Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : open access driverset

Focus Group Discussion sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui Pengembangan Buku Ajar Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21325510

Abstract

Bahasa Gorontalo merupakan salah satu bahasa daerah yang menghadapi ancaman penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, belum tersedianya buku ajar yang sesuai untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), serta belum optimalnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan merumuskan strategi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pengembangan buku ajar berbasis kolaborasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan guru SMA/SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta akademisi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan FGD, perumusan rekomendasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kesepakatan bersama mengenai pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Gorontalo sebagai muatan lokal pada jenjang SMA/SMK, penguatan sinergi antarinstansi, serta penyusunan rekomendasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran bahasa daerah. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadi langkah awal implementasi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pendidikan formal secara berkelanjutant.
Pelatihan Guru Sekolah Dasar untuk Pemertahanan Bahasa Daerah Berbasis Kearifan Lokal Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21382790

Abstract

Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas, kearifan lokal, dan keberagaman budaya bangsa. Namun, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta minimnya implementasi pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pendidikan multibahasa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi melalui observasi serta penilaian hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa daerah yang kontekstual dan inovatif. Guru juga mampu menyusun media dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendidikan dasar secara berkelanjutan sehingga pelestarian bahasa daerah dapat diwujudkan sejak usia dini.
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP dalam Pengembangan Soal HOTS melalui Program Pengabdian Berbasis MGMP Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Dedikasi Mandiri Nusantara - Desember 2025
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18690014

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris SMP dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam merancang soal yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, sementara tuntutan kurikulum mengharuskan evaluasi berbasis analisis, evaluasi, dan kreasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop, pelatihan konseptual, dan pendampingan intensif yang dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, praktik penyusunan soal, dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test, penilaian kualitas soal menggunakan rubrik HOTS, serta angket respon peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman guru dari kategori cukup menjadi baik, serta 78% soal yang dihasilkan telah memenuhi kriteria level kognitif C4–C6. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap profesional guru dan terbentuknya kolaborasi dalam penyusunan soal. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan nilai tambah secara pedagogis dan institusional serta berpotensi mendukung peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan.