Claim Missing Document
Check
Articles

PSYCHOLOGICAL WELL-BEING ON CELEBRITY WORSHIP LEVELS IN EARLY ADULT KOREAN POP (K-POP) FANS Priskylla Anindya Oktavinita; Krismi Diah Ambarwati
Jurnal Ilmiah Psyche Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Psyche
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jpsyche.v16i2.2094

Abstract

Many K-Pop fans in Indonesia, especially early adults, could lead them to celebrity worship. Celebrity worship is the worship that fans do to their idol celebrity. One of the factors that cause celebrity worship behavior is the low level of psychological well-being. Psychological well-being (PWB) is individuals’ positive attitudes towards themselves and their social environment. This research is a quantitative study with simple linear regression analysis that aims to determine the effect of PWB on celebrity worship. This study used instruments the Ryff’s Psychological Well-Being Scales and the Celebrity Attitude Scales distributed through Google Form. The participants in this study were 378 members who joined one of the K-Pop groups on social media. The results showed that the significance value was 0,208>0,0005 (p>0,0005), so there was no significant effect between PWB on celebrity worship in early adults who like K-Pop. It concluded that the PWB does not affect the level of celebrity worship
Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Impulsive Buying Produk Fashion di Masa Pandemi Pada Mahasiswa Melalui Aplikasi Belanja Online Desriyani Chindhy Salamba; Krismi Diah Ambarwati
Economics and Digital Business Review Vol. 4 No. 1 (2023): Agustus - January
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v4i1.455

Abstract

This research was conducted to determine the relationship between self control and impulsive buying of fashion products during the pandemic in students through online shopping applications for students throughout Indonesia. Students are individuals who are in the transition period from adolescence to adulthood and will make efforts to explore themselves such as trying various kinds of fashion products. The research method used is quantitative with correlational analysis, with a total of 350 participants who are students of the class 2018-2022 throughout Indonesia. Data collection was carried out using a self control scale with an alpha cronbach value of 0.750 and an impulsive buying scale with an alpha cronbach value of 0.838. Based on the product moment correlation test, pearson is known to have a value of r (r= -0,415) with a value of sig = 0.000 (p < 0.05) then it means that there is a significant negative relationship between self control and impulsive buying. The higher the self-control, the lower the impulsive buying in students when shopping for fashion products. This research is useful for students to be able to control themselves from their needs, not the desire to buy fashion products online.
Agresivitas Pada Remaja Akhir Perempuan Pengguna Game Online Jenis Massively Multiplayer Online First Person Shooter Hana Gracella Ratu; Krismi Diah Ambarwati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13155

Abstract

Fenomena perilaku agresif pada remaja pengguna game online bukanlah peristiwa yang baru terjadi. Game online merupakan salah satu penyebab munculnya perilaku agresif pada remaja pengguna game online. Kini pengguna game online tidak hanya dari kalangan remaja laki-laki, namun juga dari kalangan remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti gambaran perilaku agresif remaja akhir perempuan pengguna game online jenis massively multiplayer first person shooter (MMOFPS). Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis data penelitian dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari temuan menunjukkan perilaku agresif pada subjek dipicu oleh adanya emosi marah yang dirasakan saat bermain game online dan para subjek mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi. Bentuk perilaku dalam mengekspresikan emosi marah adalah dengan mengeluarkan kata kasar berupa makian, melempar benda yang ada disekitar, emosional pada diri sendiri dan orang lain, adanya permusuhan, dan mengabaikan panggilan dari orang tua.
Dukungan Sosial dan Postpartum Depression pada Ibu Suku Jawa Wiyanto, Bunga Elsharon; Ambarwati, Krismi Diah
Psychopreneur Journal Vol. 5 No. 2 (2021): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/psy.v5i2.2270

