Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI KINERJA KERJASAMA FAKULTAS ILMU OLAHRAGA DENGAN MITRA Achmad Rizanul Wahyudi; Anna Noordia; Sasminta Christina Yuli Hartati; Dita Yuliastrid; Bayu Agung Pramono; Bayu Budi Prakoso
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v10i1.2270

Abstract

Akreditasi menjadi tolok ukur perguruan tinggi diakui di tingkat nasional dan/atau internasional. Satu dari banyak standar yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi adalah kerjasama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Keberlangsungan kerjasama ini akan dapat dipelihara ketika mitra merasa puas dengan dampak dari keterlaksanaan kerjasama yang telah dilakukan. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan mitra terhadap keterlaksanaan kerjasama dengan Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surbaya (Unesa). Sumber data berasal dari 14 mitra yang bekerjasama dengan FIO. Angket tertutup sesuai dengan standar bidang kerjasama Unesa digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitra merasa sangat puas (m= 3.68, Standar deviasi= 0.10). Mitra bidang olahraga prestasi mengaku bahwa kerjasama yang dilakukan dapat membantu sekali dalam mendesain atlet supaya mempunyai performa tinggi. Sedangkan mitra dalam pengelolaan jurnal ilmiah mengaku bahwa kerjasama yang dilaksanakan dapat menciptakan komunikasi dan kolaborasi yang baik. Secara umum mitra merasa mendapatkan dampak positif dari kerjasama yang dilakukan.
ASSESSMENT OF THE PHYSICAL PROFILE AND PHYSIOLOGY OF FUTSAL ATHLETES Desi Hari Subekti; Bayu Agung Pramono; Kunjung Ashadi; I Dewa Made Aryananda Wijaya Kusuma; Achmad Rizanul Wahyudi
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v10i2.2435

Abstract

Futsal is a sport that relies on optimal conditions, because this sport is carried out in a fast tempo of play in a short field area. The purpose of this study was to determine the physical and physiological profile of Sidoarjo spin one athletes as a reference for regional athletes in the same age group. The research method uses Quantitative Research with Descriptive method. 30  futsal athletes consisting of 15 male and female participated in this study. Statistical averages, standard deviations and percentages are used in analyzing the components of physical condition and physiological profile. Research using SPSS version 26 in lysing the data. The results showed that there was an overall difference that the physical abilities of male athletes were higher than those of female. This can be seen from the physical performance of male and female including flexibility of 22.7 cm (male) and 22.3 cm (female), balance of 66.9 seconds (male) and 42.4 seconds (female), stepping heights of 60.3 cm (male) and 41.5 cm (female), back muscle strength of 108.4 kg (male) and 67.5 kg (female), limb muscle strength of 123.1 kg (male) and 80.5 kg (female), abdominal muscle strength 25.5 times (male) and 24.3 times (female), power 66.2 cm (male) and 51.4 cm (female). Resting heart rate 69.4 beats/min (female) and 66.6 beats/min (male), VO2max 38.1 ml/kg/min (female) and 48.6 ml/kg/min (male), HRmax 185.2 beats/min (female) and 188.2 beats/min (male), 5th minute recovery 103.7 beats/min (female) and 103.3 beats/min (male). The conclusion of this study is that the balance of physical and physiological profiles will provide the best support in improving the performance of futsal athletes. 
Kebutuhan layanan akademik mahasiswa fakultas ilmu olahraga ditinjau dari perbedaan tingkat prestasi akademik Anna Noordia; Dita Yuliastrid; Bayu Agung Pramono; Eva Ferdita Yuhantini; Sudarso Sudarso
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v10i4.2732

Abstract

Setiap mahasiswa memiliki kebutuhan belajar unik yang apabila terpenuhi dapat memberikan dampak pada kinerja. Manajemen fakultas mestinya berusaha memberikan layanan akademik yang optimal agar kebutuhan belajar mahasiswa dapat terpenuhi. Sayangnya, layanan akademik untuk mahasiswa fakultas ilmu olahraga dirasa unik karena proses akademiknya berupa olahraga lapangan yang berbeda dibandingkan dengan proses akademik pada umumnya. Untuk itu, tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan tingkat layanan akademik mahasiswa fakultas ilmu olahraga dan menganalisisnya berdasarkan tingkat prestasi akademik. Penelitian survei ini dilakukan kepada 263 mahasiswa (laki-laki= 174, perempuan= 89). Instrumen layanan akademik telah terstandarisasi oleh penjaminan mutu. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, normalitas, dan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan layanan akademik didominasi pada kategori tinggi (77.2% mahasiswa), sedang (20.9%), dan rendah (1.9%). Terdapat perbedaan kebutuhan tingkat layanan akademik ditinjau dari IPK (U= -2, p= 0.04). Sehingga optimalisasi layanan akademik harusnya menjadi strategi jitu dalam meningkatkan prestasi akademik.
Analysis of the Performance of the Bolabaket Bhayangkara Bea Cukai Jaya (BBJ) Team in Participating in the Surabaya Champion League (SCL) 2022 Gigih Siantoro; Bhekti Lestari; Oki Indro Priambodo; Bayu Agung Pramono
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v19i1.54641

