Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN GQM UNTUK DOKUMEN TATA LAKSANA MANAJEMEN INSIDEN Aeni, Khurotul
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 5 No 1 (2018): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v5i1.435

Abstract

Untuk pembuatan sebuah dokumen tata laksana perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu, hal ini dilakukan untuk menilai sejauh mana setiap proses TI pada sistem informasi akademik berfungsi sesuai dengan tujuan pengembangan aplikasi terutama untuk proses penanganan insiden. Evaluasi dilakukan dengan metode goal question metric (GQM), dengan bantuan kuesioner yang disebarkan kepada koresponden dan observasi yang dilakukan secara langsung pada objek penelitian Penelitian ini diadaptasi dari framework IT Infrastructure Library yang mengacu pada proses manajemen insiden. Hasil penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi perbaikan terkait area-area insiden manajemen. Hasil pengukuran melalui penggunaan Goal Question Metric, dimana terdapat 4 area yang perlu dilakukan perbaikan untuk membuat dokumen tata laksana manajemen, yaitu: penerapan helpdesk, penerapan SOP (Standard Operating Procedure), penerapan SLA (Service Level Agreement), dan penerapan team servicedesk.
Analisis Spasial Tingkat Resiko Gempabumi Berdasarkan Karakteristik Dinamika Tanah Di Kecamatan Bumiayu, murdiantoro, randi adzin; Aeni, Khurotul
Jurnal Migasian Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.82

Abstract

Keberadaan sesar Bumiayu menjadikan Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya sebagai daerah rawan potensi bahaya gempabumi. Daerah Bumiayu didominasi Endapan Aluvial yang dapat meningkatkan resiko gempabumi. Tingkat kepadatan penduduk dan nilai subtansial ekonomi mengharuskan adanya upaya mitigasi guna memperkecil tingkat resiko akibat gempabumi. Penelitian ini menggunakan pengukuran mikrotremor di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk memetakan karakteristik dinamika tanah. Pengukuran ini menginterpretasikan kondisi lapisan sedimen permukaan dengan memanfaatkan getaran mikro dari alam. Kelebihan pengukuran mikrotremor yaitu sederhana, cepat dan lebih murah jika dibandingkan dengan metode geoteknik dan metode geofisika lainnya. Analisis data pengukuran mikrotremor menggunakan metode HVSR melalui software Geopsy. Hasil analisis HVSR yang berupa frekuensi dominan (f0) dan amplifikasi (A0) digunakan untuk menghitung parameter karakteristik dinamika lainnya seperti nilai indeks kerentanan seismik (Kg), percepatan getaran tanah maksimum di batuan dasar (α), nilai ground shear strain (γ). Hasil penelitian menunjukan wilayah barat Kecamatan Bumiayu mempunyai tingkat kerentanan seismik yang tinggi dibandingkan wilayah timur. Hal ini ditunjukan dengan nilai f0 dan Kg yang tinggi. Sebaran nilai f0 berkisar antara 0,5 – 2,8 ,nilai Kg antara 3,1 – 6,3. Sebaran nilai percepatan getaran tanah maksimum di batuan dasar (α) berkisar 23,3 – 25,3 gal dan nilai ground shear strain (γ) 0,0000743 – 0,0010. Kata Kunci: Gempabumi, Karakteristik Dinamika tanah, HVSR, Mikrotremor, Bumiayu.
Membuat Dokumen Tata Laksana Manajemen Insiden Berdasarkan Framework IT Infrastructure Library V.3 Khurotul Aeni; Bambang Soedijono W.A; Henderi - STMIK AMIKOM Yogyakarta
Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) Vol 2, No 2 (2016): IJSE 2016
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijse.v2i2.1128

