Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan dan Pemasaran Produk Pada Industri Rumah Tangga (IRT) Rengginang Di Gampong Sukajadi Kebun Ireng, Langsa Lama Siti Komariyah; Haikal Fajri; Fiddini Alham
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4343

Abstract

Kendala yang dihadapi oleh industri rumah tangga rengginang di desa Sukajadi Kebun Ireng, Langsa di antaranya adalah belum ada pengembangan produk serta masih dipasarkan secara konvensional. Atas dasar hal tersebut tim pengabdian berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya pengembangan produk dan teknik pemasaran yang tepat agar produk rengginang lebih diminati oleh pembeli dan dapat dipasarkan secara luas. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu tahap persiapan (visitasi, perumusan masalah dan penawaran solusi), tahap pelaksanaan (survei pemahaman mitra/pre-test dan sosialisasi), dan tahap evaluasi (pelaksanaan kegiatan dan posttest). Dari hasil pre-test, mitra sudah sedikit paham tentang pengembangan produk, namun mitra belum mengetahui pentingnya atribut dan kemasan produk. Untuk pemasaran sendiri mitra belum mengetahui tentang e-commers, mitra lebih mengenal pemasaran melalui media sosial. Setelah diberikan sosialisasi tentang pengembangan  dan pemasaran produk, berdasarkan hasil posttest, mitra mulai tertarik melakukan pengembangan produk, seperti membuat merk, memperbaiki kemasan serta menjual produk dalam bentuk yang lain (produk siap santap). Untuk pemasaran sendiri mitra lebih tertarik memasarkan produk rengginang melalui WhatApp. Selain itu pengetahuan mitra terkait pengembangan dan pemasaran produk meningkat hingga 83%.
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Media Budikdamber Siti Komariyah; Rikie Indra; Rosmaiti Rosmaiti
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekwensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan lele yang dipeliharan dalam media ember (Budikdamber). Penelitian ini sebagai upaya dalam melakukan kegiatan budidaya dengan memanfaatkan lahan sempit seperti perkarangan rumah serta memanfaatkan limbah budidaya sebagai media tumbuh tanaman sayur seperti kangkung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah pemberian pakan 2 kali per hari (P1), 3 kali sehari (P2), 4 kali sehari (P3) dan 5 kali sehari (P4). Berdasarkan hasil analisis varian, perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan lele namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Berdasarkan uji lanjut Duncan, perlakuan terbaik terdapat pada pemberian pakan 5 kali sehari (P5). Hasil pengukuran kualitas air selama pemeliharaan masih berada kisaran yang normal bagi kehidupan benih ikan lele. 
ALTERNATIF PENGGUNAAN TEPUNG UDANG REBON (Acetes indicus) UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) T. Dwi Indira; Agus Putra AS; Siti Komariyah
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.462

Abstract

Cyprinus carpio termasuk ikan yang bernilai ekonomis tinggi serta cukup diminati karena rasa enak dan daging yang lunak. Namun dalam usaha pembesarannya, ikan ini membutuhkan ketersediaan pakan secara kontinyu, sehingga agar memperoleh keuntungan, pembudidaya harus berinovasi untuk mencari alternatif pakan. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas penggunaan tepung udang rebon (Acetes indicus) untuk pertumbuhan benih ikan mas (Cyprinus carpio). Metode yang di aplikasikan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pada 4 perlakuan dan tiga kali pengulangan: kontrol, PKR1 (100 gr/kg pakan), PKR2 (250 gr/kg pakan) dan PKR3 (500 gr/kg pakan). Parameter pangamatan meliputi: pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, pertumbuhan harian, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKR3 mendapatkan performa pertumbuhan terbaik yakni: PPM: 3,31±0,13 cm, PBM 4,23±0,03, dan LPH 3,60±0,01%. Penelitian ini merekomendasikan penambahan 500 gr tepung udang rebon/kg pakan agar diperoleh pertumbuhan terbaik pada benih ikan mas.
Pengaruh Dosis Ekstrak DaunBayam Merah(Amaranthus tricolor L.)Terhadap Keberhasilan Molting Kepiting Bakau(Scylla serrata) Muhammad Haikal; Siti Komariyah; Andika Putriningtias; Fauziah Azmi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.9.2.117-123

