Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PADA SISWA SMP KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIPE PISA Diah Ajeng Putri Sabrina; Kadek Rahayu Puspadewi; Putu Ledyari Noviyanti
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i2.7052

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan tingkat kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal-soal tipe PISA berdasarkan level kategori kemampuan literasi matematika dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung kemampuan literasi matematika siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis berupa soal PISA, pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa berdasarkan level PISA berada pada kategori baik sekali pada level 1 (87%), baik pada level 2 (73,33%) dan level 3 (66,67%), kurang pada level 4 (33,33%) dan level 5 (27%), dan kurang sekali pada level 6 (20%). Faktor penghambat dan pendukung yang mempengaruhi kemampuan literasi matematika siswa adalah faktor personal mengenai cara pandang siswa serta rasa percaya diri siswa terhadap kemampuannya dalam pembelajaran matematika dan faktor instruksional yang berasal dari penggunaan metode ajar guru. Untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa, disarankan agar guru membiasakan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal kontekstual.
Analisis Kemampuan Representasi Simbolik Siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari gaya kognitif Yustina Hejang; Gusti Ayu Made Arna Putri; Putu Ledyari Noviyanti
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v6i1.13915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi simbolik siswa SMP Negeri 14 Denpasar dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari gaya kognitif impulsif dan reflektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas IXE SMP Negeri 14 Denpasar yang dikumpulkan berdasarkan GKI dan GKR menggunakan tes MFFT. Data dikumpulkan melalui tes deskriptif untuk mengukur kemampuan representasi simbolik dan wawancara terstruktur untuk menggali proses berpikir siswa. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa 12 siswa (33,33%) berada pada kategori tinggi, 16 siswa (44,44%) kategori sedang dan 8 siswa (22,22%) kategori rendah. Siswa dengan GKI cenderung bekerja cepat namun kurang teliti pada tahap RS1 dan RS2 sehingga hasil yang dibuat kurang lengkap, sedangkan siswa dengan GKR lebih sistematis dan hati-hati pada tahap RS1 dan RS2, meskipun pada kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam membangun model matematis.
PELATIHAN ASESMEN BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI WUJUD PENGUATAN SDM SEKOLAH PENGGERAK DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Gusti Ayu Made Arna Putri; PUTU SUARNITI NOVIANTARI; PUTU LEDYARI NOVIYANTI; NAJWA RIZQI LUQMAN; NI PUTU DHILA PUSPITA; NI MADE WIDYA SEPTYA DEWI
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i1.1854

Abstract

Abstract: This community service activity aims to determine the level of understanding of participants before and after assessment training based on the independent curriculum as a form of strengthening human resources in the propulsion school. The community service activities were carried out at Dwijendra Bualu Middle School on July 6, 2023. Dwijendra Bualu Middle School became an inspirational propulsion school starting 2022. Assessment training based on the independent curriculum was filled by presenters with two related topics, such as differentiated learning assessment and a project to strengthen the profile of Pancasila students (P5). Participants who took part in the training were 10 people from all teachers at SMP Dwijendra Bualu. Before the training begins, participants are given a pre-test to find out the level of understanding of the assessment based on the independent curriculum. Then at the end of the activity, participants were also given a post-test to find out the increment on understanding of the assessment based on the independent curriculum presented by the resource persons. There were 8 questions given to participants using the Wordwall application. In the beginning pre-test results, participants' understanding of the assessment based on the independent curriculum was 70% and the post-test results were 85% after training given. Based on these results, concluded that an increment occurred in participants’ level of understanding after assessment training based on the independent curriculum as a form of strengthening human resources in propulsion school by 21,4%. Keywords : assessment, independent curriculum, propulsion school Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asesmen berdasarkan kurikulum merdeka sebagai wujud penguatan SDM di sekolah penggerak. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMP Dwijendra Bualu pada tanggal 6 Juli 2023. SMP Dwijendra Bualu menjadi sekolah penggerak terinspiratif dimulai pada tahun 2022. Pelatihan asesmen berdasarkan kurikulus merdeka diisi oleh pemateri dengan dua topik yang terkait yaitu asesmen pembelajaran berdiferensiasi dan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Adapun peserta yang mengikuti pelatihan tersebut berjumlah 10 orang dari semua guru di SMP Dwijendra Bualu. Sebelum pelatihan dimulai peserta diberikan pre-test untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman asesmen berdasarkan kurikulum merdeka. Kemudian pada akhir kegiatan peserta kembali diberikan post-tes untuk mengetahui peningkatan pemahaman asesmen berdasarkan kurikulum merdeka yang dipaparkan oleh narasumber. Pertanyaan yang diberikan kepada peserta berjumlah 8 soal dengan menggunakan aplikasi Wordwall. Pada hasil pre-test yang diberikan diawal diperoleh tingkat pemahaman peserta terhadap asesmen berdasarkan kurikulum merdeka sebesar 70% dan setelah diberikan pelatihan diperoleh hasil pos-test sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sesudah diberikan pelatihan asesmen berdasarkan kurikulum merdeka sebagai wujud penguatan SDM di sekolah penggerak sebesar 21,4%. Kata Kunci: asesmen, kurikulum merdeka, sekolah penggerak
Transformasi Media Pembelajaran Literasi dan Numerasi Melalui Pelatihan Quizizz Paper Mode pada Guru Sekolah Dasar Putu Ledyari Noviyanti; Kadek Rahayu Puspadewi; I Made Dharma Atmaja; I Made Wena; Ni Kadek Nadien Istara
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11782

Abstract

Pelatihan dan pendampingan pembuatan media interaktif Quizizz paper mode bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 3 Celuk dalam strategi pembelajaran literasi dan numerasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen nasional yang menunjukkan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta keterbatasan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan ini dirancang dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, praktik penyusunan soal, serta pendampingan intensif. Pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman guru terhadap konsep literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik, serta penerapan Quizizz paper mode sebagai media evaluasi formatif yang menyenangkan, interaktif, dan dapat digunakan tanpa jaringan internet. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan sangat baik, dengan seluruh program yang direncanakan tercapai 100%. Terjadi peningkatan signifikan skor pretest dan posttest peserta pelatihan sebesar 14 poin, dari rata-rata 71 menjadi 85. Guru menunjukkan antusiasme tinggi dan berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi, praktik penyusunan soal, hingga simulasi penggunaan media.