Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menangkal Hoaks Willfridus Demetrius Siga; Kristining Seva; Tri Joko Her Riadi
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 8, No 1 (2023): JAQFI VOL.8 NO. 1, 2023
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v8i1.25554

Abstract

ABSTRAK Hoaks dibuat seseorang/kelompok dengan beragam tujuan. Hoaks biasanya muncul ketika sebuah isu mencuat ke permukaan, namun banyak hal yang belum terungkap atau menjadi tanda tanya. Menyikapi konten media sosial dan media berita daring yang menawarkan informasi yang bermuatan hoaks dibutuhkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas kemampuan berpikir kritis sebagai sebuah cara dalam menangkal hoaks yang disajikan dalam bentuk informasi pada media media sosial dan media berita daring. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed method) dengan desain konvergen. Metode kuantitatif mengumpulkan data menggunakan teknik survei. Sedangkan, untuk metode kualitatif dilakukan dengan teknik wawancara mendalam yang hasilnya kemudian dielaborasi dengan data kuantitatif dan disajikan secara deskriptif. Unit analisis penelitian ini adalah 131 mahasiswa rentang usia 16 – 27 tahun dengan beragam jurusan yang tersebar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa mengakses informasi terkait informasi gaya hidup dan politik lebih dari sekali dalam sehari dan sungguh menyadari bahwa setiap informasi/berita merupakan representasi sudut pandang atau ideologi tertentu. Menariknya, responden merasa perlu mengetahui bagaimana cara media menyajikan informasi/berita dengan segala kepentingan yang melatar belakanginya. Suburnya infomasi hoaks mendorong mahasiswa mengkases banyak informasi dengan tetap mengedepankan rasionalitas dan objektivitas data. Tingkat kepercayaan terhadap informasi atau berita yang disajikan oleh media digital belum menunjukkan persentasi yang memuaskan. Salah satu alasannya karena kepentingan mahasiswa mengakses informasi atau berita masih sekedar mencari informasi hiburan dan mengisi waktu luang. Mahasiswa juga menilai bahwa media informasi/berita digital sangat berpengaruh pada pembentukkan pola pikir. Hoaks menimbulkan kepanikan, kegaduhan, menggiring opini publik untuk mudah menerima dan memercayainya sebagai sebuah kebenaran. Maka berpikir kritis menjadi menjadi sebuah keharusan kompetensi untuk mendengarkan dan membaca logika masyarakat, literasi media sejak dini, bijaksana dalam menyampaikan pesan, telusuri sumber berita, dan analisis wacana kritis.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PERGURUAN TINGGI DI STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR Suryadi; Anim Purwanto; Eny Engriyani; Willfridus Demetrius Siga; Nurhasan; Husein Sutisna; Fitriyani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The activity of compiling RENSTRA, especially in study programs, has not been carried out optimally until now. In fact, curriculum management in the industrial era 4.0 is very important to support the implementation of the independent campus program. One effort that can be made is to provide training and assistance. This activity aims to improve the skills and knowledge of the head of the study program and lecturers in compiling RENSTRA at STAI Nurul Iman Parung Bogor. The method used is descriptive qualitative with work meetings, compiling renstra, presentations and field visits. The results of the activity show that the improvement of the ability of study programs and lecturers in implementing the preparation of RENSTRA through (1) providing training and assistance in accordance with the vision and mission of the institution; (2) cooperation between lecturers, students, and stakeholders; and (3) conducting evaluations. Meanwhile, the knowledge and skills they need are (1) analytical skills to analyze data and information; (2) good communication skills to collaborate; (3) knowledge of strategic management in accordance with the vision and mission of the institution; and (4) evaluative skills. With the assistance in compiling RENSTRA, it is hoped that the independent campus program will be realized. Keywords: mentoring, strategic planning, higher education, independent campus Abstrak Kegiatan penyusunan RENSTRA khususnya pada program studi sampai saat ini masih belum dilakukan secara maksimal. Padahal manajemen kurikulum di era industri 4.0 sangat penting untuk mendukung terlaksananya program kampus merdeka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah diberikan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan ketua program studi dan dosen dalam penyusunan RENSTRA di STAI Nurul Iman Parung Bogor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rapat kerja, penyusunan renstra, presentasi dan visitasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan program studi dan dosen dalam melaksanakan penyusunan RENSTRA melalui (1) memberikan pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan visi dan misi lembaga; (2) kerjasama antara dosen, mahasiswa, dan stakeholder; dan (3) melakukan evaluasi. Sedangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan mereka yaitu (1) keterampilan analitis untuk menganalisis data dan informasi; (2) keterampilan komunikatif yang baik untuk berkolaborasi; (3) pengetahuan tentang manajemen strategis yang sesuai dengan visi dan misi lembaga; dan (4) keterampilan evaluatif. Dengan adanya pendampingan penyusunan RENSTRA ini, diharapkan program kampus merdeka akan terealisasi. Kata Kunci: pendampingan; penyusunan rencana strategis; perguruan tinggi; kampus merdeka
PENGUATAN IDENTITAS KEAGAMAAN DAN KEBANGSAAN DALAM MEMBANGUN DIALOG INTERRELIGIUS DI INDONESIA Nikolas Novan Risbayana; Antonius Yuan Fimanda; Willfridus Demetrius Siga; Fransisxus Surya Tirta Lesmana; Vinsensius Hulu
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 2 No 01 (2022): Vol 2 No 01 (2022)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v2i01.5907

Abstract

Today's religious identity is often understood and practiced in a negative context. Cases such as religion-based hate speech, identity politics, intolerance, and discrimination arise due to the wrong paradigm of strengthening religious identity. The purpose of this study is to offer another perspective on strengthening religious identity and nationality that puts forward global ethics as an alternative in strengthening religious identity through interreligious dialogue. This scientific article refers to research with a qualitative approach using the netnographic method which is a case study through digital data tracing. In addition, this research also raises the idea of ​​Hans Küng's global ethics. The results of this study are in the form of offers in developing interreligious dialogue in Indonesia, especially those related to the consistency of identity, culture, and Pancasila values ​​that put forward the principles of global ethics. Interreligious dialogue that needs to be worked out together is a dialogue that emphasizes human values.
Intensitas dan Sosialitas Keberagaman di Lingkungan Kerja Yusuf Siswantara; Thomas Lingga; Willfridus Demetrius Siga
Jurnal Sosial Humaniora Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research "intensity and sociality of diversity in the environment orwork unit", aims to find indications of work effectiveness and thevalues of diversity in a pluralistic work environment on workoptimization and productivity. This study uses a quantitative approachwith a questionnaire as a random sampling instrument. The number ofdata population is 39 respondents. The correlation of the intensity ofdiversity values and work practices in a pluralistic environment is themain aspect that supports work effectiveness both internally andexternally. Positive influence supports each person to feel safe,comfortable and have very good relationships. Based on the results ofthe analysis, this study shows that there is a strong and positivecorrelation between performance and tolerance values in a pluralisticenvironment with a positive percentage of 93% and 0.7% valuedeviation that does not support the correlation of the two variables.
DARURAT DEMOKRASI: KRISIS KEADILAN DAN BIAS KEPENTINGAN Willfridus Demetrius Siga; Onesius Otenieli Daeli
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 4 No 02 (2024): 2024 DESEMBER
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v4i02.8629

Abstract

Democracy emergencies often become a phenomenon and issue in Indonesia. Responses to this issue are certainly very diverse. There are biases and prejudices directed at the state of democracy in Indonesia. At the concrete and practical level, democracy itself is a tool to achieve common goals. However, on the other hand, democracy is in an emergency condition because it has been used as a non-transparent tool, and democracy is even used as a means to perpetuate the pursuit of interests. This research aims to provide new discourse and insights into the crisis situation and democratic bias that is occurring, while also trying to find answers regarding the political role of citizens in overcoming the crisis. The method used in the activities is the qualitative discourse method through literature study, observation, and focus group discussion. (FGD). The research results indicate that the issues of demos and krator need to be returned to their essence, both conceptually and in practice, in the political life of the nation and state. Individuals who are called to enter the world of politics and run a democracy need to be accompanied by knowledge and experience (arête). The practice of democracy becomes effective when those involved in political decision-making are able to perform their duties and produce policies that do not lead to the common good. If placed in the context of Indonesia, Pancasila should become a source and inspiration for democracy that prioritises common interests and justice.