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan komoditas perikanan yang mempunyainilaiekonomis tinggi dan menjadisalahsatu produkperikanan yang unggul. Permintaan kepiting bakau terus meningkat, sehingga diperlukan usaha intensifuntuk membudidayakan kepiting bakau. Kepiting bakau memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, pembudidaya sering menghadapi masalah dalam budidaya kepiting bakau, yaitu pergantian kulit yangmembutuhkan waktu yang lama sehingga pertumbuhannya menjadi tidakseragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kecepatan pergantian kulit dan menyeragamkan pertumbuhan dengan teknologi alternatitif dosis ekstrak daun bayam yang dapat diaplikasikan melaluipenyuntikan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 tiga ulangan. Adapun perlakuan yang akan dilakukan adalah: P0 = (kontrol), P1 (Ekstrak daun bayam 3 µl/g) , P2 (Ekstrak daun bayam 5 µl/g) dan P3 (Ekstrak daun bayam 7 µl/g). Parameter yang diamati:, Laju Pertumbuhan Harian, rasio Konversi Pakan, Persentase molting, Survial rate (SR) dan Pengamatan Kualitas Air.Hasil penelitian yaitu Pengaruh pemberian ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap keberhasilan molting kepiting bakau (scylla serrata) berpengaruh sangat nyata terhadap Laju Pertumbuhan Harian (LPH), Rasio Konversi Pakan (FCR), dan Persentase Molting. Namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap Survival Rate (SR) kepiting bakau (Scylla serrata).
Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit Pada Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) di Desa Bantayan Kabupaten Aceh Timur Susi Elliyana; Agus Putra AS; Siti Komariyah
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8354

Abstract

Udang vannamei (Litopenaues vannamei) merupakan spesies introduksi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan prevalensi ektoparasit yang menyerang udang vannamei di tambak Desa Bantayan Kabupaten Aceh Timur. Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada 3 tambak. Pada masing- masing tambak berisi 1000 ekor udang, diambil sebanyak 5% dari total populasi tiap tambak diambil 50 ekor udang dan keseluruhan sampel yang diamati 150 udang vannamei yang kemudian diperiksa di Laboratorium Terpadu Universitas Samudra dengan pengamatan pada organ insang, kaki jalan, kaki renang, sirip ekor dan karapas. Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 jenis ektoparasit yang menginfeksi udang vannamei, yaitu Zoothamnium sp., Epitylis sp., Vorticella sp. Jenis ektoparasit dengan prevelansi tertinggi adalah Epitylis sp. yang menyerang 64 ekor udang vannamei dengan prevalensi sebanyak 42,66% dengan tingkat serangan umumnya kemudian diikuti oleh Vorticella sp. yang menyerang 45 ekor udang vannamei dengan prevalensi sebanyak 30% dengan tingkat serangan umumnya dan paling rendah yaitu Zoothamnium sp. yang menyerang 40 ekor udang vannamei dengan prevalensi sebanyak 26,66% dengan tingkat serangan sering. Berdasarkan hasil perhitungan intensitas menyatakan nilai intensitas tertinggi terdapat pada ektoparasit Zoothamnium sp. dengan nilai 28,72 ind/ekor dengan tingkat serangan sedang yang menginfeksi sebanyak 40 individu. Jenis ektoparasit paling dominan ditemukan adalah Epitylis sp. sebanyak 42,95% yang terinfeksi pada udang vannamei 64 individu.
Efektivitas Ekstrak Lempuyang (Zingiber Zerumbet) Sebagai Bahan Anestesi Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Patin (Pangasianodon Hypophthalmus) Pada Transportasi Sistem Tertutup Julita Wati; Agus Putra AS; Siti Komariyah
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.7421

Abstract

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan nilai komersial yang signifikan, sangat diminati masyarakat. Daging ikan patin memiliki kandungan protein sebesar 10,76%. Tujuan penelitian yaitu menentukan dosis ideal ekstrak lempuyang (Zingiber zerumbet) dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan patin pada transportasi sistem tertutup, serta untuk mengevaluasi efikasi ekstrak lempuyang sebagai anestetik dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan patin selama proses transportasi sistem tertutup. Durasi penelitian ini adalah tujuh hari dengan menggunakan pendekatan eksperimental menggunakan RAL dengan empat perlakuan dan tiga replikasi. Dosis ekstrak lempuyang yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (5 ml), P2 (10 ml), dan P3 (15 ml). Setiap kantong plastik berisi sepuluh ekor ikan, dan perjalanan memakan waktu sembilan jam. Faktor-faktor yang dipantau meliputi durasi pemingsanan, tingkat kelangsungan hidup, waktu pemulihan, tingkat konsumsi oksigen, dan kualitas air. Perlakuan P0 (kontrol) memiliki tingkat konsumsi oksigen tertinggi yaitu 0,0020, sedangkan terapi P1 dengan dosis 5 ml memiliki tingkat kelangsungan hidup terbaik.
Efektivitas Tubifex sp. dan pakan komersial dengan kadar protein berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata) Amir Firli; Siti Komariyah; Muhammad Fauzan Isma
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 3 No 2: November 2021
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v3i2.511

