Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS DATA SPASIAL DI DAERAH KARANGJAMBU, PURBALINGGA Januar Aziz Zaenurrohman; Indra Permanajati; Panggah Bagaskara Nuraga; Rachmad Setijadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14380

Abstract

Abstrak: Gerakan tanah (longsor) fenomena alam yang sering menimbulkan bencana dan kerugian besar baik dari segi harta benda, sarana dan prasarana, maupun nyawa manusia. Perhatian khusus diberikan pada zona bahaya longsor karena terkait dengan keselamatan masyarakat yang tinggal di sana, terutama dengan keadaan lingkungan alam di Indonesia, dimana faktor penyebab lingkungan geologi yang kompleks, topografi dan iklim sangat dominan. Beberapa wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Purbalingga rawan longsor. Peta kerentanan longsor yang ada saat ini memiliki   skala   yang   besar   dan cakupan   wilayah   Kabupaten.   Penelitian   ini bertujuan untuk menentukan bobot parameter yang berpengaruh terhadap gerakan tanah serta memetakan zonasi kerentanan gerakan tanah pada lingkup kecamatan dengan skala yang lebih detail. Hasil dari peta zona kerentanan longsor skala kecamatan dapat menjadi acuan yang lebih aplikatif bagi pemerintah setempat untuk diterapkan sebagai panduan serta acuan dalam mengambil kebijkan tentang pemanfaatan lingkungan serta sebagai dasar mitigasi prabencana. Metode yang dilakukan adalah analisis data spasial dengan parameter kemiringan lereng, curah hujan, jenis batuan, tata guna lahan, struktur geologi, dan kerapatan sungai. Zonasi kerentanan gerakan tanah pada Kecamatan Karangjambu dibagi 3 (tiga), yaitu: zona kerentanan rendah dengan luas sekitar 20%, zona kerentanan menengah dengan luas sekitar 45%, dan zona kerentanan tinggi dengan luas sekitar 35%.Abstract:  Landslides are natural phenomena that often cause disasters and great losses in terms of property, facilities, and infrastructure, as well as human lives. Special attention is given to the landslide hazard zone because it is related to the safety of the people who live there, especially with the state of the natural environment in Indonesia, where the factors causing complex geological environments, topography, and climate are very dominant. Several areas of Indonesia, including the Purbalingga Regency, are prone to landslides. The current landslide susceptibility map has a large scale and covers the Regency area. This study aims to determine the weight of the parameters that affect ground motion and to map the zoning of ground movement vulnerability in the sub-district scope with a more detailed scale. The results of the sub-district scale landslide vulnerability zone map can be a more applicable reference for the local government to be applied as a guide and reference in taking policies on environmental utilization and as a basis for pre-disaster mitigation. The method used is spatial data analysis with parameters of rock type, geological structure, slope, rainfall, land use, and river density. Zoning landslide vulnerability in Karangjambu District is divided into 3 (three), namely: low landslide vulnerability zone with an area of about 20%, medium landslide vulnerability zone with an area of about 45%, and high landslide vulnerability zone with an area of about 35%.
Menanamkan Kesiapan Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana Tanah Longsor Di Desa Karangbanjar-Bojongsari Kabupaten Purbalingga Asmoro Widagdo; Indra Permanajati; Hari Utama
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 2 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i2.4177

Abstract

Entering the rainy season in some areas of Karangbanjar Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency which has steep slopes, it will potentially experience landslides. This phenomenon continues to be socialized to residents of vulnerable areas, at the beginning of the rainy season through field counseling by gathering several residents at meetings in villages to reduce risks and losses in the event of a landslide. This activity is carried out through the geological study of the area of socialization, field observations and counseling to residents. Factors causing landslides that were socialized to residents include slopes around settlements, constituent rocks, thickness of soil, rainfall and land use that can cause landslides. Keywords: rain, landslide, slope, counseling, soil.
Penguatan Pemahaman Masyarakat Desa tentang Potensi Tanah Longsor di Desa Tumanggal Adhiana, Tigar Putri; Zaenurrohman, Januar Aziz; Permanajati, Indra
Darma Sabha Cendekia Vol 4 No 1 (2022): Darma Sabha Cendekia - April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dsc.2022.4.1.5697

