Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : REKAYASA

ANALISA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN WILAYAH PESISIR SELAT MADURA Hidayah, Zainul; Suharyo, Okol Sri
Rekayasa Vol 11, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.212 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v11i1.4120

Abstract

Kawasan pesisir merupakan wilayah dengan tingkat pemanfaatan yang tinggi dan rentan terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Kerusakan ekosistem, pencemaran lingkungan, perubahan penggunaan lahan, konflik kepentingan sosial adalah beberapa permasalahan utama yang timbul sebagai dampak eksploitasi manusia terhadap kawasan pesisir. Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali merupakan ancaman terhadap daya dukung dan kelestarian sumberdaya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan pola penggunaan lahan wilayah pesisir Selat Madura memanfaatkan citra satelit Landsat 8; (2) menganalisa perubahan pola penggunaan lahan wilayah pesisir; (3) mengukur akurasi pemetaan pola penggunaan lahan wilayah pesisir Selat Madura. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan intrepetasi terhadap hasil pengolahan citra satelit Landsat dengan teknik klasifikasi supervised classification menggunakan algoritma maximum likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kelas penggunaan lahan yang dominan di wilayah pesisir Selat Madura yaitu : pemukiman, sawah, ladang, hutan pesisir dan tegalan. Perhitungan uji akurasi dengan membandingkan hasil analisa penggunaan lahan dari dengan hasil observasi lapang menggunakan Confusion Matrix didapatkan nilai akurasi 86%.
MODEL PENENTUAN KAWASAN EKOWISATA BAHARI DENGAN PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Wardhani, Maulinna Kusumo; Hidayah, Zainul
Rekayasa Vol 5, No 2: Oktober 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.886 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i2.2117

Abstract

Pulau Gili Timur Bawean terletak di Kabupaten Gresik yang memiliki 3 ekosistem khas pesisir secara bersama-sama (ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang). Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan potensi sumber daya alam pesisir Pulau Gili Timur Bawean dan menganalisa kesesuaian wilayah pesisir Pulau Bawean untuk dikembangkan sebagai obyek ekowisata bahari. Metodologi penelitian ini mengunakan metode survei dengan analisis kesesuaian kawasan ekowisata menggunakan skoring dan pembobotan. Potensi sumberdaya pesisir dan lautan Pulau Gili Timur Bawean Kabupaten Gresik antara lain persentase tutupan terumbu karang hidup mencapai 60% pada kedalaman 5 meter dan 37.70% pada kedalaman 10 meter, vegetasi mangrove dengan tegakan sekitar 300-400 pohon dengan luas kurang lebih sekitar 14.887,255 m2 (1.488 Ha), dan ekosistem lamun dengan persentase penutupan lamun kuran lebih 20%. Potensi ekowisata selam dan rekreasi pantai berada di sebelah barat, timur atau selatan pulau. Parameter yang paling mendukung daerah ini adalah terumbu karang yang indah dengan persentase tutupan karang dengan kategori baik, yaitu 50-65 %.
Pemodelan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Kesesuaian Wilayah Perairan dan Pesisir Selat Madura Hidayah, Zainul; Wiyanto, Dwi Budi
Rekayasa Vol 14, No 1: April 2021
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v14i1.9987

Abstract

The coastal area of the Madura Strait stretches from Surabaya City to the east to Situbondo Regency and includes the southern part of Madura Island. The aim of this research is to map the suitability of the waters and coastal areas of the Madura Strait using GIS modeling. Mapping of the designation of the waters and coastal areas of the Madura Strait was carried out by overlaying spatial data covering bio-physical parameters including water transparency, pH, water substrate, temperature, salinity, and depth. The designation of water areas is divided into three classes, namely capture fisheries, tourism and conservation purposes. The spatial data used comes from several sources, namely the results of water quality surveys, Landsat 8 satellite imagery, bathymetry data / sea depth and Rupa Bumi Indonesia (RBI) maps at a scale of 1: 25,000. For water quality data comes from the results of a survey by the Marine and Fisheries Service of East Java Province in 2019 at 78 observation points in the waters of the Madura Strait. Water quality parameters used in GIS modeling are pH, salinity, brightness and temperature. The data for each observation point were then interpolated using the Kringing method. Landsat 8 satellite imagery is used to map the condition of the bottom substrate waters. Meanwhile, the depth data was downloaded from GEBCO (General Bathymetric Charts of the Oceans). The result of overlaying thematic maps shows that 37.69% (8586.69 km2) of the area of the Madura Strait is suitable for capture fisheries activities, then 10.28% (2341.02 km2) is suitable for marine tourism areas and 19.06 % (4343.4 km2) suitable for conservation areas. Meanwhile, 32.97% (7511.94 km2) can be used as conservation and tourism areas.