Arif Maftukhin
Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Berpikir Kritis Melalui Strategi Aktif Tipe Prediction Guide (Tebak Pelajaran) Pada Siswa SMP N 25 Purworejo Ervina Eka Puspitasari; R. Wakhid Akhdinirwanto; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian ptk guna meningkatkan berpikir kritis siswa melalui strategi aktif tipe prediction guide. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII A SMP Negeri 25 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu: metode angket, metode observasi, dan metode tes. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tehnik Deskripsi Persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan pembelajaran prediction Guide dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas VII A SMP Negeri 25 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari persentase jawaban pengakuan siswa yang diperoleh dari angket keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 75% pada pra siklus menjadi 81% pada siklus I dan menjadi 82% pada siklus II. Berdasarkan data hasil observasi keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 53% pada pra siklus, meningkat menjadi 68% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 70% pada siklus II. Prestasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 70 menjadi 92 pada siklus I dan menjadi 93 pada siklus II.
Implementasi Performance Assessment untuk Pengoptimalan Kinerja Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Pelajaran 2013/2014 Titis Laksanawati; Sriyono Sriyono; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna mengetahui implementasi performance assessment untuk pengoptimalan kinerja siswa kelas X SMA Negeri 1 Buluspesantren Kebumen tahun pelajaran 2013/2014.Subjek penelitian adalah siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 8 laki-laki dan 22 perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode: tes, observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan implementasi performance assessment dapat mengoptimalkan kinerja siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata persentase kinerja siswa pada setiap siklus. Sebelum mengimplementasikan performance assessment persentase kinerja siswa 30,78 %. Meningkat menjadi 68,78 % pada siklus I dan meningkat menjadi 81,78 % pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar pra siklus 55 dengan persentase tingkat ketuntasan 30 %, meningkat menjadi 65,17 dengan tingkat persentase ketuntasan kelas 53,33 % pada siklus I dan meningkat menjadi 74,67 dengan persentase tingkat ketuntasan kelas menjadi 96,67 % pada siklus II.
Pengembangan Penilaian Unjuk Kerja Berbasis Hands On Activity untuk Mengukur Kreativitas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Atik Hidayati; Arif Maftukhin; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan (R&D) untuk mengukur kreativitas siswa dengan mengembangkan penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk melihat kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity yaitu lembar angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon siswa. Kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity oleh 2 dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2 guru Fisika dari SMA Negeri 5 Purworejo serta teman sejawat peneliti yang telah menjadi guru Fisika di SMA Negeri 11 Purworejo dan guru IPA MTS Darrussa”adah di Kebumen. Analisis data dengan Percentages Correction dan Precentage Agreement. Penelitian yang dikembangkan melalui tujuh langkah pengembangan, dengan rerata kelayakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,14 termasuk kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran Fisika menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,21 dengan kategori “baik”. Respon siswa terhadap lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dengan rerata sebesar 3,23 dengan kategori ”baik”. Hasil ketercapaian siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity untuk mengukur kreativitas pada pertemuan pertama mencapai rerata 3,03 dalam kategori “baik”, pada pertemuan kedua mencapai rerata 3,11 dengan kategori “baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dapat mengukur kreativitas siswa kelas X dan dapat layak digunakan.
Pengaruh Model Pembelajaran Tari Bambu Terhadapkemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Fisikasiswa Kelas X SMA NEGERI 1 Sapuran Tahun Pelajaran 2013/ 2014 Siti Chotijah; Arif Maftukhin; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Tari Bambu terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas X di SMA N 1 Sapuran tahun pelajaran 2013/ 2014. Sampel penelitian berjumlah 2 kelas dengan jumlah siswa 40 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 20 siswa.Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert dan tes hasil belajar yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda.Analisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t pada hasil belajar dan uji F pada kemampuan berpikir kritis. Dengan α = 0.05 menunjukkan (1) tobservasi = 6,900 > artinya H0 ditolak ( ), (2) thitung= 1,848 dengan keputusan uji H0 ditolak .Hal ini menunjukkan (1) model pembelajaran TariBambu memberikan hasil belajarfisika yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensionalpada pokok bahasan Elastisitas dan Hukum Hooke; (2) model pembelajaran Tari Bambu berpengaruh terhadap hasil belajar. Dari hasil penghitungan menggunakan uji F diperoleh Fobservasi = yang artinya H0 ditolak (DK = {F | F > 5,59}). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Tari Bambu berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Thera Cahyaning Harsiwi; Arif Maftukhin; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui pengaruh motivasi dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran fisika dengan model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu guna memperoleh data mengenai pengaruh motivasi dan prestasi belajar dapat berkembang pada pembelajaran Fisika materi Perubahan Zat dengan menggunakan metode Predict, Observe, Explain (POE) . Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9 Purworejo kelas VIIE dan VIIB yang berjumlah 60. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian uji hipotesis menunjukan =2,557 > 1,67155 artinya ditolak (tobservasi ∉ DK). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen. Predict, Observe, Explain (POE) terhadap motivasi belajar siswa 72,10% dan motivasi belajar siswa pada kelas kontrol 69,78 % yang berarti kelas eksperimen lebih berpengaruh maka terdapat pengaruh pada model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) terhadap motivasi siswa.
