Nailul Fauziah
Fakultas Psikoilogi, Universitas Diponegoro

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 46 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA PANTI ASUHAN DI SEMARANG Lupitasari, Niken; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.837 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19761

Abstract

Tolong menolong dalam diri remaja saat ini sudah mulai memudar. Hal ini dikarenakan adanya gaya hidup hedonis dan sikap individualitas pada diri remaja. Dalam berinteraksi remaja seharusnya mempunyai kecenderungan untuk berperilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari, terutama remaja panti asuhan dimana setiap harinya bergantung satu sama lain dengan pengasuh dan teman-teman di panti asuhan. Akan tetapi, umumnya anak panti asuhan memiliki kepribadian inferior yang berakibat pada tinggi rendahnya harga diri remaja untuk berinteraksi dengan sesama. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku prososial. Populasi penelitian ini adalah remaja panti asuhan di Semarang yang berusia 12-19 tahun, dengan jumlah populasi dan sampel yang sama yaitu 152 orang. Sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Harga Diri (39 aitem) dan Skala Kecenderungan Perilaku Prososial (34 aitem). Analisis regrsi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku prososial (nilai signifikansi 0,000; p<0,05), yang berarti bahwa semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi kecenderungan perilaku prososial. Sumbangan efektif sebesar 0,241 berarti bahwa harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 24,1% pada kecenderungan perilaku prososial, sedangkan 75,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SUAMI YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA Sari, Anggit Nurmalita; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.96 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15432

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan penilaian subjektif mengenai kualitas hubungan pernikahan, yang didalamnya terdapat beberapa aspek yang harus terpenuhi oleh masing-masing pasangan, sehingga pasangan merasa puas akan pernikahannya. Individu dengan kepuasan pernikahan yang tinggi tandanya memiliki komunikasi, pemecahan masalah dan beberapa aspek dalam kepuasan pernikahan yang bagus dengan pasangan. Komunikasi yang bagus antar pasangan dapat dicapai dengan empati yang dimiliki antar pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dengan kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 106 karyawan dengan sampel penelitian 52 karyawan. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling yaitu melakukan randomisasi terhadap kelompok. Pengumpulan data menggunakan Skala Empati dan Skala Kepuasan Pernikahan yang masing-masing terdiri dari 24 aitem dengan nilai α = 0.879 untuk Skala Empati dan α = 0.842 untuk Skala Kepuasan Pernikahan. Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil rxy = 0.476 pada p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan yang signifikan positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa suami yang memiliki istri bekerja memiliki kepuasan pernikahan yang rendah, salah satunya dikarenakan memiliki empati yang rendah. Empati memberikan sumbangan efektif sebesar 22,7% sedangkan 77,3% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN PADA AYAH DENGAN KECERDASAN ADVERSITAS SISWA SMP DAARUL QUR’AN Azizah, Nur; Fauziah, Nailul
Empati Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.023 KB)

Abstract

Kecerdasan adversitas merupakan kemampuan individu dalam menghadapi suatu kesulitan, tekanan, tantangan atau ujian hidup serta seberapa jauh individu terus berjuang menghadapi dan mengatasi masalah yang ditemui untuk mencapai tujuan. Kelekatan aman dengan ayah merupakan hubungan emosional yang kuat antara remaja dengan ayah yang bersifat interaktif, dekat dan terus menerus, berpengaruh secara positif pada kesehatan emosional, perkembangan kognitif, kompetensi sosial, kemampuan interpersonal, dan self esteem pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman pada ayah dengan kecerdasan adversitas di SMP Daarul Qur’an Ungaran. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan cluster random sampling dengan jumlah 153 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu skala kecerdasan adversitas (26 aitem α ; = 0,881) dan skala kelekatan aman pada ayah (32 aitem α ; = 0,922). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kelekatan aman pada ayah dengan kecerdasan adversitas di SMP Daarul Qur’an Ungaran. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,373 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kelekatan aman pada ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 13,9%. Kata Kunci: Kelekatan Aman pada Ayah, Kecerdasan Adversitas, remaja penghafal Al Qur’an
PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN STRES KERJA PADA DRIVER PT. MULTI BINATRANSPORT Nirmala, Fitria; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.357 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan transaksional dengan stres kerja pada Driver Trailer PT. Multi BinaTransport. Subjek dalam penelitian ini adalah semua driver pada PT. Multi Binatransport yang berjumlah 60 orang, sampel diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi berupa Skala Stres Kerja (29 aitem valid, α = 0,912) dan Skala Persepsi Terhadap Kepemimpinan Transaksional (25 aitem valid, α = 0,884). Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,328 dengan p = 0,011 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara persepsi terhadap kepemimpinan transaksional dengan stres kerja. Semakin positif persepsi terhadap kepemimpinan transaksional maka semakin rendah stres kerja pada karyawan begitupun sebaliknya. Persepsi terhadap kepemimpinan transaksional memberikan sumbangan efektif sebesar 10,7 % pada stres kerja dan 89,3% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN BURNOUT PADA GURU BERSERTIFIKASI DI SMA NEGERI KECAMATAN BOJONEGORO Avionela, Fadila; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.178 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15440

Abstract

Burnout merupakan keadaan kelelahan secara mental, fisik, dan emosional yang terjadi akibat stres dalam waktu yang cukup panjang yang dapat menyebabkan menurunnya prestasi kerja. Individu dengan tingkat burnout rendah tandanya dapat mengenali dan mengelola emosi yang dirasakan oleh diri sendiri sehingga dapat memotivasi diri sendiri ketika muncul burnout. Kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri serta memotivasi diri sendiri merupakan ciri-ciri dari kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan burnout pada guru bersertifikasi di SMA Negeri Kecamatan Bojonegoro. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 128 guru dengan sampel penelitian 64 guru. Penentuan sample penelitian menggunakan cluster random sampling yaitu melakukan randomisasi terhadap kelompok. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecerdasan Emosi dan Skala Burnout yang masing-masing terdiri dari 35 aitem dengan nilai α = .91 pada kedua variabel. Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil rxy = -.90 pada p = .000 (p<.001), artinya terdapat hubungan yang signifikan negatif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru bersertifikasi di SMA Negeri Kecamatan Bojonegoro mengalami tingkat burnout yang rendah karena memiliki kecerdasan emosi yang baik. Kecerdasan emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 81 % sedangkan 19 % sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PRESENTASI DIRI DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA DI SMA TARUNA NUSANTARA Royyana, Dwini Aisha; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.392 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15162

Abstract

Kesepian dapat dialami secara subjektif oleh siapa saja. Kesepian adalah perasaan individu yang kurang menyenangkan, bercirikan perasaan terasing dan hubungan yang kurang bermakna dengan individu lain. Berkaitan dengan hubungan interpersonal dan penerimaan sosial, individu mengembangkan keinginan dan usaha menampilkan kesan yang baik melalui presentasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara presentasi diri dengan kesepian pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Taruna Nusantara kelas X dan sampel penelitian berjumlah 126 subjek. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan skala kesepian (34 aitem valid dengan α=0,922) dan skala presentasi diri (22 aitem valid dengan α=0,883). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan nilai rxy = -0,286 dengan p = 0,001 (p<0,05), artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara presentasi diri dengan kesepian. Semakin baik presentasi diri, maka semakin rendah kesepian yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian presentasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 8.2% terhadap kesepian yang dialami oleh remaja di kelas X SMA Taruna Nusantara, sedangkan, 91,8 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL DENGANKECENDERUNGAN PERILAKU KONSUMTIF PADAPENGGEMAR BATUAKIK DAN BATU MULIADI SEMARANG Meganingrum, Riska; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.345 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15156

Abstract

Identitas sosial adalah gambaran diri individu bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu kelompok tertentu. Sedangkan, kecenderungan perilaku konsumtif adalah suatu niat mengonsumsi barang dan jasa yang bukan merupakankebutuhan individu untuk memenuhi kepuasan tanpa didasarkan pada pertimbangan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik sampling insidental. Jumlah sampel adalah 65 orangsubjek. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dewasa yang membeli batu akik dan batu mulia di Semarang lebih dari 10 dengan alasan untuk memenuhi keinginan. Pengumpulan data menggunakan dua skala model Likert yaitu skala Identitas Sosial (27 aitem, α= 0,918) dan skala Kecenderungan Perilaku Konsumtif (32 aitem, α= 0,939). Analisis hasil data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,730 dengan p = 0,000 (p <0,001). Hasil tersebut menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan positif antaraidentitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Nilai koefisiensi determinasi (R Square) pada variabel identitas sosial dan variabel kecenderungan perilaku konsumtifmenunjukkan hasil sebesar 0,533. Hasil tersebut memiliki arti bahwa identitas sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 53,3 % terhadap kecenderungan perilaku konsumtif.
KARENA HIDUP HARUS TERUS BERJALAN (Sebuah Studi Fenomenologi Kehidupan Orang dengan HIV/AIDS) Indriani, Septiana Dewi; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.582 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15163

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang banyak ditemui di masyarakat. Data mengenai kasus HIV dan AIDS semakin bertambah setiap hari. Selain menjadi permasalahan medis, HIV/AIDS juga menjadi problematikabidang sosial, terkait stigma dan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengalaman hidup Orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang akan dianalisis menggunakan teknik eksplikasi data. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dari teknik snowball dengan pola penularan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap subjek memiliki dinamika psikologis yang berbeda. Ketiga subjek memiliki respon yang berbeda dalam menghadapi diagnosa HIV dan permasalahan yang dihadapi. Ketiga subjek memilih strategi coping yang berbeda. AG dan R menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi, sedangkan A menggunakan strategi coping yang berfokus pada penyelesaian masalah.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO Irawati, Mia Dewi; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.146 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21745

Abstract

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menjadi pencari kerja (job seeker) saja tetapi juga diharapkan untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Salah satu cara untuk menciptakan lapangan pekerjaan yaitu dengan berwirausaha. Motivasi berwirausaha dibutuhkan sebagai pendorong bagi individu untuk mengolah sumber daya demi mencapai tujuan. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengelola emosi dimana individu dapat mengelola emosi, bertahan menghadapi stres, berempati, dan tidak mudah putus asa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi berwirausaha pada mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 274 mahasiswa, dengan sampel penelitian sebanyak 166 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik convenience. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Motivasi Berwirausaha (35 aitem, α=0,913) dan Skala Kecerdasan Emosional (22 aitem, α=0,872). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan motivasi berwirausaha sebesar rxy=0,453 dengan p=0,000 (p<0,001). Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif terhadap motivasi berwirausaha sebesar 20,5%. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional; Motivasi Berwirausaha; Mahasiswa 
HUBUNGAN ANTARA SELF MONITORING DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA RANTAU MINANG DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sari, Fachrunissa Wulan; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.053 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23568

Abstract

Penyesuaian sosial adalah proses individu dalam memenuhi kebutuhan sosial secara efektif dan profesional sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis dengan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan sosialnya. Self monitoring ialah kemampuan individu dalam mengatur presentasi diri sesuai dengan yang ada di lingkungan untuk mendapatkan kesan ideal dari orang lain dan diri sendiri sehingga membuat individu berperilaku sama dengan orang sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self monitoring dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa rantau Minang di Universitas Diponegoro. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara self monitoring dengan penyesuaian sosial. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 150 mahasiswa, dengan sampel penelitian sebanyak 105 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala penyesuaian sosial (22 aitem, α=0,878) dan skala self monitoring (28 aitem, α=0,917). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self monitoring dengan penyesuaian sosial sebesar rxy=0,590 dengan p=0,000 (p<0,05). Self monitoring memberikan sumbangan efektif terhadap penyesuaian sosial sebesar 34,8%.Â