Abstract

Performance analysis through match statistics has developed and is inseparable from individual or team sports to observe and evaluate individual or team playing performances. This study aims to analyze four indicators of playing performance in FIBA Live stats match statistics, namely field goal percentage (FG%), free throw percentage (FT%), rebounds (REB), and turnovers (TOV) from the Bhayangkara Bea Cukai Jaya (BBJ) Basketball team in participating in the Surabaya Champion League 2022. This research is quantitative descriptive research with descriptive statistical analysis. The analysis results show that the average field goal percentage (FG%) is 29.82%, with eight players above the average and seven below the norm to be concluded in the "sufficient" category. The average free throw percentage (FT%) is 27.69%, with 8 players above average and 7 players below average, so it is concluded in the "not good" category. Average total rebounds (TREB) is 7.93 times, with 4 players above average and 11 players below average, so it is concluded in the "excellent" category. Average turnovers (TOV) were 2.73 times, with 9 players below average and 6 players above average, so it was summed up in the "excellent" category.
High Intensity Tabata Bodyweight Training Increasing Maximum Oxygen Volume in Students Gigih Siantoro; Bayu Agung Pramono; Frista Anggraini; Muhammad Arodista; Musa Bagaskara; Eky Ramadhani; Tanaka Pahlevi; Sheylla Putri; Errik Firmansyah; Rifqy Sulthoni
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v8i1.33630

Abstract

Tabata workouts are exercises that use intensity with monotonous and numerous movements​ that pile up an injury. In the research, this researcher modified exercise tabata using bodyweight training to motivate students when they exercise with the Tabata model. Besides, modification intensity supports students who are spared from frequent injuries​, especially athletes who exercise tabata with intensity. Research purposes This is for known influence exercise tabata to increase students' VO2Max with modification movement and intensity that has been modified. The type of research used is a study experiment with design one group pretest-posttest design research. 11 students will participate in a study; they will do exercise tabata with an intensity of 80-90% 3 times a week for 3 weeks. The entire subject involved in the study is active students​ who do physical activity at least 2 times a week. The paired sample t-test was used in the study. The research result is that there is a difference between pre and post-surgery students who exercise tabata for 3 weeks (p ≤ 0.05) with an increase in VO2Max by 15.93%. Conclusions study This exercise tabata for 3 weeks is capable of increasing VO2Max in students. Modified Tabata workout​ with bodyweight training movements with 8 different movements gives significant enhancement to students' VO2Max.
Peningkatan Karakter Santri dan Kesehatan di Pondok Pesantren Al Hikmah Sumobito Melalui Olahraga Petanque Abdul Hafidz; Andhega Wijaya; Nurkholis Nurkholis; Bayu Agung Pramono
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.31250

Abstract

Pesantren harus menjalankan peran, fungsi, dan potensinya untuk meningkatkan kehidupan dan menguatkan keberadaan masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia memiliki adab, rasa adil, makmur, dan demokratis. Dalam mendidik para santri dan santriwati, pembentukan karakter atau akhlak yang mulia merupakan salah satu tujuan utama pendidikan yang dikejar oleh pesantren. Selain peningkatan karakter para santri dan santriwati, peningkatan kesehatan juga menjadi hal yang krusial bagi pesantren sebagai lembaga pendidikan. Salah satu upaya yang bisa digunakan untuk mewujudkan itu semua adalah melalui olahraga, termasuk olahraga petanque. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan karakter santri dan kesehatan di pondok pesantren melalui olahraga petanque, di mana tempat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Al Hikmah Sumobito Metode pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang digunakan ada empat tahap: perencanaan, survei kebutuhan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan PKM ini menunjukkan: adanya pemahaman pentingnya hidup sehat dengan berolahraga, salah satunya dengan olahraga petanque: lingkungan pesantren mengoptimalkan kebiasaan hidup sehat dan menjadi bagian dari peningkatan karakter santri; dan pondok pesantren memahami perlunya peningkatan prestasi olahraga dengan menyediakan sarana dan prasana yang memadai, termasuk pada cabang olahraga petanque.
Peningkatan Karakter Santri dan Kesehatan di Pondok Pesantren Al Hikmah Sumobito Melalui Olahraga Petanque Abdul Hafidz; Andhega Wijaya; Nurkholis Nurkholis; Bayu Agung Pramono
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i1.31251

