Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menangkal Hoaks Willfridus Demetrius Siga; Kristining Seva; Tri Joko Her Riadi
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 8, No 1 (2023): JAQFI VOL.8 NO. 1, 2023
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v8i1.25554

Abstract

ABSTRAK Hoaks dibuat seseorang/kelompok dengan beragam tujuan. Hoaks biasanya muncul ketika sebuah isu mencuat ke permukaan, namun banyak hal yang belum terungkap atau menjadi tanda tanya. Menyikapi konten media sosial dan media berita daring yang menawarkan informasi yang bermuatan hoaks dibutuhkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas kemampuan berpikir kritis sebagai sebuah cara dalam menangkal hoaks yang disajikan dalam bentuk informasi pada media media sosial dan media berita daring. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed method) dengan desain konvergen. Metode kuantitatif mengumpulkan data menggunakan teknik survei. Sedangkan, untuk metode kualitatif dilakukan dengan teknik wawancara mendalam yang hasilnya kemudian dielaborasi dengan data kuantitatif dan disajikan secara deskriptif. Unit analisis penelitian ini adalah 131 mahasiswa rentang usia 16 – 27 tahun dengan beragam jurusan yang tersebar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa mengakses informasi terkait informasi gaya hidup dan politik lebih dari sekali dalam sehari dan sungguh menyadari bahwa setiap informasi/berita merupakan representasi sudut pandang atau ideologi tertentu. Menariknya, responden merasa perlu mengetahui bagaimana cara media menyajikan informasi/berita dengan segala kepentingan yang melatar belakanginya. Suburnya infomasi hoaks mendorong mahasiswa mengkases banyak informasi dengan tetap mengedepankan rasionalitas dan objektivitas data. Tingkat kepercayaan terhadap informasi atau berita yang disajikan oleh media digital belum menunjukkan persentasi yang memuaskan. Salah satu alasannya karena kepentingan mahasiswa mengakses informasi atau berita masih sekedar mencari informasi hiburan dan mengisi waktu luang. Mahasiswa juga menilai bahwa media informasi/berita digital sangat berpengaruh pada pembentukkan pola pikir. Hoaks menimbulkan kepanikan, kegaduhan, menggiring opini publik untuk mudah menerima dan memercayainya sebagai sebuah kebenaran. Maka berpikir kritis menjadi menjadi sebuah keharusan kompetensi untuk mendengarkan dan membaca logika masyarakat, literasi media sejak dini, bijaksana dalam menyampaikan pesan, telusuri sumber berita, dan analisis wacana kritis.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PERGURUAN TINGGI DI STAI NURUL IMAN PARUNG BOGOR Suryadi; Anim Purwanto; Eny Engriyani; Willfridus Demetrius Siga; Nurhasan; Husein Sutisna; Fitriyani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The activity of compiling RENSTRA, especially in study programs, has not been carried out optimally until now. In fact, curriculum management in the industrial era 4.0 is very important to support the implementation of the independent campus program. One effort that can be made is to provide training and assistance. This activity aims to improve the skills and knowledge of the head of the study program and lecturers in compiling RENSTRA at STAI Nurul Iman Parung Bogor. The method used is descriptive qualitative with work meetings, compiling renstra, presentations and field visits. The results of the activity show that the improvement of the ability of study programs and lecturers in implementing the preparation of RENSTRA through (1) providing training and assistance in accordance with the vision and mission of the institution; (2) cooperation between lecturers, students, and stakeholders; and (3) conducting evaluations. Meanwhile, the knowledge and skills they need are (1) analytical skills to analyze data and information; (2) good communication skills to collaborate; (3) knowledge of strategic management in accordance with the vision and mission of the institution; and (4) evaluative skills. With the assistance in compiling RENSTRA, it is hoped that the independent campus program will be realized. Keywords: mentoring, strategic planning, higher education, independent campus Abstrak Kegiatan penyusunan RENSTRA khususnya pada program studi sampai saat ini masih belum dilakukan secara maksimal. Padahal manajemen kurikulum di era industri 4.0 sangat penting untuk mendukung terlaksananya program kampus merdeka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah diberikan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan ketua program studi dan dosen dalam penyusunan RENSTRA di STAI Nurul Iman Parung Bogor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rapat kerja, penyusunan renstra, presentasi dan visitasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan program studi dan dosen dalam melaksanakan penyusunan RENSTRA melalui (1) memberikan pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan visi dan misi lembaga; (2) kerjasama antara dosen, mahasiswa, dan stakeholder; dan (3) melakukan evaluasi. Sedangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan mereka yaitu (1) keterampilan analitis untuk menganalisis data dan informasi; (2) keterampilan komunikatif yang baik untuk berkolaborasi; (3) pengetahuan tentang manajemen strategis yang sesuai dengan visi dan misi lembaga; dan (4) keterampilan evaluatif. Dengan adanya pendampingan penyusunan RENSTRA ini, diharapkan program kampus merdeka akan terealisasi. Kata Kunci: pendampingan; penyusunan rencana strategis; perguruan tinggi; kampus merdeka