Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EFEKTIFITAS PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU Linda Pourru; Akmal Akmal; Yasmin Yasmin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1684

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di 4 Lokasi penerima manfaat Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yakni Desa Padang Kalua, Desa Tiromanda, Desa Bukit Harapan dan Kelurahan Sakti Di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi ini di pilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Bua Merupakan salah satu lokasi pelaksanaan program P2L di Kabupaten Luwu. Penelitian ini berlangsung bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu dapat terlaksana denga baik karena di dorong oleh adanyan kolaborasi antara Dinas teknis dan pemerintah dengan melakukan pola pendampingan. Secara parsial variabel bebas (Karakteristik Petani Responden) yaitu umur, pendidkan, pengalaman dan luas lahan pekarangan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap program pekarangan pangan berkelanjutan di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu, sedangkan variabel jumlah ytanggungan keluarga tidak berpengaryh nyata terhadap program pekarangan pangan lestari (P2L). Secara simultan, seluruh variabel bebas yaitu Karakteristik Petani responden: Umur (X1), Pendidikan (X2), Pengalaman (X3), Jumlah Tangungan (X4), dan Luas Lahan Pelarngan (X5) memiliki pengaruh signifikan terhadap efektifitas program pekarngan pangan lestari P2L di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu.
The Effectiveness of Using Coffee Husk Trichocompost as a Nutrient Source to Increase the Yield of Large Red Chili Plants (Capsicum Annuum L.) Nuraripa; Naima Haruna; Akmal
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.7.1.111-126

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is one of the important horticultural commodities in Indonesia that has high economic value and is widely used as a flavoring agent, food industry, and medicine. Red chilies also contain nutrients such as carbohydrates, fiber, phosphorus, and vitamins A, B, C, and K, which are beneficial to the human body. However, their productivity is still relatively low. One of the causes is the excessive use of inorganic fertilizers and cultivation without crop rotation which reduces soil fertility and increases attacks by plant pests so that efforts are needed to increase production through sustainable soil fertility management such as the use of coffee husk compost decomposed with Trichoderma decomposers to increase nutrient availability and improve the physical, chemical, and biological properties of the soil and suppress pathogen growth. This study aims to determine the effect and best dosage of the use of coffee husk compost with various doses of Trichoderma decomposers on the growth and productivity of large red chili plants. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of seven treatments of coffee husk trichocompost: K0 (control/soil), K1 (soil + 1.5 kg/bed of coffee husk compost without decomposer), K2 (soil + 1.5 kg/bed of coffee husk compost with the addition of 150 g of Trichoderma harzianum during composting), and K3 (soil + 1.5 kg/bed of coffee husk compost with the addition of 450 g of Trichoderma harzianum during composting).
Karakterisasi Klon Lokal Kakao untuk Bahan Batang Bawah pada Sambung Pucuk yang dikembangkan Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan Akmal Akmal; Taruna Shafa Arzam
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.500

Abstract

Revegetasi tanaman kakao di Sulawesi Selata menggunakan berbagai jenis klon local sebagai batang bawah. Belum ada informasi karakter klon local kakao Sulawesi untuk dijadikan batang bawah dalam sambung pucuk. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan biji dari berbagai jenis klon local tanaman kakao yang memenuhi syarat sebagai batang bawah pada sambung pucuk. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juni – Agustus 2022, di lokasi pembibitan PT MARS Incorporated, Desa Buntu Batu, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Penelitian dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok,  yang terdiri dari 6 perlakuan (jenis klon) dan 5 kali ulangan. Jenis-jenis klon yang digunakan, yaitu : klon   Sulawesi 1(K1), klon   Sulawesi 2(K2), klon Muchtar 1(K3), klon Muchtar 6 (K4), klon Buntubatu 1 (K5) dan klon Tahir (THR) (K6). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Klon mo1, klon MO6 dan klon BBO1 telah memenuhi syarat untuk dijadikan batang bawah untuk dibanding klon Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang.  
Analisis Dampak Pemupukan Berimbang di Kecamatan Wara Barat Kota Palopo Musyguppi; Taruna; Akmal
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/tsc8jv63

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan pupuk berimbang untuk meningkatkan produksi padi sawah di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani padi sawah dan menganalisis dampak penggunaan pupuk berimbang terhadap produksi padi. Penelitian dilaksanakan pada 8 Mei hingga 4 Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan jumlah sampel 33 petani yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 42–55 tahun, berpendidikan sekolah dasar, memiliki pengalaman berusahatani selama 18–27 tahun, serta mengusahakan lahan seluas 0,25–0,67 hektare. Hasil uji perbedaan rata-rata berpasangan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk berimbang berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi padi. Rata-rata peningkatan produksi mencapai 494,30 kilogram dengan rentang estimasi 481,83–506,77 kilogram pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dengan demikian, penggunaan pupuk berimbang perlu diterapkan secara terukur dan didukung pendampingan teknis mengenai dosis serta waktu aplikasi yang tepat.
Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Layanan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Larompong Bahtiar Bahtiar; Dewi Marwati Nuryanti; Akmal Akmal
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v1i3.132

Abstract

This research will be conducted in all sub-districts in Larompong District, namely 13 sub-districts. The results of the study indicate that the level of satisfaction of rice farmers with the quality of agricultural extension services in Larompong District, Luwu Regency is in the satisfied category based on 15 attributes of questions answered by respondent farmers where the attribute with the highest level of farmer satisfaction is that extension workers conduct field visits to meet or attend meetings with farmers and farmer groups. The level of interest and performance towards agricultural extension services in Larompong District, Luwu Regency based on the analysis of Performance and Information In general, it shows that the level of performance of agricultural extension workers in Larompong District, Luwu Regency is satisfactory. Furthermore, from the results of the calculation of the gap between interests and performance, the gap in each service attribute is positive with a difference between performance and interests of 1.10 out of 5.0. This means that the satisfaction felt by farmers is greater than the performance of extension workers towards the interests of farmers. Based on the results of multiple linear regression, the independent variables that have a significant effect on the dependent variable are the variables Age, Education and Experience on the level of farmer satisfaction with extension services.