Abstract

Salah satu yang menjadi potensi bencana di Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga adalah potensi longsor. Sehingga daerah ini cukup rentan terhadap ancaman bencana longsor. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialiasi tentang potensi longsor yang dapat terjadi. Pemahaman masyarakat tentang potensi longsor dan mitigasinya perlu dikenalkan secara dini untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mengenai bahaya longsor, terutama mengenai anatomi longsor. Dengan pemahaman mengenai anatomi longsor maka masyarakat bisa mengenali daerah-daerah yang akan longsor dan bagian-bagiannya. Dari kegiatan edukasi dan sosialisasi yang telah dilakukan, diperoleh peningkatan pemahaman masyarakat terhadap tanah longsor. Hal ini ditunjukkan dengan 8 variabel pertanyaan yang mengalami peningkatan pemahaman sebesar 16%. Dimana pemahaman responden sebelum sosialisasi adalah sebesar 62% dan setelah sosialisasi meningkat menjadi 78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi dan sosialisasi anatomi tanah longsor ini memberikan peningkatan pemahaman masyarakat.
Peningkatan Kapasitas Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Purbalingga Dalam Penanggulangan Bencana Gerakan Tanah Di Kabupaten Purbalingga Zaenurrohman, Januar Aziz; Permanajati, Indra; Aliim, Muhammad Syaiful; Widagdo, Asmoro
Darma Sabha Cendekia Vol 6 No 1 (2024): Darma Sabha Cendekia: Juni 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/dsc.v6i1.12079

Abstract

Longsor (gerakan tanah) merupakan peristiwa alam yang seringkali membawa bencana dan kerugian yang tidak sedikit, baik berupa harta benda, sarana dan prasarana maupun jiwa manusia. Kabupaten Purbalingga terutama di bagian utara sebagian besar tanah/batuannya dibentuk oleh batuan vulkanik yang tanah pelapukannya gembur, dan sebagian daerahnya berlereng terjal, sehingga pada musim penghujan mempunyai potensi untuk terjadi gerakan tanah yang dapat mengancam kelestarian alam dan keselamatan jiwa penduduk setempat. Hal tersebut harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah, sehingga perlu dilakukan studi yang lebih detil agar kedepan bisa dilakukan mitigasi yang bersifat prefentif kedepanya. Pada pelaksanaan Peningkatan Kapasitas dilakukan sosialisasi atau penyuluhan guna meningkatkan kemampuan dalam akuisis data bencana. Pengabdian ini dapat mengoptimalkan sistem informasi kebencanaan di Kabupaten Purbalingga dalam menginformasikan peta rawan bencana dalam bentuk webGIS.
The landscape formation history based on the detailed geological investigation in Aribaya and surrounding area, Pangetan district, Banjarnegara regency, Central Java Suranda, Annisa Helly; Sunan, Huzaely Latief; Permanajati, Indra
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2022.v2i2.2842

Abstract

The research site is in the Aribaya area and surrounding areas with an area of 16 km2 which is administratively included in Pagentan Subdistrict, Banjarnegara Regency, Central Java Province. The research area consists of 13 villages, namely: Suwidak, Pandansari, Karangtengah, Gumingsir, Karangnangka, Aribaya, Larangan, Talunamba, Clapar, Gununggiana, Pakelen, and Nagasari. Research objects in the form of Geomorphology, Stratigraphy, Geological Structure, Geological History, and Geological Potential. The geomorphology of the research area is divided into the Aribaya Fault Zone Unit, Gununnggiana Lava Flow Ridge Unit, and Aribaya Intrusion Unit. Based on unofficial lithostratigraphic units, the research area is divided into three rock units and the order from old to young, namely: Sandstone - Claystone Distribution Unit, Pyroclastic Brection Unit, and Diorit Intrusion Unit. Precipitated Sandstone - Claystone In the middle-upper neritic bathymetry environment, which belongs to the formation of the early Miocene – Middle-aged vines. Furthermore, tectonic activity occurs that causes the research area to form faults and syncline folds. Then at the time of the Early Pliocene, there was an influence from the activity of Mount Maung which provided sediment supply in the form of andesite fragments and matrix-sized Tuff Crystals so as to form a pyroclastic breccia unit. At the Time of the Pliocene, there was also diorite intrusion. The next process is the exogenous process that causes morphological form as it is today. The geological potential contained in the research area in the form of diorite mining excavations (positive potential) and landslide movement (negative potential) is quite a lot in the research area.
Pencegahan Bencana Tanah Longsor Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dengan Sistem Informasi Geografi di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah: Landslide Disaster Prevention Based on Community Empowerment using a Geographic Information System in Sirau Village, Karangmoncol District, Purbalingga Regency, Central Java Candra, Adi; Siswandi, Siswandi; Permanajati, Indra
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.8373

