Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Positioning K-lite Radio Berdasarkan Perceptual Mapping Dengan Metode Multidimensional Scaling Wanda Suci Utami; Yati Rohayati; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K-Lite Radio merupakan radio bersegmen dewasa di Kota Bandung. Dilihat dari sisi pendapatan tiga tahun terakhir, K-Lite Radio masih belum bisa mencapai targetnya. Selain itu, K-Lite Radio berada pada posisi ketiga pada tingkatan top of mind masyarakat, dimana posisi pertama diduduki oleh Delta Radio. Hal ini berdampak pula pada pendapatan yang diperoleh perusahaan, dari hasil pemasangan iklan di radio yang tidak mencapai target, dikarenakan jumlah pendengar yang sedikit, jika dilihat dari peringkat K-Lite Radio pada lima tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali persepsi para pendengar radio ketika mereka memilih radio bersegmen dewasa di Kota Bandung, menggunakan perceptual mapping dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) berbasis atribut. Atribut-atribut yang terpilih dalam penelitian ini adalah ciri khas lagu yang diputar, ciri khas penyiar, informasi yang disiarkan, konten program, kejernihan suara yang dihasilkan, popularitas radio, jarak jangkauan penyiaran radio, fasilitas streaming, jenis iklan, dan penyiar yang terkenal. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, diambil sampel 100 orang pendengar radio dengan rentang usia 25-45 tahun. Hasil rekapitulasi data kuesioner akan menjadi data masukan untuk penggambaran perceptual mapping yang diperoleh dengan olahan metode MDS. Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan MDS, dihasilkan perceptual mapping yang menggambarkan bahwa Delta Radio merupakan pesaing utama dari K-Lite Radio. Kata Kunci : Analisis Positioning, K-Lite Radio, Perceptual Mapping, dan Multidimensional Scaling.
Rancangan Kebutuhan Pengguna Aplikasi Manajemen Pergudangan Dengan Menggunakan Integrasi Software Quality Dan Refined Kano Siti Fatimah Zainatun Nisa; Yati Rohayati; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan aplikasi manajemen pergudangan saat ini banyak dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang teknologi sistem informasi. Beberapa aplikasi manajemen pergudangan yang dikenal di pasar Indonesia adalah Odoo, Pawoon, MokaPOS, dan Forstok. Pada penerapannya, aplikasi-aplikasi tersebut masih memiliki kekurangan yang dikeluhkan oleh pengguna. Hal tersebut menjadi dasar bagi Inagri (PT. Insan Agritama Teknologi) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konsultan manajemen pergudangan untuk melakukan evaluasi dan pengembangan melalui penelitian agar menghasilkan aplikasi yang lebih baik dari kompetitor. Penelitian ini dilakukan dengan metode integrasi Software Quality dan Refined Kano. Metode ini berfungsi untuk mengetahui kebutuhan aplikasi manajemen pergudangan melalui identifikasi atribut berdasarkan dimensi Software Quality dan Refined Kano. Adapun dimensi yang relevan dengan aplikasi manajemen pergudangan diantaranya adalah dimensi functionality, usability, realiability, maintainability, efficiency, portability, dan compliance. Dari dimensi tersebut diperoleh 24 atribut kebutuhan aplikasi manajemen pergudangan. Hasil penelitian menunjukan dari 24 atribut kebutuhan terdapat 13 atribut sebagai True Customer Need yang harus dikembangkan dan diprioritaskan. Rekomendasi atribut kebutuhan ini dirumuskan berdasarkan integrasi Software Quality dan Refined Kano. Kata Kunci: Rancangan Kebutuhan, Aplikasi Manajemen Pergudangan, Software Quality, Refined Kano Abstract The current development of warehousing management applications is carried out by companies engaged in information system technology. Some of the warehousing management applications known in the Indonesian market are Odoo, Pawoon, MokaPOS, and Forstok. But in its application, these applications still have shortcomings that users complain about. Inagri (PT. Insan Agritama Teknologi) as a company engaged in warehousing management consultants to conduct evaluation and development through research to produce better applications from competitors. This research was conducted with an integrated method of Software Quality and Refined Kano. This method serves to study the requirement of warehousing management applications through the assessment of attributes based on the dimensions of Software Quality and Refined Kano. Dimensions relevant to management applications are functionality, usability, maintainability, efficiency, portability, and compliance. From these dimensions 24 attributes are needed for warehousing management applications. The results of the study show that from 24 attributes there are 13 needed attributes as True Customer Needs that must be developed and prioritized. The recommendations for this need attribute were formulated based on the integration of Software Quality and Refined Kano. Keywords: Requirement Design, Warehousing Management Application, Software Quality, Refined Kano
