Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat Bantu Pada Proses Pengeringan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Perancangan Produk Rasional Dan Scada Di Ptpn Viii Rancabali Andhika Meiziano; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hijau yang banyak digunakan sebagai lahan perkebunan dan memiliki beragam komoditas tanaman. Khususnya pada komoditas teh, Indonesia pernah menempatkan diri sebagai negara ke-5 pemasok teh terbesar di dunia. Namun prestasi tersebut menurun karena banyakanya alih fungsi lahan yang mengakibatkan kemampuan pasok Indonesia berkurang. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan mekasimalkan kapasitas produks. Ketika produksi teh berlangsung ada kendala yang mengakibatkan jumlah produksi menjadi berkurang, diantaranya adalah ceceran bubuk teh dan proses pengeringan dengan suhu yang berlebihan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat bantu mengunakan perancangan produk rasional dan perancangan sistem SCADA yang terdiri perancangan sistem otomasi dan Human Machine Interface (HMI). Dari penelitian ini dihasilkan usulan alat bantu berupa wadah penampung bubuk teh yang berguna untuk mengurangi tumpukan dan jumlah ceceran pada stasiun pengeringan. Wadah pada atas mesin memili dimensi 2000 x 500 mm dan dipasang secara miring 10o terhadap dasar wadah dan wadah yang pada bagian bawah mesin memiliki lebar 2150 mm pada bagian yang menempel dengan mesin dan 500 mm pada bagian yang mengarahkan ke conveyor. Kemudian dihasilkan juga sistem control dan monitoring yaitu sistem SCADA yang dilengkapi pencatatan database secara otomatis sehingga memudahkan dalam pencatatan data pada stasiun pengeringan. Kata kunci : Perancangan Produk Rasional, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Human Machine Interface (HMI), Proses Pengeringan Teh, Otomasi
Optimizing Woven Fabric Defect Detection For Inspection Using Image Processing And Fuzzy Logic At Cv. Maemunah Majalaya Irfan Ferdyansah; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Java has the largest number of textile industry in Indonesia. One of the companies that engaged in textiles is CV. Maemunah which located in the district of Ibun, Majalaya Bandung. The product of CV. Maemunah has been exported to Japan. To require fabric export best quality is needed to compete with other country. For to get the best quality of product needs to consider their quality control. In The inspection process still manually used four inspection stations with two workers in each station and average 23 second processing time needed inspection per screen. Therefore, unbalance of production volume with inspection process. The effect is bottle neck in inspection process. Inspection Process in CV. In this research proposed designing automated fabric inspection using image processing and Fuzzy Logic Model. Undertake extraction using GLCM to get value of autocorrelation, cluster shade and number of object. The proposed fabric inspection using Fuzzy Logic implemented with MATLAB provides better result in identifying fabric defect and optimizing process time. Using 35 data test produces an overall accuracy 82.86% and average process time 2.528 second. Therefore, using automated fabric inspection can decrease process time 17 second. Keywords: Automated Fabric Inspection, Fabric Defect Detection, Image Processing, Fuzzy Logic Model
Perancangan Dan Realisasi Sistem Otomasi Alat Pencucian Galon Menggunakan Progammable Logic Controller (plc) Di Cv. Barokah Abadi Misbah My Rahmat; Agus Kusnayat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan yang bergerak dibidang AMDK khusunya pencucian dan pengisian galon mengalami perkembangan seiring dengan laju pertumbuhan masyarakat. Hal ini menjadikan daya minat pelaku bisnis dalam mengembangkan bisnisnya terutama pada jasa pencucian galon salah satunya adalah CV. Barokah Abadi. Pada kasus perusahaan pencucian galon dilakukan dengan cara manual oleh operator yang membuat kurangnya waktu produktivitas perusahaan dalam mencapai keuntungan. Untuk itu dalam penelitian ini bertujuan untuk merancang otomasi suatu alat pencucian galon dengan menggunakan kendali Programmable Logic Controller (PLC). Desain alat yang dirancang menyesuaikan user experience operator dalam memudahkan penggunaan. Perancangan alat ini mengintegrasikan input berupa saklar, limit switch dan sensor fotoelektrik yang kemudian menghasilkan output penggerak motor dan pompa air. Dalam melakukan proses pencucian galon kendali PLC dibuat skenario program dengan menggunakan bahasa ladder logic diagram untuk memaksimalkan kualitas pencucian galon. Perancangan alat yang dilakukan telah berhasil direalisasikan alat pencucian galon dengan kendali PLC dengan perbandingan dalam melakukan pencucian galon kondisi eksisting mencapai rata-rata waktu 130,93 detik dan pencucian galon dengan menggunakan rancanagan alat pencucian galon otomatis mencapai rata-rata waktu 31,07 detik. Hal ini menunujukan dengan terealisasinya rancangan alat pencucian galon otomatis dengan kendali PLC waktu produktivitas perusahaan meningkat hingga 68% yang berdampak pada keuntungan perushaan juga. Kata kunci : PLC, Otomasi, Ladder Logic Diagram, Fotoelektrik, Motor, Pompa Air