Efektivitas Metode Team Teaching untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Tekanan Kelas VIII MTs Hidayatussibyan Wonosobo Tahun Pelajaran 2013/2014 Firdosiyah Firdosiyah; Arif Maftukhin; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengungkap tentang keefektifan metode team teaching untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi tekanan kelas VIII MTs Hidayatussibyan Wonosobo tahun pelajaran 2013/2014. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 106 siswa dan terbagi dalam 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling dengan melakukan undian per kelas untuk menentukan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang terbagi 25 responden dalam kelompok eksperimen dan 25 siswa dalam kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini berupa tes prestasi belajar fisika materi tekanan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen bentuk pre-experimental designs tipe one-shot case study. Pengujian hipotesis menggunakan uji rataan t hipotesis pihak kanan. Sebelum data penelitian yang diperoleh dianalisis, dilakukan uji prasyarat analisis variansi yaitu uji normalitas dengan metode Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan taraf signifikansi 0,05 dan hasil analisis data diperoleh tobs = 7,031, dan ttabel = t(0,05)(48) = 1,645, maka DK = {t | t > 1,645}. Karena tobs DK maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga uji hipotesis ini menunjukkan bahwa metode team teaching lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika daripada metode konvensional secara soliter (sendiri) pada materi tekanan kelas VIII MTs Hidayatussibyan Wonosobo tahun pelajaran 2013/2014.
Peningkatan Kemandirian Belajar Melalui Tutor Sebaya Pada Siswa MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 Yogi Setiawan; R. Wakhid Akhdinirwanto; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian belajar siswa MAN Purworejo. Hal ini ditandai dengan rendahnya kemauan siswa untuk bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman dan mengemukakan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar dengan menggunakan metode tutor sebaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.2 MAN Purworejo tahun pelajaran 2011/ 2012, yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 24 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode angket, metode tes dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode tutor sebaya dalam pembelajaran Fisika dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X.2 MAN Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi kemandirian belajar siswa selama proses pembelajaran meningkat dari persentase rata-rata 45,32% pada pra siklus menjadi 62,82% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,57% pada siklus II. Persentase angket kemandirian belajar meningkat 53,12% pada pra siklus menjadi 60,94% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 71,59% pada siklus II. Peningkatan kemandirian belajar siswa ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 63,44 dengan ketuntasan 40,62% pada pra siklus menjadi 68,75 dengan ketuntasan 65,62% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 72,19 dengan ketuntasan 81,25% pada siklus II. Sehingga metode tutor sebaya dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang mengupayakan peningkatan kemandirian belajar.
Pemanfaatan Mainan Tradisional Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas VII SMP Setya Budi Loano Tahun Pelajaran 2011/2012 Ayu Anjarsarie Saputri; Eko Setyadi Kurniawan; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui pemanfaataan mainan tradisional untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran fisika kelas VII SMP Setya Budi tahun pelajaran 2011/ 2012. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Setya Budi Purworejo, yang berjumlah 12 siswa terdiri atas 7 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Faktor yang diteliti yaitu berupa peningkatan pemahaman belajar fisika. Data diperoleh dengan metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pemanfaatan alat peraga “mainan tradisional” ternyata dapat meningkatkan pemahaman belajar fisika pada siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pemahaman belajar siswa pada tiap siklusnya. Hasil observasi pemahaman belajar fisika dari pra siklus yang mempunyai persentase 48% meningkat menjadi 59% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,0% pada siklus II. Secara umum peningkatan pemahaman belajar siswa pada penelitian ini sudah mencapai indikator yang ditentukan oleh peneliti yaitu dapat meningkat minimal menjadi 20% yang merupakan hasil akhir pada penelitian ini. Sehingga dapat dijadikan alternatif guna meningkatkan pemahaman belajar siswa.
Penggunaan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa MTs Negeri Purworejo Weni Arianingtyas Uji Lestari; R. Wakhid Akhdinirwanto; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran mind mapping. Latar belakang penelitian ini adalah kebiasaan guru menggunakan metode ceramah yang menyebabkan siswa pasif dan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di MTs Negeri Purworejo yang beralamat di Desa Keseneng, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2012. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B MTs Negeri Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa, yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode soal tes, metode lembar observasi dan metode angket hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA dan teman sejawat saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini adalah dengan penggunaan mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa. Sebelum penggunaan mind mapping nilai rata-rata siswa 48,10 dengan ketuntasan kelas 20,69% setalah menggunakan mind mapping pada siklus I nilai rata-rata siswa menjadi 69,21 dengan ketuntasan kelas 53,12% dan meningkat menjadi 72,50 dengan ketuntasan kelas 75,00% pada siklus II. Selain hasil belajar, aktivitas siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan juga meningkat, hal ini terlihat pada hasil angket dan hasil observasi pada tiap siklus yang mengalami peningkatan.
Pengaruh Pola Pembelajaran Dan Kemampuan Berpikir Formal Siswa Terhadap Kreativitas Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Fisika Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 Andriningsih Andriningsih; Sriyono Sriyono; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola pembelajaran dan kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif siswa pada mata pelajaran IPA fisika SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2011/2012.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2011/2012.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 380 siswa dari jumlah populasi sebanyak 7303 siswa yang tersebar di 43 sekolahan. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi pola pembelajaran SCL adalah 52,37% dan 47,63% adalah pola pembelajaran TCL, terdapat pengaruh pola pembelajaran terhadap kreativitas kognitif IPA fisika sebesar 9,30%, terdapat pengaruh kemampuan berpikir formal terhdap kreativitas kognitif IPA fisika sebesar 38,50% dan terdapat pengaruh pola pembelajaran dan kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif IPA fisika secara bersama-sama sebesar 40,60%. Sumbangan efektif terhadap kreativitas kognitif IPA fisika pada pola pembelajaran sebesar 3,42% dan kemampuan berpikir formal sebesar 34,45%. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pola pembelajaran dan kreativitas kognitif IPA fisika, terdapat pengaruh kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif IPA fisika, serta terdapat pengaruh antara pola pembelajaran dan kemampuan berpikir formal terhadap kreativitas kognitif IPA fisika.