Rancangan Peningkatan Kualitas Layanan Aplikasi Manajemen Pergudangan Inaventory Berbasis True Customer Needs Menggunakan Quality Function Deployment (qfd) Siva Aulia; Yati Rohayati; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aplikasi manajemen pergudangan Inaventory adalah aplikasi yang berfungsi membantu para bisnis owner untuk mengintegrasikan informasi dari seluruh fungsi bisnis secara real time. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) pada tahun 2018. Sejauh ini yang telah menggunakan aplikasi Inaventory baru dua yaitu restoran dan retail. Oleh karena itu, PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) akan melakukan peningkatan kualitas layanan aplikasi manajemen pergudangan Inaventory berdasarkan dengan kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pada peningkatan kualitas aplikasi Inaventory berdasarkan tiga belas true customer needs menggunakan metode quality function deployment (QFD). Metode QFD berfungsi untuk menerjemahkan setiap kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik produk berdasarkan kemampuan perusahaan agar dapat diimplementasikan. Metode QFD dilakukan dengan tiga tahap. Pertama adalah QFD iterasi satu (House of Quality) untuk menterjemahkan true customer needs dan menentukan karakteristik teknis prioritas. Kedua adalah pengembangan konsep untuk membuat beberapa konsep alternatif yang akan dipilih oleh tim pengembang Inaventory. Tahap terakhir adalah QFD iterasi dua (Part Deployment) untuk menentukan critical part prioritas. Hasil dari penelitian ini memperoleh lima karakteristik teknis prioritas, dua belas critical part prioritas, dan dua belas rekomendasi yang akan dikembangkan. Kata Kunci: Aplikasi Inaventory, Quality Function Deployment, House of Quality, Part Deployment, Tru Customer Needs. Abstract Inaventory warehousing management application is an application that serves to help business owners to integrate information from all business functions in real time. This application was developed by PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) in 2018. So far, two new Inaventory applications have been used, namely restaurants and retail. Therefore, PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) will improve the quality of Inaventory warehousing management application services based on market needs.This study aims to provide recommendations on improving the quality of Inaventory applications based on thirteen true customer needs using the method of quality function deployment (QFD). QFD method serves to translate each customer's needs into product characteristics based on the company's ability to be implemented. QFD method is carried out in three stages. First is the iteration QFD (House of Quality) to translate true customer needs and determine priority technical characteristics. Second is the development of concepts to create several alternative concepts that will be selected by the Inaventory development team. The last step is the two iteration QFD (Part Deployment) to determine priority critical parts. The results of this study obtained five priority technical characteristics, twelve priority priority parts, and twelve recommendations that will be developed. Keywords: Application of Inventory, Quality Function Deployment, House of Quality, Part Deployment, True Customer Needs.
Quality Improvement Design Of Education Services In Gagas Ceria Kindergarten By Using Quality Function Deployment (qfd) Method Ghina Rafidah; Yati Rohayati; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Nowadays, community is aware of the importance of the growth and development of children in education. Parents choose the best kindergartens for their children. Gagas Ceria Kindergarten is one of the best kindergartens located in the middle of Bandung City, offers early childhood education services in accordance with the concept of modern education. Presently, there has been a decrease in term of the number of internal applicants, in the last five years. Internal applicants are the students who come from the Playgroup of Gagas Ceria Foundation. This shows that the level of customer loyalty of Gagas Ceria Kindergarten has decreased. To solve this problem, Gagas Ceria Kindergarten plans to improve the quality of education