Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SALEP MATA DI DESA RANDUSANGA KULON: Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Salep Mata Di Desa Randusanga Kulon MAGHFIROH, TITIK TUSLIKHATUN; Fajarini, Hanari; Febriani, Alik Kandhita
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 7 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v7i1.1746

Abstract

Penggunaan salep mata tanpa pemahaman yang tepat masih sering terjadi di Desa Randusanga Kulon. Kurangnya edukasi mengenai aturan pakai, efek samping, dan penyimpanan berpotensi menimbulkan komplikasi seperti infeksi dan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan salep mata. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 99 responden, dipilih melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori “cukup” dengan rata-rata skor 45,2%. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi melalui tenaga kesehatan dan media informasi yang mudah diakses masyarakat untuk mencegah risiko penggunaan yang tidak tepat. Kata Kunci: Pengetahuan, Salep Mata, Edukasi Kesehatan, Swamedikasi, Randusanga Kulon
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN TABLET HISAP FRADIOMYCIN-GRAMICIDIN DI DESA KEBOLEDAN: Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Tablet Hisap Fradiomycin-Gramicidin Di Desa Keboledan Sari, Nova Ardita; Fajarini, Hanari; Febriani, Alik Kandhita
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 7 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v7i1.1750

Abstract

Tablet hisap fradiomycin-gramicidin termasuk obat keras dan antibiotik yang sering dikonsumsi sembarangan oleh masyarakat awam. Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh obat berbentuk bolong seperti permen polo dengan rasa yang nyaman untuk di konsumsi. Namun, penggunaan obat ini memerlukan pemahaman yang tepat, mengingat adanya risiko resistensi bakteri serta efek samping jika digunakan tidak sesuai aturan. Dari temuan awal peneliti sebagian masyarakat Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes masih banyak yang menggunakan tablet hisap fradiomycin-gramicidin yang kurang tepat. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan penggunaan tablet hisap fradiomycin-gramicidin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tablet hisap fradiomycin-gramicidin di Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner unruk mengambil pernyataan masyarakat sebagai bahan uji dalam penelitian. Penelitian iini menggunakan 100 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil rata-rata rekapitulasi skor ini sebesar 46,0%, sehingga disimpulkan bahwa pengetahuan tentang tablet hisap fradiomycin-gramicidin di Desa Keboledan adalah cukup.
EVALUASI PROSEDUR PEMUSNAHAN LIMBAH OBAT PADA KLINIK DI KECAMATAN LOSARI: Evaluasi Prosedur Pemusnahan Limbah Obat pada Klinik Di Kecamatan Losari Apriliyaningsih, Chandra; Fajarini , Hanari; Febriani, Alik Kandhita
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 7 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v7i1.1757

Abstract

Limbah obat atau limbah farmasi adalah limbah yang terdiri dari berbagai obat yang sudah melewati batas waktu yang ditetapkan, obat yang dibuang oleh masyarakat atau dikembalikan oleh pasien, obat-obatan yang terkontaminasi dari batch atau kemasan yang tidak memenuhi syarat, obat-obatan yang tidak lagi dibutuhkan oleh institusi yang bersangkutan. Obat rusak atau kedaluwarsa termasuk dalam golongan limbah farmasi. Limbah farmasi ini mencakup produk farmasi yang sudah kedaluwarsa, tidak digunakan, tumpah, atau terkontaminasi sehingga harus dibuang. Limbah farmasi juga termasuk dalam limbah B3. Pengelolaan limbah B3 adalah kegiatan yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur pemusnahan limbah obat di Klinik Yusuf Yakub yang terletak di kecamatan Losari. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti adalah instrumen kunci untuk memaknai dan menginterpretasikan setiap fenomena, gejala dan situasi sosial tertentu. Karena itu peneliti perlu menguasai teori untuk menganalisis kesenjangan yang terjadi antara konsep teoritis dengan fakta yang terjadi di lapangan. Hasil dari penelitian ini bahwasannya pengelolaan limbah obat di Klinik Yusuf Yakub sudah baik tinggal di tambahkan tempat atau ruangan penyimpanan sementara limbah yang terpisah dari gudang obat. Temuan ini menjadi hal baru dalam konteks pengelolaan limbah obat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, karena masih banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang belum mengelola limbah obat sesuai dengan peraturan peraturan yang berlaku.
Aktivitas antioksidan produk nutrasetikal powder drink dari sari kulit bawang merah brebes (Allium cepa L. var. aggregatum): Antioxidant activity of nutraceutical powder drink products from brebes red onion peel juice (Allium cepa L. var. aggregatum) Febriani, Alik Kandhita; Purwanti, Yunika; Balfas, Rifqi Ferry; Maesarah, Ifani
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v16i1.5801

