Kecil Menengah Kerupuk Kentang Ibu Risty merupakan salah satu UKM yang bergerak di bidang pengolahan pangan yang memproduksi olahan kentang. UKM Kerupuk Kentang Ibu Risty berencana untuk memasuki pasar modern. Namun, UKM Kerupuk Kentang Ibu Risty belum dapat memasuki ke pasar modern karena terdapat persyaratan dasar yang belum dipenuhi, diantaranya kepemilikan Surat Perizinan Pengelolaan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan sertifikat Halal. Untuk mendapatkan kedua sertifikat tersebut, UKM harus memiliki proses bisnis yang sesuai agar seluruh kegiatan pengelolaan UKM dapat berjalan secara terstruktur. Namun untuk memperoleh proses bisnis yang sesuai, perlu dilakukan proses identifikasi pada kriteria CPPB-IRT dan Sertifikasi Halal dengan kondisi eksisting UKM. Hasil evaluasi identifikasi pemenuhan krieria CPPB-IRT dan Sertifikasi Halal menjadi dasar untuk merancang proses bisnis pemenuhan kriteria CPPB-IRT dan Sertifikasi Halal. Setelah mendapatkan proses bisnis pemenuhan kriteria CPPB- IRT dan Halal dilakukan perbaikan agar menghasilkan proses bisnis usulan. Pada penelitian ini perbaikan proses bisnis dilakukan dengan metode BPI (Business Process Improvement) yang mencakup analisis aktivitas ke dalam RVA, BVA, NVA pada masing-masing proses dan dilanjutkan dengan penyederhanaan menggunakan 12 tools Streamlining. Hasil dari analisis aktivitas pada proses bisnis usulan menunjukkan sebanyak 31 aktivitas RVA, 121 aktivitas BVA, dan 1 aktivitas NVA. Pada tahap selanjutnya dilakukan proses streamlining pada aktivitas RVA dan aktivitas BVA menggunakan 12 tools Streamlining diantaranya Standardization, Supplier Partenrship, Automation, Bereaucracy Elimination, Simplification, Duplication Elimination, Simple Language, dan Upgrading. Sementara itu, dilakukan proses eliminasi pada aktivitas NVA. Berdasarkan proses penyederhanaan tersebut, terdapat rancangan proses bisnis usulan yang didokumentasikan ke dalam bentuk SOP, agar proses bisnis usulan dapat diimplementasikan dalam pengelolaan UKM Kerupuk Kentang Ibu Risty. Kata Kunci : BPI, CPPB-IRT, Sertifikasi Halal, Proses Bisnis, SOP.
Analisis Kebutuhan Pelanggan Untuk Pembelajaran Jarak Jauh Magister Teknik Informatika Universitas Telkom Dengan Menggunakan Integrasi E-servqual For Higher Education Dan Model Kano Nur Dining Pawesti; Yati Rohayati; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem PJJ merupakan sistem pendidikan yang memiliki daya jangkau luas serta membuka akses terhadap pendidikan dimana saja dan kapan saja. Universitas Telkom merupakan salah satu Universitas penyedia pendidikan pascasarjana dengan sistem penyelenggara PJJ. Program PJJ yang berlaku di Magister Tel-U menggabungkan pembelajaran di kelas dengan pembelajaran jarak jauh menggunakan video conference. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pelanggan PJJ Magister Teknik Informatika menggunakan integrasi E-SERVQUAL for Higher Education dan Kano. Terdapat 18 atribut kebutuhan pelanggan yang digunakan untuk mengukur tingkat harapan dan kepentingan layanan, mengklasifikasikan atribut kebutuhan, dan menentukan atribut kebutuhan yang perlu diprioritaskan sebagai True Customer Needs. Berdasarkan hasil pengukuran E-SERVQUAL for Higher Education didapatkan sembilan atribut kuat dan sembilan atribut lemah. Berdasarkan pengklasifikasian Kano diperoleh tujuh atribut yang perlu untuk diprioritaskan dan dua atribut yang perlu untuk dikembangkan. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data yang berisi atribut kebutuhan yang diprioritaskan dan dikembangkan sebagai true customer needs. True customer needs yang diperoleh adalah kecepatan internet jaringan yang stabil, kemudahan untuk mengakses materi perkuliahan, kemudahan untuk mengakses E-Library, pengumuman penting terkait perkuliahan diinformasikan dengan cepat, respon administrative yang dilakukan secara cepat terhadap keperluan mahasiswa, kemudahan menghubungi dosen atau admin, menyediakan sistem sharing file materi perkuliahan, Software video conferene perkuliahan yang digunakan terbaru, dan kurikulum relevan dengan dunia kerja. Kata kunci :PJJ, Analisis Kebutuhan, integrasi E-SERVQUAL for Higher Education, Kano, Integrasi E- SERVQUAL dan Kano
Peningkatan Kualitas Produk Dodol Guavagua Menggunakan Metode Quality Function Deployment Di Ukm Barokah Alam Andini Selfiyana; Yati Rohayati; Aulia Fashanah Hadining
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sangat pesat, khususnya dibidang industri makanan. Dodol GuavaGua merupakan salah satu produk makanan yang dibuat dari olahan jambu biji. UKM Barokah Alam saat ini belum mampu memperluas pasar karena terkendala oleh rendahnya kualitas produk yang dikeluhkan dari beberapa pelanggan. Oleh karena itu, UKM Barokah Alam melakukan peningkatan kualitas produk Dodol GuavaGua untuk menjadikan keunggulan bagi UKM. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi peningkatan kualitas produk berdasarkan 12 true customer needs. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD merupakan salah satu teknik yang dapat menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik produk dengan mempertimbangkan kemampuan UKM untuk mewujudkannya. Metode QFD dilakukan dengan menggunakan dua tahapan. Tahap pertama yaitu House of Quality untuk menentukan karakteristik teknis prioritas. Tahap kedua yaitu QFD iterasi dua untuk menentukan prioritas critical part. Rekomendasi yang dibuat adalah perumusan tahap proses pembuatan dan pemasakan adonan, penentuan bahan utama adonan, jumlah bahan perisa, takaran bahan perisa, media untuk pengumpulan feedback, warna utama pada kemasan, jenis media promosi, penggunaan jenis pemanis, peningkatan faktor standar proses penggunaan perisa, faktor standar elemen pada kemasan, perumusan poin evaluasi pada feedback pelanggan, jumlah toko terkemuka yang menjual produk dodol GuavaGua, dan penetapan waktu promosi. Kata Kunci: Quality Function Deployment, True Customer Needs, Dodol GuavaGua
Analisis Kebutuhan Pengembangan Program Sertifikasi Web Development Professional Di Telkom Professional Certification Center Menggunakan Integrasi Education Quality Dan Model Kano Iftitah Noor Pratomo; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom Professional Certification Center (TPCC) merupakan salah satu afiliasi dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang berupa Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Salah satu produk yang ditawarkan oleh TPCC adalah Certified Competency Development and Professional (CCDP) yang menyasar lulusan SMA dan sederajat. CCDP memiliki tujuh pilihan program sertifikasi yang salah satunya adalah Web Development Professional (WDP). CCDP mengalami penurunan jumlah pendaftar setiap tahunnya, terutama program WDP. Untuk itu pihak TPCC berencana melakukan pengembangan produk dari program pendidikan non-degree untuk lulusan SMA dan sederajat menjadi program pelatihan dan sertifikasi yang ditujukan untuk semua kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan calon pelanggan program pelatihan dan sertifikasi WDP yang baru menggunakan integrasi EduQUAL dan Model Kano untuk meningkatkan kualitas layanan nantinya. Pada penelitian ini didapatkan 25 atribut kebutuhan calon pelanggan yang digunakan untuk menentukan atribut kebutuhan yang berpengaruh pada pengembangan layanan program WDP yang baru. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner EduQUAL, diperoleh 12 atribut kuat dan 13 atribut lemah. Selanjutnya, berdasarkan pengklasifikasian Model Kano, diperoleh 12 atribut kebutuhan yang perlu dikembangkan dan diprioritaskan. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data serta analisis yang melibatkan pihak TPCC. Dari 12 atribut yang direkomendasikan, terdapat 9 atribut yang menjadi True Customer Needs yang terdiri dari 2 atribut yang akan dikembangkan dan 7 atribut yang akan diprioritaskan. Kata Kunci: Atribut Kebutuhan, Pengembangan Produk, Integrasi EduQUAL dan Kano, True Customer Needs
Co-Authors Achmad Arief Tanjung Aditia Setia Wardhani Aditya Sulistiyo Suwarno Afina Hardyanti Afra Ghaida Hana Agung Purnama Putra Agus Achmad Suhendra Ainun Ulum Eristyanawati Aisya Kha’irunisa Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra Alan ramadhan Albi Dwi Rianto Alif Akbar Alya Hanif Istiqomah Ananda Kusumo Aji Andi Zehan Saskia Salsabila Andika Deanna Rahma Andini Selfiyana Annisa Falimantik Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida Ariendha Inggar Fitriara Arinda Layla Alfira Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia F Hadining Aulia Fashanah Aulia Fashanah Aulia Fashanah Hadining Aziz Pratama Thahir Aziz Pratama Thahir Billy Calvin Immanuel Bintang Andhika Budiman Boby Hera Sagita Citra Triana Budiastuti Devi Pratami Devia Resty Putri Deyana Prastika Putri Dian Ayu Septina Dimas Kurniantoro Aji Dimas Langga Triandaru Edwina Edwina Eldeska Fadhil Hamdi Elvin Supriyanto Esti Dwirini Eva Andiana Fanny Afriani Putri Farda Hasun Fariha Eridani Naufalina Faris Fathurahman Fathin Farcyana Safitri Firza Khalisha Rinjany Fitriana Rachmawati Fitriya Nur Azizah Fitriyatul Jannah Galang Aji Pangestu Ghanif Faoziansyah Ghina Rafidah Hafizh Muhammad Almaraghi Suharja Hafizhah Khaerani Hardiyanti Ilmi Aulia Hardiyanto Kusupriadi Hilman Abi Rafdi Iftitah Noor Pratomo Ika Arum Puspita Ikhan Nanda Ramadhan Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indah Kusuma M Noor Intan Permatasari Irham Fakhriy Jajat Juli Trisna Aisyah Sinaga Kandida Kenya Utami Lindsay Beanning Maria Dellarosawati Mayvita Putri Syamala Meldi Rendra Mentari Hardyaningrum Miftah Dwi Rachma Mochamad Rian Murtiadi Mohamad Bangun Mufti Zakiah Mulianti Muhammad Furqan Aferi Muhammad Iqbal Muhammad Naufal Sayidiman Muhammad Reza Muhammad Tezar Mushoddiq Kalimatullah Nata Satya Putri Nikmah Novitasari Noviana Noviana Nur Dining Pawesti Nurmaulida Anggi Wijayanti Prima Annisa Karunia Raden Farhan Ashadiar Raden Roro Asri Ismaya Putri Rahma Fauziyah Ridho Rahatesa Rino Andias Rio Aurachman Rizki Irwansyah Rizky Yuliantara MUSTOFA Romy Seftivani Anggita Putri Rr. Asri Ismaya Putri Sabrina Ayu Hermawati Salsabila Diarnie Larasati Salwa Nabila Izza Salsabila Sari Wulandari Sherli Sherli Silvi Rushanti Widodo Sindhani Rahmalia Sudono Sinta Aryani Siti Fatimah Zainatun Nisa Siva Aulia Sri Yuni Oktarina Sultoni, Kuston Susi Anantami S Tania Alya Andrianingrum Ully Yunita Nafizah Ulul Azmi Wanda Suci Utami Wawan Tripiawan Whidha Ayu Primastuti Widodo, Silvi Rushanti Yuki Putri Arifianti Yusuf Syarif Iqbal Zerlin Anggreni Kembaren