Abstract

Abstrak Pesantren harus menjalankan peran, fungsi, dan potensinya untuk meningkatkan kehidupan dan menguatkan keberadaan masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia memiliki adab, rasa adil, makmur, dan demokratis. Salah satu tujuan utama yang dikejar oleh pesantren dalam mendidik para santri dan santriwati ialah pembentukan karakter atau akhlak yang mulia. Selain peningkatan karakter para santri dan santriwati, peningkatan kesehatan juga menjadi hal yang krusial bagi pesantren sebagai lembaga pendidikan. Salah satu upaya yang bisa digunakan untuk mewujudkan itu semua adalah melalui olahraga, termasuk olahraga petanque. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan karakter santri dan kesehatan di pondok pesantren melalui olahraga petanque, di mana tempat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Al Hikmah Sumobito Metode pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang digunakan ada empat tahap: perencanaan, survei kebutuhan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan PKM ini menunjukkan: adanya pemahaman pentingnya hidup sehat dengan berolahraga, salah satunya dengan olahraga petanque: lingkungan pesantren mengoptimalkan kebiasaan hidup sehat dan menjadi bagian dari peningkatan karakter santri; dan pondok pesantren memahami perlunya peningkatan prestasi olahraga dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk pada cabang olahraga petanque.
Penerapan Sport Science Dalam Manejemen Pengelolaan Latihan Fisik Atlet Di Kabupaten Nganjuk Untuk Menghasilkan Atlet Profesional Abdul Hafidz; Martadi Martadi; Warju Warju; Wijono Wijono; Dio Alif Airlangga Daulay; Bayu Agung Pramono; Tri Wardati Khusniyah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.39608

Abstract

Pembinaan Atlet memiliki komplektifitas yang tinggi, tidak hanya ketersediaan pelatih dan atlet akan tetapi membutuhkan manajemen pengelolaan yang tepat untuk mencapai performa yang optimal. Pelatih, guru dan pengurus cabang olahraga di Kabupaten Nganjuk memiliki beberapa permasalahan dalam manajemen pembinaan, latihan fisik dan evaluasi kemajuan atlet. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat olahraga di Kabupaten Nganjuk bertujuan memberikan transfer ilmu manajemen pelatihan atlet, latihan fisik berbasis sport science, dan sistem monitoring latihan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, identifikasi kebutuhan mitra, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami materi dan solusi permasalahan yang didiskusikan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kolaborasi dengan mitra industri dan perguruan tinggi diperlukan untuk memecahkah permasalahan utama yaitu keterbatasan pendanaan serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan cabang olahraga. Manajemen pelatihan atlet dengan integrasi program latihan fisik membantu atlet mencapai performa optimal dan mengurangi pembiayaan melalui evaluasi berkala.
Analysis Of 30 Minute Circuit Training And Walking Exercises Results On Body Components Gigih Siantoro; Destha Rizky Ramadhani; Okta Ardiansyah; Tesya Fitria Permatasari; Marsya Dwi Khoirunisa; Ach. Faidir Rahman; Ahmad Riyan Sabela; Bayu Agung Pramono
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v4n1.p41-46

Abstract

Background: This study aims to determine the effectiveness of reducing weight, BMI and fat with fun exercise through circuit training. Methods: This research uses a quantitative approach method. This research was conducted at Surabaya State University on March 15 2024 - April 5 2024. 20 students with an average age of 18 - 20 years participated in this research, they were divided into 2 groups, namely 10 students in the circuit training treatment group and 10 students in the circuit training treatment group. 30 minute walking treatment. Training is carried out within 3 weeks carried out 4 times a week. They carry out physical activity in the form of aerobic exercise which consists of exercise stations, namely between 8-16 exercise stations. The exercise is done by moving from post one to post two until the last post. Body composition was carried out using the Tanita scale measuring instrument version BC-545N. The urgency of this research was carried out because there are many teenagers who are obese in Indonesia. Results: The results of this research were that circuit training, which was carried out 4 times a week, and carried out for 3 weeks, was successful in reducing weight, BMI, and FAT. Conclusions: In conclusion, circuit training and walking for 30 minutes has an effect on reducing body weight, BMI and FAT