Abstract

This study aims to examine the correlation between social support and postpartum depression in Javanese mother after giving birth. The hypothesis in this study there is negative relation between social support and postpartum depression in Javanese mother after giving birth. The study used a correlational quantitative research design and the research sample used purposive sampling technique on 34 Javanese mother after giving birth. The measuring instruments used are the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) and the Postpartum Social Support Questionnaire (PSSQ). Based on the results of the study, the results of the correlation coefficient (r) = 0.138 with a value of sig = 0.219 (p <0.05), which mean there was no negative relationship between social support and postpartum depression in Javanese mothers after giving birth. Thus, the hypothesis proposed in this study is not be accepted.
Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Asal Sulawesi Utara Yang Merantau Di Salatiga Preasthe Andris; Krismi Diah Ambarwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran penyesuaian diri pada mahasiswa usia remaja asal Sulawesi Utara dalam menghadapi perbedaan budaya perantauan di Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yang dilakukan yaitu fenomenologi, yang akan mendeskripsikan tentang pemaknaan secara umum dari beberapa partisipan tentang penyesuaian diri pada mahasiswa usia remaja asal Sulawesi Utara menghadapi perbedaan budaya di Salatiga. Pada penelitian ini mengumpulkan data dengan cara wawancara dan observasi kepada masing-masing partisipan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang bergabung dalam etnis Pinaesaan dan berkuliah di Universitas Kristen Satya Wacana yang mampu menyesuaikan diri ketika merantau. Hal lain yang ditemukan dari ketiga partisipan dimana mereka mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar, dimana mereka mampu mengantisipasi diri mereka ketika merindukan orang tua yang terpisah jauh, memiliki peran penting dalam diri untuk mengontrol emosi yang dialami oleh partisipan, mendapatkan dukungan dari teman terdekat di perantauan, serta mampu menyesuaikan diri dalam dunia akademik sebelum pandemik dan setelah pandemik.
DINAMIKA RISK TAKING BEHAVIOR PADA ATLET PARALAYANG PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH Sakina Lupita Satiti; Krismi Diah Ambarwati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 9: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga Paralayang merupakan salah satu olahraga ekstrim karena dilakukan di alam bebas dan memiliki risiko tinggi bagi keselamatan penerbangnya. Penerbangan bebas dengan menggunakan parasut seringkali dilakukan dari lereng bukit dibantu angin yang berhembus. Ketidakpastian situasi dan kondisi alam selama penerbangan membuat Olahraga Paralayang berisiko tinggi. Tingginya risiko dalam Olahraga Paralayang menjadi tantangan bagi para atlet dan memicu keinginan untuk mendapatkan sensasi intens yang luar biasa. Perilaku suka mencari tantangan, risiko, tindakan berbahaya namun masih bisa diterima lingkungan sosial ini disebut dengan risk-taking behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika risk-taking behavior pada atlet Paralayang perempuan yang sudah menikah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif yaitu data berdasarkan peristiwa yang dialami dikumpulkan dalam bentuk verbatim dan dideskripsikan untuk mengungkap pengalaman individu. Sampel penelitian ini adalah 3 atlet Paralayang perempuan yang sudah menikah. Hasil penelitian ini antara lain ditemukan adanya dinamika risk-taking behavior dalam hal karakteristik kepribadian, risiko yang dihadapi, munculnya emosi positif dan negatif selama melakukan penerbangan, persiapan matang sebelum penerbangan, mempertahankan atensi selama penerbangan, koping pasca kecelakaan terbang, dan usaha menyeimbangkan peran atlet perempuan dan ibu rumah tangga.
Penerimaan Diri Pada Remaja Wanita di Universitas Kristen Satya Wacana yang Mengalami Body Shaming Kelin Karpillia Tadius; Krismi Diah Ambarwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1884