service management to achieve the target number of applicants in the next school year. This research study aimed to provide recommendations to improve the quality of education service management based on the eleven true customer needs. This study employed Quality Function Deployment (QFD). There were three stages conducted in this study. The first stage determines the priority of the technical characteristics developed using the QFD first iteration, House of Quality (HoQ). The second stage was the development of alternative concepts chosen for the concept that will be developed by Gagas Ceria Kindergarten. The third stage was to determine the critical part priority using the QFD second iteration, Part Deployment. The results of this research study are seven priority technical characteristics and twenty-five priority critical parts which become the formulations for the thirteen final recommendations. Keywords: House of Quality, Part Deployment, Quality Function Deployment, Gagas Ceria Kindergarten, True Customer Needs
Perancangan Kebutuhan Pelanggan Terhadap Layanan Penyewaan Gudang Berbasis Website Inaventory Menggunakan Pendekatan Integrasi Electronic Service Quality Dan Model Refined Kano Aisya Kha’irunisa; Yati Rohayati; Ima Normaliah Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) adalah supplier sayuran online untuk restoran dan industri pengolahan makanan. Inagri mempunyai produk turunan yaitu Inaventory. Inaventory merupakan bagian perusahaan dari Inagri yang bergerak dalam bidang IT Consultant khususnya manajemen pergudangan. Inaventory berencana memperluas jangkauannya dengan membangun penyewaan gudang berbasis online sebagai platform yang mempertemukan pebisnis atau yang membutuhkan gudang dengan penyedia gudang. Dalam mengembangkan layanan Inaventory, media yang digunakan adalah website. Penyewaan gudang berbasis website di Indonesia yang sudah cukup dikenal diantaranya Crewdible, Pakde, Waresix, dan Fullfilled by Lazada namun penyewaan gudang berbasis website yang sudah ada teridentifikasi masih belum memenuhi kebutuhan penggunanya. Dalam hal ini Inaventory akan memanfaatkan kelemahan dari penyewaan gudang berbasis website yang ada untuk membangun layanan penyewaan gudang berbasis website Inaventory. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan integrasi Electronic Service Quality dan Refined Kano dengan tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan penyewaan gudang berbasis website. Adapun dimensi Electronic Service Quality yang digunakan yaitu Information Quality, Effeciency, Responsiveness, Security & Privacy, Web Design, dan Ease of Navigation. Dari dimensi tersebut diperoleh 20 atribut kebutuhan layanan penyewaan gudang berbasis website dan diperoleh 11 atribut sebagai True Customer Needs yang harus dikembangkan dan diprioritaskan sebagai tahapan rekomendasi. Kata Kunci: Attribute needs, Electronic Service Quality, Inagri, Inaventory Kano Models, True Customer Needs, Refined Kano, Abstract PT. Insan Agritama Teknologi (Inagri) is an online vegetable supplier for the restaurant and food processing industry. Inagri has a derivative product called Inaventory. Parent is part of the Inagri company which is an IT Consultant specialized in warehousing management. Investment plans to expand by building an onlinebased warehouse as a platform that brings businesses or those who need a warehouse with a warehouse provider. In developing Inaventory services, the media used is the website. Website-based warehouse rentals in Indonesia are already well-known about Crewdible, Pakde, Waresix, and Fullfilled by Lazada but the website-based warehouse rentals that have been identified still do not meet the needs of its users. In this case Inaventory will take advantage of the disadvantages of existing web-based warehouse rentals to build warehouse services based on Inaventory's website. This research was conducted using the integration of Quality Electronic Services and Enhanced Canoeing with the aim of meeting the needs of web-based warehouse rental services. The dimensions of Electronic Service Quality used are Information Quality, Efficiency, Responsiveness, Security & Privacy, Web Design, and Navigation. From these dimensions obtained 20 attributes of web-based warehouse service needs and obtained 11 attributes as True Customer Needs which must be developed and prioritized as the development obtained. Keywords: Attribute needs, Electronic Service Quality, Inagri, Inaventory Kano Models, True Customer Needs, Refined Kano
