Indra Himawan Susanto
Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Motivasi Masyarakat Melakukan Aktivitas Fisik Di Masa Pandemi Covid-19 Mega Wulandari; Yetty Septiani Mustar; Pudjijuniarto Pudjijuniarto; Indra Himawan Susanto; Agus Hariyanto
Jurnal MensSana Vol 6 No 2 (2021): Jurnal MensSana
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan, dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/MensSana.06022021.22

Abstract

COVID-19 affects various aspects of life including the continuity of physical activity in various countries. One of the impacts most felt by the community is the existence of social restrictions that make people tend to experience a decrease in physical activity during the COVID-19 pandemic. This study aims to identify the motivation of the community in carrying out physical activities in the community in Gresik district. This type of research is descriptive quantitative using survey method. The research sample was 212 people with an age range of 17-55 years. The data collection technique used a motivation for physical activity and motivation for exercise/workout questionnaire. The results of this study indicate that the motivation of the community to do physical activity during the COVID-19 pandemic in the majority of men is in the sufficient category, which is 86 (74.1%) and the majority of women are in a good category, which is 30 (14.2%). Furthermore, the indicator of the intrinsic motivation factor of the community doing physical activity is mostly influenced by pleasure, namely 91.3% for men and 93.75% for women, while the majority of extrinsic motivation factors are influenced by the environment, namely 79.3% for men and 72.9 for women.
Assessment transition of exercise and dietary habit of athletes before and during Ramadan in the pandemic of Covid-19 Toni Kurniawan; Yetty Septiani Mustar; Agus Hariyanto; Indra Himawan Susanto; Anna Noordia
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.40716

Abstract

This study aims to identify the training transitions and dietary habits of volleyball athletes' before and during Ramadan in the Covid-19 pandemic. The research design used is descriptive quantitative with a sample of 12 male junior volleyball athletes in the academy Sidoarjo volleyball. The results showed that most athletes experienced a decrease in the frequency of exercise during the month of Ramadan, especially during the COVID-19 pandemic. A total of 33.3% of athletes maintained their exercise frequency, and 66.7% experienced a decrease in exercise frequency. Furthermore, during Ramadan and Covid-19, there was an increase in the frequency of eating 1-2 times a day (58.4%), snack consumption (50%), fruit and vegetables (75%), fried foods 4-7 times a week (8.4%), instant noodles 1-3 times a week (25%) and fast food 1-3 times a week (8.4%) in athletes. Concerning this, it is imperative to revitalize the program and monitor the athlete's training periodically, which is adjusted to the conditions of the COVID-19 pandemic and provide a dietitian to regulate the athlete's diet to obtain a balanced nutritional intake following the exercise portion.Assessmen transisi latihan dan pola makan atlet sebelum dan saat ramadan di masa pandemi Covid-19AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi transisi latihan dan pola makan atlet bola voli sebelum dan saat ramadan di masa pandemi Covid-19. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan sampel 12 atlet laki-laki bola voli junior yang masih aktif dalam menjalani pemusatan latihan di Akademi Bola Voli Indomaret Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas atlet mengalami penurunan frekuensi latihan saat ramadan khususnya di masa pandemi covid-19. Sebanyak 33,3% yang mampu mempertahankan frekuensi latihan dan 66,7% mengalami penurunan frekuensi latihan. Selanjutnya, saat ramadan dan Covid-19 terjadi peningkatan frekuensi makan 1-2 sehari (58,4%), konsumsi camilan (50%), buah dan sayuran (75%), gorengan 4 – 7 kali dalam seminggu (8,4%), mie instant 1 – 3 kali dalam satu minggu (25%)  serta makanan cepat saji  1 – 3 kali dalam seminggu (8,4%) pada atlet. Berdasarkan hal ini, maka sangat penting untuk melakukan revitalisasi program dan pemantauan latihan atlet secara berkala yang disesuaikan dengan masa pandemi covid-19 dan menyediakan dietisien untuk pengaturan makan atlet agar dapat memperoleh asupan gizi seimbang sesuai dengan porsi latihannya.
Pendidikan Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Dasar Yetty Septiani Mustar; Indra Himawan Susanto; Ananda Perwira Bakti
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jisip.v2i2.359

