Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISASI SEMIKONDUKTOR TUNGSTEN DAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS RESISTOR MENGGUNAKAN FOUR POINT PROBE HANDMADE Akhdinirwanto, Raden Wakhid; Hakim, Yusro Al; Fatmaryanti, Siska Desy
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi semikonduktor dan pengukuran  konduktivitas resistor menggunakan Empat Point Probe (4-PP). Instrumen menunjukkan kinerja yang baik dalam mengukur konduktivita resistor. Tingkat tertinggi keakuratan konduktivitas resistor naik sekitar 98,11% dibandingkan instrumen standar dari SANWA CD 800A yang naik 85,30% dengan presisi yang baik. 4-PP ini juga dirancang untuk karakterisasi semikonduktor. Penelitian ini resistancy, resistivitas dan konduktivitas semikonduktor. Perilaku fisik ini sangat diperlukan untuk meningkatkan Cell Solar Organik. Konduktivitas yang tinggi sangat potensial untuk meningkatkan tingkat efisiensi. Dalam penelitian ini menggunakan sampel tungsten. Tungsten adalah semikonduktor yang banyak kemiripan dengan lapisan lain yang digunakan dalam fabrikasi sel surya organik. Tungsten adalah semikonduktor yang banyak kemiripan dengan lapisan lain yang digunakan dalam organik fabrikasi sel surya. Hasil pengukuran resistensi sampel tungsten sekitar 1,4 Ω, resistivitas 0,44 Ω.mm dan konduktivitas 2,27 S.mm-1. Konduktivitas masih dalam kisaran referensi.  Terdapat beberapa fitur-fitur seperti sumber arus eksternal, teknik pengukuran, voltmeter dan amperemeter eksternal sehingga instrumen ini kompatibel dengan instrumen lain yang tergantung pada kondisi sampel. Kata kunci: 4-PP, resistancy, resistivitas, konduktivitas, semikonduktor
Back to Your Lab: Optimalisasi Laboratorium Sekolah untuk Melatih Sikap Ilmiah di MA Al Iman Bulus Purworejo Fatmaryanti, Siska Desy; Akhdinirwanto, Raden Wakhid; Al hakim, Yusro
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.446 KB) | DOI: 10.31603/ce.4572

Abstract

Student Center Learning (SCL) menuntut aktivitas pembelajaran dua arah. Tidak hanya segi kognitif namun psikomotor dan afektif juga menjadi penilaian. Namun sayangnya kegiatan pembelajaran terutama laboratorium masih minim dilakukan. Kasus ini terjadi pula di MA Al Iman Bulus Purworejo. Meskipun memiliki peralatan praktik yang cukup memadai namun, laboratorium sekolah nyaris tidak digunakan dalam pembelajaran fisika. Untuk itu perlu dilakukan optimalisasi laboratorium melalui kegiatan pengabdian “back to your lab”. Kegiatan ini merupakan pendampingan terhadap peserta didik di laboratorium yang dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu observasi, pelaksanaan dan refleksi. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi sikap ilmiah dan keterlaksanaan aktivitas laboratorium. Analisis data dengan deskriptif kualitatif. Melalui kegiatan ini didapatkan hasil ada peningkatan sikap ilmiah peserta didik yang linier dengan peningkatan aktivitas laboratorium.
A task model for supporting virtual laboratory based on inquiry skills, social and scientific communication Siska Desy Fatmaryanti; Umi Pratiwi; Raden Wakhid Akhdinirwanto; Dwi Sulisworo
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 11, No 1: March 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v11i1.21737

Abstract

Comprehensive monitoring in virtual laboratory learning needs a task model. This model was design based on inquiry skills, social and scientific communication of prospective physics teachers. The development of these three skills is still a problem in recent research on virtual laboratory learning. This research was research and development (RD) using a preliminary study (literature studies, field surveys, and preparation of the initial product) and development of the model (within limited testing). Respondents were 54 prospective physics teachers and five physics lecturers from several universities in Indonesia. The analysis was done by descriptive qualitative, and quantitative. There are two essential parts of the task model. The first part consists of six inquiry steps, which describe the interactions between students with their virtual experiments. The second part consists of three inquiry steps that analyze how students communicate their virtual experiments through verbal, picture, and diagrammatic representations. Based on these findings, the task model's design is essential to develop inquiry skills, social and scientific communication for prospective physics teachers. The researcher can use this task model in the next step of RD.
Pengembangan E-UKBM Dengan Aplikasi Kvisoft Flipbook Maker dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Peserta Didik Gilang Pratiwi; Raden Wakhid Akhdinirwanto; Nurhidayati Nurhidayati
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol 4 No 2 (2020): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - November 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v4i2.697

Abstract

The Self-Study Activity Unit Electronic (E-UKBM) is a small learning unit that orderly arranged from easy to difficult level based on e-learning using kvisoft flipbook maker application as the development of teaching material through interactive teaching media to improve students problem solving skill. E-UKBM has the characteristic of learning tool to achieve competency of knowledge and skill on teaching process using Sistem Kredit Semester (SKS). The aim of the use of E-UKBM is to improve students problem solving ability. This type of research develops the result of Plomp’s research design model, (1) Preliminary Investigation, (2) Design, (3) Realization/Contruction, (4) Tes, Evaluation, and Revision, (5) Implementation. The sample of this research is students of X MIA 3 SMA N 1 Purworejo. This data analysis was done by using the validity and reliability test, the problem solving ability test using the pre-test and post-test. The result of this study indicate that E-UKBM is valid, practical, and effective so that it is feasible to improve students problem solving ability.
Peningkatan Kemampuan Kerjasama Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa SMP N 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 Wilda Ruandini; Raden Wakhid Akhdinirwanto; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 14 Purworejo yang beralamat di Jalan Raya Kebumen, Dlangu, Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, dan metode angket. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan kerjasama siswa. Hal tersebut terlihat dari persentase kemampuan kerjasama siswa sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 51,09% meningkat menjadi 68,74% setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk siklus I. Pada siklus II kemampuan kerjasama siswa meningkat menjadi 72,49%. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil belajar sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD 61,87 dengan persentase tingkat ketuntasan kelas 56,25%. Setelah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I nilai rata-rata menjadi 65,31 dengan tingkat persentase ketuntasan kelas 71,87% dan pada siklus II meningkat menjadi 72,50 dengan persentase tingkat ketuntasan kelas 78,12%, sehingga pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang mengupayakan peningkatan kemampuan kerjasama siswa.
Penerapan Metode Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Untuk Peningkatan Aktivitas Belajar IPA Siswa di SMP Negeri 7 Purworejo Purmiati Purmiati; Raden Wakhid Akhdinirwanto; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini ialah rendahnya aktivitas belajar siswa di kelas. Hal ini ditunjukkan dari masih sedikitnya siswa yang mau bertanya, siswa cenderung pasif dan diam dalam pelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas dengan menerapkan metode kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Metode kooperatif tipe Two Stay Two Stray dipilih sebagai metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMP N 7 Purworejo. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII D tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2012 pada pokok bahasan sifat zat dan pemisahan campuran. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat metode, yaitu: metode angket, metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tehnik Deskripsi Persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan aktivitas siswa di kelas VII D SMP N 7 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa, diperoleh persentase rata-rata 40% pada pra siklus, meningkat menjadi 59,69% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 76,56% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 66,47 menjadi 72,81 pada siklus I dan menjadi 78,75 pada siklus II.
Penggunaan Model Pembelajaran Scramble untuk Peningkatan Motivasi Belajar IPA (Fisika) pada Siswa SMP Negeri 16 Purworejo Tahun Pelajaran 2011/2012 Tri Rakhmawati; Siska Desy Fatmaryanti; Raden Wakhid Akhdinirwanto
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar IPA (Fisika) menggunakan model pembelajaran scramble pada siswa SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 16 Purworejo tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes, metode angket dan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala persentase.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran scramble dalam pembelajaran IPA (Fisika) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 16 Purworejo. Hal tersebut terlihat dari data hasil observasi motivasi belajar siswa meningkat dari 46,94% pada pra siklus menjadi 60,81% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 73,39% pada siklus II. Persentase angket motivasi belajar siswa meningkat 58,06% pada pra siklus menjadi 72,90% pada siklus I dan menjadi 81,29% pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 59,98 dengan ketuntasan 38,71% pada pra siklus menjadi 77,66 dengan ketuntasan 80,69% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85,97 dengan ketuntasan 93,97% pada siklus II. Sehingga saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran scramble dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran dengan menyesuaikan materi pelajaran untuk mengupayakan peningkatan motivasi belajar
Peningkatan Aktivitas Belajar IPA Melalui Model Cooperative Script Pada Siswa SMP Negeri 1 Puring Kebumen Tahun Pelajaran 2011/2012 Laili Subekti; Arif Maftukhin; R. Wakhid Akhdinirwanto
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ak
Peningkatan Aktivitas Belajar IPA Fisika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Team Assisted Individualisation (TAI) Pada Siswa SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo Asif Romiyati; R. Wakhid Akhdinirwanto; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui peningkatan aktivitas belajar IPA fisika dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualisation (TAI) pada siswa SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subyek siswa SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo kelas VII A yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Perolehan persentase untuk hasil observasi aktivitas belajar pada pra siklus sebesar 46,38% pada siklus I meningkat menjadi 56,52% dan setelah siklus II meningkat menjadi 80,07%. Perolehan persentase untuk angket aktivitas belajar pra siklus sebesar 49,28%, pada siklus I meningkat menjadi 57,25%, dan pada siklus II meningkat menjadi 80,80%. Untuk hasil belajar siswa pra siklus 56,96 pada siklus I menjadi 66,67 dan siklus II meningkat menjadi 80,26. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA fisika kelas VII A SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo.
Peningkatan Berpikir Kritis Melalui Strategi Aktif Tipe Prediction Guide (Tebak Pelajaran) Pada Siswa SMP N 25 Purworejo Ervina Eka Puspitasari; R. Wakhid Akhdinirwanto; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian ptk guna meningkatkan berpikir kritis siswa melalui strategi aktif tipe prediction guide. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII A SMP Negeri 25 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu: metode angket, metode observasi, dan metode tes. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tehnik Deskripsi Persentase. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan pembelajaran prediction Guide dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas VII A SMP Negeri 25 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari persentase jawaban pengakuan siswa yang diperoleh dari angket keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 75% pada pra siklus menjadi 81% pada siklus I dan menjadi 82% pada siklus II. Berdasarkan data hasil observasi keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 53% pada pra siklus, meningkat menjadi 68% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 70% pada siklus II. Prestasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 70 menjadi 92 pada siklus I dan menjadi 93 pada siklus II.