Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Kebutuhan Pelanggan Terhadap Layanan Website Inagri Menggunakan Metode Kano Dan Integrasi Electronic Service Quality Raden Farhan Ashadiar; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inagri (Pertanian Indonesia) dari PT. Insan Agritama Teknologi adalah Platform Pertanian yang memasok produk-produk pertanian dan menyediakan layanan pembelian untuk Hotel, Restoran dan Katering dengan basis online. Dimana Hotel, Restoran dan Katering tersebut dapat membeli bahanbahan mentah untuk keperluan dapur mereka. Pada platform inagri terdapat keluhan pelanggan terhadap layanan websitenya, oleh karena itu pihak inagri perlu untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan terhadap layanan website dan meningkatkan kebutuhan tersebut agar kepuasan pelanggan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan true customer needs berdasarkan dari voice of customer sehingga didapatkan atribut-atribut kebutuhan yang diprioritaskan untuk ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode Kano dan integrasi electronic service quality, EServqual digunakan untuk mengetahui dan mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan website inagri sehingga didapatkan atribut lemah untuk ditingkatkan, sedangkan metode Kano digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing atribut dengan tingkat kepuasan yang diterjemahkan ke dalam kategori Kano. Berdasarkan voice of customer dan studi literatur didapatkan 21 atribut kebutuhan yang kemudian diintegrasikan menggunakan E-Servqual dan metode Kano, sehingga dari 21 atribut tersebut didapatkan 13 atribut kebutuhan yang perlu untuk ditingkatkan. Atribut kebutuhan yang perlu untuk ditingkatkan dan dipenuhi merupakan true customer needs yang akan diidentifikasi dan diberikan rekomendasi. Kata kunci: E-Servqual, Metode Kano, True Customer Needs, Voice of Customer, Inagri
Perancangan Perbaikan Kualitas Layanan Pada Store Mischief Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Romy Seftivani Anggita Putri; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mischief merupakan merk dari suatu usaha yang memproduksi celana jeans di Indonesia untuk pria dan wanita usia 17 -40 tahun. Mischief saat ini melebarkan bisnisnya dibidang fashion berupa jaket, baju, sweaters, sabuk dan topi. Berdasarkan wawancara dengan chief executife officer (CEO), Perusahaan memiliki dua sistem penjualan online dan offline. Perusahaan juga mengembangkan website untuk pemasaran dan penjualan produk pada sistem online. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi peningkatan layanan pada store Mischief berdasarkan True customer needs yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya tentang Perancangan Kebutuhan Pelanggan Terhadap Layanan Pada Store Mischief Menggunakan Integrasi Service Quality Dan Model Kano. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan kedalam karakter layanan dan kemampuan perusahaan. QFD terdiri dari dua tahap yaitu QFD iterasi yang menerjemahkan true customer need menjadi karakteristik teknis. QFD iterasi dua yang menjabarkan dari karakteristik teknis menjadi critical part. Kata Kunci: Quality Function Deployment (QFD), karakteristik teknis, true customer needs, critical part.
Perancangan Peningkatan Kualitas Layanan Linkaja Menggunakan Metode Quality Function Deployment (qfd) (studi Kasus : Branch Bogor) Salwa Nabila Izza Salsabila; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LinkAja adalah sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). LinkAja menghadirkan layanan keuangan elektronik yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan beragam fitur. Sayangnya, LinkAja belum mampu memberikan kualitas layanan yang baik karena masih ditemukan keluhan pelanggan mengenai layanan LinkAja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh berbagai alternatif output yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan LinkAja dengan pendekatan 14 true customer needs menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). QFD dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah QFD Iterasi Satu (House of Quality) untuk mencari prioritas dari hubungan antara true customer needs karakteristik teknis. Tahap kedua adalah QFD Iterasi Dua (Part Deployment) bertujuan untuk menentukan prioritas critical part berdasarkan hubungan antara karakteristik teknis dengan critical part. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa QFD Tahap pertama menghasilkan output berupa 7 karakteristik teknis prioritas yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya. Pada QFD tahap dua, output yang didapat pada tahap sebelumnya dikembangkan dan menghasilkan output berupa 10 critical part prioritas. Kata Kunci: House of Quality, LinkAja, Part Deployment, Quality Function Deployment (QFD)
Perancangan Kualitas Layanan Dan Kebutuhan Pelanggan Terhadap Produk Linkaja Branch Bogor Menggunakan E-service Quality Dan Model Kano Lindsay Beanning; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman globalisasi ini pesatnya perkembangan industri FinTech (Financial Technology) semakin memicu persaingan diantara pelaku bisnis. Menurut National Digital Research Centre (NDRC), FinTech adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu inovasi di bidang jasa finansial. Telkomsel meluncurkan produk yang inovatif yaitu T-Cash yang merupakan layanan uang eletronik pertama di Indonesia pada tahun 2007. Lalu, pada Februari 2019 T-Cash berganti nama menjadi LinkAja. LinkAja bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi digital. Perkembangan penggunaan uang elektronik semakin meningkat di Indonesia. Beberapa perusahaan layanan uang elektronik adalah Go-Pay, OVO, AkuLaku, dan BNI Tapcash. Hal tersebut yang menyebabkan penggunaan LinkAja di branch Bogor mengalami penurunan dan tidak mencapai target penjualan di outlet yang aktif. Ketatnya persaingan membuat LinkAja perlu melakukan evaluasi terhadap layanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi “True Customer Needs” dari layanan LinkAja yang berada di wilayah Bogor dengan menggunakan integrasi antara dimensi E-Service Quality dan Model Kano, sehingga dapat diketahui prioritas atribut kebutuhan layanan. Atribut kebutuhan didapatkan dari studi literatur dan Voice of Customer yang merupakan hasil wawancara terhadap pelanggan LinkAja. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh 24 atribut kebutuhan. Selanjutnya dilakukan pengintegrasian antara dimensi E-Service Quality dan Model Kano, ditunjukkan bahwa terdapat, 11 atribut ditingkatkan, 10 atribut dipertahankan, dan 3 atribut dikembangkan. Berdasarkan hasil integrasi, didapatkan 14 atribut kebutuhan yang termasuk ke dalam True Customer Needs, yang diperoleh dari atribut kebutuhan yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Dengan hasil tersebut, diharapkan LinkAja dapat meningkatkan layanannya untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Kata kunci: Atribut Kebutuhan, LinkAja , Model Kano, E-Service Quality, True Customer Needs
Perancangan Peningkatan Kualitas Layanan Penjualan Online Pada Website Esgotado Menggunakan Metode Quality Function Deployment (qfd) Aditia Setia Wardhani; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esgotado merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang konveksi di Bandung yang melakukan penjualan secara online. Seiring dengan berkembangnya teknologi, perkembangan dalam bisnis online juga semakin pesat, dampaknya adalah munculnya para pesaing yang sejenis. Hal ini merupakan masalah yang harus dihadapi oleh Esgotado. Pesaing yang dirasa dapat memengaruhi penjualan Esgotado adalah Eigerindo dan Visval. Namun dengan adanya kedua pesaing tersebut perusahaan juga harus menciptakan pandangan positif karena dengan adanya pesaing akan memengaruhi perilaku konsumen sebelum akhirnya konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan rekomendasi peningkatan kualitas layanan penjualan online pada website Esgotado yang sesuai dengan True Customer Needs (TCN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD). Quality Function Deployment merupakan salah satu metode perbaikan kualitas produk atau jasa dengan True Customer Needs sebagai inputannya. Hasil dari penelitian tersebut kemudian akan diolah dengan menggunakan metode Quality Function Deployment pada penelitian ini. Dari penelitian sebelumnya dihasilkan 14 atribut kebutuhan yang menjadi True Customer Needs terhadap layanan website Esgotado. Kemudian setelah pengolahan data menggunakan Quality Function Deployment diperoleh 12 karakteristik teknis dan 12 critical part yang akan dikembangkan guna meningkatkan kualitas layanan website Esgotado. Kata Kunci: Esgotado, True Customer Needs, Quality Function Deployment, Karakteristik teknis, Critical part