Abstract

Abstract -Tata like IT incident management needs to be done as a guide, and internal controls to ensure service levels especially on academic information system (AIS) meets the standards or to follow best practices. For documents that need to be made governance of incident management for the handling of incidents can run well and according to expectations of the organization, and ultimately the success of IT objectives (IT Goal) and the ultimate goal of business processes (Business Goal). The development of academic information systems at the University of Civilizations basically been done, but not optimally. Application of SOP (Standard Operating Procedure) and SLA (Service Level Agreement) on academic information system services is still conventional, not optimal in a structured incident handling. For making a documentary of governance should be evaluated first, this was done to assess the extent to which each IT process in academic information systems function in accordance with the purpose of application development, especially for the incident handling process. Pengukurann maturity level is used to determine and evaluate the current state of the academic information system (SIA) today. This study is adapted from the IT Infrastructure Library framework which refers to the process of incident management. The study provides some recommendations for improvement related to the areas of incident management. The measurement results using a maturity level that existed at COBIT 4.1, shows the maturity level is currently at level 2 (Repeatable but Intuitive), and through the use of the Goal Question Metric, where there are four areas that need to be improved to create a document governance management, namely: helpdesk application, the application of SOP (Standard Operating Procedure), the application SLA (Service Level Agreement), and the application of servicedesk team.Keywords: Incident Management, IT Infrastructure Library, Procedures Abstrak –Tata laksana manajemen insiden TI perlu dilakukan sebagai panduan dan pengendalian internal untuk memastikan tingkat layanan khususnya pada sistem informasi akademik (SIA) telah memenuhi standar atau mengikuti praktek-praktek terbaik. Untuk itu perlu dibuat dokumen tata laksana manajemen insiden agar penanganan insiden dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan organisasi, serta pada akhirnya menyukseskan tujuan TI (IT Goal) dan tujuan akhir dari bisnis proses (Business Goal). Perkembangan sistem informasi akademik di Universitas Peradaban pada dasarnya sudah dilakukan, namun belum secara optimal. Penerapan SOP (Standard Operating  Procedure) dan SLA (Service Level Agreement) pada layanan sistem informasi akademik masih bersifat konvensional, belum optimalnya penanganan insiden secara terstruktur. Untuk pembuatan sebuah dokumen tata laksana perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu, hal ini dilakukan untuk menilai sejauh mana setiap proses TI pada sistem informasi akademik berfungsi sesuai dengan tujuan pengembangan aplikasi terutama untuk proses penanganan insiden. Pengukurann maturity level digunakan untuk mengetahui serta mengevaluasi kondisi saat ini pada sistem informasi akademik (SIA) saat ini. Penelitian ini diadaptasi dari framework IT Infrastructure Library yang mengacu pada proses manajemen insiden. Hasil penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi perbaikan terkait area-area insiden manajemen. Hasil pengukuran menggunakan maturity level yang ada pada COBIT 4.1, menunjukkan tingkat kematangan saat ini berada pada level 2 (Repeatable but Intuitive), dan melalui penggunaan Goal Question Metric, dimana  terdapat 4 area yang perlu dilakukan perbaikan untuk membuat dokumen tata laksana manajemen, yaitu: penerapan helpdesk, penerapan SOP (Standard Operating  Procedure), penerapan SLA (Service Level Agreement), dan penerapan team servicedesk.Kata kunci:  Manajemen Insiden, IT Infrastucture Library, Tata Laksana
Analisis Spasial Tingkat Resiko Gempabumi Berdasarkan Karakteristik Dinamika Tanah Di Kecamatan Bumiayu, randi adzin murdiantoro; Khurotul Aeni
Jurnal Migasian Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.82

Abstract

Keberadaan sesar Bumiayu menjadikan Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya sebagai daerah rawan potensi bahaya gempabumi. Daerah Bumiayu didominasi Endapan Aluvial yang dapat meningkatkan resiko gempabumi. Tingkat kepadatan penduduk dan nilai subtansial ekonomi mengharuskan adanya upaya mitigasi guna memperkecil tingkat resiko akibat gempabumi. Penelitian ini menggunakan pengukuran mikrotremor di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk memetakan karakteristik dinamika tanah. Pengukuran ini menginterpretasikan kondisi lapisan sedimen permukaan dengan memanfaatkan getaran mikro dari alam. Kelebihan pengukuran mikrotremor yaitu sederhana, cepat dan lebih murah jika dibandingkan dengan metode geoteknik dan metode geofisika lainnya. Analisis data pengukuran mikrotremor menggunakan metode HVSR melalui software Geopsy. Hasil analisis HVSR yang berupa frekuensi dominan (f0) dan amplifikasi (A0) digunakan untuk menghitung parameter karakteristik dinamika lainnya seperti nilai indeks kerentanan seismik (Kg), percepatan getaran tanah maksimum di batuan dasar (α), nilai ground shear strain (γ). Hasil penelitian menunjukan wilayah barat Kecamatan Bumiayu mempunyai tingkat kerentanan seismik yang tinggi dibandingkan wilayah timur. Hal ini ditunjukan dengan nilai f0 dan Kg yang tinggi. Sebaran nilai f0 berkisar antara 0,5 – 2,8 ,nilai Kg antara 3,1 – 6,3. Sebaran nilai percepatan getaran tanah maksimum di batuan dasar (α) berkisar 23,3 – 25,3 gal dan nilai ground shear strain (γ) 0,0000743 – 0,0010. Kata Kunci: Gempabumi, Karakteristik Dinamika tanah, HVSR, Mikrotremor, Bumiayu.
PENERAPAN CODEIGNITER UNTUK SISTEM INFORMASI KEARSIPAN khurotul aeni
Jurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika Vol. 15 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi Informasi : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Inform
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47111/jti.v15i2.3261

Abstract

Arsip merupakan dokumen-dokumen penting dan berharga yang dimiliki oleh sebuah lembaga baik berupa tulisan tangan, video, audio, gambar dan file dokumen lainnya yang harus disimpan dengan baik, karena data-data arsip merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dan nantinya harus dipertanggung jawabkan. Pada Kantor Kepala Desa Krajan Pekuncen, Kab. Brebes dokumen penting dan data informasi mengenai surat disimpan masih secara manual yaitu dengan menyimpan data-data arsip hanya dilemari, sehingga memungkinkan data surat maupun dokumen tercecer serta memerlukan waktu lama dalam pencarian data maupun pemrosesannya. Data yang diarsipkan berupa dokumen arsip yang terbagi atas beberapa klasifikasi yaitu keuangan, logistik, aset tetap dan aset bergerak. Data arsip lainnya berupa arsip surat yaitu surat masuk dan surat keluar. Pemanfaatan teknologi informasi untuk merancang dan membangun sebuah sistem informasi menggunakan suatu framework yaitu Codeigniter. Framework CI dikembangkan untuk memudahkan dalam developing aplikasi dengan stuktur file source-code nya menggunakan pendekatan Model-View-Controller(MVC) dan pemrograman berorientasi objek. Penggunaan metode waterfall memungkinkan implementasi sistem informasi kearsipan dapat diterapkan di Kantor Kepala Desa Krajan Pekuncen, Kab.Banyumas. Hasil dari pembuatan sistem informasi kearsipan dapat disimpulkan bahwa dibangunnya sistem informasi kearsipan dapat membantu Sekretaris Desa dalam mengolah dan memproses data arsip yang ada di Kantor Kepala Desa Krajan Pekuncen, Kab.Banyumas
Prediksi Kepuasan Layanan Akademik Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Khurotul Aeni Aeni
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 7 No 3 (2020): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v7i3.603

Abstract

Berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), tuntutan yang diberikan masyarakat kepada perguruan tinggi meliputi jaminan kualitas (quality assurance), pengendalian kualitas (quality control), dan perbaikan kualitas (quality improvement) [1]. Untuk meningkatkan kualitas dalam pelayanan akademik diperguruan tinggi bisa melakukan evaluasi atau prediksi kinerja layanan berbasis IT tersebut, hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai dan kualitas dari pelayanan yang diberikan oleh pihak perguruan tinggi kepada penggunanya. Data mining merupakan salah satu ilmu yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan yang akurat dalam mengetahui kelayakan dimasa yang akan datang serta mampu melakukan optimasi dalam proses mencari informasi dalam basis data yang besar dan mampu menemukan pola-pola yang tidak diketahui sebelumnya. Dengan menggunakan data mining maka pencarian data dari system prediksi kepuasan pelayanan akademik dapat dilakukan [2]. Sedangkan Naïve Bayes merupakan teknik mengklasifikasikan probabilitas sederhana yang mengaplikasikan teorema bayes yang mampu mengolah data kuantitatif dan data diskrit untuk perhitungan estimasi peluang yang dibutuhkan untuk klasifikasi [3]. Atribut yang digunakan NIM, Jenis Kelamin, Kelas Mahasiswa, Layanan informasi perkuliahan, layanan keamanan data pribadi serta layanan informasi nilai, dengan menggunakan algoritma naïve bayes berhasil memprediksi layanan akademik sebesar 52% dengan data training sebesar 100 data dan data uji 17 data.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI CALON MAHASISWA UNIVERSITAS PERADABAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Teguh Adi Nugroho; Nurul Mega Saraswati; Khurotul Aeni
Indonesian Journal of Informatics and Research Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Journal of Informatics and Research
Publisher : Informatika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.256 KB)

Abstract

Universitas Peradaban merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Brebes yang tiap tahunnya rutin melaksanakan pemilihan program studi bagi calon mahasiswanya. Pemilihan program studi ini dimaksudkan agar calon mahasiswa dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan minat dan kemampuanya. Proses pemilihan program studi saat ini memiliki kelemahan diantaranya membutuhkan waktu cukup lama dan hasil yang didapat kurang sesuai, terkadang banyak kekeliruan, selain itu unsur subjektifitas cukup tinggi karena kriteria yang digunakan masih sedikit dan kurang relevan. Mengatasi permasalahan tersebut maka dibuatkan sistem pendukung keputusan untuk membantu bagian kemahasiswaan dalam menentukan pemilihan program studi untuk calon mahasiswa menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Adapun kriteria yang digunakan adalah Nilai Rata-rata UN, Tes wawancara, Tes Akademik, Angket peminatan dan Piagam. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa sistem pendukung keputusan dengan metode SAW mempermudah pengambilan keputusan bagi calon mahasiswa dalam proses pemilihan program studi di Universitas Peradaban.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENU MAKANAN UNTUK PENDERITA PENYAKIT TIPES DAN DIABETES MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) (Studi Kasus : RSUM SA) Dewi Cintya Oktavia; Khurotul Aeni; Nurul Mega Saraswati
Indonesian Journal of Informatics and Research Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Journal of Informatics and Research
Publisher : Informatika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.432 KB)

