Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Panjang Dan Berat Serta Faktor Kondisi Kerang Bulu, Anadara antiquata Di Ujung Perling, Kota Langsa Aceh Sorbakti Sinaga; Fauziah Azmi; Suri Purnama Febri; Siti Komariyah; Teuku Fadlon Haser
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.7 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan kerang Anadara antiquata yang berasal dari Ujung Perling, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada pola pertumbuhan tersebut. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan mulai dari Bulan Mei sampai Bulan Oktober 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan kerang bulu di Ujung Perling mengikuti model allometri negatif dengan nilai parameter b yang lebih kecil daripada populasi Anadara antiquata di daerah lain. Disamping itu, faktor kondisi kedua kerang baik jantan maupun betina yang lebih besar dari satu mengindikasikan bahwa daerah perairan Ujung Perling masih merupakan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan Anadara antiquata
Pengembangan dan Pemasaran Produk Pada Industri Rumah Tangga (IRT) Rengginang Di Gampong Sukajadi Kebun Ireng, Langsa Lama Siti Komariyah; Haikal Fajri; Fiddini Alham
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4343

Abstract

Kendala yang dihadapi oleh industri rumah tangga rengginang di desa Sukajadi Kebun Ireng, Langsa di antaranya adalah belum ada pengembangan produk serta masih dipasarkan secara konvensional. Atas dasar hal tersebut tim pengabdian berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya pengembangan produk dan teknik pemasaran yang tepat agar produk rengginang lebih diminati oleh pembeli dan dapat dipasarkan secara luas. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu tahap persiapan (visitasi, perumusan masalah dan penawaran solusi), tahap pelaksanaan (survei pemahaman mitra/pre-test dan sosialisasi), dan tahap evaluasi (pelaksanaan kegiatan dan posttest). Dari hasil pre-test, mitra sudah sedikit paham tentang pengembangan produk, namun mitra belum mengetahui pentingnya atribut dan kemasan produk. Untuk pemasaran sendiri mitra belum mengetahui tentang e-commers, mitra lebih mengenal pemasaran melalui media sosial. Setelah diberikan sosialisasi tentang pengembangan  dan pemasaran produk, berdasarkan hasil posttest, mitra mulai tertarik melakukan pengembangan produk, seperti membuat merk, memperbaiki kemasan serta menjual produk dalam bentuk yang lain (produk siap santap). Untuk pemasaran sendiri mitra lebih tertarik memasarkan produk rengginang melalui WhatApp. Selain itu pengetahuan mitra terkait pengembangan dan pemasaran produk meningkat hingga 83%.
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Media Budikdamber Siti Komariyah; Rikie Indra; Rosmaiti Rosmaiti
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekwensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan lele yang dipeliharan dalam media ember (Budikdamber). Penelitian ini sebagai upaya dalam melakukan kegiatan budidaya dengan memanfaatkan lahan sempit seperti perkarangan rumah serta memanfaatkan limbah budidaya sebagai media tumbuh tanaman sayur seperti kangkung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah pemberian pakan 2 kali per hari (P1), 3 kali sehari (P2), 4 kali sehari (P3) dan 5 kali sehari (P4). Berdasarkan hasil analisis varian, perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan lele namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Berdasarkan uji lanjut Duncan, perlakuan terbaik terdapat pada pemberian pakan 5 kali sehari (P5). Hasil pengukuran kualitas air selama pemeliharaan masih berada kisaran yang normal bagi kehidupan benih ikan lele. 
ALTERNATIF PENGGUNAAN TEPUNG UDANG REBON (Acetes indicus) UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) T. Dwi Indira; Agus Putra AS; Siti Komariyah
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.462

Abstract

Cyprinus carpio termasuk ikan yang bernilai ekonomis tinggi serta cukup diminati karena rasa enak dan daging yang lunak. Namun dalam usaha pembesarannya, ikan ini membutuhkan ketersediaan pakan secara kontinyu, sehingga agar memperoleh keuntungan, pembudidaya harus berinovasi untuk mencari alternatif pakan. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas penggunaan tepung udang rebon (Acetes indicus) untuk pertumbuhan benih ikan mas (Cyprinus carpio). Metode yang di aplikasikan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pada 4 perlakuan dan tiga kali pengulangan: kontrol, PKR1 (100 gr/kg pakan), PKR2 (250 gr/kg pakan) dan PKR3 (500 gr/kg pakan). Parameter pangamatan meliputi: pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, pertumbuhan harian, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKR3 mendapatkan performa pertumbuhan terbaik yakni: PPM: 3,31±0,13 cm, PBM 4,23±0,03, dan LPH 3,60±0,01%. Penelitian ini merekomendasikan penambahan 500 gr tepung udang rebon/kg pakan agar diperoleh pertumbuhan terbaik pada benih ikan mas.
Pengaruh Dosis Ekstrak DaunBayam Merah(Amaranthus tricolor L.)Terhadap Keberhasilan Molting Kepiting Bakau(Scylla serrata) Muhammad Haikal; Siti Komariyah; Andika Putriningtias; Fauziah Azmi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.9.2.117-123