Design Of Automation System For Water Treatment At Telkom University Area Iii Wahyu Sri Handayani; Agus Kusnayat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Water is a basic need of people for their life. However, the need of water is increasing along with the growing demand from manufacturing, thermal electricity generator, and domestic use. Artesian water as commonly used water usually has poor water quality. Artesian water in Telkom University has a high compound of iron (Fe). The high level of iron (Fe) compound indicate weak water quality and could cause dark spotting on the white stuff, iron smell, and colloid which cause a health damage. Furthermore, it requires much time to discover a problem in water treatment and distribution because the controlling and monitoring process which is done by an operator is done manually. To maintain water quality appropriate to standard and to discover a problem regarding distribution process efficiently, it needs a system to do centralized monitoring and controlling process using SCADA which contains the design of PLC program and HMI. This research results a proposed automated system which is simulated in a water treatment and distribution model. The proposed water treatment process consists of coagulation, flocculation, sedimentation, aeration, filtration, and disinfection. The overall system of water treatment and distribution process is connected to PLC Siemens and HMI. Keywords: Automated water treatment, SCADA, PLC, HMI, centralized controlling, centralized monitoring
Perancangan Sistem Otomatisasi Pengolahan Dan Pendistribusian Air Bersih Di Wilayah I Universitas Telkom Tri Agung Rahmat Putra; Agus Kusnayat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air tanah yang digunakan masyarakat kurang memenuhi standar sebagai air bersih yang layak untuk digunakan. Air tanah yang mengandung unsur-unsur cukup tinggi menyebabkan air berwarna kecoklatan dan bercak-bercak pada pakaian serta dapat mengganggu kesehatan, yaitu bersifat toksis terhadap manusia melalui gangguan fisiologis seperti kerusakan hati, ginjal, dan syaraf. Untuk melakukan proses pengolahan air bersih pada air artesis atau air tanah dilakukan dengan 6 proses yaitu proses flokulasi myang bertujuan untuk mencampurkan larutan PAC dengan air baku, sidementasi untuk pengendapan kotoran yang ada dalam air baku, aerasi atau proses yang dapat mengurangi kadar logam pada air dan membuat endapan, kemudian proses filtrasi yang bertujuan untuk memisahkan partikel padatan dan koloid dengan cairan, dan terakhir proses desinfekta yang bertujuan membunuh mikroorganisme yang ada dalam air. Penelitian ini merancang sistem yang terintegrasi antara Human Machine Interface dan Programmable Logic Controller (PLC), serta aplikasi Wonderware Intouch sebagai tatap muka pengguna dengan sistem otomasi. Hasil dari penelitian ini berupa efesiensi dalam memantau serta mengontrol pengolahan dan pendistribusian air bersih di Wilayah I Universitas Telkom, menggunakan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) Kata kunci : Pengolahan air, pendistribusian air, SCADA, HMI, Otomasi
Design Of Automation System For Ceramic Surface Quality Control Using Artificial Neural Network At Balai Besar Keramik Puspita Ayu Lestari; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan Khusus jenis Komodo MBDA merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. Pindad. Terdapat beberapa komponen penyusun kendaraan jenis Komodo MBDA yang sering mengalami defect, salah satunya adalah pintu bagian depan. Berdasarkan data perusahaan periode Juni 2016-November 2016 presentase rata-rata tejadinya defective pintu bagian depan mencapai 31% untuk setiap bulannya, sehingga melebihi batas toleransi defective yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu 12%. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya dibutuhkan perancangan perbaikan untuk meminimasi defect dengan menggunakan metode Six Sigma. Pada metode Six Sigma terdiri dari lima tahap yaitu define, measure, analyze, improve, dan control (DMAIC). Pada tahap define dilakukan identifikasi CTQ dan pemetaan proses produksi dengan menggunakan diagram SIPOC. Pada tahap measure dilakukan pengukuran stabilitas proses dan kapabilitas proses. Pada tahap analyze menentukan jenis cacat tertinggi pada produk dengan menggunakan pareto diagram dan melakukan analisis faktor penyebab defect dengan menggunakan fishbone diagram, dan 5 why’s, serta menentukan prioritas untuk usulan perbaikan dengan menggunakan FMEA. Dari hasil FMEA akan dilakukan tahap improve yaitu pembuatan rancangan usulan perbaikan berdasarkan prioritas. Prioritas utama usulan perbaikan yaitu berupa alat bantu dan usulan perbaikan lainnya yaitu berupa display visual.Usulan alat bantu digunakan untuk lebih memudahkan dalam melakukan proses assembly plat pintu dengan komponen penyusun Komodo MBDA lainnya, dengan memiliki sistem pengunci sehingga ketika proses assembly plat pintu tidak bergeser-geser. Display visual yang diusulkan yaitu untuk mengingatkan operator agar memberikan waktu jeda dalam proses pengelasan dan mengingatkan operator agar disiplin dalam melakukan pekerjaan.