Abstract

Efforts to minimize the impact of landslides could be conducted by figuring out the mechanism of landslides so that mitigation could be prevented. Focusing on detailed mapping which potentially causes landslides should be increased continuously and entered into a database that is used for information on village profiles where it is usefully built up in the future. Mapping of landslides involved communities participating who are represented by the Community of Disaster Response (MASTANA) that needed to be developed in villages with huge landslides potentially. Landslide mapping is most important due to the source of maps that had been issued by the Center for Volcanology and Geological Disaster Mitigation (PVMBG) ESDM has a small scale to reach village territory. The result shows that only MASTANA members prepared when a landslide occurred when it could be predicted based on a visual observation. Initial detection of landslides potential and notes on Geographic Information System are used to an information about landslides spread out.
ZONA PELAPUKAN SEBAGAI PENGONTROL LONGSORAN DI DAERAH JINGKANG DAN SEKITARNYA, PURBALINGGA Permanajati, Indra; Iswahyudi, Sachrul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsoran merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh turunnya material tanah, regolith, dan batu dari atas bukit karena gravitasi. Peristiwa ini seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan ketika harus berinteraksi dengan kehidupan manusia, seperti yang terjadi di desa Jingkang. Longsoran di desa Jingkang terjadi pada bangunan publik yaitu SD Jingkang dan TK Jingkang. Longsoran ini menjadi kajian penelitian karena tejadi pada zona tertentu dalam tingkat pelapukan batuan. Metode yang digunakan adalah deskripsi tingkat pelapukan dengan metode British Standard BS EN ISO 14689-1 pada daerah longsoran, kemudian pemetaan geologi teknik, dan identifikasi anatomi longsor. Hasil yang didapatkan bidang gelincir terdapat pada tingkat lapuk batulempung formasi Halang. Batulempung ini menempel di atas batuan basalt anggota formasi Halang. Tingkat lapuk 4 mempunyai ciri – ciri di lapangan yaitu terdapat material tanah dengan proporsi material tanah lebih besar dari batuan dan struktur batuan masih teramati di lapangan. Batulempung ini mempunyai kemiringan dip relatif ke arah barat (sungai), sehingga daerah ini sangat rawan terjadinya longsor. Terbukti di beberapa tempat sudah terjadi longsor dan beberapa lokasi mengalami retakan dan pergeseran. Saran penanggulangan adalah dengan relokasi bangunan karena kondisi lokasi sudah tidak memungkinkan dikarenakan kondisi geologi yang sangat rentan longsoran
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BULU MATA PALSU MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Ananditya, Devanda Diar; Muhammad, Katon; Iswahyudi, Sachrul; Permanajati, Indra
Journal of Industrial and Mechanical Engineering Vol 3 No 2 (2025): Journal of Industrial and Mechanical Engineering
Publisher : Department of Industrial Engineering, Universitas Jenderal Soedirman.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jimien.2025.3.2.16824

Abstract

Industri bulu mata palsu di Indonesia, khususnya PT Hyup Sung Indonesia (HSI) di Purbalingga, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produksi akibat tingginya tingkat produk cacat. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dalam proses produksi menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). FMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan FTA digunakan untuk menemukan akar penyebab kegagalan secara sistematis. Hasil analisis FMEA menunjukkan tiga risiko utama dengan RPN tertinggi, yaitu knotting bergeser saat dibuka (RPN 150), cairan perekat yang diberikan terlalu sedikit (RPN 140), dan knotting keriting saat dibuka (RPN 140). Analisis FTA mengungkap bahwa penyebab utama dari ketiga kegagalan ini meliputi faktor alat, metode kerja operator, serta ketidaktepatan dalam proses oven. Berdasarkan temuan tersebut, disusun berbagai usulan perbaikan, seperti penggantian rak dan kuas, penambahan timer otomatis, standardisasi prosedur kerja, dan pelatihan operator. Penerapan langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan risiko kegagalan dan menjaga kualitas produk.