Abstract

Red onion peel (Allium cepa L. var. aggregatum) is waste from red onion processing products whose utilization has not been maximized. It is known that red onion peel contains bioactive compounds such as flavonoids, anthocyanins and phenolic acids, which have antioxidant potential. Even onion peels have higher antioxidant activity than the bulb. The aim of this research is to make powder drink from Brebes red onion peels with a red onion peel concentration of 20% (SKB20), 40% (SKB40) and 60% (SKB60). Apart from that, this research also aims to evaluate the antioxidant activity of powder drink compared to onion peel juice. Red onion peel extraction uses a filtering process with water. This powder drink was made using the foam mate drying method. The antioxidant activity was measured using the DPPH method. In phytochemical testing, red onion peel contains flavonoids, saponins, terpenoids and polyphenols. The antioxidant activity test results for the red onion peel juice, powder drink with SKB20, SKB40, SKB60 formulas were 151,70 ± 0,10 ppm, 726,77 ± 0,22 ppm, 647,14 ± 0,25 ppm, 192,3 ± 0,25 ppm respectively. The highest IC50 value was SKB60 formula, which is an active antioxidant in the weak antioxidant category. At concentrations of 20% (SKB20) and 40% (SKB40), the IC50 showed non-active antioxidants. These results showed that red onion peel made into powder drink decreases antioxidant activity compared to the antioxidant activity of onion peel juice (151,7 ppm).
UJI FITOKIMIA DAN KLT DARI LIMBAH DAUN BAWANG MERAH KERING DAN DAUN BAWANG MERAH SEGAR BREBES (Allium cepa L. var. aggregatum): Uji Fitokimia dan KLT Dari Limbah Daun Bawang Merah Kering dan Daun Bawang Merah Segar Brebes (Allium Cepa L. Var. Aggregatum) Febriani, Alik Kandhita; Dewantoro, Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Rahmawati, Yuniarti Dewi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i2.1769

Abstract

Bawang merah adalah komoditas utama kabupaten Brebes. Limbah bawang merah pun semakin meningkat seperti limbah daun bawang merah kering. Limbah ini biasa digunakan untuk makan ternak ataupun pupuk organik. Bawang merah secara tradisional banyak dimanfaatkan Masyarakat untuk mengobati demam, pusing dan influensa. Bawang merah juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler, diabetes dan mampu menurunkan resiko terjadinya kanker. Untuk itu, penelitian tentang kandungan senyawa dilakukan terhadap limbah daun bawang merah kering dan daun bawang merah segar untuk mengetahui dan membandingkan potensinya. Metode penelitian dilakukan dengan skrining fitokimia dan KLT untuk mengetahui adanya senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Untuk KLT dilakukan untuk mengetahui adanya senyawa kuersetin. Hasilnya, alkaloid tidak terdapat dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar. Kandungan saponin, flavonoid, dan tanin memiliki hasil positif untuk kedua sampel. Senyawa kuersetin juga diidentifikasi ada dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar. Namun intensitas noda KLT lebih terlihat pada daun bawang merah segar. Kesimpulannya, limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Alkaloid tidak terdapat dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar.