Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Implementasi Model Guided Inquiry pada Materi Pencemaran Air untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Sevira Kartika Sari; Fauziah, An Nuril Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8455

Abstract

Selama ini dalam pembelajaran IPA, keterampilan berpikir kritis bukan menjadi tujuan utama yang akan dicapai, melainkan berkaitan dengan kemampuan kognitif. Keterampilan berpikir kritis peserta didik kurang karena tidak dilatih dan dikembangkan. Kurikulum merdeka belajar menuntut keterampilan selain kemampuan kognitif. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diimplementasikan yaitu, menerapkan proses inquiry daklam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik setelah diimplementasikan model guided inquiry. Penelitian ini termasuk jenis penelitian penerapan dengan desain Pre-eksperimental, sasaran penelitian 29 peserta didik kelas VII di salah satu SMP Negeri Surabaya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes tertulis. Temuan penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis sebesar 0,40 pada kelompok sedang, diikuti peningkatan pada seluruh indikator. Berdasarkan temuan penelitian, penggunaan model guided inquiry untuk mengajar peserta didik tentang pencemaran air dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, guru dapat mempertimbangkan model ini ketika belajar dengan peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya.
Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah (KPM) dengan Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) Adn, Mutiara Melati Jannatul; Fauziah, An Nuril Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8459

Abstract

Problem Based Learning (PBL) memiliki keselarasan dengan indikator keterampilan pemecahan masalah (KPM), dimana menggunakan permaslaahan sebagai pusat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak implementasi PBL terhadap KPM di kalangan peserta didik SMP dalam pembelajaran IPA. Partisipan penelitian ini terdiri dari 30 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 58 Surabaya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Pra-eksperimental. Analisis data melibatkan berbagai tahap pengumpulan data, observasi, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Tes tertulis (pretest dan posttest) digunakan untuk pengumpulan data. Skor uji paired sample t-test ditunjukkan dengan sig. (2 tailed) sebesar 0,000  0,05, terdapat perbedaan KPM peserta didik kelas VIII SMP Negeri 58 Surabaya dan hasil uji N-gain dari rata-rata pretets dan posttest diperoleh 0,73 dengan kriteria peningkatan tinggi, menunjukkan adanya peningkatan KPM. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dan peningkatan KPM IPA khususnya materi nutrisi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 58 Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan implementasi PBL dapat meningkatkan KPM peserta didik SMP Negeri 58 Surabaya.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SMP melalui Model Problem Based Learning (PBL) pada Materi Ekologi Ambarwati, Tri Suci; Fauziah, An Nuril Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8462

Abstract

Berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa pada Abad ke-21, realitanya siswa mengalami kesulitan dalam menumbuhkan keterampilan ini. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa menjadi tujuan utama penelitian ini yang bertujuan untuk merinci proses penerapan model Problem Based Learning ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest design yang merupakan desain pra-eksperimental. Tiga belas siswa kelas tujuh dari SMP Negeri 16 di Surabaya dipilih untuk penelitian ini melalui metode purposive sampling. Alat penelitian meliputi tes berpikir kritis sebelum dan sesudah serta lembar observasi untuk melacak pelaksanaan pembelajaran. Observasi dan pengujian digunakan dalam proses pengumpulan data. Sedangkan tes N-Gain digunakan untuk menguji data yang dikumpulkan baik dari pretest maupun posttest kemampuan berpikir kritis, pendekatan analisis data dalam penerapan pembelajaran menentukan skor rata-rata setiap unsur dari lembar observasi. Metode pemeriksaan deskriptif terhadap kegiatan proses belajar mengajar menghasilkan tingkat keberhasilan yang tinggi. Dengan menggunakan paradigma PBL diperoleh hasil bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan perhitungan N-Gain menghasilkan kategori tinggi. Temuan ini mendukung gagasan bahwa penggunaan paradigma PBL dengan sumber daya lingkungan dapat membantu siswa SMP mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya.
Analisis Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa melalui Orientasi Masalah Berbasis Wawancara pada Model Problem Based Learning Rahmadhani, Kharisma Dwinda; Fauziah, An Nuril Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8516

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah menjadi salah satu dari keterampilan abad ke-21 yang berpotensi untuk dikembangkan dan model pembelajaran yang mampu menunjang keterampilan siswa dalam memecahkan masalah ialah model problem based learning. Tujuan dilangsungkannya penelitian ini adalah untuk mengukur adanya peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa melalui keterbaruan berupa orientasi masalah berbasis wawancara pada model problem based learning. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas VIII-A SMP Negeri 58 Kota Surabaya. Metode yang dipergunakan adalah pre-experimen design dengan rancangan one group-pretest-posttest. Keterampilan pemecahan masalah siswa diukur dengan instrument pretest dan posttest sebanyak 5 butir soal uraian berdasarkan indikator Bransford & Stain. uji N-Gain dipergunakan untuk menganalisis data dan didapatkan hasil sebanyak 57% siswa termasuk dalam golongan tinggi dan 43% siswa termasuk dalam golongan sedang. Indikator tertinggi terdapat pada indikator mengidentifikasi masalah dengan hasil N-gain sejumlah 0,82. Indikator terendah terdapat pada indikator menentukan solusi dengan hasil N-gain sejumlah 0,61. Maka dapat ditarik kesimpulan jika orientasi masalah berbasis wawancara pada model problem based learning mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah.