Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE SAS (STRUKTURAL ANALISIS SINTESIS) UNTUK STIMULASI CALISTUNG BAGI SISWA SD ISLAM TERPADU AL-FURQON PALANGKA RAYA Rospala Hanisah Yukti Sari; Amelia Dwi Astuti; Lailatul Fithriyah Azzakiyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.387-398

Abstract

Calistung merupakan singkatan dari membaca, menulis dan berhitung. Calistung adalah sebuah tahapan dasar dalam upaya mengenali huruf dan angka. Berdasarkan analisis observasi tentang permasalahan yang terjadi di mitra yaitu: (l) Sebagian siswa masih memerlukan upaya pengenalan mengenal huruf dan angka; (2) siswa masih memerlukan upaya yang lebih agar dapat membaca huruf alphabet dan angka dengan baik dan benar; dan (3) pembelajaran calistung cenderung bisa membuat sebagian anak kurang nyaman. Adapun salah satu solusi untuk menyelesaikan problematika tersebut adalah dengan mengimplementasikan metode Calistung yang menyenangkan yaitu Metode SAS (Struktural Analisis Sintesis). Metode SAS diimplementasikan dalam aktivitas pengajaran membaca pada tahap permulaan di sekolah dasar dimana metode ini ditampilkan dalam struktur kalimat secara utuh, hingga kemudian dianalisis menjadi bagian kata, suku kata dan huruf. Dalam metode pembelajar SAS (Struktural Analitik Sintetik ) ada tahapan yang harus dilakukan yaitu: a) Mengubah kalimat menjadi kata-kata, b) Mengubah kata menjadi suku-suku kata, dan c) Mengubah suku-suku kata menjadi huruf-huruf. Implementasi kegiatan Pengabdian Masyarakat yaitu: (a) Observasi awal. (b) Pembukaan kegiatan. (c) Pre Test (d) Pelaksanaan kegiatan. ( e) Pemberian tugas. (f) Evaluasi. (g) Pemberian Donasi. (h) Publikasi. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini adalah: (1) Pelaksanakan kegiatan dilakukan dengan lancar; (2) Guru serta siswa cukup antusias mengikuti pelatihan tersebut; (3) Perkenalan dan kegiatan pelatihan Metode SAS yang memberi wawasan baru untuk guru dan siswa di SDIT Al-Furqon Palangka Raya.
Penerapan Model Somatis Auditori Visual Intelektual (Savi) Pada Materi Bangun Ruang Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa: Application Of The Auditory Visual Intellectual Somatic Model (Savi) On The Solid Figure Materials On Student Mathematics Learning Outcomes Amelia Dwi Astuti
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2021): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v6i2.2526

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil belajar matematika dari penerapan model pembelajaran Somatis Auditori Visual Intelektual (SAVI) dan model pembelajaran langsung pada materi bangun ruang kubus dan balok siswa di kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap SMPN 1 Astambul dan sampel penelitian adalah siswa kelas VIIID sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya tes, angket, dokumentasi, observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran data yang diperoleh serta analisis inferensial dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran SAVI dan siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung.
The Effect of Self-Regulated Learning on Student Academic Procrastination Amelia Dwi Astuti
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i2.6149

Abstract

Background: This also happens to PGSD students. Based on observations, show that the majority of students have carried out academic procrastination such as delaying doing coursework, delaying studying when facing exams, and sometimes choosing to do things that are more fun and unrelated to academic assignments. The emergence of academic procrastination behavior is caused by several factors, including low intrinsic motivation, laziness in studying, lack of discipline in the way parents educate them, influence from friends in their environment, as well as a lack of self-regulated learning (SRL) in managing time for doing assignments with other things. Aim: This study aims to determine the effect of self-regulated learning on academic procrastination of Muhammadiyah University students of Palangkaraya. Method: This type of research is quasi-experimental research. The population of this study was 2714, while the sample was 349 students. Data were collected by using several instruments in the form of an academic procrastination scale and a self-regulated learning scale. Statistical testing using linear regression analysis. Results and Dıscussion: The results of the study indicated that the significance value is 0.025 <0.05. Conclusion: It can be concluded that there is a significant influence on the self-regulated learning on academic procrastination of Muhammadiyah University students of Palangkaraya.
Analysis of Mathematics Learning in the Implementation of The Merdeka Curriculum at Muhammadiyah Palangka Raya Integrated Islamic Elementary School Dedy Setyawan; Amelia Dwi Astuti; Nurun Ni'mah
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v9i1.6339