Perancangan Perbaikan Layanan Pada Website Inagri Menggunakan Metode Quality Function Deployment Eldeska Fadhil Hamdi; Yati Rohayati; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inagri merupakan perusahaan supplier sayuran dan bahan makanan mentah, yang telah memiliki 80 pelanggan yang terdiri dari restoran, hotel, katering dan lainnya khususnya pada wilayah Bandung. Dalam mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan pelanggannya, Inagri selalu berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan yang memuaskan dan selalu menjaga kepercayaan pelanggan. Namun, Inagri masih belum mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk layanan website karena masih ditemukan keluhan dari pelanggan mengenai layanan website, serta jumlah pemesanan melalui website yang masih fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi perbaikan layanan pada website Inagri berdasarkan 13 true customer needs menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama adalah QFD Iterasi Satu (House of Quality) yang bertujuan untuk menentukan prioritas karakteristik teknis. Tahap kedua adalah concept development untuk membuat beberapa konsep alternatif yang akan dipilih oleh Inagri. Tahap terakhir adalah QFD Iterasi Dua (Part Deployment), yang bertujuan untuk menentukan prioritas critical part. Hasil dari penelitian ini diperoleh 12 karakteristik teknis prioritas dari hasil QFD Iterasi Satu dan 18 critical part prioritas dari QFD Iterasi Dua untuk perbaikan layanan website Inagri. Kata kunci: True Customer Needs, Quality Function Deployment (QFD), House of Quality (HoQ), Concept Development, Part Deployment
Perancangan Kebutuhan Layanan Website Esgotado Menggunakan Integrasi Pengembangan Metode Webqual Dan Model Kano Intan Permatasari; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esgotado merupakan salah satu merek (brand) lokal di Indonesia yang bergerak di bidang industri fashion di Kota Bandung yang memproduksi produk tas, kaos, sepatu, jaket, celana, dan aksesoris berbahan bordir. Esgotado memiliki slogan “Good Choice for Good Looking” dan berdiri sejak tahun 1988. Sasaran pasar yang dituju adalah kalangan usia 18 hingga 35 tahun. Pada bulan November tahun 2012, Esgotado melakukan pengembangan saluran penjualan dengan fokus penjualan melalui online. Esgotado telah memperkenalkan website resmi yaitu www.Esgotado.com yang berisi informasi mengenai seluruh produk seperti jenis bahan, tipe produk, harga, dan ukuran produk yang sedang tersedia atau dapat dipesan sebelumnya melalui website dengan melakukan transaksi pembelian produk. Seiring dengan pola volume penjualan produk tas Esgotado yang meningkat, terdapat presentase pembelian produk tas yang terbagi menjadi dua saluran yaitu saluran non-website dan website. Walaupun begitu, saluran website Esgotado dirasa masih kurang maksimal dari segi penjualan yang disebabkan adanya keluhan pelanggan terkait layanan website. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebutuhan layanan website Esgotado menggunakan integrasi pengembangan Metode Webqual dengan Model Kano dengan mengidentifikasi 26 atribut kebutuhan layanan website Esgotado. Penelitian ini dilakukan terdahap 150 responden yang telah memenuhi seluruh karakteristik responden yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan hasil pengolahan data, atribut kebutuhan pelanggan yang perlu ditingkatkan sebagai true customer needs yaitu empat belas atribut yang merupakan bagian dari dua atribut yang dikembangkan dan dua belas atribut yang dititingkatkan. Selanjutnya, rekomendasi didasarkan atas hasil pengolahan data dan analisis yang berisikan atribut kebutuhan yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan sebagai true customer needs. Kata Kunci: Perancangan Kebutuhan, Website, Metode Webqual, Model Kano, True Customer Needs.
Perancangan Kebutuhan Pelanggan Terhadap Layanan Pada Store Mischief Menggunakan Integrasi Service Quality Dan Model Kano Hilman Abi Rafdi; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mischief Denim merupakan salah satu perusahaan lokal Bandung yang melakukan kegiatan bisnis di bidang fashion, produk yang ditawarkan oleh Mischief adalah celana jins untuk pria. Mischief berdiri sejak 2006 di Bandung. Mischief memperluas jangkauan penjualan dengan membuka cabang store di wilayah Jakarta dan Yogyakarta. Banyaknya pesaing yang bermunculan di bidang fashion khususnya di bidang denim, menyebabkan pihak Mischief melakukan evaluasi terhadap layanan store untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan “True Customer Needs” dari layanan store Mischief Bandung dengan mengintegrasikan antara dimensi Servqual dan model Kano untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini mendapatkan atribut kebutuhan layanan berdasarkan Voice of Customer (VoC) dari hasil wawancara terhadap pelanggan store Mischief Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Servqual dan model Kano. Servqual digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan pada store Mischief Bandung sehingga diketahui atribut-atribut lemah untuk ditingkatkan. Model Kano digunakan untuk mendapatkan pengaruh atribut dengan masing-masing tingkat kepuasan yang dikategorikan dalam kategori Kano. Dengan metode Servqual dan Model Kano ini diintegrasikan menghasilkan rekomendasi atribut-atribut yang perlu ditingkatkan oleh pihak store Mischief Bandung. Berdasarkan hasil integrasi Servqual dan Model Kano, didapatkan 20 atribut kebutuhan layanan pada store Mischief Bandung. Penelitian ini menghasilkan 13 atribut kebutuhan yang perlu diperbaiki dengan memperhatikan tingkat kepuasan dan pengaruh dari atribut tersebut sesuai hasil dari integrasi metode Servqual dan Model Kano, 13 atribut kebutuhan yang ditingkatkan disebut True Customer Needs yang akan diidentifikasi dan diberikan rekomendasi perbaikan. Dari hasil penelitian ini, Mischief diharapkan dapat menggunakannya sebagai acuan evaluasi layanan untuk meningkatkan layanan store pada optimalisasi kepuasan pelanggan. Kata kunci: Atribut Kebutuhan, Layanan Store, Mischief, Model Kano, Servqual
Peningkatan Kualitas Layanan Website Adorable Projects Menggunakan Metode Quality Function Deployment (qfd) Ulul Azmi; Yati Rohayati; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adorable Projects adalah sebuah brand lokal asal Bandung yang memproduksi sepatu, sandal, tas, dompet, dan aksesoris yang didirikan pada tahun 2008. Meski sudah lama berdiri, CEO Adorable Projects menjelaskan bahwa target pendapatan mereka tidak selalu tercapai pada setiap bulannya. Dalam rangka mencapai target tersebut, CEO Adorable Projects menginginkan perbaikan pada layanan website yang dimiliki. Keinginan untuk memperbaiki kualitas layanan website disebabkan oleh banyaknya keluhan dari pelanggan mengenai layanan website Adorable projects yang ada sekarang. Berdasarkan permasalahan di atas, Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan rekomendasi berdasarkan 18 true customer needs menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) yang dapat menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam spesifikasi teknis agar dapat diimpelementasikan oleh perusahaan sesusai kapabilitas perusahaan. QFD dilakukan dalam dua tahap, yaitu QFD Iterasi Satu (House of Quality) untuk menentukan karakteristik teknis prioritas berdasarkan true customer needs dan QFD Iterasi Dua (Part Deployment) untuk menentukan critical part priorotas berdasarkan karakteristik teknis prioritas. Pada penelitian ini, QFD Iterasi Satu menghasilkan 12 karakteristik teknis prioritas yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya dan QFD Iterasi Dua menghasilkan 18 critical part prioritas yang berfungsi sebagai hasil akhir rekomendasi perbaikan. Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan hasil brainstorming dengan owner dan website designer, studi literatur, serta benchmarking dengan kompetitor. Kata Kunci : Karakteristik Teknis, Critical Part, Quality Function Deployment (QFD), House of Quality (HOQ), Part Deployment Abstract Adorable Projects is a local brand from Bandung that produces shoes, sandals, bags, wallets, and accessories that was founded in 2008. Although it has long been established, the CEO of Adorable Projects explained that their target income is not always achieved every month. To achieve this target, the CEO of Adorable Projects wants improvements to the website services they have. The desire to improve the quality of website services is due to the many complaints from customers regarding existing Adorable projects website services. Based on the problems above, the purpose of this research is to formulate recommendations based on 18 true customer needs using the Quality Function Deployment (QFD) method that can translate customer requirements into technical specifications so that they can be implemented according to company capabilities. QFD is conducted in two stages, QFD Iterastion One (House of Quality) is used to determine priority technical characteristics based on true customer needs and QFD Iteration Two (Part Deployment) is used to determine critical part priorities based on priority technical characteristics. In this study, QFD Iteration One produced 12 priority technical characteristics that will be developed in the next stage and QFD Iteration Two produced 18 priority critical parts that function as the final result of recommendations for improvement. These recommendations are prepared based on the results of brainstorming with the owner and website designer, literature studies, and benchmarking with competitors. Keywords: Technical Characteristics, Critical Part, Quality Function Deployment (QFD), House of Quality (HOQ), Part Deployment
Design Of The Needs Of Educational Services In Gagas Ceria Kindergarten Using Integration Education Quality And Refined Kano Alif Akbar; Yati Rohayati; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The importance of education for children of early age the more years the higher. It is also followeb by growth in the number of Kindergartens in many provinces in Indonesia, especially in West Java Province which has increased in recent years, with a ratio of more growth of private Kindergarten compared to domestic Kindergarten. It suggests that competition of private Kindergarten is more competitive compared with domestic Kindergarten, one of which is TK Gagas Ceria that is an object in this research. TK Gagas Ceria that has A accreditation, but in the last fre years the decreased in applicant from students who previously have taken early childhood education such as Play Group and Toodler in the Gagas Ceria Foundation. The presence of the problem of service Gagas Ceria Kindergarten to make the school need to identify the appropriate service for prospective customers. The study aims to improve the quality of educational services of TK Gagas Ceria using the integration of Education Quality and Refined Kano to identify 21 attributes of the services needs of education needs of TK Gagas Ceria. Based on the results of Education Quality and Refined Kano, there 11 atributes needs to prioritize. The recommendations are formulated based on the results of data processing and analysis involve TK Gagas Ceria sides. These recommendations contain the attributes of services requirements that need to be prioritize as the True Customer Needs. Keywords: Kidergarten,Neeed Analysis, Education Quality, Refined Kano
Co-Authors Achmad Arief Tanjung Aditia Setia Wardhani Aditya Sulistiyo Suwarno Afina Hardyanti Afra Ghaida Hana Agung Purnama Putra Agus Achmad Suhendra Ainun Ulum Eristyanawati Aisya Kha’irunisa Alan Arif Dharmasaputra Alan Arif Dharmasaputra Alan ramadhan Albi Dwi Rianto Alif Akbar Alya Hanif Istiqomah Ananda Kusumo Aji Andi Zehan Saskia Salsabila Andika Deanna Rahma Andini Selfiyana Annisa Falimantik Annisaa Rasyida Annisaa Rasyida Ariendha Inggar Fitriara Arinda Layla Alfira Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia F Hadining Aulia Fashanah Aulia Fashanah Aulia Fashanah Hadining Aziz Pratama Thahir Aziz Pratama Thahir Billy Calvin Immanuel Bintang Andhika Budiman Boby Hera Sagita Citra Triana Budiastuti Devi Pratami Devia Resty Putri Deyana Prastika Putri Dian Ayu Septina Dimas Kurniantoro Aji Dimas Langga Triandaru Edwina Edwina Eldeska Fadhil Hamdi Elvin Supriyanto Esti Dwirini Eva Andiana Fanny Afriani Putri Farda Hasun Fariha Eridani Naufalina Faris Fathurahman Fathin Farcyana Safitri Firza Khalisha Rinjany Fitriana Rachmawati Fitriya Nur Azizah Fitriyatul Jannah Galang Aji Pangestu Ghanif Faoziansyah Ghina Rafidah Hafizh Muhammad Almaraghi Suharja Hafizhah Khaerani Hardiyanti Ilmi Aulia Hardiyanto Kusupriadi Hilman Abi Rafdi Iftitah Noor Pratomo Ika Arum Puspita Ikhan Nanda Ramadhan Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indah Kusuma M Noor Intan Permatasari Irham Fakhriy Jajat Juli Trisna Aisyah Sinaga Kandida Kenya Utami Lindsay Beanning Maria Dellarosawati Mayvita Putri Syamala Meldi Rendra Mentari Hardyaningrum Miftah Dwi Rachma Mochamad Rian Murtiadi Mohamad Bangun Mufti Zakiah Mulianti Muhammad Furqan Aferi Muhammad Iqbal Muhammad Naufal Sayidiman Muhammad Reza Muhammad Tezar Mushoddiq Kalimatullah Nata Satya Putri Nikmah Novitasari Noviana Noviana Nur Dining Pawesti Nurmaulida Anggi Wijayanti Prima Annisa Karunia Raden Farhan Ashadiar Raden Roro Asri Ismaya Putri Rahma Fauziyah Ridho Rahatesa Rino Andias Rio Aurachman Rizki Irwansyah Rizky Yuliantara MUSTOFA Romy Seftivani Anggita Putri Rr. Asri Ismaya Putri Sabrina Ayu Hermawati Salsabila Diarnie Larasati Salwa Nabila Izza Salsabila Sari Wulandari Sherli Sherli Silvi Rushanti Widodo Sindhani Rahmalia Sudono Sinta Aryani Siti Fatimah Zainatun Nisa Siva Aulia Sri Yuni Oktarina Sultoni, Kuston Susi Anantami S Tania Alya Andrianingrum Ully Yunita Nafizah Ulul Azmi Wanda Suci Utami Wawan Tripiawan Whidha Ayu Primastuti Widodo, Silvi Rushanti Yuki Putri Arifianti Yusuf Syarif Iqbal Zerlin Anggreni Kembaren