Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Development of the ‘Mahaga’ Digital Authentic Assessment Instrument Based on the Project-Based STEM Approach to Enhance Elementary School Students’ Scientific Literacy Rita Rahmaniati; Bulkani; Amelia Dwi Astuti; Citra Amalia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13551

Abstract

This research developed a digital authentic assessment instrument based on a project-based STEM approach to enhance scientific literacy among elementary school students. This study aimed to create an instrument that is valid, practical, and effective. The research employed a Research and Development (R&D) approach, utilizing the ADDIE model. Data were collected through observation, interviews, and tests. The product’s practicality was assessed by media, evaluation, and material experts using closed questionnaires. Its effectiveness was measured via a pretest–posttest design conducted with small and large groups of students. A t-test and N-Gain analysis were used to evaluate the improvement of learning outcomes. The validation results were strong, with scores of 97% from the content expert, 94.5% from the assessment expert, and 95.5% from the media expert, indicating that the instrument was very valid. The practicality test also yielded a very practical score of 93% from student and teacher responses. For the effectiveness test, average scores increased from a pre-test of 58.2 to a post-test of 83.2, resulting in a medium N-Gain score of 0.59. This finding indicates that the use of the ‘MAHAGA’ digital authentic assessment is highly effective. These findings affirm ‘MAHAGA’ as a valid, practical, and effective instrument, offering a significant contribution to promoting scientific literacy in elementary education. This instrument offers a promising, innovative solution to advance science education at the elementary level, equip students with essential 21st-century skills, and support the development of a more adaptive, critical, and innovative generation.
IMPLEMENTASI METODE SAS (STRUKTURAL ANALISIS SINTESIS) UNTUK STIMULASI CALISTUNG BAGI SISWA SD ISLAM TERPADU AL-FURQON PALANGKA RAYA Rospala Hanisah Yukti Sari; Amelia Dwi Astuti; Lailatul Fithriyah Azzakiyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.387-398

Abstract

Calistung merupakan singkatan dari membaca, menulis dan berhitung. Calistung adalah sebuah tahapan dasar dalam upaya mengenali huruf dan angka. Berdasarkan analisis observasi tentang permasalahan yang terjadi di mitra yaitu: (l) Sebagian siswa masih memerlukan upaya pengenalan mengenal huruf dan angka; (2) siswa masih memerlukan upaya yang lebih agar dapat membaca huruf alphabet dan angka dengan baik dan benar; dan (3) pembelajaran calistung cenderung bisa membuat sebagian anak kurang nyaman. Adapun salah satu solusi untuk menyelesaikan problematika tersebut adalah dengan mengimplementasikan metode Calistung yang menyenangkan yaitu Metode SAS (Struktural Analisis Sintesis). Metode SAS diimplementasikan dalam aktivitas pengajaran membaca pada tahap permulaan di sekolah dasar dimana metode ini ditampilkan dalam struktur kalimat secara utuh, hingga kemudian dianalisis menjadi bagian kata, suku kata dan huruf. Dalam metode pembelajar SAS (Struktural Analitik Sintetik ) ada tahapan yang harus dilakukan yaitu: a) Mengubah kalimat menjadi kata-kata, b) Mengubah kata menjadi suku-suku kata, dan c) Mengubah suku-suku kata menjadi huruf-huruf. Implementasi kegiatan Pengabdian Masyarakat yaitu: (a) Observasi awal. (b) Pembukaan kegiatan. (c) Pre Test (d) Pelaksanaan kegiatan. ( e) Pemberian tugas. (f) Evaluasi. (g) Pemberian Donasi. (h) Publikasi. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini adalah: (1) Pelaksanakan kegiatan dilakukan dengan lancar; (2) Guru serta siswa cukup antusias mengikuti pelatihan tersebut; (3) Perkenalan dan kegiatan pelatihan Metode SAS yang memberi wawasan baru untuk guru dan siswa di SDIT Al-Furqon Palangka Raya.