Perancangan Perbaikan Atribut Produk T-shirt Winterxsvmmer Berdasarkan Preferensi Konsumen Dengan Menggunakan Conjoint Analysis Elvin Supriyanto; Yati Rohayati; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Winterxsvmmer merupakan salah satu ukm yang bergerak dibidang fashion yang terletak di kabupaten bandung barat sejak tahun 2019. Produk yang dijual oleh Winterxsvmmer merupakan produk yang digunkaan oleh kalangan remaja hingga dewasa. T-shirt merupakan produk unggulan yang dimiliki oleh Winterxsvmmer. Namun, saat ini penjualan T-shirt Winterxsvmmer tidak stabil disetiap bulannya. Hal tersebut disebabkan karena target yang lebih tinggi dari pada pendapatan penjualannya dan atribut produk yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kombinasi atribut dan level atribut yang dianggap penting oleh konsumen, mengidentifikasi preferensi konsumen mengenai produk T-shirt yang diinginkan, membandingkan antara atribut eksisting T-shirt Winterxsvmmer dengan preferensi konsumen, dan menyusun rekomendasi perbaikan produk T-shirt Winterxsvmmer yang tepat agar dapat meningkatkan penjualan. Kuesioner akan disebarkan secara online kepada konsumen yang telah membeli dan menggunakan produk T-shirt Winterxsvmmer sebanyak 160 responden. Untuk mengetahui preferensi konsumen, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah conjoint analysis. Berdasarkan hasil pengolahan data, atribut dan level atribut ynag menjadi preferensi konsumen yaitu atribut atribut fitting dengan level atribut regular fit, atribut warna dengan level atribut deep dan soft, atribut motif dengan level atribut streetwear, atribut model dengan level atribut short sleeve o-neck pocket, atribut bahan dengan level atribut cotton combed 24s. Berdasarkan preferensi konsumen tersebut, dapat dijadikan sebagai rekomendasi perbaikan atribut. Kata kunci : Atribut, Preferensi Konsumen, Conjoint Analysis
Perancangan Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran (media Sosial Instagram) Vrill Industries Menggunakan Metode Benchmarking Dan Analytical Hierarchy Process Alya Hanif Istiqomah; Yati Rohayati; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak VRILL INDUSTRIES merupakan salah satu industri dalam bidang fashion yang memproduksi kaus, jaket, sweater, dan topi. Usaha ini didirikan pada tahun 2015 di Kota Bandung. VRILL INDUSTRIES menjual produk melalui cara online dan offline. Penjualan secara offline dilakukan dengan cara konsinyasi dan penjualan secara online dilakukan melalui website dan Instagram. Namun sampai saat ini penjualan melalui Instagram belum pernah mencapai target penjualan. Diketahui Instagram yang dikelola oleh VRILL INDUSTRIES masih terdapat kekurangan sehingga komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram tidak berjalan dengan baik. Hal tersebut menjadi dasar dari penelitian yang akan dilakukan yaitu untuk mengetahui apa saja komunikasi pemasaran yang harus diperbaiki dengan menggunakan metode benchmarking dan Analytical Hierarchy Process. Elemen yang dipakai pada penelitian ini adalah elemen completeness, understandability, content, accessibility, dan timeliness. Dari kelima elemen tersebut didapatkan 16 sub elemen yang akan digunakan dalam penelitian ini. Metode AHP digunakan untuk memilih mitra benchmark yang akan diteliti. Setelah menentukan mitra benchmark maka dilakukan identifikasi mengenai program komunikasi melalui media sosial Instagram yang dilakukan. Hasil penelitian ini merupakan rekomendasi komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram yang akan dijalankan oleh VRILL INDUSTRIES berdasarkan kemampuan dari VRILL INDUSTRIES. Kata kunci : Komunikasi pemasaran, Benchmarking, Instagram, Elemen, Analytical Hierarchy Process. Abstract VRILL INDUSTRIES is one of the industries in the field of fashion that produces shirts, jackets, and hats. This business was established since 2015 in Bandung. VRILL INDUSTRIES sells products via online and offline. Offline sales are made by consignment and online sales are made through websites and Instagram. But until now the products that sale through Instagram have never reached the sales target It is known that Instagram managed by VRILL INDUSTRIES still has shortcomings so marketing communication through Instagram wasn’t going well. This is the basis of the research to be carried out, researcher want to find out which part of the marketing communications must be improved by using the benchmarking and Analytical Hierarchy Process methods. The elements used in this study are the elements of completeness, understandability, content, accessibility, and consistency. From these five elements, 16 sub elements were obtained and will be used in this study. The AHP method is used to select benchmark partners to be examined. After determining the benchmark partners, identification of communication programs through social media Instagram will carried out. The results of this study are recommendation for marketing communication through Instagram social media that will be implemented by VRILL INDUSTRIES based on the capabilities of VRILL INDUSTRIES. Keywords: Marketing Communication, Benchmarking, Instagram, Element, Analytical Hierarchy Process.