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu komoditas jenis ikan air tawar yang hidup didaerah rawa-rawa maupun sungai yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga jual percentimeters dari panjang tubuhnya dan sangat bermanfaat dalam dunia medis dan industri. Tujuan pengkombinasian pakan komersil dan cacing sutra untuk benih ikan gabus guna untuk lebih menyempurnakan kandungan nilai gizi yang diberikan dan dapat memaksimalkan pertumbuhan benih ikan gabus.Tujuan penelitian ini untuk melihat tingkat pertumbuhan benih ikan gabus yang diberi pakan komersil yang dikombinasikan dengan cacing sutra (Tubifex sp.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pakan komersil protein 40% (kontrol), pakan komersil protein 29% + cacing sutra, Pakan komersil protein 35% + cacing sutra, dan pakan komersil protein 40% + cacing sutra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh yang nyata terhadap terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gabus. Pakan komersil protein 40% + cacing sutra merupakan perlakuan terbaik untuk kinerja pertumbuhan yaitu menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak 0,53 cm, pertumbuhan bobot mutlak 0,79 g dan laju pertumbuhan harian 0,03%.
The effect of the color of the rearing container on the growth and survival of tambaqui (Colossoma macropomum) Andrian Fikri; Suri Purnama Febri; Siti Komariyah; Cici Maulida; Ika Rezvani Aprita; Suraiya Nazlia; Febby Hadi Setyawan; Ahyar Pulungan; Devita Aristya Sri Widya
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.13502

Abstract

Tambaqui (Colossoma macropomum) is a commodity with high economic value because it is a consumption fish. The purpose of this study was to analyze the effect of different colors of rearing containers on the growth and survival of freshwater pomfret fry. The method used in this study was an experimental method with 4 treatments repeated 3 times. In each treatment, a different color was given: P1 = transparent (control), P2 = black, P3 = blue, P4 = green. The results of these treatments significantly affected absolute weight growth, absolute length growth, and daily growth rate. Meanwhile, the survival rate and feed conversion ratio did not have a significant difference. The highest absolute weight growth was found in P3 at 13,67g, while the lowest absolute weight growth was found in P1 at 8,75g. The highest absolute length growth was found in P3 at 3,49cm, while the lowest absolute length growth was found in P1 at 2,39cm. Meanwhile, the highest daily growth rate was found in P3 at 34,18g, while the lowest daily growth rate was found in P1 at 21,88g. From the results of providing different container colors in the maintenance container, the brighter the color used, the better the resulting growth is categorized
EMPOWERING WOMEN'S COFFEE HARVESTING GROUPS IN UTILIZING COFFEE SKIN WASTE INTO PRODUCTS WITH ECONOMIC VALUE IN BENER MERIAH REGENCY Faoeza Hafiz Saragih; Risky Ridha; Siti Komariyah
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19442741

Abstract

Currently, most coffee processing is limited to the use of coffee beans. Coffee waste production accounts for approximately 72% of the weight of the fresh fruit and has not been optimally utilised. In Bener Meriah Regency, women engage in harvesting activities as a means of generating income for their families. With the formation of this group, it is hoped that this group of women harvesters will not only carry out harvesting activities but can utilize unused coffee skin waste and can be used to create items of high economic value. This community service activity will be carried out in Kenine Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. The target output to be achieved is increasing partner awareness to become entrepreneurs and have the skills to produce products such as tea, fertiliser and fish pellets from coffee skin waste.
The effect of adding curcuma extract (Curcuma zanthorrhiza) to commercial feed on the growth and survival of carp fry (Cyprinus carpio) Siti Arfah; Siti Komariyah; Suri Purnama Febri; Shadiqa Malahayati
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 13: No. 2 (August, 2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v13i2.23886

Abstract

Carp (Cyprinus carpio) is one of the freshwater fish species with high economic value and is widely cultivated due to its high adaptability to environmental conditions, ease of breeding, and rapid growth. This study aims to analyze the effect of adding turmeric extract to commercial feed on the growth and survival of carp fry and to determine the optimal dose of turmeric extract for the growth and survival of carp fry. The study was conducted in March 2024 over 40 days at the Hatchery Laboratory of the Aquaculture Program, Faculty of Agriculture, Samudra University. The curcuma extract was prepared at the Chemistry Laboratory of Syiah Kuala University. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Where P1 (without curcuma extract administration), P2 (curcuma extract administration at 10 ml/kg of feed), P3 (curcuma extract administration at 20 ml/kg of feed), and P4 (curcuma extract administration at 30 ml/kg of feed). The research results showed that the best feed intake was in P4 (76.50 g), the best absolute length growth was in P4 (4.58 cm), and the best absolute weight growth was in P4 (3.64 g). the best daily growth rate was in P4 (3.15%), the best survival rate was in P4 (90%), and the lowest feed conversion ratio was in P4 (2.18%). Keywords: Carp (Cyprinus carpio); Curcuma Extract; Growth Survival Rate