Abstract

Sebagai institusi pendidikan, sekolah mempunyai peranan dan kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan.Anak usia sekolah baik tingkat Pra Sekolah dan Sekolah Dasar merupakan suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Pada periode usia ini, didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak dikemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk upgradingpendidikan kesehatan kepada murid SD N I Tandes Kidul guna meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Jenis penelitian yaitu quasi experimentaldengan (one group pre-post test design), dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang murid kelas IV. Data dianalisis secara univariat dengan menggunakan aplikasi SPSS 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi progress peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap PHBS sebelum dan setelah diberikan tindakan intervensi melalui pendidikan kesehatan kepada responden. Selanjutnya, mengacu dari belum optimalnya penatalaksanaan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan serta pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat yang merupakan program TRIAS pada SDN I Tandes Kidul, maka sangat disarankan agar pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan saling bekerjasama untuk membuat kebijakan tentang pentingnya UKS dalam rangka meningkatkan PHBS dan memberikan pelatihan kepada guru yang juga sebagai pengelola UKS guna menciptakan generasi bangsa yang baik serta meningkatkan derajat kesehatan siswa, guru,  maupun lingkungan sekolah.
Aktivitas fisik dan aspek kekhawatiran lansia pada masa pandemi Covid-19 Nadya Ristamida Al Mubarroh; Indra Himawan Susanto; Yetty Septiani Mustar
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2021): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v10i1.14140

Abstract

Covid-19 telah menjadi pandemi global dengan angka kematian lebih dari 95% terjadi pada usia lebih dari 60 tahun ke atas, dan lebih dari 50% pada berusia 80 tahun. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur dapat membantu lansia menjaga kebugaran dan meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah terserang oleh penyakit dan virus. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat  membantu mencegah atau mengatasi aspek psikologi yang dialami oleh lansia khususnya pada tingkat kekhawatiran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tentang aktivitas fisik dan tingkat kekhawatiran lansia di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang. Terdapat dua instrumen yang digunakan dalam riset ini, yaitu Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan Worry Domains Questionnaire (WDQ). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui google form. Teknik analisis data secara deskriptif dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan peserta posyandu lansia lebih banyak melakukan aktivitas fisik ringan yaitu sebesar 41% pria dan 57% wanita, 30% masih melakukan aktivitas bekerja dan 52% peseta memiliki tingkat kekhawatiran yang tinggi atau sangat khawatir dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Mengacu dari hal tersebut maka sangat penting untuk selalu memotivasi lansia untuk tetap melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan kesehatan, imunitas tubuh, mempertahankan kebugaran, serta mengurangi depresi dan rasa kekhawatiran pada masa pandemi Covid-19.
Hubungan Antara Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Pelajar SMA di Kota Jayapura Pelyani Maria Satin; Yohanis M. Mandosir; Maxsi Irmanto; Indra Himawan Susanto; Budi Kristanto
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.18 KB) | DOI: 10.26740/ijok.v1n1.p1-7

