Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Islam pada Supervisi Pendidikan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Ferdinan Ferdinan; Abd. Rahman; Mawardi Pewangi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi pendidikan oleh kepala sekolah di MA Muhammadiyah Datarang Kabupaten Gowa dengan fokus pada integrasi nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kombinasi (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MA Muhammadiyah Datarang, Kabupaten Gowa, sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kinerja kepala sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam supervisi pendidikan. Pada nilai ihsan, keberhasilan mencapai kategori tinggi dengan rata-rata 3,72 dari 6 aspek. Nilai keikhlasan mencapai rata-rata 3,8 dari 6 aspek, menunjukkan keberhasilan yang tinggi. Penanaman nilai keteladanan mencapai rata-rata 3,71 dari 5 aspek, mencerminkan keberhasilan kepala sekolah dalam menerapkan nilai-nilai tersebut. Nilai tajdid mencapai rata-rata 3,65 dari 2 aspek, menandakan keberhasilan dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Penelitian juga menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi di MA Muhammadiyah Datarang berhasil meningkatkan kinerja guru melalui pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang berkesinambungan. Supervisi bukan hanya sebagai alat pengukur kinerja guru tetapi juga sebagai pendekatan integral untuk memperkuat kapasitas guru melalui pembinaan, pengawasan, dan evaluasi yang berkesinambungan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa tetapi juga pada pengembangan profesionalisme guru sebagai unsur kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang strategi dan program pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah melalui supervisi kepala sekolah yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip Muhammadiyah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi praktisi pendidikan, kepala sekolah, dan peneliti untuk memahami pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kinerja guru melalui supervisi pendidikan di lembaga pendidikan Islam.
Definition and Scope of Islamic Educational Philosophy Agil Husain Abdullah; Ferdinan Ferdinan; Bahaking Rama
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15386

Abstract

In modern developments, Islamic education faces various challenges, ranging from the currents of globalization, the development of science and technology, to complex socio-cultural problems. This situation demands a paradigm of Islamic educational philosophy that can meet the needs of the times without losing its roots in the values ​​of revelation. Thus, an in-depth study of the definition and scope of Islamic educational philosophy is important to emphasize the identity of Islamic education and its relevance in forming a complete human being (insan kāmil). This study uses a qualitative approach with a library research type. The results of this study indicate that the critical and ethical scopes in Islamic educational philosophy complement each other and form a paradigmatic unity. The critical scope functions to dismantle assumptions that restrict human freedom of thought and creativity, the ethical scope provides normative direction so that this freedom does not deviate from human and divine values, and the scope of transformative orientation makes Islamic education an agent of social change.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Pergaulan Bebas Peserta Didik di SMP Wahyu Makassar Wawan Setiawan; Ferdinan Ferdinan; Elli Oschar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah pergaulan bebas peserta didik di SMP Wahyu Makassar, (2) mengetahui upaya mencegah pergaulan bebas peserta didik, dan (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik di SMP Wahyu Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah pergaulan bebas peserta didik di SMP Wahyu Makassar dilaksanakan melalui peran sebagai pendidik, teladan, dan pembimbing spiritual. Guru PAI tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga melakukan pembinaan karakter melalui pendekatan humanis, komunikasi persuasif, serta pembiasaan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pencegahan pergaulan bebas dilakukan melalui kegiatan pembelajaran interaktif, bimbingan keagamaan, pembiasaan ibadah seperti salat berjamaah dan doa bersama, serta penanaman nilai moral dan etika pergaulan Islami. Peran tersebut terbukti efektif dalam membentuk kesadaran siswa untuk menjaga sikap dan perilaku, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kebiasaan berperilaku sesuai ajaran Islam. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, keteladanan guru, serta adanya fasilitas pendukung seperti mushollah dan program keagamaan. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang siswa, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta kurangnya kesadaran sebagian siswa. Meskipun demikian, guru PAI terus melakukan pendekatan dan penyesuaian strategi agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Accuracy of Burial Qibla Orientation in Gowa’s Allata Tradition: An Islamic Astronomy Perspective Alamsyah Alamsyah; Ferdinan Ferdinan; Sulaeman Sulaeman; Hisbullah Salam; Mualimin Mochammad Sahid
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 24, No 1 (2026)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v24i1.3831

Abstract

Determining the Qibla direction for Muslim burials is both a legal and astronomical concern. Yet some indigenous Makassar communities in Gowa Regency, South Sulawesi, continue to rely on Allata, a local tradition for orienting graves through inherited knowledge, prayer, and intuition rather than calibrated instruments. This study examines the accuracy of Allata from an Islamic astronomy perspective using an ethnographic approach and field-based Qibla measurements with Istiwa’aini and a Suunto compass. The findings show deviations of 17°–23° from the required Qibla azimuth of 292°, indicating a substantial gap between customary orientation and astronomical calculation. These deviations matter because burial orientation is not merely a spatial arrangement; it also concerns the religious propriety of placing the deceased toward the Ka‘bah, particularly within the Shafi‘i legal tradition. The findings suggest that Allata should be preserved as a living cultural practice, but its application requires astronomical verification. Structured training for Parewa, simple measurement tools, verified cemetery markers, and collaboration with ‘ilm al-falak experts are needed to improve Qibla accuracy without weakening the cultural authority of the tradition.