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan komoditas perikanan yang mempunyainilaiekonomis tinggi dan menjadisalahsatu produkperikanan yang unggul. Permintaan kepiting bakau terus meningkat, sehingga diperlukan usaha intensifuntuk membudidayakan kepiting bakau. Kepiting bakau memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, pembudidaya sering menghadapi masalah dalam budidaya kepiting bakau, yaitu pergantian kulit yangmembutuhkan waktu yang lama sehingga pertumbuhannya menjadi tidakseragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kecepatan pergantian kulit dan menyeragamkan pertumbuhan dengan teknologi alternatitif dosis ekstrak daun bayam yang dapat diaplikasikan melaluipenyuntikan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 tiga ulangan. Adapun perlakuan yang akan dilakukan adalah: P0 = (kontrol), P1 (Ekstrak daun bayam 3 µl/g) , P2 (Ekstrak daun bayam 5 µl/g) dan P3 (Ekstrak daun bayam 7 µl/g). Parameter yang diamati:, Laju Pertumbuhan Harian, rasio Konversi Pakan, Persentase molting, Survial rate (SR) dan Pengamatan Kualitas Air.Hasil penelitian yaitu Pengaruh pemberian ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap keberhasilan molting kepiting bakau (scylla serrata) berpengaruh sangat nyata terhadap Laju Pertumbuhan Harian (LPH), Rasio Konversi Pakan (FCR), dan Persentase Molting. Namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap Survival Rate (SR) kepiting bakau (Scylla serrata).
Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit Pada Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) di Desa Bantayan Kabupaten Aceh Timur Susi Elliyana; Agus Putra AS; Siti Komariyah
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8354

Abstract

Udang vannamei (Litopenaues vannamei) merupakan spesies introduksi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan prevalensi ektoparasit yang menyerang udang vannamei di tambak Desa Bantayan Kabupaten Aceh Timur. Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada 3 tambak. Pada masing- masing tambak berisi 1000 ekor udang, diambil sebanyak 5% dari total populasi tiap tambak diambil 50 ekor udang dan keseluruhan sampel yang diamati 150 udang vannamei yang kemudian diperiksa di Laboratorium Terpadu Universitas Samudra dengan pengamatan pada organ insang, kaki jalan, kaki renang, sirip ekor dan karapas. Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 jenis ektoparasit yang menginfeksi udang vannamei, yaitu Zoothamnium sp., Epitylis sp., Vorticella sp. Jenis ektoparasit dengan prevelansi tertinggi adalah Epitylis sp. yang menyerang 64 ekor udang vannamei dengan prevalensi sebanyak 42,66% dengan tingkat serangan umumnya kemudian diikuti oleh Vorticella sp. yang menyerang 45 ekor udang vannamei dengan prevalensi sebanyak 30% dengan tingkat serangan umumnya dan paling rendah yaitu Zoothamnium sp. yang menyerang 40 ekor udang vannamei dengan prevalensi sebanyak 26,66% dengan tingkat serangan sering. Berdasarkan hasil perhitungan intensitas menyatakan nilai intensitas tertinggi terdapat pada ektoparasit Zoothamnium sp. dengan nilai 28,72 ind/ekor dengan tingkat serangan sedang yang menginfeksi sebanyak 40 individu. Jenis ektoparasit paling dominan ditemukan adalah Epitylis sp. sebanyak 42,95% yang terinfeksi pada udang vannamei 64 individu.
Efektivitas Ekstrak Lempuyang (Zingiber Zerumbet) Sebagai Bahan Anestesi Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Patin (Pangasianodon Hypophthalmus) Pada Transportasi Sistem Tertutup Julita Wati; Agus Putra AS; Siti Komariyah
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.7421

Abstract

Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan nilai komersial yang signifikan, sangat diminati masyarakat. Daging ikan patin memiliki kandungan protein sebesar 10,76%. Tujuan penelitian yaitu menentukan dosis ideal ekstrak lempuyang (Zingiber zerumbet) dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan patin pada transportasi sistem tertutup, serta untuk mengevaluasi efikasi ekstrak lempuyang sebagai anestetik dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan patin selama proses transportasi sistem tertutup. Durasi penelitian ini adalah tujuh hari dengan menggunakan pendekatan eksperimental menggunakan RAL dengan empat perlakuan dan tiga replikasi. Dosis ekstrak lempuyang yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (5 ml), P2 (10 ml), dan P3 (15 ml). Setiap kantong plastik berisi sepuluh ekor ikan, dan perjalanan memakan waktu sembilan jam. Faktor-faktor yang dipantau meliputi durasi pemingsanan, tingkat kelangsungan hidup, waktu pemulihan, tingkat konsumsi oksigen, dan kualitas air. Perlakuan P0 (kontrol) memiliki tingkat konsumsi oksigen tertinggi yaitu 0,0020, sedangkan terapi P1 dengan dosis 5 ml memiliki tingkat kelangsungan hidup terbaik.