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran jasmani saat ini menjadi hal yang penting dan sangat diperlukan dalam kehidupan, dimana tubuh yang sehat dan bugar merupakan modal utama bagi masyarakat untuk dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara status gizi, aktivitas fisik, dan tingkat kebugaran jasmani pada siswa SMA di Kota Jayapura.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 384 siswa yang berasal dari lima SMA di Kota Jayapura berpartisipasi dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini mencakup status gizi, aktivitas fisik, dan kebugaran jasmani yang diperoleh melalui pengukuran menggunakan tes lari 1.200 meter. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 5%.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan status gizi tidak berhubungan dengan tingkat kebugaran jasmani pada pelajar SMA di Kota Jayapura, namun terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kebugaran jasmani.Kesimpulan: Penelitian ini diperoleh temuan bahwa status gizi tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kebugaran jasmani pada pelajar SMA di Kota Jayapura. Sedangkan, hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran jasmani ditemukan hasil yang signifikan.
Motivation and confidence of East Java indoor hockey athletes in facing the U-21 National Championship Sefia Niken Arnetta; Pudjijuniarto Pudjijuniarto; Indra Himawan Susanto; Anindya Mar’atus Sholikhah
PHEDHERAL Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/phduns.v20i1.73668

Abstract

Atlet hockey memiliki empat aspek penting yang harus dipersiapkan dalam menghadapi sebuah kejuaraan diataranya teknik, taktik, fisik dan mental (psikologis). Psikologis seorang atlet yang harus diperhatikan yaitu motivasi dan kepercayaan diri. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat motivasi dan kepercayaan diri atlet hockey indoor (hoki ruangan) Jawa Timur dalam menghadapi kejuaraan nasional U-21 tahun 2022 serta mengetahui hasil perbandingan tingkat motivasi dan kepercayaan diri antara tim putra dan tim putri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 12 atlet putra dan 12 atlet putri hockey indoor Jawa Timur yang akan menghadapi kejuaraan nasional dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi putra (58,3%) dan tingkat motivasi putri (41.7%). Sedangkan, tingkat kepercayaan diri putra (58,3%) dan tingkat kepercayaan diri putri (50%). Hasil perbandingan yang dihitung menggunakan independent samples test yaitu motivasi antara putra dan putri dalam menghadapi kejuaraan nasional U-21 Tahun 2022 adalah tidak terdapat perbandingan yang signifikan dikarenakan nilai p-value ≥ 0,05. Sedangkan, kepercayaan diri antara putra dan putri dalam menghadapi kejuaraan nasional U-21 Tahun adalah terdapat perbandingan yang signifikan dikarenakan hasil nilai p-value ≥ 0,05.
TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP FASILITAS WAHANA OUTBOUND RUMAH PINTAR JUANDA CENDEKIA SIDOARJO Indi Alfina Damayanti; Dita Yuliastrid; Indra Himawan Susanto; Anna Noordia
Jambura Health and Sport Journal Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v5i2.21304

Abstract

Olahraga rekreasi merupakan kegiatan fisik yang dilakukan untuk kesenangan, rekreasi, dan kesegaran diri baik secara individu maupun dalam kelompok. Kegiatan olahraga rekreasi sangat bergantung pada kualitas fasilitas dan pelayanan yang disediakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap fasilitas wahana outbound di Rumah Pintar Juanda Cendekia Sidoarjo. Sasaran dalam penelitian ini sebanyak 100 pengunjung yang mendampingi anak-anak melaksanakan outbound, dengan teknik penarikan sampel yaitu Accidental Sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berupa google form untuk mengukur tingkat kepuasan pengunjung. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: tingkat kesesuaian (Tki) masing-masing indikator nilainya 100% yaitu sebesar 97,61% yang artinya pengunjung belum sepenuhnya puas dengan layanan yang diberikan oleh petugas dan pengelola; tingkat kesesuaian indikator Keandalan (Reliability) diperoleh hasil sebesar 98,96%; tingkat kesesuaian indikator Nyata (Tangible) diperoleh hasil sebesar 97,91%; tingkat kesesuaian indikator Adil (Responsiveness) diperoleh hasil sebesar 98,54%; tingkat kesesuaian indikator Tanggung Jawab (Assurance) diperoleh hasil sebesar 97,1%; tingkat kesesuaian indikator Empati (Empathy) diperoleh hasil sebesar 97,61%, dengan perbaikan kualitas layanan serta fasilitas dapat meningkatkan kepuasan pengunjung.