Abstract

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang melakukan pendekatan untuk menghasilkan berbagai alternatif keputusan dalam membantu pihak tertentu, serta menangani permasalahan dengan menggunakan data dan model. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat digunakan dalam berbagai instansi, salah satunya adalah RSUM SA. Rumah sakit tersebut membutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu ahli gizi dalam menentukan menu makanan yang tepat bagi pasien, karena tenaga dari ahli gizi dirasa masih kurang. Maka dari itu, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem yang mampu memberikan solusi untuk mengatur menu makanan kepada penderita tipes dan diabetes di RSUM SA, secara efektif dan efisien dengan menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Pembuatan sistem tersebut berbasis website menggunakan Framework Bootstrap. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu dalam menentukan menu makanan bagi penderita diabetes dan tipes.
Analisis Spasial Tingkat Resiko Gempabumi Berdasarkan Karakteristik Dinamika Tanah Di Kecamatan Bumiayu, randi adzin murdiantoro; Khurotul Aeni
Jurnal Migasian Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.82

Abstract

Keberadaan sesar Bumiayu menjadikan Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya sebagai daerah rawan potensi bahaya gempabumi. Daerah Bumiayu didominasi Endapan Aluvial yang dapat meningkatkan resiko gempabumi. Tingkat kepadatan penduduk dan nilai subtansial ekonomi mengharuskan adanya upaya mitigasi guna memperkecil tingkat resiko akibat gempabumi. Penelitian ini menggunakan pengukuran mikrotremor di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk memetakan karakteristik dinamika tanah. Pengukuran ini menginterpretasikan kondisi lapisan sedimen permukaan dengan memanfaatkan getaran mikro dari alam. Kelebihan pengukuran mikrotremor yaitu sederhana, cepat dan lebih murah jika dibandingkan dengan metode geoteknik dan metode geofisika lainnya. Analisis data pengukuran mikrotremor menggunakan metode HVSR melalui software Geopsy. Hasil analisis HVSR yang berupa frekuensi dominan (f0) dan amplifikasi (A0) digunakan untuk menghitung parameter karakteristik dinamika lainnya seperti nilai indeks kerentanan seismik (Kg), percepatan getaran tanah maksimum di batuan dasar (α), nilai ground shear strain (γ). Hasil penelitian menunjukan wilayah barat Kecamatan Bumiayu mempunyai tingkat kerentanan seismik yang tinggi dibandingkan wilayah timur. Hal ini ditunjukan dengan nilai f0 dan Kg yang tinggi. Sebaran nilai f0 berkisar antara 0,5 – 2,8 ,nilai Kg antara 3,1 – 6,3. Sebaran nilai percepatan getaran tanah maksimum di batuan dasar (α) berkisar 23,3 – 25,3 gal dan nilai ground shear strain (γ) 0,0000743 – 0,0010. Kata Kunci: Gempabumi, Karakteristik Dinamika tanah, HVSR, Mikrotremor, Bumiayu.
Perbandingan Evaluasi Metode Davies Bouldin, Elbow dan Silhouette pada Model Clustering dengan Menggunakan Algoritma K-Means Muhammad Sholeh; Khurotul Aeni
STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/string.v8i1.16388

Abstract

One of data mining model that is often used is the clustering model. The clustering model is used to create a grouping of a datasheet. Data clustering can be used to distinguish data in a datasheet.  Many of the best groupings can be done with the clustering model evaluation process. In the clustering method, the evaluation process can use various evaluation methods. The research will cluster the results of a survey on reviews of tourist destinations consisting of 10 categories. The method used is a data mining method, namely Knowledge Discovery in Database (KDD). Stages in KDD include data selection, data cleaning, transformation, data mining process and evaluation of model results. The process of creating a clustering model uses a public datasheet, namely tripadvisor_review.csv.  The data clustering process uses the K-means algorithm. The result of the clustering will be tested by comparing evaluation methods. This evaluation method is used to select the best amount of clustering. Testing to get the best clustering results is conducted by testing from clustering 2 to 15. The evaluation uses Davies Bouldin, Elbow and Silhouette methods. The result shows that the number of datasheet groupings with the three evaluation methods provides recommendations for grouping as many as 2 groups.