Abstract

Penerimaan diri adalah sikap yang merasa dimana seseorang merasa puas akan diri sendiri dan mudah untuk mencintai diri sendiri. Di masa remaja atau peralihan dari anak-anak menuju dewasa, ada banyak remaja yang mengalami kesulitan untuk menerima dirinya sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh maraknya perilaku body shaming yang terjadi dikalangan remaja. Body shaming adalah fenomena bullying atau mengomentari bentuk tubuh seseorang. Body shaming ditujukan pada bentuk tubuh, wajah, warna kulit, hingga rambut. Perilaku Body shaming tentunya membuat seseorang akan sulit untuk menerima dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan diri pada remaja wanita yang pernah mengalami body shaming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua remaja Universitas Kristen Satya Wacana yang pernah mengalami body shaming kurang dari dua tahun lalu. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kedua partisipan mengalami body shaming saat anak-anak hingga remaja. Body shaming yang diberikan kepada partisipan memunculkan dampak pada kedua remaja sehingga adanya ketidakpuasan pada bentuk tubuh dan membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Dalam upaya penerimaan diri yang dilakukan oleh kedua partisipan juga ditemukan faktor yang menyebabkan kedua partisipan mengalami kesulitan dalam menerima dirinya sendiri karena dampak dari perlakuan body shaming yang keduanya terima.
Kematangan Emosional Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua Amita Nur Permatasari; Krismi Diah Ambarwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.2137

Abstract

Kasus perceraian pada orang tua dapat menimbulkan dampak yang besar bagi remaja. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana keadaan kematangan emosional pada remaja korban perceraian orang tua. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case studies). Adapun informan dalam penelitian ini adalah dua remaja korban perceraian orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi, wawancara dilakukan dengan format percakapan dan tanya jawab antara peneliti dan subjek penelitian, sedangkan dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data dengan menggunakan rekaman suara dan foto dari kedua partisipan. Penelitian ini menggunakan dua sampel yang dipilih secara purposive sampling dengan karakterisitik usia 18-21 tahun remaja korban perceraian orang tua. Analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menggambarkan tema-tema yang muncul yaitu: reaksi emosi pada terkait perceraian orang tua, pengendalian diri, penyesuaian diri, penerimaan diri, empati, pengembangan diri. Dapat dibuktikan bahwa kedua partisipan mencoba untuk mengontrol dan mengendalikan diri, memotivasi diri untuk bangkit menjadi lebih baik di masa mendatang.
Psychological Well-Being Pada Remaja Akhir Korban Perceraian Orang Tua Di Kabupaten Pati Bianca Mayang Pribadi; Krismi Diah Ambarwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.2139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Psychological well-being remaja akhir korban perceraian orang tua dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Kriteria partisipan dalam penelitian ini yaitu dua remaja akhir perempuan dan laki-laki berusia 18 sampai 21 tahun mengalami perceraian orang tua yang tinggal bersama dengan saudaranya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Wawancara ini dilakukan dengan dialog tanya jawab untuk memperoleh informasi dari partisipan, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai bukti pengumpulan data menggunakan rekaman video dan foto dari kedua partisipan. Psychological well-being ini dapat dilihat dari beberapa aspek yang mempengaruhi diri seseorang yaitu penerimaan diri, relasi dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, pengembangan diri dan tujuan hidup. Terdapat juga dua faktor yang mempengaruhi psychological well-being seseorang yaitu dampak perceraian dan coping stress. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh perceraian terhadap psychological well-being seseorang. Dapat dibuktikan bahwa pada kedua partisipan mencoba untuk memperbaiki dan mengontrol diri dengan baik, agar di masa depan dapat memiliki psychological well-being yang baik.
Self-Efficacy dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Rantau dari Luar Pulau Jawa Nola Marsela Gendolang; Krismi Diah Ambarwati

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3759

Abstract

Self-efficacy memengaruhi quarter life crisis. Individu dengan self-efficacy yang tinggi akan cenderung memiliki rasa yakin dan percaya akan kemampuan yang dimiliki dalam melewati suatu persoalan. Maka, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa rantau dari luar pulau Jawa di Kota Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa rantau dari luar pulau Jawa di Kota Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah 335 mahasiswa rantau dari luar pulau Jawa di kota Salatiga yang berusia 18-29 Tahun. Teknik sampling yang digunakan yaitu probability sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala quarter life crisis dengan nilai α = .886 dan skala self-efficacy dengan nilai α = .881. Data penelitian diproses dengan menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dengan bantuan program SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan quarter life crisis, yang dapat diartikan semakin rendah self-efficacy maka semakin tinggi quarter life crisis, begitu pun sebaliknya. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima.