Ira Fatmawati
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Trunojoyo Madura

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Sejarah dengan Deep Learning Berbasis Digital untuk Gen Z Fatmawati, Ira
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 5 No. 1 (2025): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2025)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v5i1.140

Abstract

Saat ini siswa sekolah sebagian besar tediri dari Anak-anak Gen Z yang tumbuh di era digital. Gen Z memiliki karakteristik unik seperti kecepatan adaptasi terhadap teknologi, ketergantungan pada media digital, dan preferensi terhadap pembelajaran yang interaktif. Kebijakan Pemerintah menerapkan pembelajaran mendalam (Deep Learning) untuk memberikan pengalaman belajar dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang mendukung pemahaman peserta didik yang menstimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dan mengaplikasi pengetahuannya dalam berbagai konteks dunia nyata. Tulisan ini berupaya menjawab bagaimana upaya untuk mengintegrasikan pembelajaran sejarah dengan deep learning berbasis digital untuk Gen Z. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen resmi.Waktu dan tempat fleksibel sesuai kebutuhan penelititeknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, pembacaan, pencatatan, dan pengorganisasian literatur yang relevan, sedangkan teknik analisis data mencakup analisis isi, analisis kritis, dan sintesis informasi. Selama ini sejarah dianggap kurang  relevan dengan kebutuhan praktis masa depan, padahal pelajaran ini sangat penting dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa. Guru sejarah perlu melakukan inovasi agar meningkatkan minat dan motivasi siswa dengan Pembelajaran Mendalam (deep Learning) dalam konteks pendidikan abad 21 yang menekankan pada penciptaan suasana dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan yang sejalan dengan karakteristik Gen Z. Integrasi deep learning dalam pembelajaran sejarah menggunakan strategi dan metode pendekatan yang sesuai dengan teknologi informasi menjadikan  materi sejarah lebih kontekstual dan hidup pada masa kini. Keberadaan guru sejarah sebagai fasilitator transformasi digital sejalan dengan peran guru sebagai aktivator, pembangun budaya, dan kolaborator sekaligus membangun pengetahuan dan keterampilan digital. Penerapan deep learning dengan digitalisasi dapat terhambatan oleh keterbatasan teknis, pedagogis dan kultural. Saran untuk mengatasi hal tersebut dapat diatasi dengan adanya ekosistem pembelajaran yang mendukung.
INOVASI PRODUK PERIKANAN BERBASIS GREEN ECONOMY Fatmawati, Ira; Qomaria, Nur; Arisandi, Apri; Fikriyah, Aida; Mukarromah, Luthfi Azizah
Natural Science Education Research Vol 6, No 3 (2023): Natural Science Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v5i2.27143

Abstract

Pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat dan kebutuhan yang semakin mendesak akan sumber daya pangan telah menempatkan sektor perikanan di bawah tekanan yang signifikan. Dalam menanggapi tantangan ini, konsep ekonomi hijau telah muncul sebagai pendekatan yang krusial. Ekonomi hijau menawarkan kerangka kerja yang berkelanjutan untuk memanfaatkan sumber daya alam, termasuk di dalamnya sektor perikanan.Dengan demikian, pengembangan inovasi produk perikanan yang berbasis pada konsep ekonomi hijau perlu dilakukan. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mengetahui kelayakan produk perikanan berbasis green economy dan mengetahui respons masyarakat terhadap produk perikanan berbasis green economy. Penelitian ini termasuk RnD (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilakukan tempat budidaya tumbuhan kunyit di Desa Klabetan, Kecamatan Sepuluh Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Indonesia. Dan budidaya ikan di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Indonesia. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah 1) Hasil ujicoba menunjukkan produk dapat menambah berat badan ikan, panjang ikan, dan daya tahan tubuh ikan. 2) Hasil respons masyarakat memperoleh nilai sebesar 89,08% dengan kategori sangat baik.
Simbol dan Identitas: Kebijakan Penggunaan Jilbab Pemerintah Kota Padang terhadap Siswi Muslim dan Non-Muslim Meilani, Putri Mega; Fatmawati, Ira
Journal of Citizenship Volume 1 Issue 1, 2022
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v1i1.226

Abstract

Abstract                                                                                           This journal paper aims to analyze how the policy of using the headscarf is enforced by the Padang City Government towards Muslim and non-Muslim students. The Padang City Government has the power to enter Islamic identity which is applied to students in schools from PAUD to SMA. The theory used as an analytical knife is Michael Foucalt's power relation theory. The method of this research journal is a qualitative case study approach, which aims to make a study and the phenomenon to be studied get a complete and in-depth picture of thought. The technique used is the study of literature from various scientific journals and indirect interviews with two research informants who are natives of the city of Padang. The focus of this study is to comprehensively analyze the mandatory hijab policy imposed by all Muslim and non-Muslim students which gave rise to polemics in the form of protests from Christian students' parents against the policies implemented which gave birth to a Joint Decree initiated by three ministers.Keywords: Identity, power relations, mandatory hijab obligations AbstrakTulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebijakan penggunaan jilbab yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Padang terhadap siswi muslim dan non muslim. Pemerintah Kota Padang yang memiliki kekuasaan yang dapat memasukkan identitas keislaman yang diberlakukan kepada siswi di sekolah dari PAUD hingga SMA. Teori yang digunakan sebagai pisau analisa adalah teori relasi kuasa Michel Foucault. Metode jurnal penelitian ini adalah kualitatif pendekatan studi kasus bertujuan agar suatu kajian dan fenomena yang akan diteliti mendapatkan gambaran pemikiran secara utuh dan mendalam. Teknik yang digunakan yakni menggunakan studi literatur yang berasal dari berbagai jurnal ilmiah dan wawancara tidak langsung kepada dua orang informan penelitian yang merupakan penduduk asli Kota Padang. Fokus penelitian ini adalah menganalisis secara komprehensif kebijakan wajib jilbab yang diberlakukan oleh seluruh siswi muslim dan non-muslim yang melahirkan polemik berupa protes orangtua siswi yang beragama Kristen terhadap kebijakan yang diberlakukan yang melahirkan Surat Keputusan Bersama yang diinisiasi oleh tiga menteri.Kata Kunci: Identitas, relasi kuasa, kewajiban wajib jilbab
Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran Fatmawati, Ira
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 1 No. 1 (2021): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2021)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v1i1.4

Abstract

Guru memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan pendidikan untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan kemampuan manusia, baik dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Bagaimanakah peran guru dalam Pengembangan Kurikulum. (2) Bagaimanakah peran guru dalam pembelajaran?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menjelaskan peran guru dalam Pengembangan Kurikulum. (2) Menjelaskan peran guru dalam pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah Studi Kepustakaan yang memanfaatan literature sebagai sumber data; Hasil dan pembahasan dari penelitian ini menjelaskan bahwa Kurikulum merupakan “blue print” dari rencana program pengajaran atau pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen kurikulum sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehenshif, sistemik, dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum maka peran guru menjadi ujung tombaknya. Adapun peran guru dalam pengembangan kurikulum berdasarkan model sentralisasi, desentralisasi dan sentral-desentral berbeda-beda. Peran utama guru dalam pengembangan kurikulum yaitu implementer, adapter, developer dan researcher. Sedangkan peran guru dalam pembelajaran terrkait hubungan timbal balik yang merupakan syarat terjadinya proses pembelajaran maka didalamnya tidak hanya menitikberatkan pada transfer of knowledge, akan juga transfer of value. Kesimpulan bahwa peranan guru dalam pengembangan kurikulum akan menentukan keberhasilan peran guru dalam pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh kurikulum. Saran untuk peneliti selanjutnya agar meninjau perkembangan terbaru terkait peran guru dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran
Pengembangan E-Modul Berbasis Sejarah Lokal Pada Materi Sejarah Indonesia di Kelas XI MAN 1 Kota Kediri: Pembelajaran Sejarah Fatmawati, Ira
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 3 No. 1 (2023): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2023)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v3i1.47

Abstract

Salah satu gerakan baru untuk merespon era revolusi industri 4.0 di bidang pendidikan yang dirancang oleh pemerintah adalah Gerakan literasi baru. Pembelajaran sejarah perlu mengkontektualkan peristiwa masa lalu dengan masa sekarang melalui situs sejarah lokal di wilayah kota Kediri melalui media pembelajaran. Siswa MAN 1 Kota Kediri merupakan generasi Z dengan tingkat penguasaan teknologi yang baik. Rumusan masalah: bagaimanakah pemanfaatan situs sejarah lokal di kota Kediri menjadi E-Modul untuk pembelajaran sejarah Indonesia pada materi dampak penjajahan kolonial dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini di kelas XI MAN 1 Kota Kediri?.Tujuan: Menjelaskan pemanfaatan situs sejarah lokal di kota Kediri menjadi E-Modul untuk pembelajaran sejarah Indonesia pada materi dampak penjajahan kolonial dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini di kelas XI MAN 1 Kota Kediri. Mafaat: teoritis dan praktis Teori yang digunakan meliputi: pembelajaran sejarah, situs sejarah kolonial Kota Kediri dan E-Modul. Penelitian ini dilakukan melalui prosedur penelitian dan pengembangan (Research and Development) mengacu pada model pengembangan Sugiyono yang dibatasi hanya lima tahapan saja yang dilakukan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli dan (5) revisi desain. Produk E-modul kemudian dilakukan validasi oleh ahli media dan ahli materi yang merupakan teman sejawat. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa banyak terdapat situs-situs sejarah lokal di kota Kediri dalam pembelajaran sejarah Indonesia kelas XI di MAN 1 Kota Kediri pada materi dampak kolonialisme dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini. Sejarah lokal itu dimediakan dalam bentuk E-modul dengan mengunakan aplikasi Canva yang didalamya terdapat materi, gambar, dan video youtube terpilih yang relevan dengan materi yang akan disampaikan guru. Setelah produk E-Modul divalidasi dan direvisi maka diup-load kemudian dibagikan kepada siswa melalui kelas maya seperti , E-Learning Madrasah, google classroom atau group whatsapp, dan siswa bisa mengakses e-modul kapan saja dan bisa membuka video maupun soal-soal kuis yang diberikan guru pada modul tersebut.Meskipun memiliki berbagai keunggulan E-Modul juga memiliki kekurangan terutama untuk siswa yang belum bisa belajar mandiri maka peran guru sebagai fasilitator masih diperlukan dalam dampak kolonialisme dalam kehidupan bangsa Indonesia masa kini melalui sejarah lokal. Kesimpulan:pembuatan E-Modul dengan salah satu aplikasi web online yaitu canva memiliki tahapan-tahapan yang relative mudah. Tampilan E-Modul yang dapat memotivasi dan membantu siswa memahami materi untuk mencapai tujuan pembelajaran sejarah Indonesia. Saran: media pembelajaran sejarah dapat dikembangan sesuai kemajuan jaman seperti Vlog Project Sejarah oleh siswa atau pengembangan lainya yang relevan.
Penguatan Kompetensi Ekoliterasi Siswa SMP melalui Pemanfaatan E-bahan Ajar Bahasa Indonesia Bermuatan Pesisir Madura Afiyah Nur Kayati; Fatmawati, Ira; Syarifah, Dwi Fakihatus
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21682

Abstract

This research aims to describe the core competencies of ecoliteracy in Indonesian language e-teaching materials, with a focus on the coast of Madura. Specifically, it examines the application of e-teaching materials in Indonesian language learning, particularly in the context of the Madura coast. It seeks to enhance the ecoliteracy of junior high school students. The research method employed is a qualitative approach, utilizing data collection techniques that include interviews, observation, documentation, and questionnaires. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. Testing the validity of the data is conducted in two ways: source triangulation and technical triangulation. The results of the research show that the application of e-teaching materials containing Madurese psychology can strengthen junior high school students' ecoliteracy competencies, both mind, heart, and hands competencies. Mind, heart, and hand can be integrated in e-teaching materials through the presentation of various text genres and modes, project-based learning activities, learning communities, reflection, and continuous evaluation. The mind can be observed through students' ability to understand ecological concepts, environmental issues, and solutions to environmental problems. Heart can be seen in an increased attitude of respect and care for the environment. Hands can be seen in students' activeness in protecting and caring for the environment. The results of the student responses were 88%, indicating that students can apply ecoliteracy competencies.