Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Otomasi Pengepakan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Generic Product Development Dan Scada Di Ptpn Viii Rancabali Nathaniel Ardy Perdana; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pengepakan di PTPN VIII Rancabali terdapat beberapa masalah yang menimbulkan berkurangnya keakuratan dan kecepatan proses pengepakan. Masalah utama yang terjadi pada proses pengepakan adalah bottleneck diantara mesin tea bulker dan timbangan. Untuk menanggulangi masalah tersebut, dilakukan observasi penyebab terjadinya masalah. Setelah ditemukan penyebab terjadinya masalah tersebut, maka dilakukan proses redesign pada mesin tea bulker dan timbangan dengan menggunakan metode pengembangan produk generik oleh Ulrich-Eppinger. Metode pengembangan produk dilakukan dari planning sampai testing & refinement. Mesin tea bulker usulan yang dirancang adalah dengan menggunakan otomasi pada mekanisme katup yang memiliki fungsi penimbang, sehingga mesin timbangan dapat dieliminasi. Setelah konsep produk terpilih, dilakukan perancangan SCADA agar mempermudah dalam melakukan kontrol dan monitoring pada sistem pengepakan teh. Komponen yang diperlukan dalam mengimplementasikan SCADA adalah program script pada PLC SIEMENS Simatic S7- 1200, human machine interface menggunakan Wonderware InTouch 10.1 dan database menggunakan SQLServer. Dengan adanya sistem usulan, waktu proses dari pengepakan teh hitam akan seragam sehingga tidak akan terjadi bottleneck dan produktivitas harian akan meningkat. Kata kunci : Pengembangan Produk Generik, Otomasi, PLC, SCADA, Siemens S7-1200, Database.
Perancangan Sistem Otomatisasi Penggilingan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Pengendali Plc Siemens S7 1200 Dan Supervisory Control And Data Acquisition (Scada) Di Pt. Perkebunan Nusantara VIIRancabali Harmanda Mandala; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi  otomasi  saat   ini  berkembang  sangat   pesat.   Sitem otomasi  tersebut  dimanfaatkan oleh industri-industri untuk menjamin produk yang dihasilkan  serta memenuhi  permintaan pasar.  Otomasi  memiliki  komponen-komponen penyusun  yang terdiri dari  sensor, aktuator, dan  pengendali.  Salah  satu  sistem pengendali  yang banyak  digunakan adalah  Programmable Logic Controller (PLC). Distribusi informasi data dalam sistem otomasi dapat  dilakukan dengan menggunakan kabel (wireline). Sistem  otomasi  berbasis  kabel  (wireline)  menggunakan  PLC dapat   diterapkan di  berbagai bidang  di  dunia  industri,   salah satunya  dalam proses pengolahan teh hitam Orthodoks pada PT. Perkebunan Nusantara VIII  Rancabali.   Pada  proses  eksisting, stasiun  kerja  penggilingan  masih banyak  memerlukan operator dalam  pengoperasiannya  sehingga  dapat   menyebabkan terjadinya faktor human  error dan pencapaian produksi belum mampu    memenuhi    rencana  kerja    dan   anggaran  produksi (RKAP) berdasarkan permintaan pasar.  Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah  sistem  yang  dapat   memperbaiki kuantitas produk  serta  dapat   menjadi  salah satu usulan  untuk  mengatasi masalah   Human   error serta  proses  yang  sudah  tidak  efisien dalam  proses  pengolahan teh hitam.  Tujuan dari penelitian  ini adalah    untuk    merancang   dan   membuat  sistem   pengendali otomatis pada stasiun kerja penggilingan menggunakan PLC dan HMI  sebagai  tampilan antarmuka  (sistem  pemantauan secara online dan real time). Dari penelitian  yang telah dilakukan, dapat  disimpulkan bahwa perancangan  sistem   otomatisasi    terintegrasi  berbasis    kabel (wireline) menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan Human  Machine  Interface  (HMI) telah berhasil dilakukan. Program  PLC  yang  telah  dirancang  akan   diintegrasikan  ke dalam  sebuah  mini  plant  untuk  membuat  sistem  otomasi  yang bekerja  secara terintegrasi dan  berbasis kabel  (wireline). PLC langsung dihubungkan dengan Human Machine Interface (HMI), sehingga dapat  langsung melakukan proses monitoring  terhadap jalannya sistem untuk  mengetahui  data yang dihasilkan. Kata  kunci:  Otomasi,  Komunikasi  PLC,  Mini  Plant, Programmable Logic Controller, SCADA, Siemens S7-1200.
Perancangan Program Sistem Otomatisasi Pada Stasiun Kerja Pelayuan Menggunakan Pengendali Plc Omron Cp1E Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii Ciater Gerardo Jones Kereh; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era industri saat ini, sistem otomasi menjadi pilihan yang tepat demi meningkatkan kinerja dan keamanan peralatan dalam proses produksi. Penggunaan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai alat kontrol atau pengendali sistem otomasi untuk proses produksi di industri sudah menjadi bagian utama guna menjaga agar proses produksi tetap berjalan seperti yang direncanakan dan memberikan kemudahan dalam kendali dan monitoring. Dengan adanya PLC, maka peralatan yang masih berfungsi secara manual dalam proses produksi seperti kontaktor, relay dan lain-lain dapat dikurangi serta dapat meningkatkan hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VIII) adalah produsen teh di Indonesia yang merupakan perkebunan milik negara. Perkebunan yang bertempat di Ciater, Subang merupakan salah satu cabang dari PTPN VIII yang mengolah teh hitam orthodoks, dimana proses pelayuan pucuk teh dioperasikan secara manual oleh operator/mandor lapangan untuk melakukan pembeberan pucuk dan pengawasan secara terus menerus. Sistem otomasi pada proses pelayuan pucuk teh dapat diterapkan dengan mempertimbangkan masalah-masalah yang ada pada proses pelayuan yang masih terdapat faktor human error yang berdampak pada kualitas teh di kebun tersebut, pengawasan dan pengendalian pabrik yang masih manual, dan permasalahan efisisensi sumber daya manusia. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan disimulasikan pada miniplant dan diperoleh kesimpulan bahwa program pengendali untuk proses pelayuan teh menggunakan PLC Omron CP1E telah berhasil dirancang sehingga proses yang ada dapat dikontrol secara otomatis dan terpusat. Sehingga memudahkan user untuk melakukan pengawasan, meminimasi terjadinya human error, serta meningkatkan keselamatan kerja operator pada stasiun kerja pelayuan teh. Kata kunci: Omron CP1E, Otomasi, Pelayuan Teh Hitam Orthodoks, Programmable Logic Controller.
Design Of Experiments Application Using Taguchi Approach To Identify Woven Fabrics Defects By Image Processing At Cv. Maemunah Majalaya Ditha Yusfiana Maryani; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grey fabric is one of the woven fabrics types that become the core product in CV. MAEMUNAH MAJALAYA. The inspection activity in this company is still conducted manually by using human vision. Therefore, that existing condition gives a very crucial implication in production flow. The limited numbers of inspection station cannot afford the production volume that increases in every week. Each station is only capable to inspect 30 meters of fabrics in one hour, while there are more than 20.000 meters of fabrics demand in every week. Therefore, automated system through image processing system for conducting the inspection activity can be implemented to optimize the productivity. In order to support the image processing system, this study will conduct design of experiment (DOE) using Taguchi approach to get the required data or information to build the image processing application. The Taguchi approach is utilized different combinations of factors and levels. The chosen factors are 463 lux light intensity, 20 cm camera distance, 8 MP camera resolution, 0.2 threshold, and 47 grayscale with low, medium, and high as the levels for each factors. Therefore, through Taguchi Orthogonal Array there will be 27 of experiments combinations will be discussed in this study Keywords: Design of Experiment, Taguchi Approach, Image Processing System, Woven Fabrics, Fabrics Inspection, Orthogonal Arrays.
Design Of Automation Inspection System Using Cluster Identification Method Based On Leather Shoes ColourAt Venamon Corporation Fauzan Ghifari; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract 1,2,3 Prodi S1 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas TelkomVisual identification using the human eye as the primary senses has limitations. The limitations of the eye as a visual identification are the factor of fatigue and lack of endurance. This drawback occurs when done a visual identification of products on the production line or for other identification process. Therefore, man developed a visual identification automation system which is called vision system. Indonesia is growing rapidly in the textile industry. Especially the textile industry uses a wide variety of basic materials of leather. Therefore, we need a system utilizing automated vision system for identifying the type and quality of the leather. Vision System using MATLAB language can be applied in a variety of automated systems, which one of them is for processing of basic materials in various products such as leather shoes, handbags, and wallets. Textile industry nowadays, identified clusters leather still using manual methods, which causes much human error on its application. Vision System work begins with the user input the samples to the conveyor, then the camera will capture the leathers material through a graphical user interface in MATLAB assisted with stable lighting. Then the sampling results will be processed by MATLAB that the result will be stored in the database which is actuated by pneumatic system controlled by a programmable logic controller. Keywords— Vision System, Industrial Automation, Cluster Identification, Programmable Logic controller, RGB
Perancangan Supervisory Control And Data Acquisition (Scada) Pada Proses Pengepakan Teh Yang Dilengkapi Dengan Pelaporan Data Menggunakan Generic Data Grid Anas Binazar; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat, persaingan di dunia industri pun semakin ketat. Dengan persaingan yang ketat seperti ini, industri manufaktur dituntut untuk dapat memenuhi    permintaan dan kepuasan pelanggan agar dapat bertahan, diantaranya dengan mencapai target produksi yang sesuai dengan permintaan  sekaligus  menyajikan  produknya dengan kualitas yang baik dengan harga yang lebih murah dari kompetitor. Salah satu sistem yang dapat menjamin kualitas produk yang dihasilkan adalah sistem otomasi. Sistem otomasi adalah sistem pengedalian yang dapat membuat proses produksi lebih efektif, efisien serta dapat meningkatkan kualitas produk. PT.PN VIII Unit Sinumbra adalah perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang agro bisnis dan unit Sinumbra merupakan salah satu pabrik yang dimiliki oleh PT.PN VIII yang menghasilkan teh hitam ortodok. Tahap akhir dalam proses produksi teh adalah tahap pengepakan yang merupakan salah satu tahapan yang sangat penting karena proses pengepakan akan menentukan hasil akhir dari produk teh ini. Penerapan sistem otomasi pada proses pengepakan membutuhkan sebuah sistem yang dapat melakukan proses controlling, monitoring, menghasilkan data dan juga dapat menambah tingkat fleksibilitas dari sistem otomasi itu sendiri karena proses pengepakan yang membutuhkan berat yang berbeda-beda untuk setiap jenis teh. Sistem tersebut adalah Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). Dari penelitian ini dihasilkan sebuah sistem SCADA yang dapat menambah fleksibilitas dari sistem otomasi, memudahkan proses controlling dan juga dapat menampilkan data langsung pada HMI serta dapat melakukan proses pencetakan dan penyimpanan data secara langsung dengan memanfaatkan Generic Data Grid. Kata  Kunci  :  Otomatisasi,  HMI,  SCADA,  Plant, Generic data grid.
Perancangan Robotino Sebagai Automated Guided Vehicle Pada Simulasi Proses Penyimpanan Dengan Algoritma Dijkstra Di Pt. Abbott Indonesia Gilang Akbar Riyadi; Dida Diah Damayanti; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Abbott Indonesia memiliki 5 ruang gudang dan 45 mesin yang memiliki alamat yang berbeda sehingga proses transportasi anataran produk dari setiap mesin menuju gudang memiliki aktifitas yang tinggi. Dengan aktifitas di dalam proses produksi PT. Abbott Indonesia yang sangat tinggi tentu diperlukan material handling yang cepat dan tepat untuk menangani perpindahan suatu barang. Penentuan rute terpendek sangat diperhitungkan untuk menghindari kerugian. Kesulitan menentukan rute terpendek timbul karena terdapat lebih dari satu jalur yang ada pada tiap daerah. Untuk itu diperlukan pencarian rute terpendek. Algoritma dijkstra digunakan untuk mencari jalur terpendek dalam sebuah perjalanan dengan mengadopsi sistem pencarian greedy, yaitu pencarian melalui hasil dari jumlah bobot terkecil dari satu titik ke titik lainnya. Pada AGV algoritma tersebut dijalankan bersama dengan program lain pada line follower untuk informasi rute terpendek sehingga AGV dapat berjalan sesuai dengan rute terpendek. Setelah melakukan perhitungan rute terpendek dengan algoritma dijkstra, rute terpendek dari posisi awal ke rak adalah rak A1 dan B1 dengan jarak 215 cm. Rak selanjutnya adalah rak A2 dan B2 dengan jarak 230 cm. Skenaro terakhir adalah rak A3 dan B3 dengan jarak 265 cm. Wa ktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses simulasi pemindahan barang adalah selama 450,8 detik. Kata kunci: Robotino, Automated Guided Vehicle, Algoritma Dijkstra
Perancangan Sistem Otomatisasi Pensortiran Jenis Kulit Sepatu Berdasarkan Struktur Kulit Menggunakan Cluster Identifikasi Di Pt. Venamon M. Althob Broni; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melakukan identifikasi visual manusia menggunakan mata sebagai indra utama, akan tetapi mata memiliki keterbatasan daya tahan dan faktor kelelahan untuk yang melakukan identifikasi vision yang sifatnya berulang – ulang, oleh karena itu di penelitian ini dikembangkan sistem otomasi untuk meminimasi kesalahan atau human error dalam proses identifikasi visual dalam memisahkan jenis kulit sepatu berdasarkan struktur kulit. Perkembangan industri sepatu zaman sekarang telah berkembang pesat di indonesia yang membuat perusahaan di tuntut untuk memiliki daya saing yang baik dari sisi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkannya. Penggunaan teknologi otomasi dapat menghasilkan peningkatan kecepatan produksi, menggurangi human error, dan tingkat akurasi yang tinggi dengan tenaga kerja manusia yang lebih sedikit. Vision System bekerja dimulai dengan user yang menginputkan sampel-sampel kulitnya melalui graphical user interface pada matlab yang dibantu dengan pencahayaan yang stabil. Kemudian hasil sampling tersebut akan diproses oleh matlab yang hasilnya akan disimpan dalam databse yang kemudian diaktuasikan oleh pneumatic system yang dikontrol oleh programmable logic controller. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem otomatisasi pensortiran kulit sepatu berdasarkan struktur kulit menggunakan methode cluster identifikasi terintegrasi PLC S7-1200 telah berhasil dirancang, hasil penelitiaan terdiri dari miniplant, cara kerja mesin, human machine interace (HMI), dan database dari hasil pensortiran. Kata kunci : otomasi industri, vision system, programmable logic controller, human machin interface,
Perancangan Conveyor Berbasis Otomasi Pada Proses Penggilingan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Rasional Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii Rancabali Luqman Makarim; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan kualitas teh adalah proses penggilingan. Tidak terjaganya proses perpindahan antar mesin pada proses penggilingan menyebabkan terjadinya pemborosan waktu, tidak terjaganya ketebalan bubuk sehingga tidak maksimalnya proses pada mesin pengayakan. Untuk melakukan perpindahan material antar mesin pada workstation penggiling an rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 2 menit, waktu perpindahan ini merupakan sebuah pemborosan yang menyebabkan bertambahnya waktu produksi sehingga untuk menghilangkannya diperlukan adanya material handling berupa conveyor yang dapat membuat proses pemindahan menjadi kontinu sehingg dapat mengurangi waktu perpindahan serta membantu menjaga proses perpindahan material antar mesin pada proses penggilingan. Untuk merancang sebuah conveyor yang tepat untuk proses penggilingan dibutuhkan sebuah metode yang dapat memberikan hasil rancangan sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan proses perancangan produk rasional melalui beberapa tahapan yaitu clarifying objectives, setting requirements, determining characteristics, generating alternatives dan evaluating alternatives. Metode rasional dapat membantu peroses perancangan menjadi sistematis dan tepat sasaran sehingga hasilnya akan sesuai dengan kebutuhan user . Hasil dari perancangan ini berupa conveyor dengan panjang lintasan conveyor 21,5 meter, dengan tinggi akhir conveyor 9,75 meter dan tinggi awal (input) conveyor 3,75 m, lebar conveyor 50 cm , dan kemiringan conveyor yaitu 27o dengan sistem otomasi pada conveyor yang dibuat dengan menggunakan PLC siemens S7-1200 dan dilengkapi dengan Human Machine Interface yang dapat mempermudah proses monitoring dan controlling terhadap plant. Kata kunci : Conveyor, perancangan produk rasional, SCADA, Otomasi Industri, Teh Hitam Orthodoks.
Perancangan Otomatisasi Deteksi Cacat Pada Samak Kulit Berbasis Computer Vision Dengan Menggunakan Artificial Neural Network Di Pt.karyamitra Budisentosa Anasta Baye Adhi; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai otomatisasi inspeksi samak kulit pada PT. Karyamitra Budisentosa, suatu perusahaan manufaktur sepatu berbahan dasar kulit. Proses inspeksi samak kulit merupakan suatu kegiatan yang menjadi prosedur perusahaan untuk menjamin kualitas kulit mentah sebelum diolah lebih lanjut menjadi produk akhir berupa sepatu. Salah satu aktifitas yang dilakukan untuk menjamin kualitas kulit yang digunakan adalah dengan melakukan deteksi dan identifikasi cacat pada permukaan kulit secara visual dan dilakukan oleh manusia sebagai inspector kualitas kulit yang dimana memperbesar kemungkinan terjadinya kegagalan atau rendahnya akurasi deteksi dan identifikasi dikarenakan faktor human error yang tidak dapat dihindari. Dengan tingginya variasi dimensi pada cacat, penerapan ANN digunakan pada inpeksi pada objek kulit dikarenakan salah satu kelebihan ANN yang memiliki kemampuan untuk mempelajari objek yang menjadi masukan pada jaringannya. Otomatisasi pada deteksi dan identifikasi dapat mengurangi beban kerja beserta biaya tenaga kerja juga meningkatkan hasil dari proses inspeksi samak kulit. Pada penelitian ini, didapat tingkat akurasi pada sistem otomatisasi yang diusulkan sebesar 72.2% dengan waktu rata-rata 17 detik, lebih tinggi dibandingkan inspeksi manual yang dengan akurasi yang hanya mencapai 65% dengan waktu rata-rata 180 detik. Kata kunci: Cacat kulit, otomatisasi inspeksi visual, computer vision, artificial neural network