Perancangan Atribut Produk T-shirt Applecoast Berdasarkan Preferensi Konsumen Dengan Menggunakan Conjoint Analysis Andi Zehan Saskia Salsabila; Yati Rohayati; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Applecoast merupakan salah satu Industri Kreatif dalam bidang fashion yang didirikan di Kota Bandung sejak tahun 2013. Dari sekian banyak brand, Applecoast merupakan salah satu brand yang menjual produk lokal. Produk Applecoast digunakan untuk kalangan muda dan dewasa. T-Shirt merupakan produk unggulan yang ditawarkan oleh Applecoast. Saat ini produk T-Shirt Applecoast mengalami penjualan yang tidak stabil disetiap bulannya. Hal ini disebabkan karena target lebih besar dari pendapatan penjualannya dan atribut produk tidak sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kombinasi atribut dan level atribut yang dianggap penting oleh konsumen, membandingkan atribut dan level atribut yang dimiliki T-Shirt Applecoast dengan preferensi konsumen, dan merekomendasikan perbaikan produk yang tepat agar dapat menaikkan penjualan. Kuesioner disebarkan secara online kepada konsumen yang pernah menggunakan produk T-Shirt Applecoast dan terkumpul sebanyak 160 responden. Untuk mengetahui preferensi konsumen, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah conjoint analysis. Berdasarkan hasil pengolahan, data atribut yang menjadi preferensi konsumen yaitu atribut model dengan level atribut lengan pendek oversized dan lengan pendek oversized & pocket, atribut harga dengan level atribut < Rp150.000 dan Rp150.000-Rp300.000, atribut bahan dengan level atribut cotton combed 30s, atribut warna dengan level atribut mono color, dan atribut motif dengan level atribut polos. Dengan adanya preferensi tersebut,  maka akan dijadikan sebagai rekomendasi bagi pihak T-Shirt Applecoast.  Kata kunci : T-Shirt Applecoast, Preferensi, Conjoint Analysis.     Abstract Applecoast is one of the creative industry in the field of fashion established in the city of Bandung since the year 2013. Among its many brands, the Applecoast is one of the brands that sells local products. Applecoast products are used for young and mature people. T-Shirts are the flagship product offered by Applecoast. The Applecoast T-Shirt product is currently experiencing unstable sales every month. This is because the target is greater than the sales revenue and the product attribute does not match what the consumer wants. The research aims to identify the combination of attributes and attribute levels that consumers consider important, compare the attributes and attribute levels owned by Applecoast T-Shirts to consumer preferences, and recommend appropriate product improvements in order to increase sales. The questionnaire was deployed online to consumers who used the Applecoast T-Shirt products and collected 160 respondents. To find out the consumer preference, the method used in this research is the twins analysis. Based on the results of the processing, the data of the attributes that become consumer preference is the model attribute with the oversized short sleeve attribute level and short sleeve oversized & pocket, the price attribute with the attribute level of < Rp 150.000 and Rp 150.000-Rp 300.000, material attributes with the attribute level cotton combed 30s, attribute color with mono color attribute level, and motif attribute with plain attribute level With this preference, it will be used as a recommendation for the Applecoast T-Shirt.  Keywords: Applecoast T-Shirts, preferences, Conjoint Analysis.
Designing Online Marketing Communication Programs To Improve Bling It On’s Instagram Using Benchmarking Method And Analytical Hierarchy Process (Ahp) Tool Arinda Layla Alfira; Yati Rohayati; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBling It On is a local brand from Bandung that was founded in 2019. Bling It On focuses on selling various shoulder bags with unique and attractive models. For the last period, Bling It On’s income was unstable and did not reach the target, especially in online sales. One of the causes is low brand awareness of Bling It On due to less of Instagram optimization as the main platform in the marketing communication program. This research uses a benchmarking method through observations to identify gaps and find best practices from competitors' performance in Instagram. The Analytical Hierarchy Process (AHP) is also used as a decision-making tool to find the priority ranking on criteria (feed, story, profile, caption, reels) and the 16 Instagram sub criteria that are obtained from integration between VOC and previous research. From the results of this research, Bling It On is able to identify their weaknesses and design the appropriate strategies to improve Instagram performance by implementing the importance order of Instagram criteria and sub criteria. To overcome the shortcomings in the research, the researcher arranges implementation plans and work standards from the improvement design that have been validated by the problem owner.Keywords: Instagram, Online Marketing Communication, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process, Fashion Brands
Perancangan Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran Kerupuk Cabe Ibu Jumi Menggunakan Metode Benchmarking Dengan Analytical Hierarchy Process Agung Purnama Putra; Yati Rohayati; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk Cabe IBU Jumi merupakan salah satu pelaku usaha di bidang kuliner yang merupakan makanan khas Kota Dumai yang berlokasi di Jl. Professor M. Yamin, Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau. Kerupuk Cabe IBU Jumi memproduksi beberapa varian produk makanan ringan yaitu kerupuk cabe merah dan kerupuk cabe hijau. Penjualan produk dilakukan dengan cara offline dan online melalui media sosial Instagram. Namun masalah yang dialami yaitu penjualan melalui media sosial Instagram belum pernah mencapai dari target penjualan dan mengalami fluktuasi setiap bulannya, kebanyakan konsumen merupakan dari pihak retailer, dan belum menerapkan bauran komunikasi pemasaran yang efektif. Hal tersebut menjadi dasar dari penelitian yang akan dilakukan dengan tujuan untuk merancang program komunikasi pemasaran apa saja yang harus diperbaiki dengan menggunakan metode Benchmarking dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Elemen yang digunakan dalam penelitian ini adalah elemen completeness, understandability, accessibility, timeliness, dan content. Dari kelima elemen tersebut didapatkan 15 sub elemen yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini menggunakan competitive benchmarking dengan memilih mitra benchmark yang merupakan kompetitor dari Kerupuk Cabe IBU Jumi. Hasil dari penelitian ini merupakan rekomendasi perancangan sistem terintegrasi perbaikan komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram yang diusulkan pada Kerupuk Cabe IBU Jumi berdasarkan kemampuannya. Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Instagram, Elemen, Benchmarking, Analytical Hierarchy Process
Co-Authors Achmad Arief Tanjung Aditia Setia Wardhani Aditya Sulistiyo Suwarno Afina Hardyanti Afra Ghaida Hana Agung Purnama Putra Agus Achmad Suhendra Ainun Ulum Eristyanawati Aisya Kha’irunisa Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra Alan ramadhan Albi Dwi Rianto Alif Akbar Alya Hanif Istiqomah Ananda Kusumo Aji Andi Zehan Saskia Salsabila Andika Deanna Rahma Andini Selfiyana Annisa Falimantik Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida Ariendha Inggar Fitriara Arinda Layla Alfira Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia F Hadining Aulia Fashanah Aulia Fashanah Aulia Fashanah Hadining Aziz Pratama Thahir Aziz Pratama Thahir Billy Calvin Immanuel Bintang Andhika Budiman Boby Hera Sagita Citra Triana Budiastuti Devi Pratami Devia Resty Putri Deyana Prastika Putri Dian Ayu Septina Dimas Kurniantoro Aji Dimas Langga Triandaru Edwina Edwina Eldeska Fadhil Hamdi Elvin Supriyanto Esti Dwirini Eva Andiana Fanny Afriani Putri Farda Hasun Fariha Eridani Naufalina Faris Fathurahman Fathin Farcyana Safitri Firza Khalisha Rinjany Fitriana Rachmawati Fitriya Nur Azizah Fitriyatul Jannah Galang Aji Pangestu Ghanif Faoziansyah Ghina Rafidah Hafizh Muhammad Almaraghi Suharja Hafizhah Khaerani Hardiyanti Ilmi Aulia Hardiyanto Kusupriadi Hilman Abi Rafdi Iftitah Noor Pratomo Ika Arum Puspita Ikhan Nanda Ramadhan Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indah Kusuma M Noor Intan Permatasari Irham Fakhriy Jajat Juli Trisna Aisyah Sinaga Kandida Kenya Utami Lindsay Beanning Maria Dellarosawati Mayvita Putri Syamala Meldi Rendra Mentari Hardyaningrum Miftah Dwi Rachma Mochamad Rian Murtiadi Mohamad Bangun Mufti Zakiah Mulianti Muhammad Furqan Aferi Muhammad Iqbal Muhammad Naufal Sayidiman Muhammad Reza Muhammad Tezar Mushoddiq Kalimatullah Nata Satya Putri Nikmah Novitasari Noviana Noviana Nur Dining Pawesti Nurmaulida Anggi Wijayanti Prima Annisa Karunia Raden Farhan Ashadiar Raden Roro Asri Ismaya Putri Rahma Fauziyah Ridho Rahatesa Rino Andias Rio Aurachman Rizki Irwansyah Rizky Yuliantara MUSTOFA Romy Seftivani Anggita Putri Rr. Asri Ismaya Putri Sabrina Ayu Hermawati Salsabila Diarnie Larasati Salwa Nabila Izza Salsabila Sari Wulandari Sherli Sherli Silvi Rushanti Widodo Sindhani Rahmalia Sudono Sinta Aryani Siti Fatimah Zainatun Nisa Siva Aulia Sri Yuni Oktarina Sultoni, Kuston Susi Anantami S Tania Alya Andrianingrum Ully Yunita Nafizah Ulul Azmi Wanda Suci Utami Wawan Tripiawan Whidha Ayu Primastuti Widodo, Silvi Rushanti Yuki Putri Arifianti Yusuf Syarif Iqbal Zerlin Anggreni Kembaren