Abstract

Background: The implementation of the Merdeka curriculum in schools, especially at muhammadiyah palangka raya integrated islamic elementary school has become a concern. This is because the results of initial observations found that teacher and student activities during learning could not support student learning outcomes, especially in Mathematics learning. Thus, it is important to analyze mathematics learning in implementing the Merdeka curriculum at muhammadiyah palangka raya integrated islamic elementary school. Aim: Aim of this research is to describe the analysis of mathematics learning in implementing the independent curriculum at SD IT Muhammadiyah Palangka Raya. Method: This type of research is a type of qualitative research where the data that is found will be described according to the research focus. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The data that has been collected is then analyzed and reduced using data simplification and retrieval of supporting data in this research so that the conclusions drawn can be justified. Results and Dıscussion: The results of the research show that mathematics learning in implementing the independent curriculum has been carried out well at muhammadiyah palangka raya integrated islamic elementary school. This can be seen from the preparation and implementation stages which have gone well. Conclusion: Muhammadiyah Palangka Raya integrated Islamic Elementary School has implemented mathematics education well as part of its Merdeka curriculum. This is evident from the proficient execution of the majority of preparation and learning components.
Self-regulated Learning for Elementary School Students' Mathematics Learning Using Think Pair Share Amelia Dwi Astuti
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2024): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v10i1.8784

Abstract

Background: Students need Self-regulated learning to achieve maximum learning outcomes. In mathematics, students are often faced with challenges in solving complex problems or questions. So, in order for students to be able to face these challenges, students must have the motivation and strategy to solve them. This shows that students must have good Self-regulated Learning skills. The Think Pair Share learning model, can accommodate and have a positive influence on students' self-regulated learning. Aim: This research aims to find out how much difference the influence of the Think Pair Share learning model has on students' Self-regulated Learning in studying Mathematics. Method: This research is quantitative research. The population and sample size are 21 fourth-grade students in one of the state elementary schools in Palangkaraya. Sampling was carried out using a purposive sampling technique. The data collection instrument is a self-regulated learning scale questionnaire. The research conclusion analysis technique used in this research is the paired sample t-test. Results and Discussion: The SRL t_calculation value obtained using TPS learning was 7.074 and a significance value of 0.000. The significance value is 0.000 < 0.05 and t-count > t-table, namely 7.074 > 1.976 so Ho is rejected. Conclusion: There is a positive influence of Think Pair Share learning on the Self-regulated Learning of fourth-grade elementary school students in learning mathematics.
Ethnomathematics: Urgency and Challenges of Implementation in Elementary School Mathematics Learning Amelia Dwi Astuti; Achmad Zainul Rozikin
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v10i2.10006

Abstract

Background: Ethnomathematics is a mathematics learning approach integrating students' cultural and social contexts into mathematical content. This approach is important for enhancing the relevance and understanding of mathematics at the elementary school level, particularly in fostering multicultural awareness and promoting social justice. However, its implementation still faces various challenges, including issues related to the curriculum, teacher preparedness, and the availability of culture-based teaching materials. Aim: This study aims to analyze the urgency of implementing ethnomathematics in elementary mathematics education and to identify the challenges encountered in its application. A literature review method was employed, analyzing journal articles, books, and previous research on ethnomathematics, elementary mathematics curricula, and culture-based learning practices. Data were collected from databases such as ERIC, Google Scholar, and Scopus and then analyzed thematically. Result and Discussions: The findings indicate that ethnomathematics is highly urgent for (1) increasing students' learning motivation through familiar cultural contexts, (2) developing critical thinking regarding socio-cultural realities, and (3) supporting inclusive education. However, implementation challenges include (1) a lack of teacher training in designing culture-based materials, (2) limited standardized ethnomathematics resources, and (3) resistance from an education system still oriented toward national examinations.
The Role of Culturally Responsive Teaching in Developing Students’ Self-Regulated Learning in Elementary School Mathematics Education: A Systematic Literature Review Amelia Dwi Astuti; Achmad Zainul Rozikin
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i2.13258

Abstract

Background: Self-Regulated Learning is one of the key factors that contributes to students’ success in elementary mathematics education. However, numerous studies have indicated that students’ self-regulation skills still require further enhancement through learning experiences that are aligned with their characteristics and learning backgrounds. One pedagogical approach that has the potential to support the development of Self-Regulated Learning is Culturally Responsive Teaching, an instructional approach that integrates students’ cultural backgrounds into the teaching and learning process. Aim: This study aims to examine the role of Culturally Responsive Teaching in fostering students’ Self-Regulated Learning in elementary school mathematics education through a Systematic Literature Review approach. Data were collected from articles indexed in the Google Scholar and ERIC databases. The data were analyzed using a thematic synthesis technique to identify patterns of Culturally Responsive Teaching implementation and its contribution to the development of students’ Self-Regulated Learning. Result and Discussions: The findings reveal that the implementation of Culturally Responsive Teaching in elementary mathematics education is generally carried out through the integration of local culture, ethnomathematics, the use of students’ real-life contexts, and the creation of inclusive learning environments that value cultural diversity. These practices contribute to the enhancement of intrinsic motivation, self-efficacy, learning engagement, goal-setting skills, self-monitoring, and self-reflection, which are essential components of Self-Regulated Learning. Conclusion: Therefore, Culturally Responsive Teaching can serve as an effective pedagogical approach to promoting students’ autonomous learning while fostering mathematics instruction that is more meaningful, contextualized, and responsive to cultural diversity.
Penanaman Moral dan Adab Sesuai dengan Sila Kedua Pancasila di SDN 8 Langkai Kota Palangka Raya Misyanto; Achmad Zainul Rozikin; Amelia Dwi Astuti; Robiyanoor Robiyanoor; Aldi Wirayuda; Alfi Ansyahrin; Aulia Aulia; Muliana Sarah Abigael Boru Sihotang; Nor Aida Fitria; Tiara Salaysha Fatihah Ilham
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i1.6267

Abstract

Pancasila merupakan dasar sekaligus sebagai ideologi bangsa Indonesia menegakkan prinsip-prinsip kehidupan bernegara. Dalam menerapkan nilai-nilai sila ke-II Pancasila siswa menanamkan dan menerapkan secara nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan nilai nilai sila ke-II Pancasila. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu berupa sosialisasi kepada siswa kelas VI SDN 8 Langkai Kota Palangka Raya. Sosialisasi merupakan suatu proses sosial yang dialami seseorang atau kelompok untuk belajar mengenali serta menghayati pola perilaku, sistem sosial terkait nilai dan norma. Hasil dari sosialisasi yang sudah kami lakukan menunjukkan bahwa rata rata siswa sudah menerapkan nilai sila ke-II Pancasila pada kehidupan sehari-hari terutama dilingkungan sekolah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VI SDN 8 Langkai Kota Palangka Raya sudah mendapatkan sosialisasi tentang nilai-nilai sila ke-II Pancasila dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Penyusunan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Kurikulum Merdeka Amelia Dwi Astuti; Nurun Ni'mah; Dedy Setyawan
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v1i2.6400

Abstract

Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media dan asesmen yang dibutuhkan dalam melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Muatan dalam modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diantaranya dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, menguatkan enam dimensi profil pelajar Pancasila, memberikan akses seluas-luasnya untuk mempelajari isu penting seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, kewirausahaan, teknologi dan kehidupan berdemokrasi. Selain itu pula, memberikan akses untuk peserta didik agar dapat melakukan aksi nyata dalam menanggapi isu-isu yang sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada para guru di SD IT Muhammadiyah dalam menyusun modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kegiatan pelatihan ini adalah dapat meningkatkan pemahaman guru tentang dimensi, elemen, dan sub elemen dalam modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta membimbing guru dalam menyusun modul projek yang sesuai dengan pencapaian setiap tahap pembelajaran khususnya dalam pembelajaran berbasis projek.
Penanaman Nilai-Nilai Sila Ketiga Pancasila (Persatuan Indonesia) Pada Siswa SDN 12 Langkai, Palangka Raya Achmad Zainul Rozikin; Nur Annisa; Amelia Dwi Astuti; Misyanto Misyanto; Ilham Ilham; Aditya Saputra; Kavia Dwi Puspita; Agustina Ambar Wati; Hafiz Anshari; Ramia Ramia; Wahyu Agustyaningsih
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i2.8626

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai sila ketiga Pancasila, yaitu "Persatuan Indonesia," di kalangan siswa sekolah dasar sebagai upaya menjaga persatuan bangsa. Sosialisasi ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya di SDN 12 Langkai, Kota Palangka Raya, dengan melibatkan 32 siswa kelas VI. Metode yang digunakan meliputi pertemuan dengan pihak sekolah, penyampaian materi melalui presentasi interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami dan mampu menerapkan nilai-nilai persatuan di sekolah. Mereka menunjukkan sikap saling mendukung, menghargai keberagaman, menyelesaikan konflik secara damai, dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif, gotong royong, dan non-diskriminatif, serta menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, diharapkan generasi muda akan memiliki rasa tanggung jawab sosial dan nasionalisme yang kuat.