Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kajian Karakteristik dan Run-Up Gelombang Tsunami Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 2D di Perairan Selatan Bali Rafa Fahrezi Tagore; Muhammad Helmi; Alfi Satriadi; Hanah Khoirunnisa; Aris Ismanto
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.62777

Abstract

Pulau Bali merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami karena terletak di zona subduksi pertemuan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia dan zona sesar belakang Flores. Kejadian tsunami telah terjadi di wilayah selatan Bali akibat dari bencana gempa Sumbawa (1977) dan gempa Banyuwangi (1994). Kajian terkait karakteristik dan run-up gelombang tsunami masih jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan run-up gelombang tsunami menggunakan pemodelan hidrodinamika 2D. Simulasi dilakukan menggunakan skenario gempa terburuk dengan kekuatan magnitudo 9,0 melalui model TUNAMI F1 dan TUNAMI N3. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gelombang tsunami yang menjalar dari episenter menuju pesisir selatan Bali memiliki karakteristik waktu tempuh berkisar antara 16 menit 5 detik hingga 30 menit 35 detik dengan tinggi gelombang maksimum berkisar antara 11,113 – 34,446 m. Waktu tempuh penjalaran tercepat dengan tinggi gelombang tertinggi terdapat pada titik observasi Uluwatu dan Pandawa karena jarak yang dekat dengan episenter. Limpasan gelombang yang masuk ke daratan pesisir selatan Pulau Bali mampu menjangkau daratan hingga kisaran 257 – 3140 m dengan limpasan terjauh pada titik observasi Kuta karena morfologi pantai berpasir yang landai, sedangkan Uluwatu dan Pandawa menerima limpasan yang paling sedikit karena morfologi pantai yang berbatu dan tebing curam.
Pemodelan Dinamika Penggunaan dan Tutupan Lahan Pesisir Kabupaten Rembang Tahun 2015-2040 Menggunakan Sentinel-2 dan MOLUSCE CA-ANN Meriyana Florensia Owa Saga; Muhammad Helmi; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.31618

Abstract

Aktivitas manusia seperti permukiman warga, pertanian, tambak udang dan kegiatan industri di sekitar muara Dinamika penggunaan dan tutupan lahan atau Land Use/Land Cover (LULC) di wilayah pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dipengaruhi oleh alih fungsi lahan, perkembangan kawasan terbangun, dan rehabilitasi mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan LULC periode 2015-2025 serta memproyeksikan perubahannya hingga 2040. Klasifikasi LULC dilakukan pada citra Sentinel-2 MSI tahun 2015, 2020, dan 2025 menggunakan algoritma Random Forest, sedangkan simulasi perubahan dilakukan menggunakan MOLUSCE dengan pendekatan Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN). Hasil klasifikasi memperoleh Overall Accuracy 0,92 dan Kappa 0,90, sementara validasi simulasi tahun 2025 menghasilkan Percent Correctness 93,44%. Perubahan utama terjadi pada kelas mangrove, permukiman, dan pertanian. Perubahan utama terjadi pada kelas mangrove, permukiman, dan pertanian. Luas mangrove meningkat dari 32,5 ha pada 2015 menjadi 48,6 ha pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 80,3 ha pada 2040. Perubahan LULC berkaitan dengan faktor topografi serta kedekatan terhadap kawasan terbangun, badan air, dan tambak. Hasil ini mendukung identifikasi area prioritas konservasi mangrove, antisipasi ekspansi permukiman, serta pengendalian pemanfaatan ruang pada KEE pesisir Rembang. Temuan ini memberikan informasi spasial awal yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan pesisir berkelanjutan dan pengelolaan kawasan pesisir lokal.