Perancangan Sistem Otomatisasi Pengolahan Dan Distribusi Air Bersih Di Wilayah Ii Universitas Telkom Christine Melva; Agus Kusnayat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi, kebutuhan air bersih semakin meningkat. Berdasarkan permintaan kebutuhan air, diperkirakan akan ada kenaikan kebutuhan air sebesar 55% pada tahun 2000 hingga tahun 2050. Universitas Telkom merupakan instansi yang memanfaatkan air tanah untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Berdasarkan observasi dan hasil uji air yang telah dilakukan, air yang terdapat di Universitas Telkom memiliki kualitas air yang kurang baik. Hal ini dapat diketahui bahwa kadar besi (Fe) tinggi yaitu sebesar 1,25 mg/L dan melebihi kadar maksimum sebesar 1 mg/L. Pada saat ini sistem monitoring dan controlling pengolahan air dilakukan secara manual dan tanpa pemberian perlakukan khusus untuk mengurangi kadar besi (Fe) dalam air. Selain itu, pada sistem distribusi terjadi permasalahan yaitu kebocoran pipa yang menyebabkan kekurangan air dalam memenuhi kebutuhan air untuk masing-masing gedung. Pada penelitian ini dilakukan perancangan model pengolahan air bersih dan perancangan sistem SCADA yang terdiri perancangan sistem otomasi dan Human Machine Interface (HMI). Perancangan model pengolahan terdiri dari unit flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi dan penampungan akhir. Sistem control dan monitoring yaitu sistem SCADA yang dilengkapi dengan pencatatan database secara otomatis sehingga memudahkan dalam pencatatan data pada proses pengolahan dan distribusi air bersih. Kata Kunci : Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Human Machine Interface, Proses Pengoalahan Air Bersih, Otomasi
Perancangan Human Machine Interface Pada Stasiun Kerja Pick And Place Simulator Bottling Plant Menggunakan Metode V-model R Mirza F Juarsah; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sejalan berkembangnya industri 4.0, banyak perusahaan industri manufaktur yang menerapkan sistem Internet of Things yang diintegrasikan dengan SCADA. Menurut Wicaksono (2012) SCADA adalah sistem yang dapat melakukan pengawasan, pengendalian dan akuisisi data terhadap suatu plant dari jarak jauh secara detail sehingga operator tidak perlu datang menuju plant jika terjadi masalah selama proses berlangsung. Human Machine Interface (HMI) merupakan bagian penting dari sistem SCADA . Secara sederhana HMI berfungsi sebagai “jembatan” bagi manusia untuk memahami proses yang terjadi pada mesin. Tanpa HMI, manusia akan kesulitan dalam mengawasi dan mengendalikan mesin tersebut. HMI dalam industri manufaktur berupa suatu tampilan GUI (Graphic User Interface) pada suatu tampilan layar komputer yang akan dihadapi oleh operator mesin maupun pengguna yang membutuhkan data kerja mesin. HMI terdapat berbagai macam visualisasi untuk Monitoring dan data mesin yang terhubung secara online dan real time (Heri Haryanto dkk,2012). Dengan berkembangnya Internet of Things kini perangkat lunak mobile seperti laptop dan handphone dapat berfungsi sebagai HMI pada sistem SCADA. Dengan menggunakan perangkat lunak tersebut tentunya akan mempermudah dalam melakukan aktifitas pengawasan dan pengontrolan pada mesin, karena bentuk fisiknya yang kecil dan bisa diakses melaui jaringan internet. Mengacu pada penjelasan di atas maka perlu adanya upaya dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 dimana segala aktifitas sudah memanfaatkan internet atau Internet of Things (IoT). Maka dari itu pada penelitian ini akan di buat perbaikan perancangan sistem SCADA Human Machine Interface simulator bottling plant khususnya pada proses pick and place yang dapat terhubung dengan menggunakan perangkat lunak mobile yang berbasis Internet of Things (IoT). Hal tersebut dapat memudahkan pengguna untuk melakukan aktivitas dalam pengontrolan,pengawasan dan monitoring baik secara online dan real time serta memungkinkan akses jarak jauh dari lokasi dan perangkat manapun dengan menggunakan koneksi internet. Metode penelitian yang digunakan untuk perbaikan perancangan sistem SCADA pada simulator bottling plant yaitu menggunakan metode model-v. Menurut Supriyatin (2015) dalam Ade Suryadi (2018) Model-v merupakan perluasan dari metode waterfall karena tahapan pengembangan yang dilakukan sama, tetapi pada metode waterfall dilakukan secara linear sedangkan pada metode model-v dilakukan secara bercabang .Alasan penggunaan metode tersebut karena V-Model yang terdiri dari tahapan aktivitas analisis kebutuhan, spesifikasi, desain arsitektur, detil desain, pengkodean, serta beberapa pengujian seperti pengujian unit, pengujian integrasi, dan pengujian sistem.. Kata kunci : Internet of Things, V-model, Human machine interface, Industri 4.0, Iot, Scada Abstract One of the developments in industry 4.0 is the Internet of Things (IoT). Internet things that are very closely related to the industrial revolution 4.0. In more advanced technology in all fields. New technologies and discussions that discuss the physical, digital and biological world will change the patterns of life and human interaction. The manufacturing world which is part of the industrial world also involves changes made by industry 4.0. The manufacturing industry is now familiar with automation technology that uses machines to demand human labor. Automation has many roles in the industrial world to increase production and also assist operators in carrying out work. . Internet of Things in its application can also be used, tracking, tracking objects and related events related to automatic and real-time, for example in the manufacturing industry, the Internet of Things can be used as a liaison between production machines so that it can run well and as a detector. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 57942 In line with the development of industry 4.0, many manufacturing industry companies are implementing the Internet of Things system that is integrated with SCADA. In the face of the Industrial 4.0 revolution where all activities have taken advantage of the internet or the Internet of Things (IoT). Therefore, the development of the design of the SCADA Human Machine Interface simulator of a pick and place station bottling plant is carried out that can be connected using an Internet of Things (IoT) based mobile device. This can make it easier for users to carry out activities in controlling, monitoring and monitoring both online and real-time as well as remote access from any location and device that uses an internet connection. In developing the system using the v-model method. Keywords: Internet of Things, V-model, Human machine interface, Industry 4.0, Iot, Scada
Perancangan Electronic Kanban Menggunakan Metode Constant Quantity Withdrawal System Untuk Mengurangi Keterlambatan Pada Assembly Junction Di Pt Dirgantara Indonesia Puput Nidaul Choiriyah; Denny Sukma Eka Atmaja; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Dirgantara Indonesia merupakan salah satu perusahaan milik Negara yang bergerak dalam bidang kedirgantaraan. Saat ini perusahaan sedang mengalami permasalahan pada keterlambatan dalam pengiriman Tailboom. Tailboom merupakan ekor dari helicopter. Permasalahan ini disebabkan karena keterlambatan pada salah satu komponen Tailboom yaitu Junction. Komponen Junction mengalami keterlambatan pada proses assembly dikarenakan kekurangan part di assembly line. Kekurangan part disebabkan karena tidak lengkapnya work package yang dikirimkan dari fabrikasi. Untuk mengatasi keterlambatan pada assembly Junction dibutuhkan sistem kontrol produksi yang berupa Kanban. Kanban merupakan tools dari Just In Time untuk sistem produksi tarik atau pull system. Dengan menggunakan kanban dapat mengontrol aliran produksi sesuai quantity yang dibutuhkan dan waktu yang tepat. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan sistem Electronic Kanban menggunakan metode constant quantity withdrawal system yang diimplementasikan di area fabrikasi, assembly store dan assembly line. Hasil simulasi dengan menggunakan electronic kanban pada assembly Junction mampu mengurangi keterlambatan sebesar 56% yang disebabkan karena factor part. Hal ini disebabkan karena level stock di departemen assembly store dapat terjaga, kemudian material dan kapasitas pada fabrikasi memenuhi.Selain itu, electronic kanban memberikan informasi antar departemen saling terintegrasi sehingga mudah diketahui kesalahan yang terjadi secara realtime. Dengan demikian production control dapat mengambil kebijakan terkait permasalahan yang dideteksi. Electronic kanban dapat menginformasikan apa, berapa, dan kapan harus memproduksi part atau komponen. Kata kunci : Constant Quantity, Electronic Kanban, Junction, Keterlambatan, Tailboom Abstract PT Dirgantara Indonesia is a state-owned company engaged in the field of aerospace. Today company has a problem on delivery Tailboom. Tailboom cannot delivery on time. Tailboom is a tail of helicopter. This problem occurs because late on Tailboom component, Junction. Junction component was late on assembly process due to lack of part on assembly line. This caused by uncomplete work package that delivered from fabrication. To reduce lateness in assembly Junction, kanban is needed as production control system. Kanban is a tools of Just In Time for pull production system. Using kanban system can control the production according to the quantity needed and in the right time. The results of this study is design Electronic Kanban system using constant quantity withdrawal system method which is implemented in fabrication, assembly store and assembly line. Constant quantity withdrawal system method is used to calculate the required kanban. The result from simulation using electronic kanban in assembly Junction can reduce lateness for 56% that caused by part faktor. It caused level stock in assembly store is maintained, material and capacity in fabrication is available. In other that, electronic kanban give the information flow between department is integrated with each other so it easy to know what errors that occur in real time. Based on that reason, production control can make a decision related on that problem. Electronic kanban can inform what, how, and when to produce parts or component. Keywords: Constant Quantity, Electronic Kanban, Junction, Lateness, Tailboom
Perancangan Sistem Monitoring & Controlling Menggunakan Smartphone Pada Stasiun Kerja Filling, Separating, Dan Processing Simulator Bottling Plant Dengan Metode V-model Muhamad Hilmy Abdullah; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai bidang yang mengharuskan untuk melakukan social distancing, pada bidang industri manufaktur pandemi tersebut memiliki pengaruh terhadap pembatasan karyawan atau staf perusahaan yang bekerja, mengacu kepada instruksi pemerintah maka sebagian besar karwayan bekerja secara Work From Home (WFH), sehingga bagi karyawan atau staf tidak selalu dapat melakukan pekerjaannya secara langsung atau Work From Office (WFO). Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu untuk melakukan proses monitoring dan controlling pada suatu stasiun kerja, sehingga pada penelitian tugas akhir ini dilakukan pendekatan terhadap suatu alat yang merupakan alat simulator bottling plant yang dimana alat tersebut dapat merepresentasikan suatu proses produksi pada perusahaan minuman kemasan botol. Simulator bottling plant adalah alat yang dapat mensimulasikan proses pengisian cairan kepada botol hingga proses pengemasan botol, terdapat beberapa stasiun yang mewakili masing-masing proses seperti proses pengisian pada filling station, proses pemisahan botol pada separating station, proses pemasangan tutup botol pada processing station, proses pendistribusian box pada distribution box station, hingga proses pengemasan pada pick & place station. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dilakukan perancangan sistem monitoring dan controlling yang menggunakan smartphone, dimana terdapat aplikasi android yang terhubung dengan Programmable Logic Controller (PLC) agar dapat digunakan untuk monitoring dan controlling secara real-time. Sistem tersebut dirancang menggunakan metode v-model, dimana metode v-model melakukan pengembangan pada sistem yang setiap langkahnya dilakukan pengujian untuk pengembangan yang sesuai, dimana tahapan selanjutnya dapat dimulai ketika tahapan sebelumnya telah selesai. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan sistem berfungsi dengan baik dimana fungsi pembacaan (read) pada PLC dan pengubahan (write) ke PLC dapat dilakukan secara real-time sesuai dengan yang diharapkan. Kata kunci: Real-time Monitoring & Controlling, Programmable Logic Controller (PLC), V-Model